
Bu Dewi melirik jam yang ada didinding ruang makan yang kini sudah menunjukan pukul delapan pagi.
'' Kay coba kamu lihat suamimu dikamarnya dan suruh dia turun kebawah untuk sarapan bersama!" ucap Bu Dewi
'' Baik mah.'' jawab Kay, yang langsung meninggalkan ruangan tersebut dan melangkah menuju anak tangga. Ningsih sempat melirik kearah Kay yang melewatinya begitu saja, seolah hendak membuktikan jika dialah istri dari Wildan sekarang, namun itu hanya ada dalam pikiran Ningsih, karna sebenarnya Kay tidak ada maksud apapun, namun biasa jika orang yang sudah benci, pasti pikirannya akan terus negatif pada orang tersebut.
Sebenarnya Bu Dewi memang sengaja menyuruh Kay untuk memanggil Wildan dikamarnya, karena ia tau menatunya itu pasti sangat merindukan suaminya, sebenarnya Bu Dewi juga sedikit merasa bersalah, karna sudah memisahkan sepasang pengantin baru itu, namun tetap baginya hukuman harus dijalan kan agar anak-anaknya tidak berbuat seenaknya lagi.
Kini Kay sudah berada didepan pintu kamar suaminya itu, Kay menyentuh dadanya, entah kenapa tiba-tiba Kay merasakan debaran dijantungnya.
Kenapa aku nervous gini ya?
Batinnya, Kay menghembuskan nafas panjang, setelahnya ia langsung memutar kenop pintu kamar Wildan, yang memang tak pernah dikunci. Kay sengaja tidak mengetuk pintu, karna ia merasa berhak masuk kekamar suaminya itu, tanpa mengetuk pintu sekalipun dan entah kenapa ada kebanggaan tersendiri yang ia rasakan untuk itu.
__ADS_1
'' Kay melihat jika suaminya itu masih berada diatas tempat tidur, setelah menutup pintu kamar, Kay melangkah menuju tempat tidur, namun sebelumnya ia menuju kearah jendela untuk membuka gorden kamar tersebut.
Kay duduk di sisi tempat tidur, sambil menatap wajah damai suaminya yang masih tertidur dengan lelap. Tangan Kay terulur untuk membelai wajah suaminya yang tampan itu.'' Dalam keadaan tidur sekali pun kamu tetap terlihat tampan dan mempesona mas.'' gumamnya, sambil menelusuri wajah pria itu dengan jari tangannya.
Kay tersenyum, saat melihat Wildan mulai terusik dengan tindakannya, namun ia tak perduli, wanita itu kembali mengusik tidur suaminya itu sampai Wildan terbangun dari tidurnya. Kay mendekatkan wajahnya untuk menatap wajah suaminya lebih dekat, lalu pandangannya tertuju pada bibir tebal berisi milik sang suami, terlihat sangat menggoda, dengan warna merah alami, karna memang Wildan bukanlah tipikal seseorang yang suka merokok seperti kebanyakan pria pada umumnya. Kay yang melihat itu tiba-tiba saja merasa tergoda, dengan sedikit keberanian, akhirnya wanita itu langsung mengarahkan bibirnya pada bibir suaminya itu dan sampai akhirnya..
CUP..
Kay menempelkan bibirnya diatas bibir suaminya, merasa tak ada perlawanan, Kay semakin berani untuk menci*um bibir suaminya itu, dengan sedikit lum*atan disana, Kay memejamkan mata, namun tanpa ia sadari, ternyata Wildan sudah membuka matanya, disela-sela ciumannya Wildan tersenyum, ia tak menyangka jika istrinya sangat lah agresif, Wildan yang mulai terpancing has*ratnya mulai membalas ciu*man istrinya itu, membuat Kay langsung membuka matanya kaget, saat merasakan ciu*mannya dibalas oleh Wildan, Kay yang hendak menarik diri, langsung ditahan oleh Wildan dengan memegangi tengkuk wanita itu. lalu memperdalam ciu*man tersebut, Wildan menyesap bibir Kay atas dan bawah, bahkan pria itu mulai menyusupkan lid*ahnya kedalam rongga mulut istrinya itu, dan saling membelit lid*ah. Tanpa melepaskan ciu*man, Wildan membalikan tubuh Kay, hingga tubuhnya berada dibawah kukungan suaminya tersebut.
