Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Dia Adik Perempuanku


__ADS_3

Prov Mikayla


Keterlaluan sekali mereka, apa sih maunya semua orang? kenapa seolah mempermainkan pernikahan? mas Wildan juga, apa coba maunya, bukannya berniat memperbaiki masalah rumah tangganya, ini malah bilang cinta sama aku, tapi entah kenapa aku juga kok malah senang mendengar ungkapan hatinya itu, dasar bego kamu Kay, ingat dia itu milik orang, huuff,aku tidak tau kenapa aku bisa seperti ini, apa semua itu karna aku juga menyukainya? tapi tetap saja itu tidak boleh, walau bagai mana pun mas Wildan sudah menikah dan aku gk boleh jadi penyebab retaknya rumah tangganya dengan mba Sandra, gk boleh.


Sejak kejadian tadi aku belum ada keluar sama sekali, rasanya males banget kalau harus ketemu mereka lagi, aku menatap jam dipergelangan tanganku, membuat ku menghela nafas kasar, ini sudah saatnya baby Al minum asi, dan mau tak mau aku harus keluar dari kamar ini.


***


Prov Author


Saat ini Sandra sedang berdiri diatas tangga, sejak tadi wanita itu terus memperhatika kamar tamu, yang dimana selama ini Kay tempati.


'' Kok gk keluar-keluar sih dia, padahal ini kan waktunya Al minum asi.'' gumam Sandra sambil terus memperhatikan kamar Kay yang masih tertutup rapat. Sedangkan didalam kamarnya Wildan terlihat baru saja selesai mandi.


'' Tuh dia akhirnya keluar juga.'' gumam nya yang langsung naik keatas dan tiba-tiba membuka pintu kamar Wildan tanpa mengetuk terbih dahulu, membuat laki-laki itu terkejut, untung ia sudah memakai celananya, dan tinggal mengenakan pakaian saja.


'' Sa, kamu ini ya, bisa gk masuk itu ketuk pintu dulu, bukan main nyelonong gitu aja.'' dengus Wildan, ia menatap tak suka pada adiknya itu, namun Sandra terlihat hanya nyengir memperlihatkan deretan giginya yang putih. Wildan memutar bola mata jenuh melihat sikap Sandra yang tiba-tiba menjadi bar-bar seperti itu.


Sandra yang masih berdiri didepan pintu melirik kebelakang menunggu sang target naik keatas.


'' Ah itu dia,'' gumamnya dan langsung melangkah kearah Wildan.


'' Mas Wildan kok gitu pakai dasinya mas, itu sedikit miring loe sayang, sini biar aku bantuin.'' ucap Sandra mendayu-dayu, membuat Wildan bergidik ngeri, wanita itu sengaja membesarkan suaranya agar Kay dapat mendengarnya, bahkan pintu kamar Wildan sengaja dibuka dengan lebar oleh gadis berusia 23 tahun tersebut.


Kay yang memang baru saja naik keatas dan mendengar semianya rasanya ingin sekali mengabaikan nya, namun tetap saja ia merasa penasaran, apa lagi saat itu Kay melihat pintu kamar tersebut terbuka lebar. Gadis itu melangkah dengan hati berdebar, dari balik pintu, Kay dapat melihat yang Sandra lakukan pada Wildan, wanita itu terlihat sedang membenarkan dasi Wildan yang miring.


'' Kamu kenapa sih? tumben banget mau bantuin mas masang dasi, salah minum obat ya kamu?'' ucap Wildan asal


'' Suutt, udah diam aja napa sih, coba lihat tuh, gadis yang mas cintai sedang mengintip kita,'' bisik Sandra sambil menunjuk kearah kaca hias, yang memang sangat jelas, terlihat disana Kay sedang memperhatikan keduanya dari balik pintu, namun gadis tersebut tidak menyadarinya.


'' Hah? ngapain dia disana?'' tanya Wildan, saat laki-laki itu hendak menoleh Sandra malah menangkup wajah Wildan hingga menghadapnya.


'' Kamu apa-apaan sih?'' Wildan protes dan hendak menurunkan tangan adiknya itu, namun Sandra malah melototinya, membuat pria itu hanya bisa pasrah.


Sebenarnya apa sih yang mereka rencanakan, apa mereka mau membuat Kay mengira jika kami benar-benar pasangan suami istri?


Batin nya, Wildan memang tak mengetahui rencana pasangan kekasih itu, karna Sandra yakin Wildan tak akan mau mengikutinya, maka dari itu baik Sandra mau pun Bisma tak memberitahu pada Wildan, namun wanita itu mewanti-wanti,pada abangnya itu apa pun hal yang aneh yang ia lakukan itu semua untuk abangnya, untuk Wildan.


'' Kay tersenyum kecut, kala melihat pemandangan yang ada didepannya saat ini, harusnya ia ikut bahagia, harusnya senang melihat mereka kembali mesra,mungkin mba Sandra sudah menyadari kesalahannya pikir Kay, tapi kenapa hatinya seakan menolak, entah kenapa Kay merasa perhatian dan kemesraan yang ditunjukan oleh Sandra pada Wildan itu hanya kebohongan semata, tidak tulus, Kay yakin Sandra tidak benar-benar mencintai laki-laki itu.


