Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 35


__ADS_3

Apoy sungguh tidak menyangka jika akan mendapat jawaban secepat ini dari Seli, walaupun ia tau alasan kenapa gadis itu menerimanya secepat ini, namun Apoy tidak mempermasalahkannya, yang penting kini dirinya sudah mendapatkan Seli, urusan Seli mencintainya atau tidak itu tidak masalah, karna semua rasa itu, bisa tumbuh belakangan pikirnya.


'' Terimakasih karna kamu sudah mau memberikan kesempatan untukku.'' ucapnya yang langsung memeluk tubuh gadis itu, tanpa canggung Seli juga langsung membalas pelukan pria itu. Apoy melerai pelukan mereka, lalu menatap lekat wajah gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tersebut, perlahan Apoy mulai mendekatkan wajahnya pada Seli, bermaksud ingin menci*um bibir gadis itu, namun dengan cepat Seli menutup bibirnya itu dengan telapak tangannya.


'' Kenapa ditutup sayang?'' tanya Apoy lembut, Seli yang dipanggil sayang, membuat wajahnya langsung merona, dan jantungnya tiba-tiba saja berdebar, sebelumnya belum pernah Selibseperti ini, walaupun dulu Arif pernah secara terang-terangan mengatakan cinta padanya, namun saat itu Seli sama sekali tidak menanggapi serius ucapan rekan kerjanya itu, lagi pula Seli juga saat itu tak memiliki perasaan apapun pada Arif. Berbeda sekali dengan Apoy, padahal mereka baru satu hari bertemu, tapi Seli dengan mudahnya memutuskan untuk menikah dengan pria yang sama sekali belum ia kenal asal-usulnya, bahkan siapa keluarganya pun Seli tidak tau, namun ia berani mengambil keputusan sebesar itu, sebenarnya alasan gadis itu bukan hanya karna ingin meyakinkan Kay, jika dirinya memang tak akan pernah mengganggu Wildan lagi, namun hati dan perasaannya juga mengatakan, jika ia merasa nyaman bersama pria itu meski baru dikenalnya.


Apoy menyingkirkan tangan gadis itu, lalu menggenggamnya, hingga akhirnya bibir keduanya menempel sempurna, Apoy menge*cup bibir bagian bawah Seli, menghi*sap dalam bibir yang kenyal itu hingga membuat Seli terbuai, namun sebelum gadis itu membalas ciu*mannya, Apoy cepat-cepat melepaskannya, membuat Seli sedikit kecewa, namun tak mungkin ia kembali meminta ciu*man tersebut, mau ditaruh dimana wajahnya nanti.


Sedangkan dikantor nya, Wildan terlihat sedang sibuk dengan laptopnya, sesekali pria itu terlihat menoleh kearah pergelangan tangannya untuk melihat jarum jam yang terus bergerak maju


'' Sudah jam segini tuh anak masih belum nyampe juga, kemana sih dia? apa dia lupa kalau sebentar lagi ada meeting dengan klien,,dihubungi juga gk diangkat .'' gumam Wildan sambil menggerutu


***


'' Ning, kamu gk kerja hari ini? tanya Bu Dewi saat melihat keponakan nya itu keluar dari kamar.


' Gk bude, lagi gk enak badan, ini rencananya mau panggil tukang pijat.'' ucap nya


'' Kok tukang pijat sih?


'' Mending kedokter aja, biar cepat sembuhnya.'' ucap Bu Dewi lagi menyarankan


'' Gk ah, lagi pula biasanya kalau gk enak badan aku selalu dipijat bude, dan kalaubsudah dipijat, langsung enakan badannya.'' jelas Ningsih


'' Terus apa kamu sudah panggil tukang pijatnya?


'' Belum, ini aku lagi pesan dari aplikasi.'' jawab nya lagi


'' Oh, yasudah kalau gitu, bude mau pergi dulu, kalau butuh sesuatu panggil mbok Surti, kalau Kay sama baby Al ada ditoko depan.'' jelas Bu Dewi lagi


'' Iya bude.''


Satu jam kemudian terlihat seorang pria dan wanita paruh baya datang dengan mengendarai sepeda motor, mereka mengaku sebagai tukang pijat tradisional,


'' Maaf anda berdua ini cari siapa ya?'' tanya mang Ujang satpam rumah itu


'' Ini pak saya mau mengantarkan istri saya untuk memijat salah satu tuan rumah yang ada didalam, namanya Bu Ningsih, sebelumnya dia sudah menghubungi kami pak, agar datang dijam segini.'' jelas orang tersebut


Mang Ujang sempat memperhatikan keduanya, entah kenapa mang Ujang kurang begitu yakin dengan mereka berdua.'' Tunggu sebentar biar saya hubungi mba Ningsih dulu.'' ucap satpam tersebut yang langsung mengambil sambungan telpon yang ada dipos satpam, yang menghubungkan sambungan tersebut ketelpon rumah.


