
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, terlihat Sandra dan yang lainya sudah berada diruang makan, sedangkan Kay dan baby Al masih diruang keluarga.'' Kok mama masih belum keluar juga ya? Jun sebaiknya kamu lihat gih keadaan mama!'' ucap Sandra
'' Biar aku saja.'' sambung Kay yang langsung melangkah menuju kamar ibu mertuanya, dengan baby Al yang masih berada dalam gendongannya.
Sebelum masuk, Kay sempat mengetuk pintu, namun tak ada jawaban dari dalam, Kay pun langsung membuka pintu kamar tersebut, dan mendapati bu Dewi yang masih berbaring ditempat tidurnya.'' Lihat sayang, ternyata oma masih tidur, gimana kalau kita bangunin aja, yuk?'' ucap Kay sambil mengajak baby Al berbicara, lalu segera melangkah menuju tempat tidur.
Kay duduk disisi tempat tidur, dan meletakan baby Al disampingnya, tepatnya ditengah antara dirinya dan bu Dewi.
'' Mah,'' panggil Kay pada bu Dewi saat wanita paruh baya itu terlihat mulai menggerakan tubuhnya.
'' Kay,'' ucapnya, lalu matanya menoleh pada sang cucu yang terlihat memegang jari kelingkingnya.'' Cucu oma,'' ucapnya dengan suara lirih, wanita yang sudah tak muda lagi itu, tersenyum kala menatap sang cucu, bu Dewi mengusap sayang kepala dan tubuh cucunya, tiba-tiba air mata bu Dewi mengalir begitu saja, ia sedih melihat cucunya yang harus hidup terpisah dengan sang ayah, walaupun cucunya itu bersama mereka, dan tak kekurangan kasih sayang, namun tetap saja bu Dewi merasa kasihan pada cucunya tersebut. Sebenarnya Kay mengerti apa yang tengah dirasakan oleh bu Dewi, namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa, jika memang bu Dewi hendak Wildan kembali kerumah mereka, maka Kay tidak akan mempermasalahkannya, mungkin ia hanya akan lebih menjaga jarak dari lelaki itu tepatnya menghindarinya.
'' Mah, kita makan dulu yuk? atau mau aku yang ambilkan dan bawa kekamar untuk mama?'' tanya Kay
'' Mama gk lapar nak, rasanya mama gk berselera untuk makan.'' ucapnya
'' Mah, mama harus makan, biar ada tenaga, iya kan sayang? oma harus makan biar cepat sembuh, coba Al bilang dulu sama omanya!''ucap Kay, seolah bayi tersebut mengerti ucapan nya, bu Dewi yang mendengar hanya tersenyum.
'' Kay, terimakasih ya karna kamu mau menyayangi Al, walaupun Wildan pernah menyakiti hatimu?' ucap bu Dewi dengan nada lirih,
'' Mama tidak usah berterimakasih seperti itu, aku tulus sayang sama baby Al, bahkan sebelum aku bertunangan dengan mas Wildan '' jelas Kay.
'' Tetap saja mama harus mengucapkan terimakasih padamu nak.'' ucap bu Dewi, dan Kay hanya menanggapinya dengan senyuman.
'' Baiklah, tapi mama juga harus makan ya?''
...'' Iya, baiklah mama akan makan.'' ucap bu Dewi yang akhirnya menuruti kehendak menantunya tersebut. tanpa mereka sadari sejak tadi Juno mendengarkan pembicaraan keduanya...
Ternyata kamu sangat tulus pada keluargaku kay, aku merasa sangat beruntung bisa memilikimu.
Batin Juno
'' Hati-hati mah.'' ucap Kay saat melihat bu Dewi hampir terjatuh saat bangkit dari tempat tidurnya, namun baru saja bu Dewi menginjakan kakinya dilantai, tubuh wanita paruh baya itu langsung limbung dan tersungkur di lantai.
'' Astaga mama!!'' teriak Kay panik karna melihat bu Dewi terjatuh dilantai hingga kepalanya membentur lantai. Juno yang melihat kejadian tersebut langsung belari menghampiri sang ibu yang jatuh pingsan.
'' Mah,'' panggil Juno sambil mengangkat kepala bu Dewi keatas pangkuannya
'' Juno, kamu disini?
__ADS_1
'' Kay cepat bilang sama mba Sandra dan bang Bisma, agar menyiapkan mobil, kita harus membawa mama kerumah sakit sekarang!'' ucap Juno yang langsung diangguki oleh Kay.
