
'' Bang! bang Apoy, Abang dimana??'' panggil Winda sambil berteriak memanggil sang abang. Apoy yang saat itu sedang berada dikamar langsung turun kebawah, saat mendengar suara adiknya itu yang terus meneriaki namanya.
' Kamu ini ya,, udah kayak Tarzan aja, teriak-teriak! Abang belum tuli, gk perlu kamu teriak seperti itu sama Abang.'' ucap Apoy sambil menuruni anaknya tangga
'' Bang, maksud abang apa sih mau nikah sama cewek kampungan itu? aku gk mau ya, punya kakak ipar seperti dia.'' ucapnya protes
'' Terserah kamu, suka atau gk, Abang akan tetap nikahi Seli, lagi pula setiap Abang pacaran dulu kamu juga tidak pernah menyukai paca-pacar abang.
'' Ya karna mereka itu gk baik bang, mereka hanya mau harta kita aja, seperti pacar abang yang sekarang ini, sepertinya dia juga lebih muda umurnya dari pada aku, pasti lah dia gk akan mau serius sama abang, dia cuma mau morotin abang aja, karna diumur segitu mereka masih mau senang-senang bang, aku tau itu.'' ucap Winda yakin.
'' Kamu itu hanya sok tau, lagian Seli bukan wanita seperti itu, dia gk gila harta seperti yang kamu pikirkan, sudah lah kalau kamu hanya ingin membahas hal yang gk penting seperti itu, mending kamu pulang, Abang masih banyak kerjaan.'' ucap nya yang hendak kembali melangkah menuju kamarnya.
'' Kerjaan? gk salah? kalau kerja itu dikantor bang, bukan dikamar.'' cibirnya, namun Apoy seolah tak perduli, pria itu tetap melangkah menuju anak tangga
'' Bang! bang Apoy tunggu!" teriak Winda membuat pria itu mengumpat dalam hati, kenapa ia bisa memiliki adik semenyebalkan itu, pikirnya.
'' Apa lagi??'' tanya Apoy dengan nada kesal
'' Minta uang.'' ucapnya sambil menengadahkan tangannya pada sang abang
'' Loh, bukannya keperluan kamu untuk bulan ini sudah Abang transfer, terus apa lagi?'' tanya Apoy dengan dahi berkerut.
'' Aku butuh uang kes bang, aku lupa bawa Atm, mau beli sesuatu dijalan depan, lagian jangan pelit-pelit sama adik sendiri, lagian gk banyak kok, cuma minta dua juta doang.'' ucapnya enteng
'' Dua juta itu emang bukan duit? Kamu ini ya, lama-lama abang mu ini bisa bangkrut kalau terus diporotin sama kamu.
__ADS_1
'' Gk akan bangkrut sampai tujuh turunan, percaya deh sama aku, makanya cepetan bagi aku uangnya, Abang mau gk, aku restui hubungannya dengan cewek kampung itu?'' ucapnya membuat Apoy menaikan alisnya
'' Maksud kamu, kalau Abang kasih uang, kamu akan setuju kalau Abang nikah dengan Seli begitu?'' tanya Apoy dengan mata berbinar.
'' Tergantung, kalau Abang baik sama aku dan mau mengikuti semua yang aku mau, mungkin akan aku pikirkan.'' ucapnya,
'' Iya-iya, Abang akan ikuti mau kamu, asal jangan kamu suruh Abang untuk putusin Seli, karna itu tak akan pernah Abang lakukan, karna Abang benar-benar serius sama dia.'' ucap Apoy setelah itu pria itu berlalu menuju kamarnya, untuk mengambilkan apa yang Winda minta padanya.
Sementara dikediaman Bu Dewi terlihat Kay sedang bersama dengan suaminya Wildan,'' Mas, mas yakin gk mau kekantor?'' tanya Kay yang kembali menyimpan pakaian kantor suaminya, yang sebelumnya tadi sudah ia siapkan.
'' Lagi mager sayang.'' jawab Wildan membuat Kayla terkekeh mendengar ucapan suaminya itu.
'' Kenapa tertawa? ada yang lucu emangnya?
'' Lucu banget malah, aku gk nyangka aja, ternyata mas Wildan ngerti juga ya dengan bahasa anak jaman sekarang.'' ucap Kay dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya.