'' Baiklah silahkan masuk!" ucap mang Ujang setelah mendapat ijin dari pemilik rumah untuk membuka pintu pagar tersebut


'' Wwah, pak rumahnya besar sekali kayak istana.'' ucap sang istri berdecak kagum

__ADS_1


'' Iya buk, sepertinya rumahnya juga sepi, kalau begini bapak bisa melancarkan aksi buk.'' ucap lelaki paruh baya tersebut


'' Eh pak, jangan asal, kita kan belum tau didalamnya bagai mana, kalau banyak pembantunya gimana? kan sama saja kita gk bisa melancarkan aksi.'' sambung sang istri.


Sebenarnya mereka berdua bukanlah tukang pijat sungguhan, itu hanya modus, yang sebenarnya mereka adalah sindikat pencuri dengan berkedok tukang pijat tradisional, mereka mencari korban melalui jejaring sosial media, biasanya yang sering mereka tipu adalah wanita paruh baya dan sejenisnya.


Sedangkan didalam toko Kay sempat melihat dari jendela kaca, kedua orang asing itu masuk kedalam rumah yang disambut oleh Ningsih.'' Siapa ya mereka? dan apa hubungannya dengan Ningsih?'' gumam Kay yang memang tak mengetahui jika Ningsih menggunakan jasa tukang urut keliling. Kay yang merasa penasaran pun akhirnya bertanya pada satpam rumah yang memang pos nya tak jauh dari toko miliknya tersebut


' Wati tolong kamu jagakan dulu baby Al ya? soalnya say mau ke pos satpam sebentar.'' ucap Kay yang diangguki oleh Wati pegawai yang membantu Kay ditoko tersebut, sedangkan baby Al saat itu terlihat sedang bermain ditempat bermainnya yang disediakan oleh Kay lengkap dengan mainan didalamnya. Kay melangkah mendekati pos satpam, dan langsung memanggil mang Ujang yang saat itu terlihat sedang mendengarkan musik.


'' Mang! mang Ujang!'' panggil Kay dengar sedikit kuat, agar bis didengar oleh satpam rumah tersebut


'' Eh non Kayla, ada apa non?'' tanya mang Ujang


'' Tadi yang datang siapa mang? yang naik motor berdua?'' tanya Kay


'' Oh, itu tukang pijat non, katanya non Ningsih memanggil jasa mereka untuk memijatnya.'' jelas mang Ujang


'' Oh tukang pijat.'' gumamnya tanda mengerti, namun entah kenapa ia sedikit kurang yakin pada keduanya kalau mereka adalah tukang pijat, setelah mendengar jawaban mang Ujang Kay kembali ketoko bunga miliknya, meskipun perasaannya sedikit was-was, namun ia tetap melanjutkan langkahnya ketoko miliknya dan berharap semoga tidak ada masalah yang terjadi


Sedangkan didalam rumah, Ningsih mempersilahkan keduanya masuk, tak lama terlihat mbok Surti datang sambil membawa teh beserta cemilannya.'' Buk bisa mulai pijatnya sekarang? rasanya badan saya pegal semua ini.'' ucap Ningsih


'' Oh iya bisa mba, mari dimana saya akan memijat mba Ningsih?'' tanya wanita tersebut


Setelah memastikan Ningsih dan istrinya sudah tidak ada, kini lelaki paruh baya tersebut mulai melancarkan aksinya, ia berdiri sambil melihat kiri dan kanan, berharap tidak ada yang akan melihat aksinya nanti, rumah keluarga bu Dewi memang hanya memiliki tiga orang pekerja, namun mereka memilih pulang setiap harinya, tentunya setelah pekerjaan mereka selesai, merek langsung pulang, karna kebetulan rumah mereka dekat, hanya mbok Surti yang tinggal bersama majikannya, karna memang rumah nya cukup jauh, dari kediaman Bu Dewi, maka itu ia memilih untuk tinggal disana.


'' Sepertinya aman.'' ucapnya yang langsung memilih aksinya menuju kamar yang berada tak jauh dari ruang tamu, dan itu adalah kamar milik Bu Dewi, yang bersebelahan dengan kamar tamu, kamar yang dulu pernah ditempati oleh Kay.


Ceklek


Terdengar suara pintu dibuka perlahan, lelaki itu kembali melihat kiri dan kanan takut jika ada yang melihat nya masuk kedalam kamar tersebut, setelah dirasa aman, ia pun masuk dan kembali menutup pintu tersebut.


'' Waah, kamarnya bagus sekali ini, pasti banyak barang yang bisa dijarah disini.'' ucapnya yang mulai membongkar seluruh laci kamar tersebut, untuk mencari sesuatu yang berharga.