Kay keluar dari kamar dengan tergesa-gesa, bahkan baby Al yang berada dalam gendongannya terlihat menangis, mungkin karena ia juga dapat merasakan kesedihan orang terdekatnya.
'' Loh kay, kamu kenapa tergesa-gesa seperti itu? apa yang terjadi?'' tanya Sandra dengan perasaan mulai tak enak.
'' Mama pingsan mba dikamar,'' jawab Kay
'' Apa? mama pingsan?'' tanya Sandra panik begitupun Bisma, yang langsung bangkit dari duduknya.
'' Iya, dan Juno meminta mas Bisma untuk menyiapkan mobil untuk membawa mama kerumah sakit.'' jelas Kay.
'' Ok, baiklah, aku akan segera siapkan mobilnya, tapi sebaiknya kita lihat dulu keadaan mama.'' ucapnya yang diangguki oleh semuanya
*
*
*
Saat ini Kay dan yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan baby Al bersama mbok Surti dirumah, karna tak mungkin bagi mereka membawa bayi kerumah sakit.
' Sabar Sa, ini juga diusakan, tuh lihat lampu merah.'' ucap Bisma sambil menunjuk pada lampu dipinggir jalan.
'' Huh, kenapa pakai ada lampu merah segala sih, bikin kesel aja '' gerutunya
'' Sabar mba, yang terpenting sekarang kita berdoa, semoga mama baik-baik saja.'' ucap Kay, yang diangguki oleh semuanya.
Dua puluh lima menit kemudian akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai diarea rumah sakit, Bisma langsung menghentikan mobilnya didepan rumah sakit tersebut.
Juno keluar lebih dulu.'' Sus tolong mama saya!'' ucap nya sambil menghampiri suster yang berada didepan rumah sakit.
'' Oh, iya pak sebentar saya ambil brankar dorongnya dulu '' jawab suster tersebut.
Skip
Saat ini Bu Dewi sedang ditangani oleh dokter di dalam ruang ICU, sedangkan Sandra dan yang lainnya terlihat sedang berada diluar ruangan tersebut.
'' Juno apa Wildan sudah kamu beritahu jika mama masuk rumah sakit?'' tanya Bisma
__ADS_1
'' Belum bang aku lupa.'' jwabnya
'' Sebaiknya kamu hubungi sekarang!" ucap Bisma
'' Baik bang.'' sambungnya lagi, dan langsung mengambil handphone dari saku celananya untuk menghubungi Wildan.
Tut-tut Tut
Juno mencoba menghubungi Wildan, namun sepertinya abang nya tersebut masih belum menjawabnya.
'' Gimana Jun, masih gk diangkat?'' tanya Bisma
'' Masih belum bang, akan ku coba lagi.'' ucap Juno yang kembali mencoba menghubungi Wildan, hingga pada panggilan ketiga pria itu baru mengangkatnya.
'' Ya hallo Jun, ada apa?'' tanya Wildan, saat ini pria itu sedang berada dalam perjalanan menuju apartemennya.
'' Mas Wildan bisa kerumah sakit sekarang?''
'' Memang ada apa Jun?''
'' Mama sekarang berada dirumah sakit mas, tadi mama pingsan.'' jelasnya
'' Apa? pingsan? yasudah kalau gitu kamu share alamatnya sekarang, sebentar lagi mas akan segera kesana.'' ucap Wildan sambil memutuskan sambungan telponnya
'' Gimana Jun, apa kata mas Wildan?' tanya Sandra
'' Sebentar lagi dia akan segera datang.'' jawab Juno, Sandra mengangguk paham.
Tak lama terlihat pintu ruangan terbuka, bersamaan itu seorang dokter laki-laki keluar dari dari ruangan tersebut.
'' Dokter gimana keadaan mama saya?'' tanya Juno
'' Iya dok bagai mana keadaan mama kami?'' sambung Sandra
'' Kondisi ibu anda sangat lemah, dan sepertinya beliau harus dirawat inap untuk beberapa hari dirumah sakit.'' jelas dokter
'' Apa itu artinya kondisi mama saya memburuk dok? maksud saya bagai mana dengan kesehatan jantungnya?'' tanya Juno
'' Jantungnya tidak ada masalah masih normal, hanya saja sepertinya, bu Dewi akhir-akhir ini mungkin banyak yang beliau pikiran, yang akhirnya membuatnya stres, pola makan yang tidak teratur membuat asam lambungnya naik.'' jelas dokter tersebut.
__ADS_1
Next