Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 46


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat Kay dan juga Wildan datang bersama rombongan keluarga lainya, ada Bu Dwi Sandra dan juga Bisma, tak ketinggalan mbok Surti yang hadir bersama baby Al dalam gendongannya, sedangkan Bu Sri tidak dapat hadir dikarenakan ada keperluan mendadak.


'' Waah ternyata pestanya mewah juga ya mas.'' ucap Kay sambil berdecak kagum, melihat dekor pernikahan Seli yang menurutnya sangat indah.


'' Kenapa? apa kamu ingin kita mengadakan resepsi? kemarin kan kita hanya nikah saja? resepsinya kan belum.'' ucap Wildan


'' Gk perlu mas, walaupun kita hanya ijab, itu sudah sangat membahagiakan buat aku mas, yang penting bersama mas Wildan '' ucapnya sambil tersenyum manis membuat hati Wildan langsung meleleh dibuatnya.


'' Heii sudah dong, saling mengaguminya nanti saja lanjut dikamar, saat ini kita dipestanya Seli dan bang Apoy, yuk ah kita keatas panggung dulu buat ngucapin selamat.'' ucap Sandra


'' Iya ayo kita keatas dulu buat poto bareng mereka.'' ucap Bu Dewi yang langsung melangkah mendahului anak-anaknya.


'' Mah tunggu dong.'' panggil Sandra saat melihat sang mama mendahului mereka.


Seli yang saat itu berada diatas singgasananya tersenyum saat melihat kedatangan sahabatnya beserta semua keluarga nya.


'' Nak Seli selamat ya? kamu sangat cantik dengan gaun ini.'' ucap Bu Dewi sambil tersenyum


'' Terimakasih bu, karna sudah datang dihari pernikahan ku, aku sangat bahagia melihat semuanya datang.'' ucapnya sambil terharu, sebenarnya tadi Kay dan Wildan sempat hadir diacara ijab kabulnya, dan malamnya mereka kembali datang untuk menghadiri acara resepsi pernikahannya, terlihat banyak teman dan rekan bisnis mereka yang hadir, Winda juga terlihat datang bersama dengan Vivi disana, namun ia sama sekali tak ingin mengucapkan selamat pada abang dan kakak iparnya tersebut, karna pada dasarnya gadis itu tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, ya walaupun Apoy dan Seli sudah menikah sekarang, namun tetap saja gadis itu tak akan pernah merestui pernikahan mereka, karna menurutnya Seli hanya parasit bagi Abang nya, dan ia juga berpikir jika Seli mau menikah dengan Apoy hanya karna harta.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, resepsi sudah selesai dari satu jam yang lalu, kini Seli dan Apoy sudah berada didalam kamar hotel, terdengar suara gemercik air didalam kamar mandi, menandakan ada aktivitas didalam sana. sedangkan didalam kamar terlihat Seli sedang membuka atribut yang melekat diatas rambutnya, tak lama terlihat Apoy keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap, tubuhnya juga terlihat jauh lebih segar.


'' Sayang mandilah, Abang udah siapa kan air hangat buat kamu mandi.'' ucap Apoy

__ADS_1


'' Sebentar lagi bang, aku lagi buka ini,'' ucapnya sambil melepaskan satu persatu pita yang berbentuk cepitan kecil memanjang, dari atas rambutnya.


'' Mau Abang bantu melepaskannya?'' tawar nya saat melihat Seli kesusahan melepaskan jepitan tersebut dari rambutnya.


'' Boleh, tapi pelan-pelan ya bang.'' ucapnya


Apoy pun langsung membantu istrinya untuk melepaskan jepitan tersebut, dengan hati-hati karena saat ia menarik jepitan itu, namun rambut Seli ikut tertarik, membuat Seli mengaduh kesakitan.


''Aw-aw-aw, bang sakit, pelan-pelan dong, coba lihat rambutnya ikutan ketarik kan?'' protesnya saat melihat jepitan yang sudah terlepas dari rambutnya, namun dengan helaian rambut yang menempel disana.


