
Wildan menarik diri, laki-laki itu mundur satu langkah, dahinya berkerut saat melihat raut wajah Kay yang tak biasa, gadis itu sedikit pucat.
'' Kay kamu tidak apa-apa??'' tanya Wildan sedikit khawatir.
'' Mas, apa yang mas Wildan bicarakan tadi semuanya benar?'' tanya gadis itu dengan suara pelan, namun dengan tatapan yang lurs kedepan.
'' Tentu saja benar.
'' Lalu kenapa sejak awal mas dan mba Sandra gk pernah bilang?'' tanya Kay, sambil menatap pada Wildan, ada nada kelesalan didalamnya
'' Memang nya selama ini kamu pernah bertanya pada ku?'' tanya Wildan, kini panggilan keduanya yang biasa formal sudah berubah.
Kay menghela nafas panjang, kenapa ia bisa salah paham selama ini, pikirnya, bahkan sudah hampir dua minggu dirinya tinggal bersama mereka Kay sama sekali tidak menyadarinya.
'' Kamu baik-baik saja Kay?'' tanya Wildan, saat ini keduanya sudah duduk disofa panjang yang ada dikamar itu.
'' Aku minta maaf mas, karna sudah salah sangka sama kalian, rasanya aku malu sekali mas,'' ucap lirih
'' Malu?? malu kenapa? dengan siapa?
'' Dengan mas Wildan lah, sama mba Sandra dan mas Bisma juga, aku sudah berburuk sangka pada kalian selama ini.'' sesalnya
'' Sudah, itu gk masalah, sekarang kan kamu sudah tau, jadi tidak akan salah sangka lagi kan?
'' Ya tetap saja mas, tapi kalau dipikir-pikir mas Wildan dan mba Sandra juga salah, kenapa gk langsung bilang saat itu sama aku? waktu aku tuduh kalian berselingkuh, kan waktu itu mas Wildan bisa bilang kalau aku hanya salah paham, bukan nya membiarkan nya seperti itu.'' ucap Kay kesal, Wildan meringis mendengarnya, memang kalau wanita memang susah dimengerti, baru saja minta maaf, kini emosinya sudah meledak kembali.
'' Iya-iya mas minta maaf sayang.'' ucap Wildan.
Bluuss, wajah Kay seketika merona kala mendengar kata sayang dari laki-laki tampan didepannya, membuat hati gadis itu seketika berbunga-bunga.
Mas Wildan bilang sayang sama aku? apa aku gk salah dengar? Oh ya ampun kenapa rasanya aku sangat bahagia mendengarnya.
Batin Kay
'' Hei kenapa melamun??
'' Oh gk kok, cuma mau mastiin aja, mas barusan bilang tadi? aku kurang jelas dengarnya?'' ucapnya berdalih, padahal gadis itu hanya ingin mendengarnya sekali lagi.
'' Emangnya mas bilang apa tadi?'' tanya balik Wildan
'' Iih nyebelin banget sih mas Wildan.'' ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya membuat Wildan gemas melihatnya.
'' Yasudah kalau gitu kita kebawah yuk?'' ajak Wildan yang dijawab gelengan kepala oleh gadis itu.
'' Loh kenapa?
'' Aku malu mas, ijinin aku dikamar mas ya? sebentaaarr aja.'' bujuk gadis itu.
__ADS_1
'' Boleh, selamanya juga boleh, tapi nanti setelah kamu jadi istrinya mas.'' ucap Wildan, membuat wajah Kay lagi-lagi merona merah seperti tomat. Wildan yang menyadarinya hanya tersenyum.
Apa aku gk salah dengar, mas Wildan ingin aku jadi istrinya, oh my god, kok aku jadi deg-degan ya.
Batin Kay
'' Kay! Kayla!" panggil nya saat melihat Kay lagi-lagi melamun.
'' I-iya mas?
'' Kamu ini hoby banget melamun sih, yaudah ayo turun!" ajak Wildan
'' Tapi mas aku aku takut, mereka pasti marah sama aku.'' ucap Kay
'' Mereka gk marah sayang, ayo!" ajak Wildan sambil menggandeng tangan gadis itu, mendapat perlakuan tak terduga sungguh membuat jantung Kay tak aman, sepanjang menuruni tangga Kay terus menatap tangannya yang terus digenggam erat oleh Wildan,
Dari kejauhan Bisma dan Sandra dapat melihat interaksi keduanya.'' Sayang apa kamu memikirkan hal yang sama denganku'' tanya Bisma, pada Sandra dengan mata yang tertuju pada Kay dan Wildan
'' Sepertinya iya.'' jawab sang kekasih.
'' Saat ini Kay dan Wildan sudah berada didepan Sandra dan Bisma
'' Ayo duduk.'' ajak Wildan yang diangguki oleh Kay.
'' Anteng amat Kay, kenapa?'' tanya Sandra, Kay yang saat itu menundukan kepalanya langsung menatap kearah Sandra.
