Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Masih Dikediaman Bu Dewi


__ADS_3

Setelah pulang dari kediaman orangtuanya, Wildan tak lagi kembali kekantor, pria itu memilih untuk pergi ketempat dimana ia bisa melepaskan pikirannya yang terasa kalut. Wildan memarkirkan mobilnya disebuah pantai yang terletak lumayan jauh dari perkotaan, jika mengendarai mobil bisa menempuh waktu sekitar dua jam lebih, Wildan keluar dari mobil dan melangkah menuju bibir pantai, laki-laki itu mengendurkan dasi yang terasa mencekik dilehernya, pria itu juga membuka sepatu yang ia gunakan. Meskipun matahari siang ini sangat terik namun tak membuat Wildan enggan untuk memijakan kakinya kehamparan pasir dipantai yang indah itu.


'' Rasanya sangat nyaman, dan damai.'' gumamnya sambil memandangi lautan biru yang luas, melihat keindahan pantai tersebut membuat Wildan sedikit menghilangkan rasa penat dipikiran nya, apa lagi terlihat para nelayan yang mungkin baru saja hendak melaut, terlihat para bapak-bapak tersebut membawa peti dan diletakan diatas sampan, yang nantinya akan digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan para nelayan.


Tiba-tiba Wildan kembali teringat ucapan sang ibu yang memintanya untuk kembali tinggal bersama mereka, tentu itu sangat berat bagi Wildan, apa lagi sudah pasti ia akan kembali terus bertatap muka dengan Kayla, sementara sepertinya gadis itu saja enggan untuk melihat wajahnya.'' Aku harus bagai mana ya Tuhan?? aku sayang sama mama, tapi aku juga tidak sanggup jika melihat sorot mata Kay yang menatap benci pada diriku.'' gumamnya lirih


Sedangkan di kamarnya saat ini Kay sedang berdiri didekat jendela, sepertinya gadis itu juga memikirkan hal yang sama dengan Wildan.'' Huff, bagai mana ini, apa yang harus aku lakukan sekarang?'' gumam Kay, merasa bingung.


Sore harinya terlihat Sandra baru saja pulang, dan dia tak sendiri, gadis itu bersama Bisma kekasihnya.'' Juno bagai mana keadan mama?'' tanya Sandra sambil melangkah mendekati Juno yang terlihat duduk diruang keluarga sambil memangku laptopnya.


'' Masih sama mba, kalau gini terus aku takut kondisi mama ngedrof.'' ucap nya, sambil menutup layar laptop miliknya, sangat terlihat raut wajah cemas disana


'' Kamu gak kuliah?'' sambung Bisma


'' Gak bang, mau jagain mama,' jawabnya


'' Jagain mama itu didalam kamar kali Jun,


bukannya disini.' ledek Sandra, mengoda sang adik, agar tidak bersedih lagi


'' Aku baru saja keluar mba, mama baru saja tidur,' jawab Juno


'' Lalu Kay dimana Jun?'' tanya Bisma.


'' Lagi di kamar, kenapa bang Bisma tanya istriku?'' selidik Juno, membuat Bisma langsung menyentil kening nya hingga merah.


'' Sshh, sakit bang.'' protes Juno sambil meringis lalu mengusap jidatnya.


'' Makanya kalau ngomong jangan sembaranga, kalau gue mau, sejak dulu udah gue embat tuh bini loe,, hanya saja Kamu kan tau kalau bang Bisma mu ini tipe cowok setia, yakan sayang?'' ucap Bisma mencari pembelaan pada sang kekasih.


'' Kamu nanya??''

__ADS_1


'' Iih, kok gitu sih sayang, jawabnya?'' ucap Bisma, yang tak dipedulikan oleh Sandra


'' Ya ya, dari dulu sampai sekarang selalu cari muka sama mba Sandra.'' ucap Juno sambil menggerutu.


'' Udah ah, kalian ini kok malah pada berantem sih? Bi, kamu mau ikut masuk kekamar gk? aku soalnya mau lihat keadaan mama nih.'' ucap Sandra, sedikit kesal pada sang kekasih karna memperdebatkan yang menurutnya tak penting.


'' Loh sayang, tapi Juno bilang mama kamu masih tidur? sebaiknya biarkan saja dulu beliau istirahat, nanti saja kita masuk kalau mama sudah bangun.'' ucap Bisma


'' Yaudah deh, kalau gitu aku kekamar dulu ya, mau mandi gerah rasanya.'' ucap Sandra yang kemudian melangkah menuju lantai atas.


'' Sayang tunggu aku ikut.'' ucap Bisma sambil melangkah mengikuti sang kekasih.