Sedangkan didalam kamar, terlihat Ningsih mulai mengganti pakaiannya dengan kemben, agar memudahkan nya saat dipijat nanti, namun baru saja ia hendak melangkah menuju tempat tidur tiba-tiba dari belakang hidungnya ditutup dengan sebuah sapu tangan, yang sudah diberi obat bius oleh wanita tersebut.


Mmmmffffppp,,,Ningsih memberontak dan sempat memegang tangan wanita itu yang menutupi mulut dan hidungnya, namun sepertinya tenaga gadis itu mulai melemah, hingga akhirnya dia jatuh pingsan


Bruukkk


Ningsih terjatuh tepat diatas tempat tidur, karna didorong oleh wanita jahat tersebut, setelah melihat Ningsih tak sadarkan diri, wanita paruh baya itupun langsung membongkar seluruh isi lemari milik Ningsih. dan juga laci yang ada didalamnya.


'' Waah, tenyata banyak juga perhiasan gadis ini.'' gumamnya yang langsung mengambil dan memasukan perhiasan tersebut kedalam tas miliknya, ia juga mengambil jam tangan mewah milik Ningsih hadiah dari Rahma saat dirinya berulang tahun kemarin.

__ADS_1


Setelah menggasak semua isi lemari, wanita itupun langsung keluar dari kamar tersebut dengan perlahan dan hati-hati. sedangkan dikamar yang tak jauh darinya, terlihat lelaki paruh baya itu juga sudah keluar dari kamar Bu Dewi dengan membawa Bundelan kain yang didalamnya berisikan barang berharga milik Bu Dewi


'' Bang gimana banyak hartanya?'' tanya sang istri


'' Banyak sekali buk, ayo sebaiknya kita pergi sakarang sebelum ada yang lihat.'' ucap lelaki tersebut. Namun saat mereka hendak pergi ternyata mbok Surti datang dari arah belakang.


' Loh pada mau kemana? memangnya pijatnya sudah selesai?'' tanya mbok Surti yang belum menyadarinya


Sepasang suami istri tersebut saling pandang, lalu kembali menatap kearah mbok Surti.'' Belum buk, tadi saya ijin mau ketoilet, tapi saya bingung carinya, makanya minta bantuan suami, kira-kira dimana ya toiletnya?'' tanya wanita paruh baya tersebut.


'' Oh, itu sebelah sana.'' tunjuk mbok Surti


'' Bisa dianterin gk buk, saya tidak tau.'' sambungnya


' Baiklah, ayo.'' ajak nya, sementara sambil melangkah sang istri mengkode pada suaminya agar segera menyingkirkan mbok Surti, dan tanpa pikir panjang suaminya langsung mengambil sebuah pajangan yang terbuat dari tanah liat dan langsung melangkah kearah mbok Surti dengan cepat dan langsung memukul belakang kepalanya dengan kuat


Buukk!!!


'' Aakhh,, mbok Surti memegangi kepalanya setelahnya langsung tak sadarkan diri


'' Pak cepat singkirkan dia!


'' Iya buk, ayo bantu bapak!" ucapnya dan mereka langsung menyeret tubuh mbok Surti kesamping kamar mandi, namun tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara tangis seorang balita, membuat keduanya langsung panik.


'' Oh sayang kamu kenapa nangis terus? kamu haus ya hem?'' ucap Kay sambil mencoba mendiami anak sambungnya tersebut, saat ditoko entah kenapa baby Al tiba-tiba menangis, dan tidak mau diam, lalu Kay pun memutuskan untuk membawanya kerumah, namun saat masuk kedalam, Kay tak menemukan siapa pun, padahal didepan ia melihat motor si tukang pijat masih ada, namun karna Al yang terus menangis membuat Kay tak memikirkannya lagi, ia langsung bergegas menuju dapur untuk mengambil asi yang ada didalam freezer, namun saat Kay hendak berbalik, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kemunculan situkang pijat yang saat itu hendak memukulnya dengan benda keras.


'' Mau apa kamu?'' tanya Kay panik


'' Aah diam kamu,, berikan anak itu adaku .'' ucapnya sambil mencoba menarik Al dari gendongan Kayla


'' Tidak lepaskan! toloongg-tolooonggg!!!" Kay berteriak membuat mereka panik, lalu sang istri penjahat tersebut mengambil sebuah pisau dan menancapkan nya kearah nya, namun tiba-tiba


'' KAY AAWAASSSS!!!


Teriak seseorang sambil mendorong tubuh Kayla hingga pisau tersebut mengenai perutnya


SREEEETTTT


'Aakkhh....,,'' ringisnya saat merasakan sakit dibagian perutnya


SELI...... !!!!


Teriak Kay saat melihat sahabatnya jatuh brsimbah darah

__ADS_1


Next


__ADS_2