Apa dia sudah berubah? Kenapa aku kurang yakin ya? apa dia sudah putus dengan mas Bisma? tapi kenapa aku merasa ada yang aneh ya? bukankah mas Wildan mengatakan jika dia cinta sama aku, lalu kenapa dia masih mesra-mesraan dengan mba Sandra? apa itu artinya yang dia ucapkan tadi hanyalah kebohongan semata.


Batin Kay, berbagai pertanyaan muncul silih berganti dikepala gadis itu, memikirkan itu semua membuat kepalanya serasa mau pecah, namun entah kenapa gadis itu tiba-tiba merasa tidak suka melihat Wildan bersama Sandra, padahal menurutnya itu sangat wajar, toh Sandra adalah istri nya, lalu kenapa Kay merasa tak suka melihat itu semua, apa karna wanita itu telah berselingkuh, jadi Kay merasa Sandra sudah tidak layak bersama Wildan? Melihat Wildan yang bersikap biasa saja pada Sandra malah membuat Kay emosi, mungkin jika dia yang jadi Wildan mungkin Sandra akan segera ia ceraikan, bahkan Bisma, jelas-jelas sudah mengakui perselingkuhan mereka, kenapa Wildan masih saja bersikap baik pada Sandra pikirnya.


'' Dasar mas Wildan bodoh.'' gumamnya, setelah itu gadis itu langsung pergi meninggalkan kamar tersebut, Sandra yang melihat kecemburuan dimata gadis itu tersenyum senang, walaupun ia hanya melihat dari pantulan kaca, namun Sandra sangat yakin jika Kay berasa cemburu padanya.

__ADS_1


'' Aku yakin sebentar lagi Kay akan mengakui perasaannya mas, jadi untuk saat ini mas Wildan harus mengikuti rencanaku dan Bisma, agar jangan dulu memberitahukannya pada Kayla.'' ucapnya mewanti-wanti


'' Terserah kamu, mas mau pergi kerja, hari ini ada meeting dikantor, oya apa hari ini kamu gk kerestoran?'' tanya Wildan


'' Gk mas, aku mau dirumah aja, entar malam jangan lupa ya ajak Bisma kerumah,!" ucap Sandra


'' Hem,'' hanya itu yang keluar dari mulut laki-laki tersebut, setelahnya ia langsung turun dari kamarnya.


Sore harinya terlihat Wildan pulang bersama dengan Bisma, Kay yang saat itu sedang bersama baby Al, langsung menoleh keasal sumber suara yang berasal dari depan.


'' Oh astaga, apa aku gk salah lihat? kenapa mereka terlihat sangat akur? bukankah jelas-jelas mas Bisma mengatakam jika ia mencintai mba Sandra, istrinya mas Wildan, lalu kenapa mereka masih seakrab itu? kenapa aku merasa ini semangkin aneh, sebenarnya yang tidak waras itu aku atau mereka?'' gumam Kay, sambil terus memperhatikan keduanya, yang kini sudah berdiri didepan gadis itu tanpa ia sadar.


'' Kay, ada apa? kenapa sejak tadi melihat kearah kami? apa kamu terpesona melihat pria-pria setampan kami??'' tanya Bisma narsis, membuat Kay serasa mau muntah.


'' Saya? terpesona? oh, itu gk mungkin mas Bisma, percuma tampan tapi kelakuan busuk, dan satu lagi kelewat bego.'' ucapnya pelan diakhir kalimat, namun masih bisa terdengar oleh keduanya.


'' Apa barusan kamu bilang tadi?'' tanya Wildan


'' Gk ada, saya gk bilang apa-apa.'' ucap nya, sedangkan Bisma terkikik dalam hati, sepertinya sebentar lagi gadis ini tak akan bisa menahan kedongkolannya, pikirnya


Bisma menoleh kearah keponakan tersayangnya,'' Hallo sayangnya om,'' sapa Bisma pada baby Al yang saat ini sedang duduk diatas kursi bayinya, bayi tersebut tersenyum dan seselaki mengoceh saat melihat kedatangan kedua pria itu, sedangkan Wildan hanya tersenyum melihat putranya yang sekarang lebih terlihat gemuk dan montok, aah semua ini pasti karna asi gurih milik Kay, pikirnya.


'' Kalian sudah datang, tiba-tiba terdengar suara Sandra, membuat ketiganya mengalihkan pandangan pada wanita itu.


'' Hai cantik,'' goda Bisma pada Sandra membuat Kay langsung melotot tak percaya,gadis itu menoleh pada Wildan untuk melihat reaksi laki-laki itu,namun sepertinya pria itu tak perduli.


'' Aku harus bicara pada laki-laki itu.'' gumam Kay, gadis itu langsung naik menuju lantai dua, dengan emosi dihatinya.


Tok-tok-tok


Terdengar suara gedoran pintu dari luar, membuat Wildan terjengkit kaget sanking kuatnya pintu kamarnya itu diketuk.


