Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 20


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, namun terlihat saat ini Kay dan Wildan tengah tertidur didalam satu selimut yang sama dan dengan tubuh yang sama-sama polos dibawah selimut, bahkan kulit mereka saling bersentuhan.


Beberapa saat kemudian Wildan terbangun karna suara ponsel yang terus berbunyi. Dengan malas pria itu pun langsung mengangkatnya.


{ Iya Hallo ada apa Bisma? }


{ Wil, loe bisa gk kekantor sekarang? ada CEO dari PT. Indah jaya ingin bertemu denganmu.}


{ Apa, sekarang? yasudah satu jam lagi gue sampai }


Setelah itu Wildan langsung mematikan panggilan telponnya, sedangkan diseberang sana Bisma terus menggerutu.'' Satu jam? yang benar saja nih pak bos, dari rumah sampai kantor juga hanya membutuhkan waktu dua puluh menit, apa dia mau ***-*** dulu sama istri barunya itu? gimana kalau mereka datang dan belum ada Wildan? haiss, memang ya kalau bos itu seenaknya saja.'' gumamnya kesal


Wildan meletakan kembali ponselnya diatas nakas tempat tidur, lalu ia memiringkan tubuhnya menghadap Kayla, yang saat itu masih tertidur dengan lelapnya karna kelelahan akibat gempuran rudal miliknya. Wildan tersenyum saat kembali teringat kejadian dua jam yang lalu.


Flashback


'' Mas pelan-pelan ya aku takut.'' ucap Kay saat melihat suaminya yang mulai mengambil posisi untuk memasuki goa miliknya


'' Kok takut sih sayang? bukannya kamu udah pernah melakukannya hem?'' ucap Wildan dan Kay dapat menangkap ada nada kecemburuan didalamnya saat suaminya itu mengatakan kalimat tersebut.


'' Tapi kan itu sudah lama mas, lagi pula punya mas lebih panjang dari milik Juno, dan itu membuatku takut.'' ucap ya dengan wajah memerah karna merasa malu mengatakannya.


'' Benahkah? tenyata begitu ya? tapi kamu tenang saja, ini tidak akan sakit kok, justru setelah ini kamu pasti akan ketagihan sayang.'' goda Wildan, yang perlahan mulai memasuki lubang goa sang istri secara perlahan.


'' Aaww..., Kay sedikit memekik saat merasakan ada sesuatu yang memasuki tubuhnya, perlahan namun pasti Wildan terus mendorong tubuh nya kedalam tubuh Kayla.

__ADS_1


'' Kamu sempit sekali sayang, milik mas seperti disedot didalam sana, Aakkhh!!!


'' Wildan mende*sah nikmat, saat merasakan hisapan dari kue apem Kayla, miliknya terasa mentok, sedangkan Kay sendiri merasakan sesak dibagian intinya, sakit perih, risih dan penuh, sangat tidak enak, itulah yang ia rasakan saat ini seperti rasa nano-nano.


'' Mas goyang dong kok diam aja?'' protes Kay, membuat Wildan terkekeh mendengarnyay padahal niat Wildan tadinya agar tubuh Kay terbiasa dengan pusakanya didalam sana, namun siapa sangka jika istrinya itu sudah tidak sabar ingin segera digagahi.


Perlahan Wildan mulai menggerakkan tubuhnya, membiasakan miliknya didalam milik Kayla, tangan Wildan tak tinggal diam, keduanya ikut melakukan aktivitas nya dengan cara meremas buah pavorit miliknya, bahkan memencet choco chips tersebut hingga asi yang ada didalam sana keluar dengan derasnya Wildan segera menundukan tubuhnya untuk meminum susu alami tersebut, yang muncrat kemana-mana. Wildan yang melihat jika Kay sudah mulai terbiasa, perlahan ia pun mulai mempercepat tempo tusukannya diinti tubuh istrinya itu, hingga membuat Kay memekik karna merasa sakit


''.Mas pelan dong, ini sakit.'' ucapnya


'' Iya, maaf sayang mas terlalu bersemangat, habisnya punya kamu legit banget, pusaka nya mas terasa dipijat didalam sana, dan itu membuat mas gk tahan.'' ucap ya jujur Kay yang mendengar ucapan Wildan merasa senang karena mendapat pujian dari suaminya tersebut.


