
Didalam kamar terlihat seorang wanita baru saja bangun dari tidurnya, terlihat wanita itu mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya. Namun seketika matanya melotot saat matanya melihat jam diatasa nakas yang sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.
'' Hah, sudah jam sepuluh?'' ucapnya panik, dengan tergesa , lalu wanita itu pun langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan siapa lagi kalau bukan Kay, tadi malam Juno menggempurnya habis-habisan, entah berapa kali suaminya itu menyemburkan laharnya kedalam rahim Kay, yang jelas mereka berdua baru bisa tidur pukul empat pagi, pantas saja Kay bangun kesiangan, Kay merasa seluruh tubuhnya terasa remuk karna pergulatan semalam. Dikamar mandi Kay mengguyur tubuhnya dengan air hangat, gadis yang kini sudah menjelma jadi wanita seutuhnya itu tiba-tiba tersenyum, dan menggelengkan kepalanya, kala mengingat kelakuan nya saat berada dibawah kukungan Juno, ia tak menyangka, jika dirinya bisa seliar itu diatas tempat tidur, Kay sangat menikmati permainan Juno malam itu, Kay membasuh inti tubuhnya, hingga lipatan terdalam, wanita itu menyentuh titik sensitif miliknya, tiba-tiba Kay teringat saat Juno menyentuhnya dibagian itu, sungguh membuatnya menggila, tanpa ia sadari Kay melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan suaminya tadi malam padanya, Kay mulai memainkan jarinya di bagian daging kecil tersebut, dibawah guyuran shower.
'' Ssshhhhttt, aah, oh ternyata enak sekali, tapi lebih enak kalau Juno yang memainkannya.'' gumam nya, Kay sengaja tak memainkan jarinya diarea lubang senggama miliknya, karna ia masih merasakan sakit dan perih dibagian itu.
Kok aku jadi mesum gini ya? tapi rasanya memang benar-benar enak, geli-geli gimana... gitu.
Batinnya, Kay pun menyudahi aksinya, saat kembali mengingat jika dirinya sudah bangun terlalu siang hari ini. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Kay langsung keluar dari kamar mandi, Kay sedikit kesal pada Juno karna tak membangunkan nya tadi pagi.
Kay tampak keluar dari kamar, dan langsung menuju lantai dua untuk melihat baby Al, Kay baru ingat jika tadi pagi ia belum memberikan asinya pada bayi tersebut.
'' Duuh, kok gk enak banget ya rasanya ada yang ganjel deh.'' gumam Kay saat berjalan kaki Kay itu sedikit melebar, alhasih bu Dewi yang saat itu ada dibelakangnya sedikit merasa aneh melihat cara gadis itu berjalan.
'' Kay kamu kenapa jalannya gitu?'' tanya bu Dewi yang seketika membuat Kay terkejut, dan langsung berbalik.
'' Mah, i-tu mah, aku--, Kay bingung harus menjawab apa, namun sepertinya bu Dewi yang sudah paham langsung mengalihkan pertanyaan nya pada menantunya itu, kalau benar dugaannya itu, tentu bu Dewi akan sangat bahagia, karna akhirnya Kay mau menerima Juno sebagai suaminya, untuk menggantikan Wildan, bu Dewi tau ini tak mudah bagi Kayla, ia hanya berharap semoga saja anak-anaknya bisa hidup dengan rukun dan bahagia.
'' Kay kamu mau keatas?'' tanya bu Dewi mengalihkan pertanyaannya tadi yang masih belum dijawab oleh sang menantu.
__ADS_1
'' Iya mah, mau lihat baby Al.'' jawab Kay
Kok mama gk bertanya lagi ya? apa jangan-jangan dia sudah bisa menebaknya? aduuh malu kalau memang iya.
Batin Kay
'' Al baru saja tidur, tadi mama sudah kasih dia asi yang tadi malam sudah kamu simpan diprezer.'' jawab bu Dewi
'' Oh gitu ya mah, oya mah Juno sudah berangkat kekantor ya?'' tanya Kay, ia meringis, merasa tak enak karna tidur disaat suaminya harus dilayani dimeja makan, Kay takut mertuanya itu marah padanya karna tak menjadi istri yang baik untuk putranya.
