
Karna banyaknya permintaan dari lanjutan novel ini, maka baiklah.. karna otornya baik hati dan tidak sombong 😃, otor akan kabulkan permintaan kalian biar para readers semua senang.....
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
HAPPY READING
DUA BULAN KEMUDIAN...
Malam ini keluarga bu Dewi sedang kedatangan tamu dirumahnya, tepatnya tamu yang sebentar lagi akan menjadi besannya, dan mereka adalah kedua orangtua nya Bisma yang akan datang dari luar kota, mereka datang untuk melamar anak gadis dari keluarga tersebut yang tak lain adalah Sandra.
'' Mba Sandra cantik sekali.'' ucap Kay, saat ini mereka sedang berada dikamar Sandra, gadis yang akan dilamar itu, meminta Kay untuk membantunya merias diri, acara lamaran itu memang terbilang sederhana, karna itu adalah permintaan Sandra sendiri, bahkan mereka hanya mengundang beberapa kerabat dekat saja.
'' Kamu juga cantik Kay, orang-orang tidak akan tau jika kamu itu seorang janda.'' ucap Sandra keceplosan, Kay yang mendengar hanya bisa tersenyum miris, sedangkan Sandra merutuki kebodohannya itu, bisa-bisa nya ia mengatakan itu pada Kay
'' Mm,, Kay maaf ya, saya gk maksud berkata seperti itu sama kamu.'' sesal nya
'' Gpp kok mba, lagian mba Sandra benar, mau secantik apapun aku, status ku tetaplah seorang janda.'' jawabnya sambil mencoba tersenyum
'' Kay tolong kamu jangan bicara seperti itu, saya merasa jadi sangat bersalah, dengar ya Kay, kamu itu sudah saya anggap sebagai adik sendiri, jadi kamu jangan pernah berkecil hati, walaupun status kamu sebagai seorang janda, tapi kamu adalah janda yang terhormat.'' ucap Sandra
'' Iya mba, dan aku tidak pernah menyesali nya sama sekali, aku bahagia pernah jadi istrinya Juno, walaupun hanya sebentar.'' ucapnya mencoba menguatkan diri, walaupun air matanya tak bisa dicegah untuk tidak turun dari pelupuk matanya.
__ADS_1
'' Sudah jangan menangis, ini adalah hari bahagia ku, dan saya tak ingin melihat ada yang menangis dihari ini, jadi Kay saya mohon tersenyumlah!'' pinta Sandra
'' Iya mba, aku tidak akan menangis.'' jawabnya sambil mencoba tersenyum.
Sementara dikamar yang berbeda terlihat Wildan sedang sibuk dengan layar laptopnya.
Tok-tok-tok
'' Masuk!" ucap Wildan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop tersebut.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka, bersamaan itu terlihat Bu Dewi masuk sambil membawa pakaian untuk Wildan.
'' Sayang kamu kok masih sibuk kerja sih? adikmu sebentar lagi mau lamaran loh, cepat ganti pakaianmu, itu sudah mama letakan diatas tempat tidur bajunya.'' ucap Bu Dewi
'' Yasudah tapi cepat ya, sementara lagi Bisma dan keluarganya akan datang, kan gk lucu jika kamu sebagai abangnya gk ada saat mereka datang.'' jelas Bu Dewi
'' Iya mah, Mama tenang saja, sebentar lagi aku akan turun.'' jawabnya
'' Baiklah kalau begitu mama turun dulu.'' ucap Bu Dewi yang langsung melangkah menuju pintu kamar.
30 menit kemudian terlihat rombongan keluarga Bisma sudah memasuki halaman kediaman Bu Dewi, satu persatu orang keluar dari dalam mobil. Terlihat ada dua mobil yang datang.
__ADS_1
Bu Dewi, Wildan dan beberapa orang keluarga lainnya terlihat sudah berada didepan teras untuk menyambut kedatangan mereka. Kedua keluarga saling sapa, beramah tamah, kemudian mereka pun diajak masuk kedalam rumah.
'' Mari silahkan!! ucap Bu Dewi dengan senyum yang terus mengembang.
'' Mbok coba panggil Sandra bilang calon suaminya sudah datang.'' ucap Bu Dewi yang sebenarnya kata-kata itu ia tujukan untuk menggoda calon menantunya Bisma, dan tentu saja pria itu langsung tersipu saat Bu Dewi berkata demikian.
