Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Menggoda Kayla


__ADS_3

Saat ini Juno sedang duduk dikursi nya, didalam ruangan yang terpisah dari karyawan lain, pemuda itu menghembuskan nafas panjang.'' Kenapa sih mereka seenaknya saja menempatkanku disini, aku kan belum terlalu mengerti pekerjaan nya.'' keluh Juno, yang pada akhirnya pasrah menerima kedudukan nya sebagai manager oprasional yang diberikan atasannya yang tak lain adalah Wildan, padahal tadi Bisma mengatakan jika kepala HRD yang akan memutuskannya, lalu kenyataannya pada akhirnya semua berakhir ditangan Wildan yang menjabat sebagai CEO diperusahaan tersebut.


Bisma tiba-tiba datang, dan tak sengaja mendengarkeluh-kesar pemuda itu.'' Sudahlah terima saja, lagian Wildan tak akan memberikan kedudukan ini padamu, jika dia tidak yakin akan kemampuan yang kau miliki Jun.'' ucap Bisma tiba-tiba membuat pemuda tampan itu terkejut.


'' Maaf pak, sebarusnya anda mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan orang lain.'' ucap Juno membuat Bisma langsung meninju lengannya.


'' Sialan loe Jun, baru sehari kerja udah mulai ngeselin seperti mas mu itu.'' ucap Bisma sambil mendengus, sementara Juno hanya terkekeh mendengarnya.


Sementara dirumah, Kay sedang berada dikamar baby Al, gadis itu terlihat sedang mengajak main bayi tampan tersebut.'' Sayang kamu sangat lucu, tante sangat sayang sama kamu nak, maaf tante gk bisa jadi mama kamu, tapi tante janji akan tetap sayang sama kamu karna bagi tante kamu sudah tante anggap sebagai anak tante sendiri sayang.'' ucapnya sambil memeluk erat tubuh baby Al, air mata gadis itu menetes, tak kuasa menahan kesedihannya, sepertinya ia juga belum bisa menerima kenyataan hidup yang Tuhan berikan padanya saat ini, namun Kay akan mencoba untuk ikhlas kan semuanya dan berharap suatu saat kebahagiaan akan datang menjemputnya.Terlihat bayi tersebut merespon ucapan Kay dengan ocehan-ocehan khas anak bayi pada umumnya, membuat Kay tersenyum lalu mencium gemas pipi gembul baby Al


Kay turun kelantai bawah setelah baby Al tertidur, saat berada diruang keluarga tak sengaja Kay melihat mata bu Dewi memerah seperti habis menangis. Kay pun dengan cepat langsung menghampirinya.


'' Mah, mama kenapa? mama habis nangis ya?'' Kay duduk disamping bu Dewi sambil menatap khawatir pada wanita paruh baya tersebut.


'' Kay, paman Wildan mengalami kecelakaan, ia tertabrak mobil saat hendak menyebrang dan kondisinya kritis, rencananya mama dan Sandra akan kesana, karna Sandra sangat dekat dengan pamannya itu, mungkin Wildan juga akan menyusul setelah dari kantor, mama titip Al ya sama kamu?


'' I-iya mah, tapi-,,


'' Kamu tenang saja, Juno gk ikut kok, mama juga gk mau meninggalkanmu hanya berdua dengan baby Al, mama takut kalian kenapa-napa nanti,'' jelas bu Dewi


***


Sore harinya terlihat Juno baru saja pulang dari kantor, setelah memarkirkan mobilnya, pemuda itu langsung masuk kedalam rumah.'' Kemana gadis itu?'' gumam nya sambil memperhatikan sekitar ruangan yang ia masuki, tak melihat Kay didalam rumah Juno pun langsung melangkah menuju kamar.

__ADS_1


Cekleek, Juno membuka pintu kamar lalu menutupnya perlahan. Juno melonggarkan dasinya lalu melangkah menuju sofa lalu mendudukinya, pemuda itu menaruh jas miliknya diatas sandaran sofa, ia mendengar gemercik air didalam kamar mandi, sepertinya istrinya itu sedang mandi, Juno mengambil ponsel miliknya saat mendengar nada pesan masuk.


'' Amel, mau apa lagi dia mengajak ku bertemu?'' gumamnya saat mantan kekasihnya itu mengirim pesan dan mengajaknya bertemu hari ini. Juno tak membalasnya, pemuda itu sudah malas berurusan dengan gadis itu. Sedangkan didalam kamar mandi terlihat gadis itu sudah selesai dengan ritual mandinya, ia pun langsung melilitkan handuk ditubuhnya yang putih, Kay sama sekali tak tau jika Juno sudah pulang dari kantor, dengan santai wanita yang masih gadis itu pun langsung membuka pintu kamar mandi, dan melangkah dengan santai kearah lemari untuk mengambil pakaian yang akan ia gunakan.