'' Iya dia sudah berangkat tadi pagi, Juno juga berpesan agar tidak mrmbangunkan kamu, karna dia bilang kamu baru bisa tidur menjelang pagi.'' jelas bu Dewi
Kay terus memaki suaminya dalam hati.
***
Dikantor terlihat Wildan sedang meting bersama karyawan yang lain termasuk Bisma dan Juno, sejak tadi Wildan terus memperhatikan wajah dan tingkah laku Juno, adik bungsunya tersebut, yang terlihat sangat bersemangat dan juga penuh raut bahagia diwajahnya.
'' Baiklah semuanya, saya rasa kita sudahi saja meting untuk hari ini, besok saya mau semua harus sudah selesai!" ucap Wildan
__ADS_1
'' Dan kamu Sari, saya tidak mau terjadi kesalahan seperti kemarin, periksa kembali semuanya setelah itu baru serahkan pada saya laporannya!" sambung Wildan pada karyawannya.
' Baik pak Wildan, sebelum menyerahkannya saya akan periksa lebih dulu.'' jawab karyawan yang bernama Sari tersebut. Setelahnya satu persatu mereka keluar dari ruang meting begitupun dengan Juno.
'' Pak saya permisi juga.'' ucapnya formal, yang hanya dijawab deheman oleh Wildan, diruangan itu hanya tinggal Wildan dan juga asistennya, siapa lagi kalau bukan Bisma.
'' Loe kenapa? tuh muka kusut amat? jangan bilang kalau loe galau karna Kay berhasil move'on dari loe?'' ejek Bisma sambil menatap sahabat sekaligus bosnya itu, jika hanya berdua Wildan akan menyuruh Bisma bersikap biasa padanya, namun jika ada orang lain, barulah mereka bersikap seperti bos dan bawahan.
'' Apa menurutmu Kay memang sudah bisa move'on dari gue?'' tanya Wildan balik
'' Ya harus dong, emang apa lagi yang dia harapkan dari hubungan kalian? bukannya itu sudah berakhir, dan faktanya sekarang adalah Kay itu sudah menikah dengan laki-laki lain, dan dia adik loe sendiri, Kay, gadis yang sangat loe cintai itu sudah memilih, eh bukan memilih sih sebenarnya, tepatnya adalah gadis itu sudah menikah dengan pria yang menurutnya dan keluarganya adalah yang terbaik, dan kalau menurut gue, sekarang saat nya loe juga harus melupakan gadis itu.
'' Tapi gue belum bisa Bis, gue masih sangat mencintai Kay, tidak mudah melupakan gadis itu, sebenarnya bukan gue gk mencobanya, tapi semangkin gue mencoba, gue malah merasa cinta itu semangkin besar untuk Kay, lalu menurut loe gue harus bagai mana Bisma.'' ucap Wildan sambil mengacak rambutnya frustasi
Sebenarnya Bisma sangat kasihan melihat sahabatnya itu, tapi dia juga tidak bisa membantu apapun dalam hal ini,'' Wil, saran gue kalau loe ingin mencoba melupakan Kay, sebaiknya jalan satu-satunya loe pindah dari rumah itu.'' ucap Bisma memberikan saran pada sahabatnya, ia pikir dari pada Wildan harus sakit hati setiap saat, cara satu-satunya hanya pindah rumah.
'' Tapi gue gk mau jauh dari anak gue.''
'' Ya kan loe masih bisa bertemu sama dia, dari pada loe sakit hati tiap saat melihat Kay dan Juno bersama, hanya itu jalan satu-satunya, dengar! pilihan ada ditangan loe Wil, gue juga gk akan maksa loe, karna loe yang jalani hidup.'' ucap Bisma, menasehati, sementara Wildan tak lagi menjawab, kepalanya terlalu pusing memikirkan semuanya.
__ADS_1
Next