
Kay melangkah menuju pintu utama, untuk membuka pintu tersebut, untuk melihat siapa yang ada dibalik pintu tersebut.
Kreeeekk, terdengar suara pintu dibuka dengan lebar, hingga terlihatlah sosok seorang wanita disana.
'' Kamu ???'' ucap Kay sedikit kaget, karna melihat Seli datang dijam segini.
'' Kay boleh gue masuk? gue ingin bicara sama loe, sebentar aja.'' ucap Seli dengan nada memelas. Terlihat Kay sedikit berpikir, setelahnya ia pun menganggukan kepalanya
'' Masuklah.'' ucap Kay sambil memberikan jalan agar gadis itu bisa masuk
Kay melangkah menuju ruang tamu, dimana Wildan dan juga Apoy yang masih berada disana.
'' Siapa yang datang Kay?'' tanya Wildan begitu melihat sang istri menuju kearahnya. Tak lama munculah Seli dibelakang istrinya membuat Wildan seketika menatap pada istrinya, sedangkan Apoy langsung mengalihkan pandangannya pada gadis yang berada disamping istri dari sahabatnya itu.
Siapa gadis ini, cantik juga
Batin nya
'' Mas aku dan Seli akan bicara sebentar.'' ucap Kay ijin pada suaminya, dan hanya diangguki oleh Wildan, sedangkan Seli sendiri tak berani menatap kearah Wildan, bahkan ia tak menyadari jika saat itu bukan hanya Wildan sendiri yang ada disana, rasanya ia masih sangat malu dengan kejadian kemarin.
'' Siapa cewek itu Wil? cakep juga.'' ucap Apoy membuat sahabatnya itu menggelengkan kepala melihat kelakuan nya
'' Wil, jawab lah, diam aja loe gue tanya.'' gerutu Apoy
'' Namanya Seli, dia teman istri gue.'' jawab Wildan
__ADS_1
'' Udah punya pacar belum, jujur gue tertarik sama dia, gue merasa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nya.'' ucap Apoy yang membuat Wildan hampir saja tersedak ludahnya sendiri karna mendengar ucapan temannya itu.
'' Gila loe ya? semudah itukah mengatakan cinta?? wah-wah emang parah nih anak.'' ucap Wildan tak menyangka jika temannya itu begitu mudahnya mengatakan cinta,
'' Gue serius Wil, kalau bisa gue mau nikahin tuh cewek secepatnya, entah kenapa gue merasa tertarik pada gadis itu.'' sambung Apoy, namun sama sekali tak ditanggapi oleh Wildan, membuat Apoy sedikit geram.
***
'' Ada apa Sel? apa yang ingin loe bicarakan dengan gue?'' tanya Kay tho the point
'' Kay, gue minta maaf, atas kejadian kemarin,'' ucap Seli
'' Kejadian kemarin? emang kejadian apa?'' tanya Kay ambigu
Seli meremas jari-jari tangannya, menandakan jika gadis itu sedang risau, dan Kay menyadari itu.'' Maaf Kay, karna aku sempat menyukai suamimu, dan maaf karna pernah punya niat untuk merebutnya kala itu darimu.'' ucapnya jujur, gadis itu menundukan pandangannya, tak berani menatap wajah Kayla, ia takut melihat reaksi dari sahabatnya itu, Seli menangis dalam diam, membayangkan hal terburuk untuk dirinya, yang mungkin sebentar lagi akan ia alami setelah mengatakan semua kejujuran dihatinya tersebut.
Merasa tak ada jawaban dari Kayla, Seli pun memberanikan diri mengangkat kepalanya, Seli melihat sahabatnya itu hanya diam, menatapnya dengan tatapan kosong, dan itu membuat hati Seli sedikit sakit, ternyata sebegitu dalamnya ia telah melukai hati dan perasaan sahabatnya itu, sungguh Seli sangat menyesalinya.
'' Kay.'' panggil Seli dengan suara lirih membuat Kay langsung menatap kearahnya.
