Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Terperangkap


__ADS_3

Juno dan Seli mencari cara bagai mana masuk kedalam rumah tersebut karna memang pintu rumah nya dikunci oleh laki-laki itu. Sebenarnya Seli tak terlalu mengenal Juno, bahkan mereka sama sekali tak pernah bertegur sapa sebelumnya, namun demi sahabatnya Kay, Seli akan mengusir rasa canggung itu, sebenarnya tadi Seli bermaksud ingin mengajak Wildan saja untuk mencari keberadaan Kay, namun ia kembali berpikir, walau bagai mana pun yang saat ini menjadi suami dari sahabatnya itu adalah Juno, apa jadinya jika ia mengajak Wildan, yang hanya mantan kekasih, pasti Juno akan merasa dirinya tak dianggap dan tidak dihargai.


'' Bagai mana ini pintunya terkunci apa sebaiknya kita dobrak aja?'' ucap Juno


'' Jangan Jun, bisa mengundang perhatian warga nanti.'' jawab Seli


'' Terus gimana?


'' Gimana ya? aku juga bingung, kuharap Arif bisa menahan temannya itu lebih lama.'' ucap Seli, namun tiba-tiba gadis itu mengambil sesuatu dikepalanya, sebuah jepit rambut yang menyerupai lidi.


'' Gue punya ini, dan semoga saja bisa seperti difilm yang sering gue tonton, mereka menggunakan ini untuk membuka pintu yang terkunci.'' jelas Seli yang mulai melancarkan aksinya, gadis itu memasukan jepitan tersebut kedalam lubang kunci.


Krek-krek


'' Duuh kok gk bisanya? kirain semudah di film yang gue tonton.'' gerutunya sambil terus memutar-mutar jepitan rambut tersebut.


'' Sini biar gue yang coba!" ucap Juno sambil menengadahkan tangannya, dan Seli langsung memberikan benda tersebut. Setelah menerimanya Juno kembali mencoba, ia memasukan jepitan tersebut kedalam lubang kunci, lalu memutarnya perlahan, hingga akhirnya terdengar bunyi.


Cekleek!


Pintu berhasil terbuka, Seli yang melihat terbengong beberapa saat.


Hebat juga nih laki nya Kay, baru sekali mencoba udah langsung kebuka, wah memang berbakat nih orang jadi maling, eh ngomong apaan sih gue


Batin nya yang langsung menggelengkan kepalanya


'' Ada apa? ayo cepat masuk dan cari Kay, waktu kita gk banyak ini.'' ucap Juno sambil melangkah masuk kedalam rumah tersebut, yang disusul oleh Seli dari belakang.


'' Tutup pintunya, agar tak ada yang curiga! ucap Juno, yang diangguki oleh gadis itu.

__ADS_1


''Juno loe cari kesebelas sana, dan gue kesebelas situ.'' ucap Seli memberi arahan, Juno hanya mengangguk tanda setuju. Satu persatu ruangan mereka geledah, mulai dari kamar dan juga gudang yang ada disana, tak lupa kamar mandi dan dapur yang tak luput dari penggeledahan mereka.


'' Kok gk ada ya? dimana Rudi menyembunyikan Kay, apa jangan-jangan bukan dirumah ini? tapi Arif bilang ia sempat melihat video Kay yang berada disebuah ruangan yang mirip seperti kamar, apa bukan dirumah ini yang dimaksud ?'' gumamnya sambil berpikir


Arif memang sempat melihat rekaman video yang ada diponsel Rudi waktu itu, makanya ia sempat bertanya tentang kabar dari sahabat Seli tersebut. Waktu itu Rudi memang sempat bercerita pada Arif, bahwa Rudi ingin membuat Kay jadi miliknya dengan cara menculiknya, dan waktu itu dia meminta bantuan Arif agar mau membantu rencananya, dan tentu saja Arif langsung menolak nya mentah-mentah, sejak saat itu Rudi tak pernah lagi membicarakan tentang rencananya itu pada Arif, saat itu Arif berpikir mungkin Rudi sudah berubah pikiran, dan tak akan melakukan aksi nekatnya itu. Namun siapa sangka jika pemuda itu akan melakukannya sekarang. Maka dari itu ia menceritakan semua yang dilihatnya waktu digudang itu kepada Seli dan berharap semoga Kay bisa ditemukan dengan selamat, karna sebagai sahabat dekat, Arif tau bagai mana sifat Rudi yang seperti memiliki kepribadian ganda, namun selama ini Arif selalu menyembunyikannya.


