Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Permintaan Menginap Dari Bu Dewi


__ADS_3

Wildan berdehem, mencoba bersikap biasa, berbeda dengan halnya sang tunangan yang wajahnya sudah memerah, bukan karna tersipu, namun karna malu yang luar biasa.


'' Juno, sejak kapan kamu berdiri disana?'' tanya Wildan, yang sebenarnya hanya basa-basi, untuk menghilangkan rasa canggungnya, pria itu menarik kursi yang ada dimeja makan lalu menuangkan air putih kedalam gelas dan meminumnya.


Juno tak menjawab, namun pemuda itu melangkah menuju gadis yang masih mematung ditempatnya, Kay semangkin gugup saat melihat Juno melangkah kearahnya, sebenarnya sih bukan kearahnya, lebih tepatnya ia ingin kearah lemari pendingin yang ada dibelakang tubuh gadis itu.


'' Mau apa kamu??'' tanya Kay panik, Juno mengerenyit kan dahi, lalu mengangkat bahu tak perduli.


'' Bisa kau menyingkir sebentar, saya mau mengambil air minum didalam lemari pendingin itu.'' ucapnya datar, membuat Kay seketika menghela nafas lega, kemudian ia pun langsung menggeser tububnya, Wildan terus memperhatikan Juno, ia merasa sikap Juno semangkin dingin padanya, bahkan dalam hati ia merasa jika adiknya itu masih sangat membencinya.


Juno membuka kulkas dan mengambil air didalam botol dan langsung meneguknya.


Glek-glek-glek


Terlihat suasana diruangan tersebut sedikit tegang, bahkan sepasang sejoli itu masih memperhatikan pemuda yang masih diam tersebut, mereka masih menerka-nerka apakah Juno melihatnya atau tidak, walaupun sebenarnya Kay bisa menebaknya.


Pemuda itu melangkah meninggalkan keduanya namun sebelum itu ia sempat menghentikan langkahnya, dan tanpa berbalik Juno mengatakan sesuatu yang membuat wajah Kay auto memerah bak kepiting rebus


'' Lain kali jika ingin bermesraan lihat tempat, apa kalian tidak malu? bagai mana jika mama yang melihat?'' setelah mengatakan itu Juno langsung melangkahkan kembali kakinya keluar dari tempat tersebut.


Setelah Juno pergi Kay langsung melangkah mendekati Wildan yang masih terlihat santai.'' Mas ih, kok masih tenang aja sih?'' protes gadis berparah cantik tersebut.


'' Lalu mas harus gimana? masa ia mas harus marah-marah sama Juno, lagian ya biar sajalah, toh dia juga gk akan bilang sama yang lainnya.'' jawab Wildan santai

__ADS_1


'' Mas iih, kok jadi nyebelin sih?


'' Sayang sudah dong tenang, kamu kok jadi gugup gitu? tadi juga mas lihat kamu seperti seorang kekasih yang kepergok pacarnya sedang berselingkuh tau gk? masa tiba-tiba mas langsung didorong hanya karna melihat Juno? dan wajah kamu, mas perhatiin tadi itu sangat tegang.'' jelas Wildan lagi.


Masa sih? mana mungkin, lagian aku tadi hanya replek dan kaget tiba-tiba tuh anak ada didepan, udah kayak hantu aja.


Gerutu batin nya


'' Jangan ngada-ngada deh mas, tadi itu aku hanya kaget, karna tiba-tiba lihat adiknya mas Wildan dihadapanku, ya aku kan malu kalau ternyata dia melihat kelakuan kita, dan aku gk mau dicap wanita gk bener sama dia.'' ucap Kay membela diri


'' Kamu ini aneh deh, mana mungkin dia berpikir seperti itu, mas tau sifat Juno, dia tidak akan berpikir buruk dengan orang lain, dan dia juga bukan orang yang suka berbicara tanpa adanya bukti.'' jelas Wildan


Mas Wildan gk tau aja, kalau adik mu itu sangat menyebalkan, dan kamu salah besar jika mengira adik kesayanganmu itu sepolos itu


Wildan dan Kay memutuskan untuk kembali bergabung dengan keluarga lainnya.'' Nah nih dia yang dibicarain, habis dari kemana sih kalian? Lama banhet, oya mas, Juno dan Bisma katanya mau pamit pulang,'' ucap Sandra pada sang abang.


'' Iya nih si Juno, mama masih kangen banget sama kamu padahal nak, nginap aja malam ini ya dirumah, Bisma kamu juga ya, tante mohon bujuk anak tante yang keras kepala ini.'' ucap bu Dewi memelas, rasanya ia baru sebentar bertemu dengan putra bungsunya tersebut, dan rasa rindu masih sangat menggebu didadanya pada sang anak.