'' Maaf sayang, Abang gk sengaja, habisnya susah sih, melepaskannya.''


'' Yasudah biar aku aja yang lepasinnya, nanti rontok lagi rambut aku, kalau Abang ikut bantuin.'' ucap Seli, membuat pria itu hanya menggeleng kan kepalanya, mendengar ocehan sang istri. Lima belas menit kemudian Seli baru selesai melepas semua jepitan tersebut dari rambutnya, gadis itu melihat jam yang ada diatas nakas tempat tidur, yang sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam, lalu ia melirik kearah tempat tidur, ia melihat suaminya terlihat sibuk dengan ponsel miliknya, membuat Seli merasa penasaran.


'' Bang Apoy sedang apa?'' tanya gadis itu, membuat Apoy langsung mengalihkan pandangannya pada sang istri.


'' Mas kalau gitu aku mandi dulu.'' ucap Seli, sambil melangkah menuju kamar mandi


'' Mau Abang buatkan lagi air hangatnya?'' ucap Apoy


'' Gk perlu bang, biar aku sendiri saja.'' jawabnya sambil berlalu menuju kamar mandi


Tiga puluh menit berlalu namun belum ada tanda-tanda gadis itu keluar dari kamar mandi, membuat Apoy meras khawatir.'' Kenapa Seli lama sekali dikamar mandi? apa masih belum selesai juga mandinya? gumam Apoy, lalu pria itu pun melangkah menuju kamar mandi untuk melihat keadaan istrinya itu

__ADS_1


Tok-tok-tok


'' Sel, Seli kamu masih lama?'' panggil nya dari luar


'' I-iya bang sebentar lagi.'' jawabnya sedikit gugup, sebenarnya Seli sudah selesai mandi dari sepuluh menit yang lalu, hanya saja tiba-tiba rasa gugup melanda hati dan pikirannya, karna bagai mana pun ini adalah malam pertamanya dengan Apoy, dan itu membuat Seli deg-degan dibuatnya, ada sedikit rasa takut dihatinya jika harus melakukan nya malam ini.


Apoy kembali mengetuk pintu kamar mandi, membuat Seli terpaksa membuka pintu tersebut


Ceklek, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, tak lama terlihat Seli keluar dari dalam dengan hanya menggunakan jubah mandi yang disediakan oleh pihak hotel, terlihat Seli juga menutup rambutnya dengan handuk, karna gadis itu baru saja selesai mencuci rambutnya.


'' Kamu keramas malam-malam begini?


'' Iya bang, habisnya rambut aku rasanya lengket gk enak banget.'' jelasnya


'' Yasudah, kalau gitu ayo biar Abang bantu kamu untuk mengeringkannya.'' ucap Apoy sambil menarik tangan Seli menuju meja rias yang terdapat dikamar tersebut. Apoy mengambil hair dryer yang disediakan pihak hotel dari dalam laci meja rias tersebut.


Apoy menyuruh Seli duduk didepan meja rias, lalu pria itu membuka handuk yang membungkus kepala istrinya itu, dan Apoy pun langsung menghidupkan alat pengering rambut tersebut.


Duuh,, seneng banget rasanya diperlakukan seperti ini oleh suami sendiri.


Batinnya, sambil menikmati perlakuan suaminya, tiga menit kemudian, Apoy mematikan hair dryer tersebut, karna rambut Seli juga sudah setengah mengering, Apoy menyimpan kembali alat tersebut didalam laci.


'' Ayo kita pindah ketempat tidur.'' ajaknya sambil menggenggam tangan istrinya tersebut.

__ADS_1


'' Tangan kamu dingin? kamu nervous ya?'' tebak Apoy, saat ini kedua ya sudah berada diatas tempat tidur, tempat tidur dengan ranjang yang dihiasi banyak bunga mawar diatasnya, dengan bentuk hati, menambah kesan romantis.


Bersambung


__ADS_2