'' Kamu sudah tau?'' tanya Sandra sedikit kaget, padahal kan ia ingin membuat Kay sedikit merasa cemburu padanya, dan sepertinya sudah tidak akan bisa dilanjutkan lagi
Kay mengangguk, mengiyakan, membuat Sandra menatap sinis pada abangnya, ia tau pasti abangnya itu yang mengatakan semuanya Wildan yang mengerti langsung menjelaskan
'' Sudahlah Sa, lagi pula Kay juga sudah mengakuinya.'' jawab Wildan
'' Hah? maksudnya,mengakui apa?'' tanya Sandra bingung
'' Jangan bilang jika saat ini kalian sudah jadian??'' sambung Bisma
'' Menurut loe?'' tanya Wildan balik
'' Em, mba Sandra, mas Bisma sebelumnya saya minta maaf karna selama ini sudah salah paham kepada kalian berdua, maaf karna sudah menuduh kalian.'' sesal Kay, gadis itu menundukan kembali pandangannya, rasanya ia masih sangat malu jika mengingat kelakuannya pada Sandra dan Bisma.
'' Yasudah lah Kay, saya mengerti kok, lagian itu semua juga karna kesalahan saya yang tidak pernah berpikir dan tidak terlalu memperdulikan dengan pemikiran orang lain kepada saya, tapi setelah ini, sepertinya saya akan mulai mengumumkan tentang status saya pada semua pegawai saya deh, ya walaupun sebenarnya gk penting-penting juga sih, tapi dari pada mereka terus salah paham kan gk enak juga.'' ucap Sandra
'' Jadi intinya kalian jadian nih?'' tanya Bisma, ia merasa belum puas jika belum mendapat jawaban ya dari keduanya.
'' Ya.''
'' Tidak.''
__ADS_1
Kay dan Wildan menjawab dengan serempak, namun dengan jawaban berbeda
'' Loh kenapa jawabannya berbeda? yang benar yang mana?'' tanya keduanya
'' Kay,'' panggil Wildan, berharap gadis itu mengiyakannya.
'' Mas aku sudah punya pacar kamu tau itu kan?
'' Tapi aku tau kamu gk cinta sama dia, iya kan?'' ucap Wildan yakin, Kay hanya diam tak ingin menjawab.
*
*
*
Sore ini sepulang kerja rencananya Seli dan Rudi akan berkunjung kerumah bu Dewi, tepatnya untuk bertemu dengan Kay, saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju kediaman bu Dewi.
Kini keduanya sudah berada diatas motor milik Rudi, yang melaju dengan kecepatan sedang.'' Rudi loe udah berapa kali kerumahnya bu Sandra selama Lay bekerja disana?'' tanya Seli sedikit berteriak karna berisik akibat kendaraan lain
'' Baru satu kali Sel, kalau kamu?'' tanya balik Rudi yang juga sedikit meninggikan suaranya
'' Belum pernah, makanya gue ajak loe kesana. Karna gue sendiri gk tau jalannya.'' ucap Seli
'' Rud,kita bisa mampir dulu gk gue laper nih, tadi gk sempat makan direstoran.'' ucap Seli
'' Yaudah, gimana kalau makan bakso aaja?'' tawar Rudi
'' Ya boleh lah.'' jawab Seli
Setelah menemukan tempat yang mereka cari, Rudi pun langsung menepikan kendaraan nya.
'' Rud, loe cari tempat duduk aja dulu, gue mau ketoilet sebentar.'' ucap Seli yang langsung melangkah menuju toilet, sedangkan Rudi langsung menuju meja yang kosong.
Sambil menunggu makanan yang sudah ia pesan, pemuda itu terlihat mengambil ponselnya dan membuka galeri poto, Rudi tersenyum kala melihat poto dirinya dan Kay yang saat itu berada di taman hiburan, disana mereka sempat berpoto dengan para badut yang menghibur anak-anak yang ada disana, saat itu Kay tersenyum dengan lebarnya, membuat siapa saja yang melihat pasti ikut tersenyum.
''Kay kamu cantik sekali, aku sangat mencintai kamu Kay, kuharap kamu juga bisa mencintaiku.'' gumamnya sambil mengusap lembut poto Kay yang ada dilayar ponsel tersebut, tanpa ia sadari sejak tadi Seli melihat apa yang dilakukan oleh Rudi.
Sebegitu cintanya dia sama Kay, kasian Rudi, gue harap Kay bisa membalas cintanya Rudi.
Gumam batin Seli
'' Udah jangan diliatin terus potonya, sebentar lagi kan kita mau kerumahnya, ups maksunya kerumah bu Sandra he he...'' gadis itu tertawa garing
'' Aku hanya kangen sama dia Sel,'' ucapnya, yang kemudian menyimpan ponselnya setelah melihat pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.
Next
__ADS_1