***


'' Bagai mana Jun, apa loe menemukan sesuatu?'' tanya Seli saat melihat Juno keluar dari salah satu kamar.


'' Gue tak menemukan apapun.'' jawabnya


Tak lama Seli mendapat pesan dari Arif jika saat ini mereka sedang menuju pulang, seketika membuat Seli langsung panik.


'' Ada apa? siapa yang kirim pesan?'' tanya Juno saat melihat wajah panik Seli.


'' Mam*pus kita Jun, mereka sudah didepan, sebaiknya kita sembunyi sekarang!" ucap Seli sambil menarik tangan Juno untuk bersembunyi.


***


'' Rudi! rud ayolah, kita terlalu cepat pulang, lagian ini belum jam delapan kan? masa sudah pulang aja, gk asik ah loe.'' ucap Arif yang mencoba menahan Rudi agar tidak masuk kedalam rumah,


'' Sebenarnya loe itu kenapa sih Rif? kenapa sepertinya sejak tadi selalu menahan gue untuk balik kerumah? loe merencanakan sesuatu ya?'' tanya Rudi dengan mata menyipit saat menatap wajah sahabatnya itu.


'' Bu-bukan seperti itu Rud, kita kan udah lama gk joging bareng, jadi buat apa buru-buru pulang, lagian kan gk ada istri juga yang nunggu.'' ucapnya


'' Siapa bilang gak ada?'' sambung Rudi membuat Arif menatap heran padanya


'' Maksud loe Rud?''

__ADS_1


'' Maksud gue, walaupun gk ada tapi kan sebentar lagi ada, ya dengan cara mencarinya dong.'' sambung Rudi, sambil melangkah menuju pintu rumah untuk membuka pintu tersebut dengan kunci, namun ternyata pintu tersebut tidak terkunci, membuat rahang nya seketika mengeras


Kurang ajar, siapa yang sudah mencoba masuk kedalam rumahku


Batin nya marah, Rudi melirik kearah sahabatnya yang terlihat sibuk dengan ponsel miliknya


'' Rif, sejak tadi gue perhatiin loe selalu catingan emang sama siapa loe berkirim pesan?'' tanya pemuda tersebut sambil menahan amarah, ia yakin jika sahabatnya itu ikut terlibat dengan semua ini.


'' I-itu sama abang gue dia katanya mau kerumah, jadi gue bilang kalau gue lagi gk dirumah gitu aja kok.'' jawab nya sedikit gugup, sedangkan Rudi hanya mengangguk lalu kembali fokus pada apa yang dilakukannya.


'' Aneh, tadi jelas sekali pintu rumah gue kekunci tapi kenapa sekarang bisa dibuka ya tanpa kunci?'' ucap Rudi membuat wajah Arif terlihat tegang, apa lagi baru saja Seli mengirimi nya pesan jika mereka masih berada didalam rumah, bagai mana pun dia harus mengajak Rudi untuk keluar dari rumahnya setidaknya hingga Juno dan Seli bisa keluar dari rumah tersebut.


'' Mungkin loe lupa kali Rud, mungkin tadi pintunya gk terkunci dengan benar.'' jawab Arif


'' Sepertinya begitu, oya sepertinya loe harus mampir deh kerumah gue Rif, soalnya gue baru beli game baru kita bisa memainkannya bersama.'' ucap Rudi sambil membuka pintu rumahnya.


'' Ayo tunggu apa lagi?''


'' Ah iya, gue masuk sekarang.'' jawabnya ragu, namun tetap melangkah masuk kedalam rumah.


'' Duduk dulu Rif! gue akan buat minuman untuk loe, habis itu kita bisa main bersama.'' ucapnya sambil melangkah menuju dapur, sedangkan Arif terlihat sangat gelisah, matanya terus menyapu seluruh ruangan berharap Seli dan Juno bisa melihatnya, karna ponsel miliknya tiba-tiba saja mati karena kehabisan daya.


Rudi melangkah menuju kulkas dan menuangkan jus jeruk yang terlihat sangat segar dipandang mata, namun sayangnya minuman tersebut akan membuat sahabatnya tak sadarkan diri untuk beberapa saat


Kalian ingin bermain denganku bukan? baiklah, dengan senang hati akan kulayani


Batinnya sambil menyeringai


Next

__ADS_1


__ADS_2