'' Maaf, karna telah mengecewakanmu, maaf karna telah menyakitimu, dan maaf, karna gue gk bisa jadi sahabat yang baik buat loe, maaf...maaf..maaf Kay, maafin gue,, tolong, hiks..hiks...
Kay menggenggam kuat tangannya sendiri, untuk menguatkan hati, agar tak menangis didepan Seli. '' Kata maaf loe gk akan bisa merubah segalanya, sekarang gue tanya,, apa perasaan loe bisa berubah pada suami gue jika guey meminta loe untuk menghilangkan perasaan itu? gk kan? walau pun mulutmu loe bilang bisa, tapi belum tentu hati loe,'' ucap Kay membuat Seli kembali meneteskan air mata.
'' Gk Kay, itu gk benar, gue akan hilangin perasaan gue sama pak Wildan, gue...gue.. gk akan lagi, gue akan buang jauh semua perasaan terlarang itu Kay, gue tau gue salah, dan gue menyesalinya Kay, gue menyesalinya...,'' ucap Seli dengan tubuh yang bergetar menahan tangis, ia tak tau lagi harus berkata apa agar Kay mau mendengarkan nya
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, ternyata Wildan mendengar semua ucapan keduanya, begitu pula dengan Apoy, Wildan yang merasa sedikit khawatir, takut keduanya bertengkar, maka dari itu Wildan mencoba melihat dari kejauhan, namun masih bisa mendengar ucapan keduanya. Sedangkan Apoy sendiri merasa semangkin tertarik pada sosok Seli karna menurutnya wanita itu sangat berani mengakui kesalahannya, yang menurutnya cukup terbilang fatal, namun gadis itu berani mengakui kesalahan itu, karna tidak banyak wanita yang seperti itu, sekian banyaknya wanita yang ia temui tidak ada yang seperti Seli, menurut nya wanita yang pernah bersamanya selalu bersikap baik padanya, karna ada maunya, namun jika hubungan itu sudah berakhir, mereka selalu menceritakan keburukannya entah apapun itu, pada teman wanita lainnya, bermaksud agar tidak ada yang mau dengannya lagi.
Sedangkan Wildan sendiri tak tau harus menanggapi nya seperti apa, namun ia tetap akan menyerahkan semua keputusannya pada Kayla.
Kembali pada Seli dan Kay
'' Sebaiknya kau pulang, gue butuh waktu untuk memikirkan semuanya.'' ucap Kay dengan bahasa yang dingin, hingga mampu merasuk sampai ke semua tulang gadis itu dan itu kembali membuatnya menangis dalam diam, tanpa bicara lagi, gadis langsung bangkit dari duduknya sebelum pamit, ia sempat melihat wajah Kay, yang sepertinya sama sekali tak ingin menatap kearahnya.
'' Gue pulang dulu Kay.'' ucapnya sendu, setelah itu gadis itu pun langsung melangkah menuju pintu keluar.
'' Wil, kalau gitu gue cabut dulu ya?'' ucap Apoy pamit pulang
'' Oh, ok, hati-hati!" ucap Wildan yang dijawab dengan acungan jempol oleh pria itu.
Setelah kepergian Apoy, Wildan langsung melangkah menuju kearah istrinya, yang saat itu terlihat menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, Wildan tau jika saat ini istrinya itu sedang menangis.
'' Kay.'' panggil Wildan, saat ini pria itu sudah duduk disebelah istrinya.
Kay menurunkan tangannya dari wajah cantiknya yang terlihat memerah, mungkin karna menangis.
'' Mas.'' ucap Kay, air matanya kembali menetes dipipinya, melihat itu Wildan segera menarik tubuh sang istri lalu mendekap nya erat.
'' Tenanglah, semua akan baik-baik saja, mas yakin kamu bisa, ikuti kata hatimu sayang, walaupun berat, mas akan selalu mendukung setiap keputusanmu.'' ucap Wildan, sambil mengecup pucuk kepala wanita nya itu.
Bersambung
__ADS_1
Sepertinya sudah mulai kelihatan nih jodoh Seli yang sebenarnyağŸ¤