Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 31


__ADS_3

Sore harinya setelah pulang dari kantor, Bisma pulang sebentar ke apartemennya, untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu, pemuda itu langsung berangkat menuju kediaman calon istrinya Sandra, Bisma tidak bisa tenang jika belum berbaikan dengan gadisnya itu, ia terlalu sayang dengan Sandra, sampai terus kepikiran pada gadis itu, apa lagi tadi siang Sandra sempat ngambek padanya, dan mengancam akan membatalkan pernikahan mereka, walaupun itu hanya ancaman semata, namun tetap saja Bisma tidak tenang, secara gadis itu selalu mengambil keputusan terburu-buru tanpa memikirkan konsekuensinya.


Saat memasuki teras rumah kediaman tunangannya tersebut,, Bisma mendengar suara gelak tawa dari dalam rumah tersebut, merasa penasaran Bisma lalu mempercepat langkahnya, seketika langkahnya terhenti kala melihat kekasihnya itu sedang duduk diruang tamu bersama orang yang cukup dikenalnya,


Apoy, mau apa dia datang kesini? dan kenapa dia bersama Sandra, apa dia bermaksud ingin merebut tunanganku?


Batin Bisma, yang sangat tau bagai mana kehidupan pria tersebut, Bisma sangat mengenal sifat teman dari sahabatnya itu, seorang pria yang sering mempermainkan perasaan wanita.


'' Sandra!" panggil Bisma, membuat keduanya langsung menoleh kearahnya


'' Bisma, kamu datang? kenapa gk telpon aku?' ucap Sandra


'' Kenapa aku harus telpon, kalau mau datang kerumah calon istriku sendiri?'' ucap Bisma sambil menekankan kata Istri, ia melihat reaksi dari pria itu, yang tak sesuai harapannya, Bisma pikir Apoy akan kecewa, namun ternyata ucapannya tidak berpengaruh sama sekali pada pria itu


'' Ada angin apa loe datang kerumah ini? tumben-tumbenan.'' ucap Bisma sinis menatap kearah Apoy


'' Bisma kok kamu bicara nya kayak gitu sama bang Apoy? gk sopan ih.'' ucap Sandra


'' Abang? kamu panggil dia abang?'' ucap Bisma memastikan


'' Loh emang kenapa? dia kan lebih tua dari aku? dan dia teman nya mas Wildan juga, jadi sepertinya gk ada salahnya aku panggil dia abang bukan begitu bang Apoy?'' ucap Sandra


'' Tentu.'' jawab nya singkat, sambil melirik kearah Bisma. lalu menarik sudut bibirnya

__ADS_1


Kurang ajar, dia menantangku, awas saja kalau dia berani merebut Sandra dariku


Batin Bisma geram


Tak lama terlihat Wildan turun bersama Kay, lalu melangkah menuju kearah mereka.'' Poy udah lama?'' tanya Wildan pada temannya tersebut


'' Gk juga, lagi pula gk masalah juga lama, ada Sandra gini yang temani.'' sambungnya sambil melirik kearah Sandra, sedangkan Bisma terlihat menggeram, dalam hati ingin sekali dia merobek mulut pria itu yang secara terang-terangan menunjukan ketertarikannya pada calon istrinya itu


'' Mas Bisma kenapa wajahnya merah gitu? apa mas Bisma sakit?'' tanya Kay yang tak sengaja melihat perubahan raut wajah tunangan dari calon adik iparnya tersebut. tentu saja ucapan Kay itu membuat semua orang menatap kearah Bisma


'' Gk kok Kay, aku gk apa-apa.'' jawab Bisma


'' Sandra sebaiknya kamu bawa Bisma kedapur dan berikan dia minum, sepertinya dia butuh air.'' ucap Wildan, membuat Sandra mengerutkan dahi


'' kamu haus??'' tanya gadis itu pada tunangannya


'' Ini minumlah!" ucap Sandra sambil memberikan Bisma segelas air putih, dan menaruhnya diatas meja makan


'' Sa, aku gk suka kamu dekat-dekat sama Apoy.'' ucap Bisma langsung, pria itu tidak tahan untuk tidak mengatakannya pada tunangannya tersebut


