Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 51


__ADS_3

Saat ini Wildan dan juga Kayla baru saja pulang dari rumah sakit, untuk memeriksakan kandungan Kay yang diperkirakan masih berusia enam minggu, masih sangat muda. Dokter juga mengatakan jika jangan dulu melakukan hubungan suami istri untuk beberapa saat, mendengar itu tentu saja Wildan langsung memprotesnya, membuat Kay mendelikkan matanya pada sang suami, karna merasa malu, saat mendengar suaminya itu langsung mengatakan keberatan nya, jika masalah hubungan tersebut. Melihat itu dokter tersenyum, lalu menyarankan pada sepasang suami istri tersebut, jika pun tidak bisa menahan diri, mereka boleh melakukannya, namun harus dengan lembut, dan tidak boleh kasar, karna janin diusia itu sangat rentan. Mendengar itu Wildan mengangguk paham.


'' Kamu dengar tadi kan sayang? kita masih boleh melakukannya, jadi mas mau pulang nanti kita langsung praktek, rasanya mas gk tahan lagi, sudah tiga hari mas puasa, karna kamu menolak terus jika mas ajak.'' ucapnya dengan wajah cemberut, kala mengingat penolakan istrinya beberapa hari yang lalu, melihat itu Kay hanya bisa menggelengkan kepalanya, semenjak Kay hamil, untuk sementara aktivitas penyumbangan asi dihentikan, hingga waktu yang ditentukan, begitu juga untuk baby Al, untung saja balita itu sudah mau memakan bubur, jadi mereka bisa bernafas lega. Namun tetap saja Kay harus memompa asinya setiap hari, bahkan lebih sering, dari yang sebelumnya tiga jam sekali, kini menjadi dua jam sekali, membuat Kay terkadang merasa takut, selain itu Kay juga menyayangkan saat jika ASI-nya terbuang sia-sia seperti itu, tapi mau bagai mana lagi, tidak mungkin juga asi itu ia sumbangkan, secara sekarang ia sedang mengandung


'' Iya tapi ingat, harus pelan-pelan mas,'' ucap Kay mengingatkan


'' Iya sayang.'' jawab Wildan sambil menyusap pelan paha istri nya


Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai dikediaman tempat tinggal mereka. Saat memasuki rumah, terlihat didalam sudah ramai sanak keluarga yang datang, karna dua hari lagi pernikahan Sandra dan Bisma akan segera dilaksanakan, jadi Bu Dewi menyuruh beberapa kerabatnya yang tinggal diluar kota, untuk menginap saja dirumahnya, lagi pula pernikahan mereka akan dilangsungkan disebuah hotel, jadi tidak akan repot nantinya dirumah.


'' Nah tuh mereka sudah pulang.'' ucap Bu Dewi sambil menunjuk kearah Wildan dan Kay yang baru saja masuk kedalam rumah.


'' Wah Wildan semenjak menikah wajahnya cerah banget, ya kan pah?'' goda Tante nya yang bernama Desi


'' Iya mah, Kay juga semangkin cantik.'' ucap sang paman, yang juga bertujuan untuk menggoda Wildan

__ADS_1


'' Aah paman, jangan puji istriku didepanku, aku bisa cemburu nanti.'' protes Wildan, membuat semuanya tertawa mendengarnya.


Dan pada akhirnya Wildan dan Kay memutuskan untuk bergabung sejenak dengan keluarga mereka, menjalin keakraban dengan keluarga, tak lupa mereka juga membahas kehamilan Kay, dan memberikan masukan tentang ibu hamil, mana yang boleh dilakukan, dan yang tidak boleh dilakukan, saat hamil, semua keluarga Bu Dewi orangnya baik dan juga ramah, Kayla merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga mereka. Satu jam kemudian, Wildan dan istrinya pamit pada mereka untuk beristirahat dikamar, namun setelah sampai dikamar Wildan bukannya langsung mengajak sang istri untuk beristirahat, tapi lelaki itu malah kembali meminta haknya pada Kay.


Setelah mengunci pintu, Wildan langsung menyambar bibir istrinya, dan langsung dibalas oleh sang istri, dengan ciu*man yang masih menempel Wildan menggiring tubuh Kay menuju tempat tidur, tangannya juga tak tinggal diam, lelaki itu memasukan tangannya kedalam baju yang digunakan oleh Kay, Wildan melucuti semua pakaian nya dan hanya menyisakan kain berbentuk segi tiga, setelah nya, Wildan membuka milik istrinya dan hanya menyisakan kain pembungkus kedua aset nya saja.


