Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Sisi Lain Rudi


__ADS_3

Setelah makan siang, Kay langsung mencari keberadaan Rudi, yang katanya sedang berada dibagian gudang, karna saat Kay bertanya tadi pada Arif lelaki itu mengatakan jika Rudi sedang menyusun beberapa barang didalam gudang.


'' Rudi!" panggil Kay saat melihat pemuda tersebut sedang memasuki gudang sambil membawa tumpukan barang ditangannya.


'' Sepertinya dia gk dengar.'' gumam Kay sambil melangkah menuju gudang dimana pemuda itu tadi masuk.


Kay masuk kedalam gudang tersebut, walaupun gudang, namun tempat itu sangat bersih, karna hampir setiap hari tempat tersebut dibersihkan, tempatnya juga lumayan luas, hingga tak jarang bagi sebagian karyawan pria menggunakan gudang tersebut untuk beristirahat sejenak, dari rasa lelahnya bekerja. Saat berbalik Rudi terkejut saat tiba-tiba Kay sudah berdiri dibelakangnya


'' Kay,'' pekiknya sambil memegangi dadanya, yang spontan membuat Kay terkekeh.


'' Maaf udah buat kamu terkejut, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, makanya aku nyusul kesini.'' ucapnya


'' Ada apa? apa yang ingin kamu bicarakan sampai kamu harus datang kegudang? kenapa gk nunggu didepan aja?


'' Gk apa-apa kok, kamu masih lama gk?


'' Sebenarnya masih ada kerjaan sedikit lagi sih, tapi kalau mau bicara yaudah sekarang aja gpp kok, emangnya kamu mau membicarakan apa Kay?'' tanya Rudi sambil menatap lekat pada gadis itu.


'' Emm, sebenarnya aku...,,apa kita harus bicara disini?


'' Ya gk apa-apa kan? sudah bicara aja, sebaiknya kita duduk disana.'' ucap Rudi sambil menunjuk kursi plastik yang bersusun disudut ruangan.


'' Rudi sebenarnya kedatanganku kesini ingin membicarakan sesuatu sama kamu, dan aku--,, sejenak Kay menjeda ucapannya.

__ADS_1


'' Kamu kenapa Kay??'' Rudi memperhatikan gerak-gerik gadis itu yang terlihat gelisah, ia juga terlihat memilin ujung baju miliknya, membuat perasaan Rudi seketika tidak enak.


Sebenarnya apa yang mau dikatakan Kay?kenapa dia terlihat gugup seperti ini? apa jangan-jangan dia...


'' Rudi sebenarnya aku udah memiliki jawaban atas perasaanku sama kamu.'' ucap Kay sambil menatap wajah pemuda itu


Rudi tersenyum paksa lalu berkata.'' Santai aja Kay, jangan terburu-buru, bukankah masih ada dua minggu lagi untuk memberika jawaban padaku?'' ucap Rudi, sebenarnya pemuda itu sedikit banyak sudah tau jawaban apa yang akan diucapkan oleh gadis itu, namun Rudi seolah menepisnya, pemuda tampan itu masih menunggu apa yang akan dikatakan gadis itu selanjutnya.


'' Maaf Rudi, sepertinya kita gk bisa untuk sama-sama lagi.'' ucapnya lirih, gadis itu menundukan pandangannya, tak berani menatap pemuda dihadapannya.


Sakit, itulah yang Rudi rasakan saat ini, meski pun sebenarnya ia sudah bisa menebak jawabannya, namun tetap saja jauh dilubuk hatinya ia sangat berharap Kay bisa menerima cintanya.


'' Rudi? kamu gpp kan? aku benar-benar minta maaf karna gk bisa melanjutkan hubungan ini, karna aku tidak memiliki perasaan sama kamu, sekali lagi aku minta maaf, kamu orang baik, aku yakin kamu bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dariku nanti,'' ucap Kay tulus


'' Mencobanya? maksud kamu apa Rud? kamu pikir selama ini aku gk benar-benar mencoba mencintai kamu gitu?''


'' Sepertinya memang begitu, buktinya saat kamu menjadi kekasihku kamu nya gk benar-benar menjaga perasaan aku Kay, aku perhatiin kamu itu sering jalan sama cowok lain, apa kamu gk mikirin gimana perasaan aku saat itu Kay? aku disini selalu menjaga hati dan juga jarak dengan wanita lain yang ingin mendekatiku, tapi kamu? kamu malah terlihat sering bersama laki-laki lain.'' ucap Rudi dengan menggebu


'' Maksud kamu apa? siapa?


