Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 19


__ADS_3

WARNING ADA ADEGAN DEWADA, DIHARAPKAN BAGI ANAK YANG MASIH DIBAWAH UMUR LANGSUNG DISKIP AJA YA, KARNA OTOR GK MAU IKUT TANGGUNG DOSANYA 🙈


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


HAPPY READING


Kay merasa malu karna sejak tadi suaminya itu terus memandangi miliknya dibawah sana, ia pun berinisiatif untuk menekuk kakinya, lalu merapatkan nya hingga otomatis Wildan tak dapat memandangnya lagi.


'' Sayang kenapa ditutup? mas belum puas memandangnya.'' protes nya


'' Aku malu mas, sejak tadi, aku lihat mas terus lihatin milikku itu aku kan jadi malu.'' ucap Kay yang masih dalam posisi yang sama.


'' Ngapain malu? mas adalah suamimu sekarang, yang akan tiap malam melihat nya.'' ucap Wildan sambil mengerlingkan matanya.


'' Apa mas? tiap malam?


'' Iya, kenapa? kamu gk mau? entar nyesal loh kalau gk mau.'' ucap Wildan menggoda


'' Sudah jangan ditutupin lagi, mas mau lihat, tadi belum puas mandanginya.'' sambung Wildan membuat Kay mendengus kesal.


Wildan menge*cup paha bagian dalam istrinya, membuat Kay merasa merinding.'' Kay buka dong kakinya, aku belum puas melihatnya,'' rayu Wildan, setelah itu pria tersebut kembali membuka kedua kaki istrinya dengan sedikit lebar, dan kali ini tak ada penolakan sama sekali.

__ADS_1


'' Benar-benar indah sayang,'' ucapnya lalu Wildan pun langsung menyentuh bagian atas gundukan tersebut, ia mer*aba rumput hitam yang lumayan rimbun, kemudian jari nya terus turun kebawah, kesatu titik dimana tempat berkumpulnya semua inti saraf.


'' Aah,'' Kay men*de*sah saat bagian benjolan kecil yang sebesar biji kacang tersebut disentuh oleh suaminya itu, Wildan sedikit menekannya, lalu memutarnya perlahan, membuat Kay menggelin*jang saat merasa area tersebut dimainkan oleh suaminya itu. Wildan menyudahi tangannya dan langsung menggantikannya dengan benda lunak berupa daging yang ada didalam mulutnya.


Kay sempat kaget saat merasakan miliknya disentuh oleh sesuatu yang basah dan lembut, namun sedetik kemudian wanita itu langsung menikmatinya, Kay tau benda apa yang sedang menyapu area pribadainya itu, dan Kay sangat menyukai perlakuan suaminya itu pada inti nya.


Berulang kali Kay menggigit bibir bawahnya, untuk meredam suara des*ahannya agar tak keluar. Namun rasa yang terlalu nikmat, tak mampu membuatnya untuk menahan suara itu lebih lama, hingga akhirnya lucknut tersebut lolos dari bibir tipis itu


'' Oh yeeaahhh...,,'' Kay mendes*ah nikmat merasakan miliknya terus dimanjakan Wildan dibawah sana.


Oh rasanya sudah lama aku tidak merasakan ini, dan ini sungguh sangat lah nikmat


Batin Kay, sambil merem melek menikmati rasa yang ditimbulkan akibat perbuatan yang dilakukan Wildan pada inti tubuhnya. Wildan menyeruput, dan mengh*isap dalam ketika merasakan ada sesuatu yang keluar dari inti tubuh istrinya tersebut


Terdengar suara Wildan menyeruput dengan nik*matnya, bahkan benda lunak yang sejak tadi menyapu seluruh inti milik Kay, kini mulai menerobos masuk kedalam terowongan goa sang istri, yang tadinya lembut, kini gerakannya mulai desikit kasar dan tak beraturan, membuat Kay semangkin tak karuan dibuatnya, Kay menggila, wanita itu membusungkan tubuhnya, hingga membuah bok*ongnya ikut terangkat, dan itu membuat Wildan sedikit kesulitan, lelaki itu menekan pinggul Kayla agar kembali menyentuh kasur, Wildan tau sebentar lagi istrinya itu akan meledak, ia pun semangkin mempercepat gerakan lid*ahnya dibawah sana, hingga akhirnya indra perasa nya itu dapat merasakan sesuatu yang tak asing baginya, terlihat aliran sungai yang membanjiri terowongan tersebut, membuat Wildan yang sedari tadi kehausan langsung meminum dan meneguknya hingga tandas tak tersisa.


