
Sejak pandangannya melihat yang seharusnya tidak dilihat nya itu, membuat Wildan tidak fokus mengendarai kendaraannya dan hampir saja menabrak sesuatu hingga membuatnya harus mengerem mendadak.
Ciiiiiitttt.......!!!!! mobil berhenti seketika, membuat keduanya terhuyung kedepan dan nyaris kepala keduanya menyentuh dashboard mobil
'' Aaawwww,, pekik Kay saat kepalanya kepentok dashboard tersebut
'' Mas Wildan apa-apaan sih? kalau bawa mobil hati-hati dong!" ucap Kay kesal, wanita muda itu mengusap kepalanya, untung saja pelan, kalau tidak, pasti akan benjol keningnya yang mulus itu.
'' Maaf Kay, tadi tiba-tiba ada kucing lewat mas kaget, makanya mengerem mendadak, kamu gpp kan? ada yang terluka gk?'' tanya Wildan sambil memeriksa kening wanita tersebut.
'' Gk aku gpp mas.'' ucap ya sambil menyingkirkan tangan Wildan dari wajahnya.
'' Aah, ssshhh..,' Kay kembali meringis karna merasakan sakit dibagian dadanya, namun ditelinga Wildan terdengar sangat seksi
'' Kay kamu sakit?'' tanya Wildan, pandangannya kembali tertuju pada baju dibagian dada milik Kay, yang terlihat semangkin basar. Kay yang baru menyadarinya langsung menutupinya dengan menyilangkan tangannya didada.
'' Mas apa yang kamu lihat? cepat palingkan wajahmu!'' ucap Kay yang terlihat kesal sementara Wildan langsung menurutinya dengan memalingkan pandangannya kearah lain, bahkan wajah pria itu juga terlihat memerah.
'' Cepat jalankan mobilnya mas, aku sudah gk tahan ini sakit banget.'' ucapnya
'' Ok, baiklah kita jalan sekarang.'' jawab Wildan sambil menyalakan kembali mesin mobilnya, namun entah kenapa mesin mobilnya tiba-tiba saja tidak bisa dinyalakan, sudah berulang kali Wildan mencoba menstater mobilnya namun tidak bisa menyala.
'' Loh kenapa mas?'' tanya Kay yang mulai panik.
'' Mas gk tau, mesin mobilnya tiba-tiba gk mu menyala.'' jelas Wildan yang kembali mencoba menstater mobilnya.
'' Kok bisa sih? terus aku bagai mana ini?'' tanya Kay, membuat Wildan mengerenyit bingung.
'' Apa yang bagai mana?'' tanya pria itu sambil menatap wajah bingung Kay
Kay bingung harus menjelaskan seperti apa pada Wildan, walaupun dulu mereka pernah dekat, namun sekarang mereka sudah tidak punya hubungan apapun dan jika ia menjelaskan secara rinci, Kay merasa aneh jadinya.
'' Kenapa diam? oh mas tau kamu mau memompa asinya kan? baiklah mas akan keluar dari mobil, agar kamu bisa melakukannya.'' jelasnya yang langsung membuka pintu mobil, sekalian ia juga bermaksud akan memeriksa kap depan mobilnya itu.
Kay memperhatikan Wildan yang masih terlihat sibuk dengan mesin mobilnya, sementara dirinya masih merasa bingung harus melakukan apa, sedangkan rasa nyeri semangkin tak tertahankan lagi.
Bagai mana ini, udah jalanan nya sepi lagi gk ada kendaraan yang lewat, benar-benar sial kenapa aku bisa lupa bawa pompa asinya sih?
__ADS_1
Batinnya hendak menangis
Tok-tok-tok
Terdengar suara kaca mobil diketuk, membuat Kay mau tak mu langsung membuka kaca mobilnya.
'' Sudah kan? mas masuk ya? diluar panas banget.'' ucapnya, Kay hanya bisa mengangguk pasrah
Wildan masuk dan menutup kembali pintu mobilnya.'' Diluar sangat panas, sepertinya mobil kita mogok, mas sudah hubungi orang bengkel mungkin sekitar setengah jam lagi mereka akan sampai.'' jelas Wildan membuat Kay langsung lemas seketika
'' Mas memangnya gk bisa disuruh lebih cepat ya?
'' Memangnya kenapa? kamu kok pucat gitu wajahnya? tanya Wildan mulai panik, ia melihat kembali kearah bagian dada wanita itu seketika matanya melebar saat menyadari dress milik Kay sudah basah semua dibagian depan
'' Kamu belum memompanya?'' tanya Wildan, yang sama sekali tak merasa canggung saat menanyakannya namun Kay yang mendengar merasa sedikit risih ia juga merasa malu mendengarnya, tapi mau bagai mana lagi.
'' Belum aku lupa bawa pompa asinya mas, mau hubungi taksi sinyal diponselku juga tiba-tiba tidak ada, apa mas bisa hubungi taksi online? aku benar-benar gk tahan mas.'' ucap Kay
'' Baiklah sebentar mas akan hubungi.'' ucapnya sambil menyalakan ponsel miliknya namun tiba-tiba saja batre ponselnya mati saat hendak memesan taksi online tersebut.
