Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 21


__ADS_3

Saat ini keduanya sedang duduk didepan Bu Dewi, dengan Kay yang sedang memangku baby Al bersama nya.


'' Ada apa mah?'' tanya Wildan


'' Mama cuma mau bilangi aja, kalau kalian main itu jangan terlalu berisik bisa gk? kalian kan tau kalau dirumah ini tuh masih ada anak gadis, yaitu Sandra dan Ningsih, dan kalian kan tau kalau mereka itu masih perawan, jadi kalau mau main jadi pelankan suara kalian!.'' jelas Bu Dewi, membuat Kay seketika menunduk malu, wanita itu berpikir apakah suaranya tadi, saat berhubungan dengan suaminya sangatlah keras, hingga ibu mertuanya itu sampai menegur mereka seperti ini, huh, rasanya Kay malu sekali ingin rasanya wanita itu bersembunyi kelubang tikus, kalau begini mana berani dia menatap wajah sang ibu mertua, padahal Bu Dewi hanya melebihkan ucapannya saja, jika wanita paruh baya itu tidak menguping, suara-suara itu tak kan sampai terdengar dari luar, jika tidak ada yang sengaja menguping seperti dirinya tadi, mengingat itu Bu Dewi tersenyum geli.


***


Kay mengantarkan Wildan sampai kemobil nya, sambil membawa Al dalam gendongannya.


'' Mas pergi dulu ya sayang, baik-baik dirumah, jaga anak kita.'' ucap Wildan sambil mengecup kening sang istri


'' Papa pergi dulu ya sayang, jaga mama ya? dan jangan dihabiskan ya minuman pavorit papa?.'' canda Wildan membuat Kay mukul bahunya manja.


'' Mas ini ada-ada saja, udah sana nanti terlambat loh.


'' Ya biarin aja terlambat, toh perusahaan juga miliknya mas, jadi suka-suka mas dong, mau datang jam berapa '' jawabnya sombong, membuat Kay berdecak kesal


'' Yayaya,, lihat papa kamu nak terlalu sombong.'' ucap Kay sambil melirik sinis pada sang suami, membuat Wildan langsung terkekeh melihat nya


Tiba-tiba tatapan keduanya teralihkan saat melihat sebuah mobil mewah terparkir didepan toko florist miliknya, dan tak lama keluar seorang lelaki tampan yang ternyata adalah Rehan, abang sepupu dari Bisma sahabat Wildan, pria itu terlihat melangkah menuju toko tersebut.


'' Dia kan Abang sepupu nya mas Bisma ya mas?'' ucap Kayla


'' Iya,, mau apa dia datang ketoko kamu?'' tanya Wildan


'' Mas ini lucu banget pertanyaannya, dia datang ketoko ya pasti mau pesan bunga.'' jelas Kay sambil menggelengkan kepalanya tak habis pikir pikiran suaminya


'' Mas juga tau sayang, tapi bukankah toko bunga dikota ini sangat banyak, lalu kenapa dia harus pergi ke toko kamu?'' ucap ya lagi dengan pandangan yang masih tertuju pada Rehan yang masih berdiri didepan toko istrinya, yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat mereka berdiri, namun karna posisi mereka yang sedikit masuk kedalam membuat Rehan tak dapat melihat keduanya.

__ADS_1


'' Mas kok bicaranya seperti itu sih? seharusnya mas bersyukur, karna ada orang yang mau pesan bunga dari toko aku, bukannya seperti ini.'' protes Kay


'' Yasudah mas aku kedalam dulu, setelah itu mau ketoko, kasian Wati sendirian disana, pasti dia kewalahan karna hari ini lumayan banyak pesanan bunga dari customer.'' sambung Kay lagi


'' Hem baiklah.'' jawab Wildan setengah hati, kalau bukan karna ada orang penting yang datang ke kantornya, maka sudah dipastikan Wildan tak akan pergi, apa lagi saat melihat Rehan, meskipun dengan maksud membeli bunga, namun tetap saja dia tak tenang takut jikanlelaki itu bermaksud Lin pada istrinya.


