Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 28


__ADS_3

Kay melangkah mendekati suaminya, mencoba bersikap biasa saja, padahal dalam hatinya, Kay sangat lah marah dan juga kesal saat melihat suaminya sedekat itu dengan wanita lain, apa lagi itu adalah sahabat nya sendiri, namun Kay tak ingin gegabah, karna masih ada Seli disana, Kay tak ingin Seli memanfaatkan kemarahan Kay, karna Kay belum tau pasti perasaan Seli pada suaminya. Maka dari itu Kay tak ingin marah pada Wildan hingga memberikan Seli kesempatan untuk menjadi duri dalam daging didalam kehidupan rumah tangga mereka.


'' Kay, sayang, sejak kapan kamu ada disini?'' tanya Wildan dengan wajah yang tiba-tiba pucat, Wildan sama sekali tak ingin istrinya itu salah paham padanya.


'' Sejak tadi, sejak Seli menarik tangan mas hingga akhirnya mas terjatuh tepat diatas tubuh nya.'' jawab Kay dengan masih menatap Seli pandangan yang datar


'' Kay, maaf, tadi maksud gue--,


'' Sudahlah gk usah dibahas lagi, ayo turun!" ajak Kay yang langsung membalikan tubuhnya dan melangkah menuju pintu kamar untuk keluar.


Tanpa menghiraukan Seli, Wildan langsung melangkah keluar dari kamar untuk menyusul istrinya.


Kay melangkah menuju dapur, untuk menyiapkan makan malam untuk mereka, terlihat Kay berkutat dengan pekerjaannya didapur, yang sebenarnya hanya tinggal menatanya dimeja makan, wanita itu terlihat biasa seolah tak ada apapun yang terjadi barusan, dan itu membuat Wildan gelisah. Sedangkan Seli juga sama, gadis itu tau betul bagai mana sifat sahabatnya itu, kalah marah padanya atau merasa tersakiti, biasanya Kay akan langsung meluapkan emosinya padanya.


Apakah aku sudah sangat keterlaluan, karna sempat punya pikiran jahat sama Kay, sahabatku sendiri, sedangkan dia sangat percaya padaku, apa aku akan merusak persahabatan kami sedari kecil hanya karna perasaanku ini pada Wildan, yang aku sendiripun belum tau apakah itu perasaan cinta atau hanya sekedar kekaguman saja


Batinnya


'' Seli kenapa loe bengong? ayo makan!'' ajak Kay sambil menarik kursi untuk dirinya sendiri, meskipun sikap dan ucapan Kay terdengar biasa, namun ia tidak tau apa yang ada didalam isi hati sahabatnya tersebut.


'' Seli, ayo duduk, loe tenang saja, gue gk akan kasih racun dimakanan loe kok, jadi santai aja.'' ucap Kay ambigu, entah kenapa Kay berkata seperti itu, tapi yang pasti mendengar ucapan sahabatnya barusan membuat Seli bergidik ngeri


'' Sel, duduklah!" ucapnya dengan pandangan yang sedikit membuat Seli takut melihatnya.


Kok Kay nyeremin banget ya?


Batin Seli

__ADS_1


Tak ingin dipanggil untuk yang kesekian kalinya, dengan cepat, Seli pun melangkah menuju meja makan, entah kenapa suasana dimeja makan tersebut berubah menjadi sedikit menegangkan, bahkan Seli terlihat dengan susah payah menelan makanannya, gadis itu seperti menelan bongkahan batu yang lewat di tenggorokannya.


Wildan menatap kearah istrinya yang terlihat berbeda dimatanya, Kay seperti orang lain dipandangan nya.'' Ada apa mas? kenapa melihatku seperti itu?'' tanya Kay sesantai mungkin


'' Mas ingin bicara denganmu sebentar.'' ucap Wildan yang langsung bangkit dari duduknya, pria itu sama sekali tak berselera untuk makan, saat ini yang ia mau hanya bicara dengan istrinya itu. Sedangkan Seli sendiri juga merasakan hal yang sama, ia merasa Kay sedikit berbeda hingga membuatnya merasa canggung, karna insiden dikamar tadi, dan entah kenapa ia merasa sedikit takut, ia juga tidak tau penyebabnya, apa lagi saat itu disana juga tidak ada siapa pun selain mereka bertiga


Setelah makan malam selesai, Seli pun langsung pamit pulang, sungguh ia merasa tidak nyaman terlalu lama berada diantara mereka.'' Kay gue pulang aja ya?'' ucap Seli pamit pada Kayla


'' Kenapa buru-buru Sel? besok saja pulangnya, ini kan sudah malam.'' ucap Kay dengan pandangan dingin terhadap nya membuat Seli bergidik ngeri


'' Gue baru ingat ada urusan, lagian kan suami loe udah pulang, jadi buat apa lagi gue disini? Yaudah gue cabut, bye...,,'' Seli langsung pergi begitu saja dari kediaman mereka


Setelah kepergian Seli, Kay langsung terduduk lesu, air matanya terlihat jatuh membasahi wajahnya.''


