Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Seminggu Berlalu


__ADS_3

Sudah satu minggu Juno koma dirumah sakit, satu minggu itu pula Kay selalu datang mengunjungi suaminya itu, tak pernah satu haripun yang ia lewatkan, meskipun begitu gadis itu tak lupa untuk tetap menyumbangkan ASI-nya pada panti asuhan Kasih Bunda, panti asuhan yang dimana secara tidak langsung telah mempertemukan Kay dengan orang-orang yang dicintainya, yang menjadi keluarganya saat ini.


Kay masuk kedalam ruangan sang suami, ia duduk disamping tubuh Juno, gadis itu menatap lamat wajah suaminya, dengan perasaan yang hancur karna melihat kondisi Juno yang terlihat lemah tak berdaya, namun Kay tidak kan memperlihatkan itu semua, justru sebaliknya, Kay ingin terlihat tegar didepan orang lain walaupun hatinya sakit saat melihat suaminya terbaring tak berdaya seperti itu.'' Haii Juno, kamu apa kabar? kamu tau? sekarang keponakanmu itu sudah bisa bicara loh,, dan dia memanggilku dengan sebutan mama, senang sekali rasanya, cepatlah sadar Jun, biar kamu juga bisa mendengarnya, keponakanmu itu sungguh sangat menggemaskan," ucapnya dengan nada yang ceria, bahkan dihiasin dengan senyum di bibirnya," Jun aku kangen sama kamu, cepatlah sadar.'' sambungnya dengan suara lirih, Kay menggenggam tangan suaminya berharap suaminya itu dapat mendengar ucapan dan merasakan genggaman tangannya.


Diruangan lain, namun masih ditempat yang sama.


Terlihat Bu Dewi sedang menyuapi putra sulungnya makan diatas tempat tidur, tepatnya tempat tidur yang tersedia dirumah sakit,, karna memang luka tembak yang dialaminya cukup parah dan mengenai bagian bahu kanan dan juga dibagian pinggang, Wildan memang sudah sadarkan diri, sehari setelah operasinya, setelah melewati masa kritis, akhirnya kondisi lelaki tersebut dinyatakan stabil dan saat ini sedang dalam masa pemulihan.


'' Mah aku sudah kenyang.'' ucapnya sambil menolak suapan yang akan diberikan lagi oleh bu Dewi


'' Satu suap lagi nak, kamu baru makan beberapa suap, mana kenyang sayang.'' protes bu Dewi


'' Gk enak mah, rasanya hambar.'' jawab nya polos, membuat Bu Dewi tersenyum mendengarnya, walaupun putra bungsunya masih belum sadarkan diri, namun Bu Dewi selalu oktimis dan selalu berharap jika Juno akan segera bangun, dan bisa berkumpul kembali dengan mereka.

__ADS_1


'' Makanya makan yang banyak, biar cepat sembuh, nanti kalau kamu sudah sembuh, mama akan masakin makanan kesukaan kamu, dan pastinya tidak akan sehambar masakan rumah sakit ini.'' ucap Bu Dewi, Wildan hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya itu.


'' Bagai mana keadaan Juno mah? apa dia masih belum sadarkan diri?'' tanya Wildan dengan nada lirih.


Bu Dewi meletakan mangkuk bekas bubur tersebut diatas nampan, yang ada dinakas tak jauh dari nya.


''Keadaannya masih tetap sama nak, tapi dokter bilang kita tetap harus terus mengajaknya bicara, agar merangsang perkembangan otaknya, terkadang mama sangat kasihan melihat Kay, wanita itu terlihat semangkin kurus, mama perhatikan di juga jarang makan bersama dirumah, setiap mama tawarkan Kay selalu bilang belum lapar, ibu Sri bilang, Kay merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa Juno, sebab dia bilang karna dialah Juno celaka.'' jelas Bu Dewi yang kembali menceritakan apa yang disampaikan oleh Bu Sri kala itu padanya.


'' Tapi itu bukan kesalahan Kay mah, sebagai suami Juno pantas melindungi istrinya, walaupun sebenarnya kita juga tidak mau semua ini terjadi.'' ucap nya dengan suara pelan.


'' Wildan, apa kamu masih menyimpan perasaan pada Kayla nak?'' tanya bu Dewi tiba-tiba, ia menatap putranya itu dengan seksama


'' Apa mama masih perlu jawabanku??'' tanya Wildan balik

__ADS_1


Terdengar hembusan nafas panjang dari hidung wanita paruh baya tersebut '' Apa itu artinya kamu masih mencintainya nak?'' tanya bu Dewi dengan pandangan sedih, Bu Dewi hanya tidak ingin Wildan terus berada dimasa lalu, sedangkan Kay sendiri juga sudah melanjutkan hidupnya


Wildan tersenyum hambar.'' Mama tenang saja, walau perasaanku masih ada padanya, aku tidak akan merusak hubungan mereka dengan cara mendekati Kay, aku tau diri, walau bagai mana pun dulu aku yang meninggalkan nya.'' ucapnya sendu


'' Nak, mama yakin kamu akan menemukan wanita yang jauh lebih baik lagi dari Kay, mama yakin itu.'' ucap Bu Dewi menyemangati Wildan.


'' Kalau sudah ada kenapa harus mencari yang lain bude.'' ucap Ningsih yang tiba-tiba masuk, tertanya gadis itu sempat mendengar pembicaraan keduanya tadi. Bu Dewi menatap bingung pada gadis itu.


'' Ningsih apa maksudmu?'' tanya bu Dewi yang memang tidak tau jika keponakannya itu menyimpan rasa pada putranya


'' Sebenarnya aku sudah lama menyukai mas Wildan bude, dan aku mau bude merestui nya.'' ucapnya membuat Bu Dewi seketika terkejut.


'' Apa? kamu menyukai Wildan? sejak kapan Ning? kok bisa sih nak? kalian bersaudara loh, walaupun kalian bisa menikah, tapi maaf Ning, bude gk setuju kalau kamu dan Wildan menikah nak, karna bude sudah anggap kamu sebagai anak bude sendiri,'' ucap Bu Dewi terus terang, membuat Ningsih sedikit terkejut, ia pikir dengan berterus terang tentang perasaannya pada Wildan, bude nya itu akan menyetujui hubungan mereka, namun ternyata diluar dugaan nya, sedangkan Wildan yang melihat reaksi keterkejutan Ningsih hanya bisa tersenyum dalam hati.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2