Sedangkan Juno sendiri jangan ditanya, sejak terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, matanya langsung mengarah keasal suara tersebut, Juno terus menatap istrinya itu tanpa berkedip, tubuh putih dan mulus milik Kay mampu membuat sesuatu didalam dirinya bergejolak, walaupun masih menggunakan handuk namun kain selembar itu tak mampu menutupi seluruh bagian tubuh gadis itu, apa lagi dibagian dada, Juno dapat melihat dua gundukan tersebut walaupun hanya setengah. Kay berdiri didepan cermin, baru saja ia hendak melepaskan handuknya tiba-tiba matanya melotot saat melihat sosok Juno dari balik cermin, sontak gadis itu pun memutar tubuhnya kearah pria itu.


'' Juno sejak sejak kapan kamu ada disitu?'' tanya Kay panik, ia semangkin mempererat lilitan handuk yang ia pakai agar tidak jatuh.


Juno bangkit dari duduknya, lalu melangkah kearah Kay, membuat gadis itu semangkin panik.'' Mau apa kamu Jun?'' tanya gadis itu yang mundur beberapa langkah hingga tersandar dimeja rias, karna Juno terus menuju kearah nya.


Juno melipat tangannya diatas dada, lalu memperhatikan istrinya itu dari atas hingga ujung kaki, pemuda itu hanya bermaksud menggodanya.'' Kenapa kamu ketakutan begitu? saya ini adalah suami kamu, jadi saya rasa tidak masalahkan kalau saya mendekati kamu.'' ucapnya datar, matanya terus menatap tubuh mulus tersebut.


Sial, kenapa dia sangat menggoda, dan kenapa juga aku bisa tertarik melihatnya


'' Juno mau apa kamu? Jangan dekati aku!" ucapnya, gadis itu sambil terus menatap waspada kearah Juno, ia menggenggam erat ujung handuknya agar tidak terlepas, kini jarak antara mereka hanya setengah meter,


'' Ju-juno jangan mendekat, apa mau mu?'' ucapnya semangkin panik


'' Bagai mana kalau saya mengatakn jika saat ini saya ingin meminta hak saya sebagai suami mu?'' tanya Juno serius


Deg


Mendengar ucapan Juno membuat jantung Kay semangkin berdebar, ia sungguh tak menyangka jika pemuda itu akan mengatakannya.

__ADS_1


Apa maksudnya? apa dia benar-benar menginginkannya? bukankah dia tidak menyukaiku, lagi pula bagai mana bisa aku memberikannya pada Juno, aku sama sekali belum siap untuk itu


Batin Kay ketar-ketir, ia harus mencari cara agar bisa terlepas dari pemuda yang ada didepannya saat ini. Namun belum sempat ia berpikir, tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Juno membuat Kay tersentak kaget.


'' Juno,'' pekiknya, ia menatap kearah pemuda tersebut yang juga menatap kearahnya, tatapan mata pria itu sangat tajam, Kay memperhatikan wajah Juno dengan lamat, alis tebal dengan rahang yang tegas, Kay menelan ludahnya kasar.


Kenapa wajah pria ini begitu mulus, wajahnya sangat sempurna, dia sangat tampan dan bibirnya kenapa bisa merah seperti itu ya?


Batin Kay tanpa sadar memuji ketampanan Juno, bahkan ia juga memegangi bibirnya seolah membandingkan dengan bibirnya.


'' Ada apa? kenapa kamu menyentuh bibirmu hem? apa kamu sudah tidak sabar? mau aku menciummu sekarang? begitu?


Mendengar ucapan Juno seketika membuat pipinya bersemu, ia pun dengan cepat menurunkan tangan nya.'' E-enggak, jangan ngawur kamu, cepat lepasin aku sekarang Jun, aku kedinginan.'' ucap Kay berusaha melepaskan tangan Juno dari lengannya.


'' Kamu kedinginan?'' tanya Juno, Kay langsung mengangguk dengan cepat


'' Bagai mana kalau saya memberikan kehangatan padamu?'' bisik Juno ditelinga Kay, membuat gadis itu seketika merinding dibuatnya.


Sial, kenapa aku malah terpesona padanya, padahal niatku hanya ingin menakutinya, tapi kenapa aku yang malah tergoda, rasanya aku tidak tahan ingin menyentuhnya


Batin Juno, wajah pemuda itu tiba-tiba mendekat, membuat Kay semangkin panik, dan tiba-tiba


Cup

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2