Wildan merebahkan istri nya diatas tempat tidur, dan tujuan nya sekarang adalah buah pavorit nya, dengan rasa tidak sabar, Wildan langsung melahapnya setelah ia mengeluarkan isinya, terlebih dahulu. Wildan pun langsung menghi*sapnya dengan rakus kedua buah pavoritnya secara bergantian.


'' Mas jangan diminum, bukankah dokter melarangnya?'' ucap Kay disela-sela kenik*mat*an yang diberikan Wildan padanya


'' Sekali saja sayang, bukanya kamu juga tetap memompanya? dari pada dibuang, kan lebih baik mas yang minum, toh sama saja kan?'' ucapnya yang kembali melahap buah pavoritnya itu. Sedangkan Kay hanya bisa pasrah, dan membiarkan suaminya itu berbuat sesuka hati pada tubuhnya


Ditempat lain terlihat ada seorang wanita muda sedang berada disalah satu ruangan, gadis itu terlihat sedang menangis menyesali nasipnya, keadaannya sungguh kacau, bahkan wanita itu nyaris tanpa busana.'' Sialan loe Vi, tega loe sama gue, dasar jala*aa*ngg !!!!! teriak nya dan dia adalah Winda, adik Apoy. Gadis itu telah jadi korban pemerko*saan, yang didalangi oleh Vivi, teman yang baru dikenalnya selama satu bulan yang lalu, tanpa curiga Winda diajak oleh Vivi kerumah kekasihnya, lalu meninggalkan nya, hanya berdua dengan kekasih nya itu, saat itu Vivi beralasan ingin kewarung sebentar, namun tidak kembali,, satu jam lamanya Winda menunggu temannya tersebut, namun tak kunjung datang, hingga akhirnya terjadilah kejadian naas tersebut,, Winda dieksekusi oleh pria yang mengaku sebagai kekasih Vivi, ia juga mengatakan jika Vivi lah yang merencanakan semuanya, setelah puas, lelaki itu meninggalkan nya begitu saja. Setelah memakai kembali pakaiannya, Winda langsung bergegas keluar dari tempat itu, tujuan utamanya adalah rumah abangnya Apoy


Dua puluh menit kemudian, Winda sampai disana, gadis itu melangkah menuju pintu utama rumah tersebut. Winda menekan bel berulang kali, dan tak lama terlihat pintu dibuka dari dalam, bersamaan itu munculah Seli dari balik pintu tersebut.

__ADS_1


'' Winda, kamu kenapa? kondisimu kenapa berantakan seperti ini?'' ucap Seli pada adik iparnya tersebut, walaupun ia tau Winda tidak menyukainya, namun Seli tetap, mencoba bersikap baik pada gadis itu.


'' Seli.'' panggilnya pelan, lalu tiba-tiba gadis itu langsung memeluk tubuh kakak iparnya tersebut, dan menangis dipelukan Seli, membuat Seli menjadi bingung, ia penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada adik iparnya tersebut.


"Apa yang terjadi? kenapa kamu menangis seperti ini?" tanya Seli setelah melerai pelukan mereka.


'' Kamu harus berjanji dulu tidak akan mengatakannya pada bang Apoy?'' ucap Winda sambil menatap Seli dengan air mata yang terus berlinang


'' Iya aku berjanji.'' ucap Seli, tanpa pikir panjang


'' Aku-aku diperkosa Sel, aku diperkosa,, huhuhuhu.....'' tangis nya kembali pecah saat menceriyakan kejadian yang menimpanya.


'' APA? KAMU DIPERKOSA??? siapa yang melakukannya Winda?? kita harus melaporkannya pada polisi, biar mereka menangkap si biadab itu, aku akan menghubungi bang Apoy, agar dia bisa mengatasi semua ini.'' ucap Seli panik, lalu melangkah masuk kedalam rumah bermaksud untuk menghubungi suaminya yang sedang berada diluar rumah.


'' Jangan Seli!! bukankah kau sudah berjanji padaku tidak akan mengatakan apapun pada bang Apoy? jadi kumohon jangan bilang padanya, aku takut dia marah '' ucapnya dengan suara lirih, membuat Seli serba salah jadinya

__ADS_1


'' Tapi kita juga tidak mungkin diam aja Win, kamu yang dirugikan disini, memangnya kamu akan diam saja, dan membiarkan orang itu berkeliaran diluaran sana hah?


Next


__ADS_2