'' Eh eh, ngapain ikut bang? belum halal, Jangan macam-macam!'' teriak Juno saat melihat Bisma sudah menaiki anak tangga


'' Loe tenang aja Jun, gue gk akan berbuat yang macam-macam kok sama kakak loe, hanya satu macam aja '' ucap Bisma yang langsung mendapatkan lemparan bantal sofa dari Juno.


'' Awas lu ya bang kalau sampai macam-macam sama mba Sandra, gue sunat loe biar habis tuh siotong '' ancam nya geram, sedangkan Bisma hanya terkekeh mendengar ancaman dari Juno.


'' Aahh, rasanya lelah sekali, gumam pria itu sambil menghempaskan tubuhnya diatas ranjang empuk sang kekasih. Tak berapa lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, bersamaan Sandra yang muncul dari balik pintu tersebut.


'' Sayang kamu sudah selesai?'' ucap Bisma sambil menoleh kearah Sandra dengan posisi yang masih berbaring diatas tempat tidur tersebut.


'' Heem,'' hanya itu jawaban yang keluar dari bibir gadis itu, Bisma bangkit dari tidurnya lalu melangkah mendekati Sandra yang sat itu sedang memilih pakaian yang akan ia gunakan.


'' Sayang aku kangen banget sama kamu.'' ucapny ada sambil memeluk tubuh Sandra dari belakang, pemuda itu mengecup bahu Sandra yang terekpos, karna gadis itu hanya memakai handuk yang hanya menutupi tubuh bagian pribadinya.


'' Bi, jangan mulai deh, kamu lupa dibawah ada Juno, entar dia naik loh keatas.'' ucap Sandra mengingatkan, gadis itu menyingkirkan tangan Bisma yang mulai menjalar kebagian tubuh bawahnya


'' Memangnya kenapa hem? palingan kalau ketahuan kita langsung dinikahin.'' ucap Bisma, pria itu memutar tubuh Sandra agar menghadap kearahnya, saat lelaki itu mendaki mencium, dengan cepat Sandra langsung mencegahnya dengan menahan bibir Bisma dengan tangannya.


'' Sayang kenapa ditahan? aku tuh kangen banget sama kamu tau gk, emang kamu gk kangen hem sama aku?'' Bisma menurunkan tangan Sandra dari bibirnya, lalu kembali memajukan wajahnya untuk mencium wajah gadis itu, dan kali ini Sandra tidak lagi menghalanginya, karna sebenarnya gadis itu pun menginginkannya.

__ADS_1


Cup


Bisma menempelkan bibirnya diatas bibir Sandra, mencecap sedikit demi sedikit bibir gadis itu, Bisma dapat merasakan aroma segar berbau mint dari mulut gadis itu. Bisma mere mas dada gadis itu dari luar, sambil terus berciumman, namun saat Bisma hendak membuka handuk gadis itu tiba-tiba saja Sandra langsung menahannya.


'' Kenapa sayang?'' tanya Bisma dengan suara yang mulai serak, sepertinya lelaki itu sudah tidak tahan.


'' Aku takut, sebaiknya kita jangan melakukannya, bagai mana jika Juno datang? bisa-bisa dia ngamuk nanti, dan aku gk mau ambil resiko, udah ah aku mau pakai baju aja.' ucap Sandra yang meninggalkan Bisma begitu saja, dan melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian miliknya, sementara Bisma hanya bisa mendesah pasrah.


'' Yang jadi gimana nasip si joni, udah tegang gini,'' keluh nya prustasi


'' Itu sabun aku masih banyak kok, kamu abisin aku juga gk bakal marah.'' ucap Sandra tanpa dosa, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


***


Saat ini keduanya sedang menuruni anak tangga bersama baby Al digendongan Sandra.


'' Loh mba Sandra, baru saja aku mau kekamar baby Al,'' ucap Kay yang melihat Bisma dan Sandra turun bersama sambil membawa baby Al dalam gendongan Sandra, pandangan Kay beralih pada Bisma yang terlihat bermuka masam


'' Mas Bisma kenapa wajahnya ditekuk gitu?'' tanya Kay penasaran.


'' Biasalah gk dikasih jatah.'' celetuk Juno tiba-tiba, yang memang berada tak jauh dari mereka.


Bisma mendengus mendengar ucapan Juno '' Gara-gara loe Jun.'' sungut Bisma


'' Lah kok gue bang?'' Juno tak terima disalahkan


'' Heh, kok kalian jadi berantem sih,kayak anak kecil deh.'' ucap Sandra mencoba menghentikan pertikaian tak penting keduanya


'' Oy Kay tadi mba dengar baby Al nangis, maka nya mba langsung kekamarnya, sepertinya dia haus Kay, bisa minta tolong panaskan asi yang ada didalam freezer gk?


'' Iya mba, biar aku panaskan dulu susunya yang ada didalam frezer.'' ucap Kay sambil melangkah menuju kulkas yang berada didapur.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2