'' Siapa sih yang ngetuk sampai seperti itu?'' gerutunya sambil melangkah menuju pintu kamar.


Ceklek, terdengar suara pintu dibuka, dan terlihatlah Kay yang berdiri didepan pintu dengan wajah menahan amarah pada laki-laki itu.


'' Kay ada apa?'' tanya Wildan heran


Tanpa dipersilahkan masuk, gadis itu langsung masuk dan menutup pintu kamar tersebut dengan kuat.


Braak, suara pintu tertutup.


'' Ada apa Kay? kamu kenapa bersikap seperti ini?


'' Mas yang kenapa, kenapa mas seperti ini? sudah ku bilang kalau mba Sandra itu berselingkuh dengan mas Bisma, dia mengkhianati pernikahan kalian mas, tapi kenapa mas masih bersikap baik padanya dan juga mas Bisma? mas Wildan bo*doh atau apa sih? atau karna terlalu bucin makanya mas memaafkan perbuatan mereka iya? bilangnya cinta sama aku, nyatanya cuma bohong aja iya kan? maksud mas Wildan apa?? kalau mas cinta sama aku kenapa mas masih sama mba Sandra???'' cerocosnya, tanpa sadar Kay berharap agar Wildan berjuang untuknya, namun sedetik kemudian Kay langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


Oh Tuhan apa yang barusan tadi ku katakan? kenapa aku malah berkata seperti itu?


Batin Kay merutuki kebodohan nya


'' Kamu cemburu melihatku bersamanya?'' tanya Wildan serius, matanya menatap lekat pada gadis yang ada didepannya, membuat Kay menjadi gugup.


'' Ce-cemburu? kenapa aku harus cemburu? aku hanya tidak ingin mas Wildan dimanfaatkan oleh mereka.'' jawab Kay, gadis itu terus melangkah mundur, karna Wildan semangkin mendekat padanya.


'' Tapi aku merasa mereka tidak memanfaatkan ku sama sekali.'' jawabnya yang masih terus melangkah maju, hingga tubuh Kay tak bisa mundur lagi karna sudah tersandar dibelakang pintu.


'' Mas, jangan seperti ini.'' ucapnya lirih, saat ini wajah mereka benar-benar dekat.


'' Katakan! apa kamu cemburu melihat kedekatan kami?'' ulang Wildan, matanya menatap tajam pada netra coklat milik Kay, seolah menghunus kejantungnya, gadis itu menelan ludahnya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering, tatapan Wildan benar-benar serasa membuat jantungnya hendak melompat keluar.


'' Katakan Kay!!! Sentak Wildan, membuat gadis itu langsung menatap tajam kearahnya.


'' Iya, aku cemburu, aku gk suka melihat kedekatan kalian, aku gk suka melihat mas Wildan disentuh wanita lain, aku gk suka itu aku cemburu, puas kamu maass!!'' ucap Kay dengan nafas memburu, Kay tidak perduli lagi dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, yang pasti saat ini ia ingin laki-laki dihadapannya ini tau jika dia memang cemburu melihat itu semua, karna Kay sudah menyadari jika perasaannya pada Wildan itu adalah cinta.


Wildan tersenyum, akhirnya ia berhasil membuat Kay mengakui perasaannya.'' Itu artinya kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan aku??'' tanya Wildan memastikan


'' Iya, aku cinta mas Wildan, tapi sayangnya cintaku ini telah ku berikan pada orang yang salah.


'' Salah? kenapa?


'' Kenapa mas bilang? mas lupa kalau mba Sandra itu ibunya baby Al?


'' Ya terus??


'' Astaga nih orang benar-benar ya, sekarang aku tanya sama kamu mas, apa mas akan menceraikan mba Sandra setelah mendengar semua ini??


'' Kenapa harus diceraikan? dia memang bundanya Al, tapi bukan berati dia istriku.'' jawab Wildan


'' Hah? maksudnya??'' tanya Kay cengo, gadis itu masih mencerna ucapan Wildan, disaat seperti ini otaknya sangat lama loadingnya, bagai paketan otor yang hampir habis.


'' Ma-maksudnnya mas Wildan apa? apa mba Sandra itu bukan istrinya mas Wildan??'' tanya Kay memastikan, laki-laki itu menggeleng cepat.


'' Dia adik perempuan ku.'' jawab Wildan


Mendengar jawaban Wildan, seketika membuat gadis itu syok, tiba-tiba saja kaki nya terasa lemas, seolah tak bertulang, rasanya gadis itu ingin menghilang saja saat ini juga, malu, itulah yang ia rasakan saat ini, bahkan rasanya ia sudah tidak punya muka lagi sekarang.


Lubang semut mana lubang semut, rasanya aku ingin bersembunyi didalamnya.


Jerit batin Kay


Next

__ADS_1


Woow, bab ini cukup panjang ternyata, sampe tangan otor kebas ngetiknya,, tapi gpp otor sengaja kasih bonus bab yang panjang agar para readers gk gantung bacanya😁 jangan lupa kasih bonus buat otor ya juga ya, dengan jempol dan vote nya 😘🤗


__ADS_2