Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Masih Ditempat Yang Sama Part 1


__ADS_3

Juno membawa minum tersebut dan langsung memberikannya pada Arif.'' Nih minumlah, biar otak loe seger.'' ucap Rudi sambil meminum jus miliknya, tanpa curiga Arif pun langsung meminum jus tersebut hingga habis setengah.


Glek-glek-glek


'' Aahh,'' ucapnya sambil meletakan gelas tersebut keatas meja


'' Gimana segar kan?' ucap Rudi sambil tersenyum penuh arti


'' Iya, tapi kok kepala gue tiba-tiba terasa berat ya Rud,'' ucapnya sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


'' Tentu saja, gue sudah mencampur racun diminuman loe, dan sebentar lagi loe akan mam*pus.'' ucapnya sambil tertawa


'' Kau? kenapa kau lakukan ini Rud? gue sahabat loe


'' Tapi sahabat tak akan berkhianat seperti inikan?'' ucapnya sambil tersenyum sinis,, tak lama Arif pun jatuh pingsan


'' Dasar sahabat pengkhianat, bersyukurlah kau, karna gue tak benar-benar memberikan racun pada minuman loe Rif, karna gua hanya memberikan obat tidur.'' monolognya


Sementara itu diruangan yang berbeda terlihat Seli sedang mengendap-endap untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Arif, gadis itu memang nekat, padahal Juno sudah memperingatkannya agar jangan keluar, namun gadis itu tetap tak mendengarkan nya, Juno yang tak mau terjadi sesuatu pada sahabat istrinya itu, terpaksa mau tak mau mengikutinya dari jarak yang sedikit jauh.


Seli mendengar suara pintu rumah tertutup dan ia berpikir jika Rudi sedang berada diluar rumah, namun seketika Seli berlari, saat melihat Arif tak sadarkan diri.'' Arif, loe kenapa? Arif bangun Rif! apa yang terjadi?'' ucap Seli, sambil menggoyang tubuh Arif dan berharap agar temannya itu akan sadar.


'' Oo, ternyata komplotannya kamu Seli.'' tiba-tiba terdengar suara yang sangat Seli kenal, dan dia adalah Rudi, gadis itu pun langsung berbalik melihat sosok yang ternyata sudah berada dibelakangnya.


Bagai mana mungkin? bukankah tadi dia ada diluar, kapan dia masuk?

__ADS_1


Batin Seli bertanya-tanya


'' Apa tujuan kalian masuk ke rumahku secara diam-diam Sel? bukankah kamu bisa bertamu secara baik-baik? kenapa harus secara sembunyi seperti ini?'' tanya Rudi sambil mengitari tubuh Seli, lalu duduk disamping tubuh Arif yang tergeletak tak berdaya.


'' Rudi apa yang kau lakukan pada Arif? kenapa dia sampai pingsan seperti ini?''


'' Kenapa kamu cemas? dia hanya tertidur, sekarang sebaiknya kamu jawab pertanyaanku! apa yang kau lakukan dirumahku? apa kah masih ada orang lain selain dirimu disini?


'' Loe pikir gue seorang pengecut? atau wanita lemah? yang harus mengajak orang lain untuk mencari keberadaan sahabat gue, begitukah? Rudi sebaiknya kau katakan dimana kau sembunyikan Kayla? gue tau loe kan yang sudah menculiknya? dasar laki-laki brengsek loe!" maki Seli


'' Gue brengsek? eh Seli, memangnya apa buktinya kalau gue yang sudah menculik sahabat loe itu? dan gue juga tau pasti kalian sudah menggeledah isi rumah gue ini kan? dan sayangnya dia gk ada dirumah gue.'' ucapnya


''Dan loe pikir gue percaya? sebaiknya loe katakan sama gue dimana loe sembunyikan Kay? atau loe akan tau akibatnya Rud,''


'' Ini bukan sebuah ancaman, tapi ini akan jadi kenyataan jika sampai terjadi sesuatu sama sahabat gue, Juno dan Wildan pasti tidak akan melepaskan loe!


'' Benarkah? uuhh aku takut sekali dengarnya! hahaha,, Seli..Seli.. dengar ya, mau seribu Juno atau pun Wildan yang datang aku sama sekali tak perduli, dan kamu sebaiknya pergi sekarang dari rumah ku dan bawa Arif sekalian! oya satu lagi, jangan pernah datang kesini lagi seperti maling, karna jika sampai aku tau, kalian mencoba menggeledah rumahku lagi, maka akan kupastikan kalian tidak akan bisa keluar lagi dengan selamat.''