Bisma menatap kearah adik dari kekasihnya tersebut.'6' Juno ayolah, memangnya kamu gk kasihan lihat mama kamu itu?'' ucap Bisma membujuk pemuda keras kepala tersebut.


''Juno, tidurlah malam ini dirumah, mas juga ingin bicara sesuatu denganmu.'' sambung Wildan yang terlihat serius.


'' Juno, mama mohon nak.'' ucap bu Dewi, wajahnya terlihat sendu, mata wanita paruh baya itu terlihat berkaca-kaca.

__ADS_1


Melihat wajah sang ibu seperti itu tentu membuat hati Juno merasa sesak dan pada akhirnya, pemuda itu mau menurunkan egonya demi sang ibu. '' Baiklah aku akan tidur disini untuk malam ini.'' ucap Juno.


'' Benarkah nak?'' tanya bu Dewi memastikan matanya sudah berbinar menatap sang buah hati yang selama ini tinggal terpisah darinya, rasa rindu yang selama ini ia pendam sangat terlihat diwajah tuanya.


'' Iya mah malam ini aku akan tidur dirumah ini.'' ulangnya sekali lagi, mendengar itu sang ibu langsung tersenyum senang, ia bangkit dari duduknya dan memeluk sang putra yang saat itu berdiri tak jauh darinya.


'' Terimakasih sayang, mama sangat senang mendengarnya nak, mama harap setelah ini kamu akan terus bisa tinggal bersama kami lagi.'' sambung bu Dewi, dan tentu saja itu hanya ia ucapkan didalam hati, sebab bu Dewi tak ingin menyinggung perasaan putra bungsunya itu, karna ia takut jika Juno akan berubah pikiran, menghadapi keras kepala sang anak, bu Dewi harus sabar dan pelan-pelan, ia yakin suatu saat anak bungsunya itu akan kembali kerumah mereka.


Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, semua orang sudah kembali kekamar masing-masing, Bisma pun juga sudah menempati kamar tamu yang berada disebelah kamar Kay, diruang tamu tersebut hanya tinggal Juno dan juga Wildan, entah apa yang mereka bicarakan saat ini, yang pasti saat ini keduanya terlihat sangat serius, tepat pukul dua belas malam keduanya baru kembali kekamar masing-masing, tepatnya hanya Wildan, karna Juno lebih memilih untuk tetap berada di ruangan itu, rasanya matanya belum mengantuk sama sekali, terlihat pemuda itu juga sedang memikirkan sesuatu mungkin pembicaraan nya bersama sang abang tadi. Juno merasa tenggorokannya haus ia pun segera beranjak menuju dapur untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Tak lama terlihat Kay keluar dari kamarnya dengan membawa botol kosong ditangannya, sepertinya gadis itu hendak mengambil air minum didapur, kebetulan saat itu lampu didapur tersebut memang tak menyala, namun juga tidak terlalu gelap, karna terkena cahaya lampu lainnya, hingga masih bisa melihat saat memasuki ruangan tersebut, walaupun minim pencahayaan, karna memang hanya dibeberapa tempat saja yang lampunya dinyalakan.


'' Aakkhh,'' tiba-tiba Kay berteriak saat melihat suatu bayangan didapur tersebut, yang Kay pikir maling atau makhluk astral, sedangkan Juno yang memang lebih dahulu berada disana tak kalah terkejut saat itu, ia pun langsung menyalakan lampu yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri


'' Heii kenapa kau berteriak?'' ucap Juno, Kay yang saat itu menunduk sambil menutup wajahnya, seketika mendongak saat mendengar suara seseorang yang tak asing ditelinganya.


'' Ternyata kamu? huuff,, bikin kagen saja, aku pikir hantu tadi.'' ucapnya sambil mengelus dadanya, setelahnya langsung berdiri. Kay memperhatikan pemuda itu yang terlihat sedang membuat secangkir kopi, tepatnya kopi susu.


Terlihat Juno sedang mengaduk kopi miliknya'' Ngapain kamu lihatin saya?'' ucap Juno tiba-tiba, membuat Kay tersentak kaget.


Dari mana dia tau? dia kan gk tau kalau aku sedang perhatiin dia.


Batin Kay


'' Wiidiih, pede gila, emangnya kamu siapa harus saya perhatiin segala?'' ucap Kay sinis, gadis itupun langsung melangkah menuju dispenser dan mengisi air didalam botolnya, setelah itu langsung meninggalkan ruangan tersebut tanpa memperdulikan Juno yang masih ada disana.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2