'' Rasanya sangat gurih dan sangat nikmat sayang, mas akan ketahihan dengan rasamu ini.'' ucap Wildan, sedangkan Kay yang sudah tetkulai lemas hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.


Wildan membiarkan sejenak sang istri untuk beristirahat, menikmati sisa-sisa kenik*matannya


'' Sayang apa kamu ingin mencoba milik mas?'' tanya Wildan. Sambil mengelus miliknya yang masih terbungkus, namun sudah dapat terlihat oleh Kay, karna sepertinya pusaka tersebut sudah bangun sejak tadi. Kay menelan ludahnya kasar, tiba-tiba ia kembali teringat betapa besarnya pusaka milik suaminya itu, namun rasa penasarannya lebih kuat, wanita itu pun kembali bersemangat, tanpa malu,nKay langsung menci*um bibir Wildan dengan penuh gai*rah, bahkan tangannya menjalar hingga langsung dipusat inti tubuh sang suami. Kay merapatkan tubuhnya hingga perutnya bisa merasakan pusaka suaminya tersebut, Wildan yang mengerti kode itu, langsung berinisiatif membuka sisa kain yang menempel ditubuhnya itu, hingga mata Kay kembali melihat pusaka milik Wildan untuk yang kedua kalinya. Besar, panjang dan berurat, hanya itu yang ada dalam pikiran Kay saat ini.

__ADS_1


Wildan tersenyum tipis, saat melihat ekpresi kaget istrinya itu saat kembali melihhat pusaka andalannya. Padahal ini bukan yang pertama kali untuknya, namun tetap saja Kay terpelongo dibuatnya.'' Kamu siap sayang?'' tanya Wildan, membuyarkan lamunan Kay tentang pusaka suaminya yang sudah berdiri tegak bak tugu monas


Tanpa mendengar jawaban istrinya, Wildan langsung menyerang kembali bibir wanita itu


Sementara dibawah sana terlihat bu Dewi dan kedua gadis cantik itu sedang menunggu kedatangan Kay dan Wildan yang tak kunjung turun hingga saat ini.


'' Kok lama banget sih mereka? si Kay juga, masa tinggal bangunin doang kok lama banget.'' gerutu Ningsih


'' Yasudahlah, gk usah ditunggu palingan juga mereka,kembali mengulang yang tadi malam.'' ucap Sandra santai, bu Dewi langsung menoleh kepada Sandra, anak gadis nya itu memang tidak tau jika tadi malam Kay tidur bersama dengannya, sementara Ningsih tau, karna tak sengaja tadi malam ia sempat mendengar budenya itu memberikan hukuman untuk sepasang pengantin baru tersebut. Dan tentu saja itu membuatnya sangat senang, namun sekarang sepertinya ia harus kembali kecewa, saat mendengar ucapan sepupunya itu barusan.


'' Biar mama coba lihat keatas.'' ucap bu Dewi yang langsung melangkah menuju lantai dua, bu Dewi memang meminta Kay untuk membangunkan suaminya, tapi bukan berati Kay bisa memberikan hidangan sarapan spesial itu pada putra nya Wildan


Setelah sampai diatas, bu Dewi segera menempelan telinga nya didepan pintu kamar mereka, dan benar saja wanita paruh baya itu dapat mendengar dengan jelas suara-suara ya g meresahkan itu dari kamar keduanya.


'' Dasar anak-anak ini, tifak bisa dipercaya, lagian suara Kay kok sampai begitu? diapain dia sama Wildan? Ck, emang gk bisa apa suara itu dikondisikan, bagai mana coba kalau putra mereka bangun?'' gerutu bu Dewi sambil melangkah menuju kamar cucunya unyuk melihat nya.


Didalam kamar, saat ini Wildan mencoba memasukan pusakanya kedalam terowongan sang istri, yang memang sudah tidak pernah lagi dilalui sejak beberapa bulan yang lalu, semrnjak kepergian pemiliknya.


Wildan meletakan pusakanya diatas inti tubuh Kay, lalu sedikit memukul pelan milik Kay dengan pusaka miliknya, dan itu memberikan sensasi tersendiri bagi keduanya. Setelahnya, Wildan kembali menunduk wajahnya untuk memberikan pelumas pada inti sang istri, Wildan kembali menyapu seluruh permukaan terowongan tersebut agar memudahkannya untuk nantinya melewati goa milik istrinya itu


Next

__ADS_1


Hareudang-hareudang-hareudang panas-panas panas....😁🤭


__ADS_2