Wildan melirik sekilas seorang pria yang berperawakan tinggi, terlihat tampan dan berkarisma dan ia merasa tak asing dengan pria itu, tapi Wildan lupa dimana ia pernah melihatnya, namun seketika pandangannya teralihkan kala melihat tiga orang wanita cantik yang menuruni anak tangga, mereka memakai pakaian dengan warna yang senada namun dengan model yang berbeda-beda, pandangan Wildan tak pernah beralih pada wanita yang berada dibelakang sang adik, siapa lagi kalau bukan Kay, wanita itu terlihat sangat anggun dengan balutan kebaya lengan pendek dipadukan dengan rok batik senada dengan warna bajunya sangat cantik dimatanya, meskipun Ningsih juga cantik namun baginya tetap hanya Kay saja yang mempesona dimatanya, meski begitu sang calon pengantin pun tak kalah cantik, dan tentunya akan membuat Bisma tak akan berkedip memandangnya.
'' Waahh,, cantik-cantik sekali mereka, yang mana calon kamu Bi? kalau bisa ketiganya aja kita jadikan calon menantu.'' ucap Tante Bisma membuat semua orang yang berada disana tertawa bersama, kecuali Wildan yang terlihat sedikit tak senang dengan ucapan wanita paruh baya itu, walau pun hanya bercanda, namun entah kenapa, ia merasa jika itu adalah ucapan dari hati, apa lagi wanita itu juga dapat menatap kearah Kay.
Pandangan Wildan tak sengaja melihat pada lelaki yang duduk di bagian belakang, terlihat laki-laki itu juga fokus menatap kearah ketiga wanita cantik itu, tepatnya kearah Kayla, karna Wildan sangat tau pandangan laki-lak itu bukan tertuju pada Sandra atau pun Ningsih, namun terlihat menatap kearah Kay dan Wildan tidak menyukai itu.
'' Nah ini dia calon pengantinnya,'' goda Bu Rahma, ibu nya Ningsih kakak dari Bu Dewi
'' Ayo duduk disebelah Bisma dong Sa,'' sambung Rahma, yang langsung diangguki oleh Sandra
'' Ningsih dan Kay duduk disebelah situ aja, mana tau ada yang cocok dengan cowok-cowok tampan yang duduk di bagian belakang itu.'' ucap nya lagi bermaksud menggoda putrinya dan juga Kayla, sebenarnya Rahma sama seperti Bu Dewi ia juga sangat menyukai Kayla, bahkan ia juga setuju kala adiknya Bu Dewi ingin menjadikan Kay sebagai istrinya Wildan, apa lagi Juno sendirilah yang mengamanahkan agar keduanya menikah, meskipun sebenarnya Rahma juga tau, kalau putrinya Ningsih menyukai Wildan, namun ia tak perduli, sama seperti Bu Dewi, Rahma juga tak setuju jika Ningsih berhubungan dengan Wildan, karna menurutnya saudara tidak bisa menikah, walaupun secara agama tidak mempermasalahkannya karna mereka hanya sepupu, namun bagi Bu Dewi dan Bu Rahma tetap saja itu tidak diperbolehkan dikeluarkan mereka, sebab akan aneh jika sampai Bu Dewi dan Bu Rahma menjadi besan, padahal hubungan keduanya adalah kakak dan adik kandung.
'' Mama apaan sih.'' gerutu Ningsih, merasa tak suka dengan candaan mama nya itu, yang masih bisa terdengar oleh Kay.
Proses demi proses berjalan dengan lancar dari acara tukar cincin dan seserahan juga sudah selesai, kedua keluarga juga sepakat bahwa pernikahan putra-putri mereka akan diadakan satu bulan dari sekarang. Saat ini terlihat kedua keluarga itu saling berbincang, Bu Dewi, Bu Rahma dan Bu Retno mamanya Bisma terlihat mengobrol, sedangkan pak Bram dan paman Wildan juga terlihat mengobrol ringan, Wildan melihat Kay yang saat itu tengah duduk sendirian, saat pria itu bermaksud ingin mendekatinya, ternyata ada seseorang yang lebih dulu mendekatinya, dan pria itu adalah pria yang sama yang menatap Kay dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
'' Ck, mereka nampak sangat serasi ya?'' tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sengaja membuat perasaan Wildan semangkin memanas.
Bersambung