
HAPPY READING..
Saat ini Kay sedang melangkah menuju rumah, gadis itu melangkah dengan terburu, sebab ia merasakan nyeri dibagian dadanya, karna saat ini sudah waktunya gadis itu memompa asi miliknya, sebenarnya tadi bisa saja ia memberikannya pada Baby Al, tapi sayang nya posisi mereka saat itu sedang berada ditempat umum, jadi tak mungkin baginya memberikan asi miliknya disana, akhirnya mau tak mau Kay pun pamit pada bu Dewi untuk pulang terlebih dahulu, dan bu Dewi tak mempermasalah kan itu.
Setelah masuk kedalam gerbang rumah, Kay merasa heran melihat pintu rumah mereka tak tertutup rapat,
Kenapa pintunya terbuka? apa jangan-jangan ada maling? tapi tidak mungkin digerbangkan ada pak satpam, atau ada tamu kalia ya?'' gumamnya pada diri sendiri
Gadis itu terus menerka-nerka, merasa cukup penasaran Kay pun langsung mempercepat langkahnya menuju pintu yang terbuka itu. Kay memasuki rumah, sayup-sayup telinganya mendengar suara orang berbicara, Kay yang bertambah penasaran semangkin mempercepat langkahnya menuju asal suara itu, pasalnya saat ini dirumah tidak ada orang, oh ya, Kay lupa jika didalam rumah tersebut hanya ada Wildan seorang, apa itu Wildan? pikirnya namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat matanya melihat Wildan duduk bersama dengan wanita yang kemarin datang kerumah itu, yang ia tau adalah mantan istri dari calon suaminya tersebut, ibunya baby Al yaitu Maya
Mau apa lagi dia datang kesini? apa dia mau jadi pelakor? dan merebut mas Wildan dariku? enak saja tidak semudah itu nona, tadinya sih aku memang sempat merasa kasihan denganmu dan berniat ingin mundur, tapi sepertinya tidak akan pernah terjadi, setelah aku tau kamu mungkin hanya akan kembali menyakiti hati mas Wildan, lelaki itu adalah milikku, dan tidak akan ku biarkan kamu merebutnya dariku, karna kau hanya masa lalunya, dan sekarang akulah masa depannya.
Batin gadis tersebut, sebenarnya kemarin bu Dewi sempat berbicara dengan nya, mengenai mantan istri dari putranya tersebut, bu Dewi meminta Kay untuk tidak terpengaruh apapun saat wanita itu datang dan mengatakan yang macam-macam. Bu Dewi juga mengatakan jika memang dirinya benar-benar mencintai Wildan, ia harus memperjuangkannya apapun yang terjadi, dan jangan melepaskan Wildan kembali untuk bersama Maya mantan istrinya itu, karna bu Dewi tau pasti watak dari Maya, wanita itu sudah sering menyakiti hati putranya, namun saat itu karna cinta Wildan terlalu besar untuk Maya, putranya itu selalu menutup mata dan memaafkan kesalahan wanita itu, bu Dewi hanya takut jika suatu saat putranya itu akan kembali terluka karna wanita itu jika sampai ia kembali padanya.
'' Ekhem,'' Kay sengaja berdehem dengan keras untuk mengalihkan pandangan keduanya, dan itu berhasil, keduanya pun langsung nenoleh kearah nya, walaupun Kay cemburu dengan kedekatan mereka, namun gadis itu mencoba menahannya.
__ADS_1
'' Kay kamu sudah pulang?'' tanya Wildan sedikit panik, ia takut gadis yang dicintainya itu akan salah paham dengan nya saat ini, dengan cepat laki-laki tersebut langsung berdiri.
'' Iya mas, seperti yang mas lihat, mas ngapain berdiri? ayo duduk, entar capek loh.'' ucapnya mencoba sesantai mungkin, padahal dalam hatinya, jantung gadis itu berdebar saat melihat kedekatan keduanya, yang memang saat itu posisi duduk Maya sangat dekat dengan Wildan, dan itu membuat Kay cemburu.
Kay melirik kearah Maya yang saat itu juga sedang menatap kearahnya, lalu memasang senyum dan langsung duduk disamping kekasihnya itu, dan sedikit merapatkan duduknya disana, membuat Wildan sedikit tersentak, pasalnya yang Wildan tau Kay bukanlah gadis yang agresif, bahkan terkadang jika pria itu menatapnya dengan lama, gadis tersebut akan memprotes dirinya, namun sekarang kenyataannya gadis itu malah menempel pada nya tanpa diminta, apa itu artinya saat ini gadis itu sedang cemburu, pikirnya.