Kay kamu tidak apa-apa kan?'' tanya Wildan, lelaki itu mendekati istrinya, lalu memeluk tubuh sang istri. Kay membiarkan saja, lagi pula tidak ada alasan buat nya marah pada suaminya itu, Kay hanya kesal karna tadi Wildan sempat berinteraksi sangat dekat dengan Seli.


Kay melerai pelukan mereka, lalu ia menatap wajah suaminya, melihat kedalam netra hitam itu, dan Kay bisa melihat kejujuran dimata suaminya tersebut '' Aku juga sangat mencintai kamu mas, dan aku percaya sama kamu, kalau kamu gk akan pernah mengkhianati ku.'' ucap Kay sambil membalas tatapan suaminya itu.


'' Aku hanya takut mas.'' ucap Kay


'' Takut? takut apa?


'' Aku melihat tatapan Seli kekamu sedikit berbeda, aku merasa Seli menyukai kamu.'' jelasnya


'' Sejak kapan kamu merasakan hal itu?'' tanya Wildan


'' Beberapa hari terakhir ini mas, mungkin yang kamu bilang waktu itu benar.

__ADS_1


'' Apa?'' tanya Wildan


'' Sepertinya kehidupan ranjang kita memang tidak seharusnya aku ceritakan pada orang lain.'' jelas Kay


'' Maksud kamu, kamu mau bilang kalau Seli tertarik dengan mas, karna kamu menceritakan hubungan ranjang kita? begitu? apa itu berarti secara tidak langsung dia juga ingin merasakannya ?'' tanya Wildan, sambil mengulum senyum merasa geli dengan ucapannya sendiri


Kayla yang mendengar ucapan suaminya itu jangan ditanya lagi ekspresinya, wajah gadis itu kini terlihat garang, Kay juga melotot kan matanya pada suaminya tersebut.'' Oh, jadi mas merasa bangga gitu keperkasaanmu itu? mas mau aku potong senjata mas yang tumpul itu hah??'' ucap Kay dengan mata tajam kearah suaminya. Wildan yang mendengar ancaman sang istri langsung ciut nyalinya


'' Jangan dong sayang, nanti kalau aku gk bisa muasin kamu lagi gimana? memang kamu mau?'' tanya Wildan balik


'' Masih banyak pusaka cadangan diluaran sana kok, jadi ngapain takut.'' jawab Kay sambil melirik kearah suaminya


'' Oh, jadi kalau aku udah gk bisa muasin kamu, maka kamu berniat cari penggantinya gitu? kamu berniat selingkuh dari suamimu ini ternyata, aku tidak menyangka jika kamu punya pikiran seperti itu.'' ucap Wildan, dengan pandangan sedikit kecewa, sebenarnya Wildan tau jika istrinya itu hanya bercanda, tapi entah kenapa ada rasa sesak saat mendengar ucapan istrinya itu, membaut Kay seketika merasa bersalah, Kay sama sekali tidak bermaksud bicara seperti itu.


'' Mas, b-bukan begitu maksudku, mana mungkin aku akan melakukannya, aku tadi hanya bercanda mas.'' ucap Kay dengan wajah memelas, karna melihat wajah suaminya yang tiba-tiba saja terlihat sangat mengerikan


'' Mas, aku hanya becanda, aku minta maaf.'' ucap Kay sekali lagi


'' Jangan pernah bercanda seperti itu lagi Kay, mas tidak suka mendengarnya, kamu tau, dengan kamu bicara seperti itu, membuat mas langsung membayangkan kamu sedang bersama pria lain diatas ranjang, kamu mengerti?!


Apa? mas Wildan sampai segitunya membayangkan aku bersama pria lain?


Batinnya


DITEMPAT LAIN


Saat ini Seli baru saja tiba dirumah nya, pikirannya tak lepas dari bayangan wajah sahabatnya yang memandangnya dengan tatapan datar, dingin, dan juga mengerikan, baru kali ini Seli melihat Kay menatapnya dengan tatapan seperti itu, karna yang Seli tau semarah-marahnya Kay, namun Seli tak pernah menatapnya dangan tatapan seperti menaruh kebencian padanya.

__ADS_1


Apa itu karna Kay sudah menyadari jika aku menaruh hati pada suaminya? tapi kenapa dia tidak mengatakan apapun tadi? hanya saja sikapnya itu menunjukan jika sepertinya Kay sudah menyadari nya, karna semenjak kejadian dikamar, pandangan Kay mulai berubah padaku, tidak seperti sebelumnya yang awalnya terlihat sangat peduli, kini seolah aku merasa asing dengan nya, dan entah kenapa itu membuatku merasa sedih, ini tidak boleh, perasaan terlarang ini tidak boleh diteruskan, aku tidak ingin hubungan persahabatan dengan Kay hancur hanya karna seorang laki-laki, aku belum siap kehilangan sahabat sebaik Kayla.


__ADS_2