
Jam baru menunjukkan pukul enam pagi, dengan sedikit tertatih Kay melangkah menuju kamar yang ia tempati bersama Juno, dari jauh Wildan terus memperhatikan langkah gadis itu hingga akhirnya menghilang dibalik pintu kamar.
'' Semoga dia baik-baik saja.'' gumam nya
'' Siapa mas?'' ucap suara seseorang membuat Wildan langsung mengalihkan pandangannya, yang ternyata itu adalah Ningsih
'' Bukan siapa-siapa.'' jawabnya datar.
'' Mas, apa sebegitu gk suka nya ya kamu sama aku hingga natap aku saat bicara saja kamu gk mau, padahal dulu kamu sering banget loh, manjain aku, apa kamu lupa semua kenangan itu mas?'' tanya gadis itu.
'' Itu dulu Ning, sebelum aku tau kamu memiliki perasaan padaku, lagi pula waktu itu kamu sudah aku anggap sebagai adik sendiri sama seperti Sandra, lagian kamu lupa kalau kita ini adalah saudara? dan perasaanmu itu tidak boleh Ning.'' ucap Wildan, walau pun sebenarnya sah-sah saja bagi keduanya untuk menjalin hubungan, namun tetap saja Wildan tak ingin memiliki hubungan apapun dengan adik sepupunya itu.
Sebenarnya alasan Wildan tidak terlalu menyukai Ningsih bukan karna gadis itu memiliki perasaan padanya, namun karna dulu Ningsih pernah mencoba menjebaknya didalam kamar hanya berdua saja, saat itu rumah sedang kosong, dan tiba-tiba Ningsih masuk begitu saja kekamar miliknya, bahkan Ningsih juga sempat ingin mengajak nya berhubungan intim, saat itu Wildan sangat marah padanya, dan mulai dari situlah Wildan langsung menjaga jarak dari gadis itu, bahkan kelakuan sepupunya itu tak pernah ia katakan pada bu Dewi ataupun tantenya Rima ibu dari Ningsih.
'' Mas Wildan mau joging kan? gimana kalau kita barengan aja? soalnya aku juga mau lari pagi.' ucapnya
'' Kamu duluan saja Ning, aku sebentar lagi, karna masih ada yang ingin ku lakukan.'' jelasnya sambil melangkah menuju dapur, namun sepertinya gadis itu juga terlihat mengikutinya
Wildan merasa jengah, melihat Ningsih yang terus mengikutinya.'' Ningsih, menjauhlah dariku sekarang!'' sentak nya membuat gadis itu terperanjat kaget.
'' Mas Wildan, kamu membentak aku?'' ucap gadis itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
'' Maaf Ning aku gk bermaksud begitu, aku hanya--,
'' Kamu jahat mas, jahat!'' ucapnya sambil berlari keluar dari ruangan tersebut, membuat Wildan mengusap wajahnya kasar, kemudian pria itu pun langsung mengejar Ningsih ia tak ingin gadis itu berbuat nekat, yang nantinya dialah yang akan menanggung akibatnya.
Sementara dikamar Kay sedang mengobati kakinya yang memar dengan salep, gadis itu sedang duduk di sofa single yang terdapat dikamarnya, dan posisinya menghadap kearah taman samping.
'' Buat apa kamu mengikutiku mas?'' ucap Ningsih yang saat itu lari ketaman yang ada disamping rumah tersebut, sedangkan dikamarnya Kay terlihat mencari asal suara tersebut, Kay mendengar ada suara orang berbicara namun ia tak tau asal suara itu, namun seketika matanya melebar saat melihat Wildan sedang bersama Ningsih duduk dibangku taman.
__ADS_1
'' Apa mereka sedang bertengkar?'' gumam Kay saat mendengar percakapan keduanya. karna jarak dari kamar Kay dengan bangku taman sangat dekat, jadi Kay bisa mendengar percakapan keduanya, bahkan Kay bisa melihat dengan jelas interaksi keduanya, namun jika dari luar kaca itu tampak gelap dan tak kan bisa dilihat.
'' Ning, aku minta maaf karna sudah membentakmu, aku sama sekali tidak bermaksud untuk bicara kasar padamu.'' ucap Wildan.