'' Kamu tau siapa yang aku maksud Kay, kamu tau itu, dan aku yakin kamu nolak aku karna dia kan? karna kamu suka sama laki-laki itu kan?'' sarkasnya


Kay memejamkan mata sejenak, dalam hati Kay membenarkan ucapan Rudi, dia memang menyukai Wildan, tapi bukan itu alasan yang sebenarnya, Kay membuka mata, sambil menatap pada pemuda didepannya.'' Rudi kamu salah, bukan itu alasannya.'' ucapnya pelan,

__ADS_1


'' Halah Kay, gk usah munafik kamu.'' jawabnya membuat Kay tersentak kaget. Gadis itu benar-benar tidak menyangka Rudi yang selama ini ia kenal selalu berbicara lembut dengannya kini seolah menghilang, yang terlihat didepannya seolah sosok yang berbeda bukan Rudi yang ia kenal.


'' Kenapa Kay? kenapa? apa kurangnya aku sama kamu? Kurang baik apa aku selama ini sama kamu? apa karna aku miskin? iya???'' Rudi terus memberondong gadis itu dengan pertanyaan-pertanyaan yang jelas-jelas Rudi sendiri tau jawabannya, yaitu cinta, Kay sama sekali tidak mencintai nya, bukan karna harta atau apapun, tapi karna perasaan mereka yang tidak sama, Rudi juga tau jika Kay bukanlah gadis yang matre dan gila harta, tapi kenapa saat ini pemuda itu bisa mengatakan hal seperti itu? pikirnya.


'' Rudi kamu salah paham, saat kita memiliki hubungan aku gk pernah berhubungan dengan siapa pun termasuk mas Wildan, kamu tau aku kan? aku bukan tipe orang yang akan berselingkuh saat sedang menjalin hubungan dengan orang lain.'' jelasnya


'' Tapi kenapa kamu menolakku KAY? KENAPAAA??? sentak pria itu membuat Kay kembali terkejut.


'' Rudi, kamu kenapa jadi kasar seperti ini?'' ucap Kay, gadis itu sedikit memundurkan kursinya karna takut.


'' Kamu bertanya Kay?? kamu tau kenapa aku menjadi begini?? semua karna KAMU, kamu yang membuat aku seperti ini MIKAYLA, aku sakit Kay, hatiku sangat sakit, aku sangat mencintai kamu, dan berharap bisa hidup bahagia bersamamu, tapi apa? Kenyataan tak seindah yang ku bayangkan, kamu tega Kay sama aku, TEGA! Aku sangat-sangat mencintai kamu, tapi kenapa kamu tidak pernah melihat itu HAH??'' Rudi menatap nyalang pada gadis itu, membuat Kay ketakutan


'' Aku tau setelah kamu putusin aku dan mencampakan aku seperti ini, kamu pasti akan jadian kan sama laki-laki itu?? iya kan?? jawab aku Kay! kamu suka kan sama dia?? kamu cinta sama laki-laki yang bernama Wildan itu kan??'' hardiknya lagi


Ya Tuhan, apa yang terjadi pada Rudi? kenapa dia bisa jadi seperti ini? aku gk nyangka sebegitu dalamnya perasaan nya sama aku, tapi aku harus apa? perasaanku gk bisa menerimanya, aku tidak mencinta nya.


Batin gadis itu, Kay menatap Rudi yang kini terlihat memandang lurus kedepan, pandangan pemuda itu terlihat kosong, melihat itu Kay benar-benar merasa bersalah, hatinya juga sakit melihat pemuda itu terluka karnanya, namun dia bisa apa? bukankah perasaan tidak bisa dipaksakan? jika Kay terus bertahan dengan alasan merasa kasihan, maka itu sama saja akan menyakitin perasaan keduanya nantinya.


'' Rudi aku benar-benar minta maaf, dan aku harap kamu bisa menerimanya,'' setelah mengatakan itu Kay langsung berdiri dari tempat duduknya hendak meninggalkan ruangan tersebut, namun tiba-tiba tangannya dicengkram oleh Rudi, membuat gadis itu meringis karna merasakan sakit.


'' Rudi kamu apa-apan sih? tanganku sakit.'' ucapnya sambil mencoba melepaskan tangan nya dari cengkraman pemuda itu.


'' Aku gk mau putus dari kamu Kay, aku cinta sama kamu, dan aku gk mau kamu pergi dari ku, apa lagi hanya karna laki-laki itu.'' ucap nya dingin, sorot mata pemuda itu sungguh menakutkan bagi Kayla.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2