'' Sayang mas mau minum susu, rasanya sudah lama sekali mas gk minum susu milik kamu ini sayang mas kangen.'' ucap Wildan lalu mulai membuka kain penutup dua gunung kembar tersebut hingga memperlihatkan keindahan yang sempurna dipagi hari yang cerah ini, Kay mengangguk tanda setuju , Wildan yang mendapat lampu hijau, kemudian langsung menundukan wajahnya diatas dua gundukan daging kenyal tersebut, dan dengan rasa tidak sabar, lelaki itu pun mulai mengh*isap choco chips milik istrinya tersebut, Kay dapat merasakan jika ASI-nya dise*dot dan berpindah kedalam mulut suaminya tersebut.
'' Mas.'' panggil Kay lirih, wanita itu sudah pasrah jika Wildan ingin meminta haknya sekarang karna Kay juga sudah tidak sanggup lagi untuk menahan diri lebih lama. Wildan yang masih asik menikmati susu dambaan semua balita itu, menatap wajah Kay, yang saat itu juga tengah menatap kearahnya. Wildan masih enggan melepas mulutnya dari buah pavorit nya itu, karna rasanya dirinya belum puas untuk menikmati susu alami tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Kay sendiri merasakan darahnya berdesir , saat suaminya itu meng*hisap choco chips nya itu, bahkan wanita itu menginginkan lebih dari sekedar itu. Setelah merasa cukup puas, Wildan melepaskan mulutnya dari buah pavorit nya itu, lelaki tersebut turun dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu kamar. Sedangkan Kay masih memperhatikan dari atas tempat tidur.
Klik
Terdengar suara pintu terkunci, membuat jantung Kay seketika berdebar kencang, ia menantikan apa yang akan dilakukan suaminya itu setelah ini. Wildan membuka kaos yang ia kenakan dan melemparnya kesembarang arah, dan hanya menyisakan celana boxernya sana, hingga memperlihatkan dadanya yang bidang, dengan sedikit hutan tipis yang menghiasi dada bidangnya. Kay menelan kasar salivanya, ini adalah kali pertama wanita itu melihat tubuh Wildan, dengan warna kulit yang sedikit gelap dari mantan suaminya Juno, kulit Wildan bisa dibilang eksotis khas orang Indonesia .
Lelaki itu kembali naik diatas tempat tidur, lalu mendekat kearah sang istri, yang masih menatap tak berkedip kearahnya.'' Bisakah mas minta hak mas sekarang sayang?'' tanya Wildan sambil menatap penuh damba pada istrinya itu.
Kay mengangguk pasrah, membuat Wildan tersenyum bahagia,'' Biar mas bantu membuka baju kamu sayang.'' ucap Wildan dengan semangat, kemudian langsung melepaskan sisa kain yang menempel dibagian atas yang menutupi dua gunung nya tersebut, hingga kini tak ada penghalang lagi disana, yang akan semangkin memudahkan Wildan nantinya untuk kembali menikmati santapan yang ada didepannya itu.
'' Mas Wildan.'' panggil Kay dengan pandangan sayu, ia merasa miliknya berkedut saat tangan suaminya mengelus miliknya dari luar, Wildan menatap Kay yang terlihat sangat menikmati permainan tangannya dibawah sana. Wildan yang merasa kurang puas, mencoba menyusupkan tangannya dibalik celana legging milik sang istri, hingga tangannya dapat merasakan rambut yang cukup lebat disana.
'' Lebat sekali sayang, tapi mas suka yang seperti ini.'' ucap nya lagi, Wildan yang sudah tidak sabar lalu menarik legging tersebut, bersamaan dengan kain berbentuk segitiga milik Kay, kini Wildan akhirnya bisa melihat seluruh tubuh Kay tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh indahnya itu. Pandangan lelaki itu tak lepas dari segitiga Bermuda milik Kayla, yang ditumbuhi hutan yang cukup rimbun, namun tertata dengan rapi, Kay memang tidak suka jika miliknya botak, meskipun begitu, ia selalu merawat sumber kenikmatanya itu setiap saat, bahkan Kay memastikan jika suaminya itu akan betah main berlama-lama disana.
__ADS_1
Next