***


'' Oya mba Kay, tadi ada seorang pelanggan, namanya pak Rehan, dia mau pesan bunga dan meminta kita untuk mengirimkannya kealamat yang tadi sudah dia tulis didalam buku.


'' Bunga untuk dalam rangka apa?'' tanya Kay


'' Katanya cuma satu buah buket bunga mawar untuk temannya, dan minta diantar ke toko kue milik rekannya nanti sore, kalau gk salah yang ada di jalan xxx.'' jelas Wati


'' Itu kan jalan dekat kantor nya mas Wildan,'' gumam Kay


'' Baiklah Wati, nanti biar saya yang mengantarnya, sekalian saya juga mau mampir dikantornya mas Wiidan.'' jelasnya


Tepat pukul dua, Kay pun bersiap hendak mengantarkan pesanan untuk Rehan, ia sengaja tidak memberitahukan pada suaminya Wildan, karna rencananya ia akan memberikan kejutan dengan datang kekantor suaminya itu.


Dua puluh menit kemudian Kay pun sampai didepan peresmian toko yang akan dibuka, ternyata Rehan juga sudah berada disana, untuk menunggunya


'' Maaf sudah menunggu lama Oya ini bunga pesanan mas Rehan.'' ucapnya sambil menyerahkan satu buket bunga mawar, karna memang teman dari Rehan tersebut adalah seorang wanita


'' Cantik sekali bunganya, sama seperti yang merangkainya.'' ucap Rehan membuat Kay tersenyum.


Kira-kira seperti ini ya guys buket bunga mawarnya.


__ADS_1


'' Oya Kay, bagai mana jika kamu ikut denganku masuk kedalam?'' tawarnya


'' Gk usah mas, soalnya say mau langsung ke kantornya mas Wildan saja '' jelasnya


'' Oh kamu mau kesana?'' ucapnya sedikit kecewa


'' Iya mas, yasudah kalau begitu saya permisi dulu.'' ucapnya pamit.


DITEMPAT LAIN


Terlihat Wildan, Bisma dan CEO dari PT.Indah Jaya dan beserta asistennya, sedang berada dikantin kantor. sepertinya mereka sedang minum kopi bersama.


'' Saya tidak menyangka jika CEO dari PT. Indah Jaya adalah seorang wanita,'' ucap Wildan kagum


'' Ah iya, saya juga juga tidak menyangka jika CEO dari perusahaan besar seperti ini juga adalah seorang pria yang masih sangat muda, tadi nya saya pikir pemimpinnya adalah seorang yang sudah tua.'' guraunya membuat Wildan tersenyum menanggapinya.


Kenapa jadi saling memuji seperti itu


Batin Bisma, sambil menggelengkan kepalanya


'' Asisten Bisma kenapa menggelengkan kepala? apa anda sakit? tanya asisten dari CEO PT. Indah Jaya yang ternyata adalah seorang gadis cantik


'' Oh tidak, saya tidak apa-apa kok.'' jawab Bisma


Sedangkan dikantornya terlihat Kay baru saja masuk kedalam kantor, lalu segera melangkah menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Wildan.


'' Mba, maaf mau tanya, apa bapak Wildannya ada diruangannya?'' tanya Kay


'' Oh, sepertinya beliau sedang ada dikantin mba, beliau ada tamu, jadi gk bisa diganggu.'' ucap resepsionis tersebut, sambil memindai penampilan Kay. Saat ini gadis berusia dua puluh tahun itu hanya mengunakan long dress lengan panjang dibawah lutut, dengan bagian bahu yang sedikit terbuka, sedangkan rambutnya ia biarkan tergerai dengan indah.

__ADS_1


Meskipun sudah beberapa kali datang kekantor, namun resepsionis tersebut memang tak mengetahui jika Kay adalah istri dari atasan mereka, karna Wildan belum sempat mengumumkan pernikahannya pada semua karyawan nya.


Next


__ADS_2