
Terlihat Kay baru saja keluar dari kamar baby Al, gadis itu mengecek apa bayi tersebut sudah bangun atau belum, dan ternyata belum, jadi Kay memutuskan untuk turun membantu mbok Surti menyiapkan sarapan. Saat hendak menuruni anak tangga Kay mendengar suara pintu terbuka, membuat gadis itu langsung berbalik badan untuk melihatnya, Kay tersenyum saat melihat Wildan yang baru keluar dari kamar nya, sekilas tatapan mereka bertemu, namun sedetik kemudian Wildan langsung memutuskan pandangannya.
'' Pagi pak.'' sapa Kay
'' Sudah saya katakan jika saya bukan bapakmu, jadi jangan panggil saya seperti itu, karna saya tak suka mendengarnya.'' ucap Wildan datar, setelah itu pria tersebut melangkah melewati Kay begitu saja,
'' Jadi aku harus panggil apa??'' tanya Kay tiba-tiba, membuat langkah Wildan terhenti.
''Terserah.'' jawabnya tanpa berbalik, setelah itu kembali melanjutkan langkahnya.
'' Terserah? kalau terserah aku, lalu kenapa harus protes, saat dia ku panggil dengan sebutan bapak? haaiiss nih orang bikin kesel aja, tapi sebenarnya sih aku maunya juga manggil dengan sebutan mas, karna jujur saja aku sudah merasa cocok banget dengan panggilan itu, sayangnya Rudi gk suka, jadi aku harus bagai mana?'' gumamnya frustasi.
Wildan menuruni anak tangga tanpa memperdulikan Kay yang mengekor dibelakangnya.
'' Pagi mas.'' sapa Sandra saat melihat abangnya turun, laki-laki itu hanya tersenyum sebagai jawaban
'' Kamu kenapa Kay? kok muka nya ditekuk gitu?'' ucap Sandra sambil memperhatikan wajah Kay yang cemberut dibelakang abangnya
''Hah? gk kok mba, kenapa saya harus cemberut, hehe.'' jawabnya sambil tertawa garing, Kay melirik dengan sinis pada Wildan lalu melewatinya begitu saja menuju dapur.
'' Ada apa lagi?'' tanya Sandra pelan pada abangnya, Wildan hanya mengangkat bahu tak acuh.
'' Kay apa mama ada menelponmu?'' tanya Sandra disela-sela sarapannya.
'' Ada mba, bu Dewi bilang mungkin besok lusa baru bisa pulang,'' jawab Kay menoleh sekilas, lalu kembali melanjutkan aktivitasnya membuat susu yang diminta Sandra.
'' Ini mba susunya.'' ucap Kay sambil meletakan segelas susu didepan Sandra,
'' Makasih Kay, oya Kayla tolong buatin satu lagi untuk mas Wildan ya!" ucap Sandra
'' Gk perlu, saya sudah ada kopi.'' jawabnya cepat.
'' Sekali-kali itu minum susu mas, biar sehat.'' ucap Sandra, sambil menyudahi makannya lalu meneguk susu miliknya.
'' Gk enak, rasanya aneh.'' jawab pria itu asal
__ADS_1
'' Iya mba, kalau susu teler rasanya memang aneh, tapi kalau susu gantung rasanya gurih mba, bikin nagih.'' celetuk Kay, sambil tersenyum sinis pada Wildan, sedangkan Wildan yang mendengar langsung terbatuk-batuk
Uhuk-uhuk-uhuk
'' Loh-loh mas, kok malah batuk, nih minum.'' ucap Sandra sambil memberikan segelas air putih, Wildan pun langsung meminumnya hingga habis setengah.
'' Mas Wildan gpp kan?'' tanya Sandra,yang dijawab dengan gelengan kepala oleh pria itu.
Gadis ini benar-benar ya? awas saja kamu gadis nakal.
Gumam hati Wildan
Maksud Kayla tadi apa ya? apa jangan-jangan mereka sudah??
Dalam hati Sandra menebak-nebak, yang terjadi diantara abangnya dan Kayla, apa lagi saat ini Sandra melihat hubungan keduanya pagi ini tidak seperti biasa, apa yang terjadi pikirnya.