'' Kenapa? masalahnya apa?'' tanya gadis itu


'' Ya pokoknya aku gk suka, kamu dekat sama dia, dan tadi apa coba? kamu memanggil dia dengan sebutan abang, dengan alasan kalau dia itu umurnya lebih tua, dan karna dia sahabat Wildan, lalu apa bedanya denganku? aku juga lebih tua darimu, sahabat Wildan juga, lalu kenapa panggilanmu masih tetap sama?'' protesnya, pria itu mengambil minumannya lalu meneguknya hingga habis setengah gelas

__ADS_1


Sandra tersenyum tipis, mendengar ucapan tunangannya itu, dan gadis itu menyadari sesuatu,'' Kamu cemburu sama bang Apoy?'' tanya Sandra sambil melangkah kearah Bisma


'' Sangat, dan aku gk suka kamu dekat dengan laki-laki itu.'' jawab Bisma jujur, Sandra kini sudah berdiri dihadapan Bisma, menatap wajah tampan kekasihnya yang sedang dilanda rasa cemburu itu


'' Baiklah, karna kamu yang memintanya, maka aku tidak akan dekat-dekat lagi dengan dia.'' jawab Sandra, lalu tiba-tiba gadis itu mengalungkan tangannya dileher Bisma dan langsung menc*ium bibir pria itu, awalnya Bisma sedikit kaget, namun setelahnya ia membalas ciu*man kekasihnya itu dengan penuh cinta, ciu*man yang awalnya biasa, kini terlihat semangkin menuntut, apa lagi Bisma mulai menggerayangi tubuh Sandra, membuat gadis itu tidak tahan, hingga akhirnya satu des*ahan lolos dari bibirnya.


'' Kita naik kekamar kamu sayang.'' ucap Bisma yang langsung menarik tangan kekasihnya menuju lantai dua, sesampainya dikamar, Bisma kembali menci*umi kekasihnya itu, dengan sangat menuntut membuat Sandra kewalahan mengimbanginya, sebenarnya itu adalah ciu*man pelampiasan kekesalan Bisma, karna rasa cemburunya pada gadis itu, Bisma terus melancarkan aksinya bahkan pria itu kini sudah melepas kancing kemeja yang digunakan Sandra hingga memperlihatkan dua buah kesukaannya yang masih tertutup oleh pembungkusnya itu. Dengan gerakan cepat Bisma langsung membuka pengait nya, hingga kini tak ada lagi penghalang disana, meskipun sudah sering melihatnya, namun Bisma tetap saja berdecak kagum, pada dua buah yang menggelantung indah tersebut.


'' Bi, panggil Sandra dengan suara lirih, Bisma tau jika gadis itu menginginkan lebih darinya, tanpa membuang waktu Bisma langsung melahap buah kesukaannya itu, menghi*sap nya dengan kuat, berharap akan ada asi yang ikut ter*se*dot masuk kedalam tenggorokannya. Bisma melakukan itu bergantian dari buah yang kanan dan sebaliknya, hingga membuat Sandra tak kuasa menahan rasa nik*mat disana.


***


'' Bang Apoy sendiri saja?'' tanya Kay, sambil mengambil posisi duduk disamping suaminya


'' Iya Kay, kamu apa kabar? setelah menikah mangkin cantik aja.'' ucap Apoy


'' Udah jangan ngegombal istri gue loe, Oya mana Pikri?, katanya loe mau datang sama tuh anak?


'' Tadinya sih gitu, tapi tiba-tiba dia ada urusan mendesak, makanya gue hanya sendiri kesini.'' jelasnya, saat ketiganya asik mengobrol, tiba-tiba terdengar suara seseorang mengucapkan salam dari luar.


'' Sayang sepertinya ada yang datang.'' ucap Wildan


'' Iya mas, sebentar biar aku lihat dulu.'' sambung Kay yang langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu utama yang memang tidak tertutup dengan rapat, hingga mereka bisa mendengar suara dari tamu tersebut, Kay membuka pintu sedikit lebar, hingga terlihat lah seorang wanita yang sedang berdiri didepannya.

__ADS_1


'' Kamu.....??


Next


__ADS_2