'' Baiklah, kalau begitu aku akan memaafkan mas Wildan, tapi dengan syarat.
'' Hah, syarat?
'' Iya syarat.'' ulangnya
'' Apa? kamu jangan yang aneh-aneh ya?'' ucap Wildan menatap waspada pada gadis itu, dan itu membuat Kay terpelongo.
Yang benar saja, kenapa kesannya jadi dia yang waspada pada wanita itu, seolah-olah dialah yang akan jadi korban pelecehan disini, sama aku aja, dia berani, tapi dengan Ningsih kenapa dia begitu waspada?
Ucap batin Kay heran
'' Oh hanya itu? baiklah, ayo!'' ajaknya yang langsung diangguki oleh Ningsih sementara Kay hanya bisa melihat keduanya berjalan beriringan menuju pintu depan
'' Kamu lihat apa Kay?'' tanya Juno yang tiba-tiba sudah berdiri disampingnya, pria itu mengikuti arah pandang istrinya, untung saat itu Juno tak melihat mereka.
'' Aku gk lihat apa-apa kok, oya kamu mau aku buatin teh gk?'' ucap Kay mengalihkan pembicaraan
'' Gk, aku maunya susu aja.'' jawab Juno
'' Susu? yasudah bentar ya biar aku buatin dulu.
'' Tapi aku maunya yang itu gimana dong?'' ucap Juno sambil menunjuk dada istrinya, membuat gadis itu langsung melotot kan matanya, melihat itu Juno langsung tergelak seketika.
***
__ADS_1
Sore harinya terlihat Wildan pulang lebih awal ia merasa kurang fit hari ini. Sedangkan dibawah terlihat bu Dewi dan Kay baru saja pulang dari jalan-jalan di taman komplek, sambil membawa baby Al.'' Kay mama masuk kekamar dulu ya mau istirahat kamu tidurkan saja Al dikamar atas,'' ucapnya.
'' Iya mah, yasudah kalau gitu aku naik keatas dulu mah.'' ucap Kay sambil membawa naik baby Al kelantai atas.
Setelah meletakan bayi tersebut Kay langsung keluar dari kamar itu dengan perlahan Kay menutup pintu, dan langsung kembali kelantai satu, saat baru menuruni beberapa anak tangga Kay mendengar suara seseorang menutup pintu, dari kamar yang ada dilantai dua, merasa penasaran gadis itu mencoba mencari tau siapa yang ada disana karna yang ia tau semua orang masih berada ditempat kerja, karna biasanya semua orang akan pulang dijam enam sore.
'' Mas Wildan?'' ucap Kay saat melihat laki-laki itu menuruni anak tangga.
'' Kay, apa tadi kamu membawa Al? soalnya tadi aku sempat lihat dikamar dia gk ada.'' ucapnya
'' Iya mas, tadi aku sama mama membawa nya jalan-jalan ditaman.'' jelas Kay sambil memperhatikan wajah pria yang ada didepannya saat ini, wajah Wildan saat ini terlihat sedikit pucat.
'' Emm.., mas Wildan baik-baik saja?'' tanya Kay yang akhirnya bertanya
'' Mas gk apa-apa,'' jawabnya yang langsung meninggalkan Kay, menuruni akan tangga
'' Apa dia sakit?'' gumam Kayla, lalu ia pun kembali menuruni anak tangga bermaksud ingin kembali kekamarnya. Namun saat hendak menuju kamarnya, tak sengaja Kay melihat Wildan bicara dengan mbok Surti, setelah itu mbok Surti segera keluar dari dapur melangkah menuju ruang tengah.
'' Mbok, mbok Surti mau kemana?'' tanya Kay
'' Mau kewarung depan non, mau beli jahe merah diwarung depan.' jawab mbok Surti
'' Jahe merah? untuk apa mbok?'' tanya Kay semangkin kepo.
'' Untuk den Wildan non, sepertinya dia sedang tidak enak badan, dan dia katanya pengen dibuatkan minuman jahe non, tapi stok jahe sedang habis makanya mbok mau beli dulu diwarung depan, yasudah non kalau gitu mbok kewarung dulu ya takut kelamaan den Wildannya nunggu.'' ucapnya
Jadi ternyata dia sedang tidak enak badan?
Next
__ADS_1