'' Haahh?? jadi bagai mana ini.'' ucapnya frustasi
Tidak mungkin aku meminta mas Wildan untuk membantuku seperti waktu itu? tapi ini rasanya begitu sakit kalau tidak dikeluarkan .
Batinnya
Sedangkan Wildan ingin sekali rasanya membantu Kayla, namun untuk menawarkan bantuan itu, ia harus berpikir ulang, karna bagai mana mungkin ia akan mengatakannya bisa-bisa nanti Kay akan berpikiran buruk padanya, dan mengira dirinya mengambil kesempatan dalam kesempitan.
'' Mas Wildan.'' panggil Kay dengan suara lirih
'' Iya ada apa Kay? apa kamu butuh bantuan?'' tanya Wildan sigap, mendengar pertanyaan pria tersebut Kay mengangguk lemah, janda dari almarhum Juno tersebut pasrah, dan ia akan menjatuhkan harga dirinya sekarang, rasa sakit nya tak mampu lagi membuatnya bertahan lebih lama, dan mau tak mau, Kay harus mengeluarkan asi ya tersebut, dengan cara meminta bantuan pada Wildan
'' Mas, aku mau kamu membantuku untuk mengeluarkan asi ku ini.'' ucapnya sambil menundukkan pandangannya setelah mengatakan itu, rasanya ia sangat malu, karna harus mengatakan hal memalukan tersebut.
Maafkan aku Juno, maaf karna mungkin aku sudah mengecewakanmu
Batinnya
__ADS_1
'' Kamu yakin?'' tanya Wildan memastikan dan Kay pun langsung menganggukkan kepalanya.
Dengan ragu Wildan mulai menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Kay.'' Mas akan mulai, berbaliklah, agar mas bisa buka resleting pakaianmu.'' ucap Wildan yang diangguki oleh Kay
Kreeeekkk...
Terdengar suara resleting terbuka, setelahnya Wildan langsung menurunkan pakaian bagian atas milik Kayla, hingga kini Wildan dapat melihat dua gunung kembar yang terlihat sangat besar dan juga mengencang, namun masih ditutupi oleh kaca mata jumbo milik wanita tersebut, beberapa kali Wildan menghapus pikiran kotor di kepalanya, bagai mana pun dia adalah pria normal, jika disugukan pemandangan seperti ini, pasti akan membuat has*ratnya bergejolak, namun yang pasti saat ini dirinya harus berpikiran normal, karna niatnya adalah menolong Kay wanita yang dicintainya, hanya menolong.
Ingat Wildan jangan berpikiran yang macam-macam, buang jauh-jauh pikiran kotormu itu
Batin nya,
'' Mas Wildan cepat aku sudah tidak tahan.'' ucap Kay, namun ditelinga Wildan itu seperti ajakan yang mengarah ke sesuatu adegan yang in*tim
Sepertinya aku sudah mulai tidak waras
Batinnya sambil menggelengkan kepala
'' Mas! cepat bantuin aku!
" I-iya.'' ucapnya sedikit gugup, Wildan mulai membuka pengait kaca mata jumbo milik wanita yang ada dihadapannya saat ini, hingga akhirnya
Tuiingg...
Kini sudah tidak ada lagi yang menghalangi pemandangan indah tersebut, dua gunung indah itu, kini terpampang jelas dihadapan Wildan, dikedua matanya, hingga membuatnya menelan ludah berkali-kali, bahkan hingga tenggorokannya terasa kering. Apa lagi sejak tadi asi tersebut terus menetes, dan itu membuat nya terlihat semangkin indah dimata Wildan
'' Mas cepat, aku tidak tahan sakitnya.'' ucap Kay, ia merasa seluruh pa*yu*da*ranya sakit, bahkan terlihat mengencang hingga beberapa urat dibagian da*da nya terlihat.
Wildan mendekatkan wajahnya ke area pu*ti*ng yang terlihat membengkak itu, saat ia hendak mengulumnya, tiba-tiba Kay kembali bersuara.
'' Mas pelan-pelan ya?'' pintanya dengan wajah yang memerah, antara malu dan juga menahan rasa sakit. Wildan mengangguk, setelahnya ia pun mulai meng*hi*sap pucuk da*da tersebut, dengan sangat lembut agar Kay tidak merasakan sakit saat ia meng*hi*sap asi miliknya itu.
Wildan menaikan tubuh Kay keatas pangkuannya, agar memudahkan nya untuk meng*hi*sap air susu yang ada didalam tubuh Kay, air berwarna putih yang selalu membuat putranya Al selalu ketagihan, air susu yang dulu juga pernah Wildan rasakan dan kini ia kembali merasakannya.
Next
Duuh mas Wildan menang banyak kayaknya🤣🤣🤣
__ADS_1