Suasana didalam kamar tersebut semangkin terasa panas, bahkan dinginnya AC tak mampu membuat suhu di dalam tubuh keduanya menjadi dingin, buliran keringat dari tubuh keduanya terlihat mulai membasahi tubuh, menyatu satu sama lain. suara era*ngan dan des*ahan dari bibir keduanya semangkin terdengar dan menambah gai*rah sepasang pengantin baru tersebut, hingga akhirnya keduanya pun merasakan puncak kenikmatan bersama.


***


'' Aahh,,,'' Kay mende*sah dalam tidurnya, mendengar ******* istrinya itu seketika membuat Wildan semangkin bersemangat, pria itu pun langsung masuk kedalam selimut dan memainkan perannya sekali lagi, sebagai lelaki perkasa yang bisa memuaskan pasangannya tersebut.


Wildan mengecup kening istrinya penuh cinta.'' Terimakasih sayang, mas sangat bahagia sekali hari ini.'' ucap Wildan


Kay tersenyum sambil menganggukan kepalanya


'' Apa kamu puas dengan pusakanmas sayang?


'' Sangat, aku sangat puas mas, kalau mas gimana? apa mas puas?'' tanya Kay sedikit merasa malu karna bertanya seperti itu

__ADS_1


'' Belum, karna mas tidak aka merasa puas dengan kamu, mas ingin selalu mengulangnya lagi dan lagi.'' jawab Wildan, membuat Kay menggelengkan kepalanya, tak menyangka jika suaminya tersebut akan mengatakan hal seperti itu.


'' Mas mandi dulu ya? mas mau kekantor karna ada tamu yang akan datang hari ini


'' Bareng yuk mas, aku juga mau turun, gk enak sama mama entah apa yang mama pikirkan nanti tentang aku.'' ucap Kay


'' Sudah jangan dipikirkan, semua kan aku yang minta, lagi pula mas juga yakin mama akan mengerti.'' ucap Wildan. namun tetap saja Kay merasa tidak enak hati, apa lagi sejak tadi pagi dirinya belum ada melihat anak sambungnya itu, Kay takut jika Bu Dewi marah dan juga kecewa padanya.


***


Kay dan Wildan menuruni anak tangga, dengan keadaan yang sudah segar dan terlihat fres, dari ruang tamu Bu Dewi terus memperhatikan keduanya.'' Dasar pengantin baru, jam segini baru turun,'' gumam Bu Dewi sambil menggelengakan kepalanya.


'' Wildan, Kayla Kemarilah sebentar!'' ucap Bu Dewi yang diangguki oleh keduanya


Kini keduanya sedang duduk dihadapan Bu Dewi, dengan Kay yang sedang memangku baby Al.


'' Ada apa mah?'' tanya Wildan


'' Gk mama cuma mau bilangin aja, kalau main itu jangan kasar-kasar, ingat dirumah ini bukan hanya kalian berdua saja yang tinggal, tapi juga ada Sandra dan Ningsih mereka masih perawan loh, jangan sampai suara kalian yang meresahkan itu terdengar oleh mereka.'' ucap Bu Dewi membuat keduanya saling pandang, kemudian tertunduk malu apa lagi Kayla, rasanya dirinya benar-benar sudah tidak punya muka lagi hanya untuk sekedar menatap wajah sang ibu mertua, sedangkan Wildan hanya bisa meringis pelan, antara malu dan juga sakit karna sang ibu mencubit nya karna sedikit geram.


'' Terus kamu mau kemana sekarang , sudah rapi gini?


'' Kekantor mah, ada sedikit kerjaan yang memang mengharuskan aku untuk datang.'' jelas Wildan


'' Oh, gitu yasudah sarapan dulu gih mama sudah masakin makanan kesukaan kamu loh, sayang kalau gk dimakan, Kay juga pasti kamu laper kan habis bertempur pasti tenaga kamu berkurang?'' ucap Bu Dewi yang sengaja menggoda menantunya tersebut

__ADS_1


next.


__ADS_2