'' Hai, mba Maya kan?'' tanya Kay sambil menatap wanita yang duduk tak jauh dari Wildan, wanita itu hanya mengangguk sambil tersenyum kecut, mungkin dalam hatinya merutuku kedatangan gadis itu yang telah mengganggu waktunya bersama dengan Wildan. Namun ia tak ingin terlalu ambil pusing, secepatnya ia harus membuat Wildan mau untuk mempertemukan putra mereka padanya.
'' Wil, ayolah ku mohon, aku tau kamu pasti masih memiliki rasa sayang kan dihatimu untukku, sebab aku tau bagai mana kamu dulu sangat mencintaimu, bahkan kamu selalu memuju setiap lekuk tubuhku dan mengatakan jika aku sangat menggairahkan.'' ucap Maya tanpa tau malu, ia sengaja mengatakan itu agar gadis yang berada disamping laki-laki tersebut menjadi marah pada Wildan, hingga neninggalkan mereka berdua diruangan tersebut, jadi Maya masih bisa berbicara kembali dengan Wildan tanpa ada yang mengganggu. Namun sepertinya itu tidak akan terjadi, karna Kay tetap bertahan walau dalam hati gadis itu menggeram, darahnya terasa mendidih membayangkan jika Wildan mengagumi setiap lekuk tubuh wanita itu, ooh rasanya Kay tidak sanggup, ingin sekali ia mencakar keduanya, tiba-tiba saja Kay merasa kesal dengan lelaki itu. Sementara Wildan yang mendengar itu tubuhnya menjadi tegang seketika, ia takut Kay akan marah pada nya, Wildan melirik pada gadis itu, yang terlihat biasa, pandangan gadis itu bahkan juga terlihat datar tanpa ekpresi, membuat Wildan bertanya dalam hati apakah kekasihnya itu tidak cemburu dengan perkataan Maya pikirnya, atau kah sebaliknya, dalam hati Wildan bertanya-tanya.
'' Sudah jangan pernah membahas masa lalu denganku Maya! dengar, aku sudah melupakan masa lalu bersamamu aku sudah lama mengubur kenangan bersamamu, jadi jangan pernah mengungkitnya lagi didepanku!" ucap Wildan datar
'' Benarkah semudah itu? atau kau hanya bicara karna ada gadis ini disampingmu, dan kau merasa tak enak jika berkata jujur? begitukan?'' pancing wanita itu lagi
Wildan melihat Kay masih diam, ia takut jika gadis itu terpancing ucapan Maya, ia tidak tau saja jika saat ini Kay sedang menahan rasa nyeri di dadanya, yang sejak tadi menjadi alasan ia pulang lebih awal, karna memang ingin memompa asi miliknya, namun ia urungkan karna melihat Wildan bersama dengan mantan istrinya, Kay tak ingin membiarkan mereka bicara hanya berdua. Karna bisa saja wanita itu melakukan hal yang membuat Wildan terpedaya olehnya seperti yang dikatakan oleh bu Dewi beberapa waktu yang lalu, dan Kay tak mau itu terjadi.
__ADS_1
' Kay kamu kenapa? kamu berkeringat.'' ucap Wildan menatap wajah Kay yang sedikit memerah, ia mengira jika gadis itu sedang sakit.
'' Mas dadaku nyeri,'' desisnya ditelinga Wildan, membuat laki-laki itu spontan menatap kearah dada gadis itu, yang ternyata sedikit mengeluarkan asi.
'' Ayo ikut mas!" Wildan tiba-tiba berdiri sambil menarik tangan gadis itu, membuat Kay terpekik kaget dan seketika langsung berdiri mengikutinya, karna tarikan tangan Wildan yang cukup kuat pada lengannya.
'' Maaf Maya kami masih ada keperluan, sebaiknya kau pulang sekarang!" setelah mengatakan itu Wildan langsung membawa gadis itu naik kelantai dua,sedangkan Maya masih terbengong melihat Wildan yang meninggalkannya begitu saja sendiri disana, bahkan laki-laki itu juga mengusirnya.
Apa kah kamu sudah benar-benar melupakan aku Wil? atau karna hanya kamu masih marah padaku karna saat itu aku meninggalkanmu begitu saja? ya, aku yakin kamu hanya masih marah padaku, tapi aku tidak akan menyerah, walaupun kamu bersikap dingin padaku, aku akan tetap berusaha, terlebih karna aku sangat merindukan Al
Batinnya lirih.
Wildan membawa Kay masuk kedalam kamarnya, setelah menutup pintu, pria itu langsung menyentak tubuh Kay dibalik pintu tersebut, membuat Kay terpekik kaget
'' Biar mas saja yang membantumu!
__ADS_1
Next