'' Ya gk juga mas, habisnya selama ini kan mas gk pernah menggunakan bahasa seperti itu, makanya aku heran, dengar mas tiba-tiba menggunakannya.'' jelas Kay, sedangkan Wildan hanya menggelengkan kepalanya tanpa ingin menimpali ucapan istrinya lagi
'' Oya sayang, apa kamu sudah memberikan asi pada anak kita?'' tanya Wildan
'' Sudah, memang kenapa mas?
'' Gk, mas cuma tanya aja, emang kamu yakin gk ada kelupaan sesuatu gitu?'' tanya Wildan lagi
Kay terlihat berpikir, lalu ia pun menggeleng pada suaminya, Wildan yang saat itu duduk diatas sofa langsung bangkit dan melangkah mendekati istrinya yang saat itu sedang duduk disisi tempat tidur.
__ADS_1
'' Apaan sih mas?'' tanya Kay bingung saat melihat suaminya berdiri didepannya dengan tangan yang bersedekah didada.
Mas mau minta jatah sayang, kamu kan belum ngasih jatah asi buat mas pagi ini.'' ucap Wildan sambil tersenyum mesum kearah sang istri. Kay menelan ludahnya kasar, Kay tau, jika suaminya itu sudah memintah jatah, itu artinya bukan hanya asi saja yang ia minta, tapi seluruh asi yang lainnya, yang terdapat di bagian lubang yang lainnya.
Wildan duduk disamping istrinya lalu perlahan membaringkan tubuh istrinya diatas tempat tidur.'' Kamu kok tegang banget sih sayang? ada apa? rileks aja, aku gk akan gigit kok.'' ucapnya yang langsung mengecup bahu terbuka istrinya itu, karna memang saat ini Kay hanya menggunakan dress diatas lutut, dengan bagian leher yang terbuka, hingga memperlihatkan bahunya yang mulus.
Wildan terus menge*cupi tubuh terbuka istrinya itu, perlahan pria itu pun ke ketujuan awalnya, yaitu buah pavorit miliknya, rasanya tenggorokannya sudah sangat kering, bibirnya juga sudah mulai berkedut karna tak sabar ingin segera melahap pucuk dari buah tersebut. Setelah ia sudah berhasil mengeluarkan satu buah pavoritnya, Wildan langsung melahapnya dengan sangat rakus, menghi*sap dengan dalam, hingga terdengar suara cecapan disana.
'' Mas pelan dong, sakit kalau ditarik gitu.'' protesnya saat merasa ujung buah, tersebut ditarik oleh Wildan dengan mulutnya
'' Mas gemas sayang.'' jawabnya dengan suara yang kurang jelas, karna Wildan bicara dengan mulut yang masih tersumpal, karna lelaki itu enggan melepas buah pavoritnya tersebut. Setelah merasa puas dengan buah yang sebelah kanan, Wildan beralih pada buah yang sebelah kiri
Haap
Pucuk berwarna merah muda itu dilahapnya, lalu dihi*sapnya dengan kuat, membuat air yang ada didalamnya mengalir kedalam tenggorokannya dengan sangat deras.
'' Uuuhh, '' Kay melenguh karna merasakan sesuatu dalam dirinya, mulai bangkit karna his*apan yang dilakukan oleh suaminya tersebut.
Mendengar suara istrinya itu, Wildan tersenyum disela-sela aktivitasnya itu, tangan yang tadinya hanya diam, kini mulai menjalar kebagian bawah. menelusup kearea goa terlarang yang dipenuhi oleh hutan rimba atasnya.
'' Mmmmm,, Kay bergumam pelan, saat tangan Wildan mulai bermain dengan rerumputan tersebut.
'' Mas, Wildan.'' ucapnya lirih, saat merasakan jari jemari kasar suaminya itu, mulai membelah bibir goa miliknya itu. Wildan merasakan mata air yang berasal dari dalam goa itu sudah mulai keluar, hingga membuat jalanan sedikit becek.
Wildan menarik tangannya, lalu memperlihatkannya pada sang istri, air berwarna bening yang melekat ditangannya.'' Kamu tau sayang, ini rasanya sangat nikmat.'' ucapnya sambil memasukan jarinya itu kedalam mulutnya, melihat itu, membuat sesuatu dalam diri Kay semangkin bergejolak
__ADS_1
Next