'' Oya mas aku duluan ya? soalnya ada beberapa barang yang mau masuk, dan aku harua mengeceknya langsung, Kay saya titip baby Al ya?'' ucap Sandra sambil beranjak dari duduknya
'' Okey, hati-hati dijalan mba Sandra.'' ucap Kay, setelah kepergian Sandra, Kay pun langsung beranjak dari dapur meninggalkan Wildan sendiri, sedangkan Wildan yang merasa dicueki langsung bangkit menyusul Kay yang melangkah menuju kamarnya, sepertinya pria itu harus bicara serius dengan gadis itu.
'' Mas Wildan.'' gumam Kay pelan
Tanpa dipersilahkan, Wildan langsung masuk kedalam, lalu menutupnya.
'' Ada apa? kenapa masuk kekamar ku?'' ucap Kay gugup, sebab Wildan terus menatap dengan sorotan mata tajam membuat gadia itu menelan ludahnya kasar
Mas Wildan kenapa lihat aku kayak gitu ya, dia marah banget kayaknya sama aku.
Batinnya, gadis itu menunduk tak berani menatap mata tajam itu.
'' Kay lihat mas!" ucap Wildan, membuat gadis itu seketika mengangkat wajahnya.
'' Mas mau tanya, apa kamu mencintai laki-laki itu?''
Gadis itu merasa bingung saat mendapat pertanyaan dari Wildan, apakah ia harus menjawabnya, pikir Kay.'' Apa aku harus menjawabnya?'' tanya Kay, gadis itu memberanikan diri untuk menatap netra hitam milik Wildan
__ADS_1
'' Mas butuh jawabanmu, kamu tau mas menyukaimu dan mas mau kamu jadi miliknya mas, jika memang perasaan kita sama, tapi kalau kami mengatakan jika kamu mencintai laki-laki itu maka mas tidak akan mengusikmu lagi.'' ucapnya serius
'' Aku gk bisa jawab sekarang,'' ucapnya lirih
'' Kenapa??
'' Karna aku memberikan waktu satu bulan pada Rudi, jika dalam waktu tersebut aku belum mencintainya maka kami bisa memutuskan hubungan kami.'' jelas Kay, terdengar konyol memang, bahkan dia sendiri juga sudah menyadari perasaannya pada Rudi bukanlah perasaan cinta, lalu mau menunggu apa lagi?
Mendengar itu Wildan tersenyum miring.'' Memang sudah berapa lama kalian menjalani nya?'' tanya pria itu penasaran, mereka masih berdiri dibelakang pintu, sedangkan Wildan menyandarkan tubuhnya didaun pintu kamar gadis itu dengan tangan terlipat didada.
'' Sudah dua minggu.'' jawabnya pelan
'' Benarkah? lalu apa yang kamu rasakan selama menjalani separuh waktu itu? dan apa kamu sudah mulai mencintainya?'' tanya Wildan, sebenarnya pria itu tak suka mengatakannya, namun ia juga harus tau jawaban gadis itu
'' Belum.'' jawabnya lagi namun dengan sangat pelan
'' Belum? bukan belum, tapi memang tidak bisa, kamu pikir dengan waktu dua minggu yang tersisa kamu bisa mencintai dia? lagi pula mas tau kalau kamu itu hanya mencintai mas, bahkan kamu sendiri sudah mengakuinya, lalu tunggu apa lagi? dengar Kay! dengan kamu mengulur waktu, secara tidak langsung kamu hanya akan memberi harapan palsu pada pria itu, sedangkan kamu sendiri sudah tau jawabannya, jadi buat apa kamu harus menunggu ??'' ucap Wildan.
Yang dikatakan mas Wildan benar, aku tidak boleh menunggu lagi, aku takut nantinya Rudi akan semangkin sakit saat tau kenyataannya, secepatnya aku bicara dengannya.
Batin gadis itu
'' Apa kamu sudah buat keputusan kapan akan bicara dengan laki-laki itu?'' tanya Wildan seolah tau pikiran gadis itu.
Belum, tapi aku akan bicara secepatnya, mas Wildan benar, buat apa menunggu lagi jika jawabannya tetap sama.'' ucap Kay membuat Wildan tersenyum mendengarnya.
'' Nanti dijam makan siang mas akan pulang untuk menjemputmu, mas mau kamu bicara dengan Rudi hari ini direstoran.'' ucap Wildan yang merasa tidak sabar.
'' Nanti siang??
'' Iya, lebih cepat lebih baik!
Next
Kira2 Rudi akan terima gk ya diputusin oleh Kayla? yuk koment
__ADS_1
Ditunggu episode selanjutnya ya!!!