'' Loe ngancam gue Rudi?'' ucap Seli geram


'' Bukan mengancam, tapi ini adalah ucapan pemilik rumah yang tak senang jika rumahnya dimasuki tanpa ijin.'' ucap nya sambil menatap Seli dengan tajam, Seli yang melihat sempat bergidik ngeri, baru kali ini ia melihat Rudi marah seperti sosok yang berbeda, dan itu cukup membuat nyali nya menciut


Sebaiknya aku pulang sekarang, dari pada dia berubah pikiran bisa bahaya, lagi pula sudah ada Juno yang akan menyelidiki laki-laki ini


Batinnya, yang langsung membawa Arif keluar dari tempat itu, namun belum lagi gadis itu melangkah menuju pintu, tiba-tiba ada yang memukulnya dari belakang dan akhirnya ia jatuh pingsan bersama Arif yang juga ikut terjatuh bersamanya.

__ADS_1


'' Maaf Sel sepertinya aku berubah pikiran.'' ucapnya sambil tertawa yang terdengar sangat mengerikan. Juno yang melihat dari jauh hanya bisa menggeram ia sama sekali tak menyangka jika sosok Rudi sangat mengerikan.


Tahan Juno tahan, jangan kau sia-siakan pengorbanan Seli dan Arif, kamu harus bertahan dan tetap menyelidiki laki-laki gila itu


Batin Juno, yang sedang bersembunyi dibalik dinding kamar. Sedangkan Rudi yang masih curiga jika Seli tak sendiri mencoba mencari-cari sosok lain.


'' Heii keluarlah pengecut! gue tau loe ada dirumah gue, cepat keluar atau teman-teman loe mati ditangan gue!" ancam Rudi sambil menendang tubuh Arif yang tak berdaya, Juno memejamkan mata tak sanggup melihat semua itu, ia menggeram dalam hati, dan mengumpat dirinya sendiri karna sama sekali tak bisa menolong kedua temannya.


Maafkan saya, karna tak bisa menolong kalian, tapi saya berjanji akan menghukum pria ini jika saya sudah mendapatkan istri saya kembali


Batin Juno


Masih dirumah yang sama, namun diruangan yang berbeda terlihat Kay mau tak mau meminum air yang disediakan oleh Rudi untuk nya, karna tenggorokannya terasa sangat kering, namun Kay sama sekali tak menyentuh makanan yang juga disediakan oleh laki-laki tersebut untuknya


'' Bagai manapun cara nya aku harus keluar dari tempat terkutuk ini, kasian baby Al, pasti dia tersiksa karna tak meminum asiku, Al, tante sangat kangen sama kamu nak, tante sangat merindukanmu '' gumamnya sambil meneteskan air mata. Terlihat asi nya mulai kembali menetes dan mau tak mau Kay harus kembali mengeluarkannya dengan cara menekan pu*ti*ng pa*yu*da*ra nya itu, agar sedikit menghilangkan rasa nyeri didadanya.


Sementara Rudi yang merasa lelah berteriak memilih untuk duduk di sofa yang ada diruang tamunya itu, mungkin ia mengira jika Seli memang datang sendiri kerumahnya, pria itu menoleh kearah Arif dan Seli yang tergeletak dilantai.'' Maaf Rif, Sel, aku terpaksa melakukan nya, tapi itu juga karna salah kalian berdua, karna telah berani mengusik ku.'' gumamnya pelan setelah itu Rudi membawa satu persatu tubuh keduanya kegudang dan Rudi akan mengikat mereka disatu tempat yang sama.


Sudah hampir dua jam Juno bersembunyi dibalik lemari, hingga kakinya terasa keram, namun tidak ada tanda-tanda Rudi akan pergi dari rumah itu, bahkan ingin menolong teman-temannya saja ia tidak bisa, karna sejak tadi Rudi tidak berpindah sedikitpun dari sana.


Ah sial, kenapa sejak tadi dia terus duduk disana? bagai mana ini? ponselku juga mati benar-benar sial


Batin Juno, sambil terus memperhatikan sosok Rudi yang masih setia duduk disana. Namun tiba-tiba terlihat pria itu bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya, Juno pun langsung merapatkan tubuhnya ditembok agar tak ketahuan.


Next

__ADS_1


__ADS_2