
Juno mendekatkan wajahnya, lalu berbisik pada gadis itu membuat bulu kuduknya meremang,'' Bagai mana jika saya yang memberikan kehangatan padamu?'' bisiknya, membuat Kay semangkin panik
'' Jun lepasin aku!" Kay mencoba menarik tangannya, berharap pemuda yang kini sudah berstatus menjadi suaminya itu mau melepaskannya. Melihat Kay memberontak justru semangkin membuat Juno bersemangat untuk menggoda istrinya itu. Juno menatap bibir Kay yang sejak tadi sangat menggoda dimatanya, saat gadis itu hendak kembali melayangkan protesnya, Juno langsung membungkam bibir tersebut dengan ciu*mannya.
Cup
Juno menempelkan bibirnya diatas bibir Kay, membuat Kay langsung melotot, jantungnya berdebar saat merasakan benda kenyal dan dingin diatas bibir miliknya, seketika membuat gadis itu menahan nafas untuk beberapa detik, Juno yang merasa tidak ada penolakan dari istrinya itu, langsung saja memberanikan diri untuk memperdalam ciu*man mereka, pemuda itu men*ji*lat bibir Kay, berharap gadis itu mau membuka sedikit mulutnya, dan benar saja, Kay langsung membukanya membuat Juno langsung melesatkan li*dah nya kedalam rongga mulut sang istri, mengapsen setiap inci yang ada didalam sana dan membelitkan lidah keduanya, hanya Juno yang aktif, sedangkan Kay hanya diam, tubuh gadis seolah membeku, gadis itu memejamkan matanya berharap yang Juno lakukan dapat menghapus jejak Wildan pada dirinya, namun bukannya menghilang, justru bayangan pria itu semangkin jelas dimatanya, seolah Wildan lah yang sedang men*cium nya saat ini, Kay yang memikirkan itu pun langsung mendorong tubuh pria yang ada didepannya saat ini, hingga ciuman mereka terlepas, bangkah membuat tubuh Juno mundur beberapa langkah sangkin kuatnya gadis itu mendorong tubuhnya.
'' Kenapa mendorongku? bukannya tadi kamu menikmati ciumanku ini hem?'' ucap Juno dengan PD nya, pemuda itu menyentuh bibir Kay yang sedikit membengkak karna ulahnya, lalu mengusap sisa saliva disudut bibir gadis itu dengan jempol tangannya.
'' Bibirmu manis sekali aku suka,'' ucap Juno sambil tersenyum miring.
'' Kau? dasar keterlaluan.'' ucap Kay merasa kesal, bercampur malu, namun sebisa mungkin ia sembunyikan, gadis itu masih belum menyadari jika sejak tadi ia belum menggunakan pakaian nya, dan itu membuat Juno semangkin ingin menggoda gadis itu.
Juno kembali mendekati Kay, memangkas jarak diantara mereka, membuat tubuh Kay yang memang sudah tersudut tak bisa bergerak kemana pun lagi, dan akhirnya membuatnya terduduk diatas meja rias.
__ADS_1
Astaga mau apa lagi anak ini, mba Sandra bilang jika adiknya ini sangat lah polos, dan belum pernah melakukan adegan dewasa, omong kosong, jadi ini apa? aku merasa sangat terancam sekarang.
Batin Kay, kemarin malam Sandra dan Kay sempat saling bercerita, tepatnya Sandra memberitahu Kay bagai mana sifat adik laki-lakinya itu, mana yang ia suka dan mana yang ia tidak suka, bagai mana pun Kay adalah istrinya, dan Juno adalah suaminya sekarang, jadi sudah sewajarnya ia harus mengetahui apapun tentang suaminya itu, saat itu Sandra mengatakan jika Juno tak pernah berpacaran, dan ia juga bilang jika adiknya itu sangat polos
Ck, polos? mba Sandra salah besar jika mengira adiknya ini sangat polos.
Batin Kay berdecak kesal.
Pletaak!!
'' Kamu apa-apaan sih Jun? sakit tau gak.'' protesnya sambil mengusap keningnya yang terlihat memerah karna ulah Juno.
'' Siapa suruh melamun, memang nya kamu melamunin apa huh?
'' Gk ada, siapa juga yang melamun, udah sana kamu keluar Juno aku mau pakai baju.'' ucap Kay yang sadar jika dirinya masih menggunakan handuk didepan Juno, namun bukannya menjauh Juno malah semangkin memajukan wajahnya membuat Kay menatapnya waspada.
__ADS_1
'' Ju-juno, kamu mau apa?'' Kay panik saat wajah tampan itu kembali mendekati wajahnya, bahkan hidung mancungnya sudah menyentuh hidung gadis cantik itu, Juno yang sudah merasa tidak tahan, kembali menyerang bibir istrinya itu, rasa manis nya membuat Juno candu. Kay kembali menutup mata saat suaminya itu kembali memulai aksinya. Ia tidak tau bagai mana sesungguhnya perasaan Juno pada dirinya, dalam hati gadis itu bertanya-tanya kenapa Juno melakukan semua ini? apa karna hanya nafsu, ataukah karna Juno sudah mulai menyukainya? namun satu yang pasti, sampai saat ini Kay masih belum bisa move'on dari Wildan, entah kenapa banyangan manis lelaki itu selalu terbayang diingatannya, dan Kay benci dengan semua itu, dan mulai sekarang ia bertekat untuk melupakan, kenangannya bersama Wildan, dan mulai membuka hati untuk suaminya Juno, walau sulit namun Kay akan mencoba untuk itu.
'' Aahh,'' gadis itu men*de*sah saat merasakan pucuk da*da nya di hi*sap oleh Juno, gadis itu membelalak kaget saat menyadari jika handuknya sudah terlepas dari tubuhnya, lebih tepatnya, hanya menutupi area bawahnya sedangkan bagian atasnya terekpos didepan sang suami. Juno menghi*sap air yang berwarna putih dari dalam tubuh gadis itu secara bergantian, membuat Kay seperti tersengat aliran listrik berkekuatan tinggi, sebenarnya sudah biasa miliknya dihi*sap oleh baby Al namun hisa*pan antara orang dewasa dengan anak bayi sangatlah berbeda, Juno sungguh membuat tubuh Kay merasa ingin sesuatu yang lebih. Begitulah respon tubuh manusia, walau Kay belum mencintai Juno, namun ia akan mulai belajar untuk mencintainya, lagi pula untuk apa lagi ia mengharapkan Wildan, toh yang menjadi suaminya sekarang adalah Juno jadi sudah kewajibannya untuk melayani laki-laki itu, apa lagi sang ibu pernah bilang, dosa jika menolak keinginan suami, maka dari itu Kay pasrah jika Juno ingin meminta hak nya sekarang.
Juno melepas bibirnya dari da*da Kay, lalu mendongak menatap wajah istrinya yang masih terpejam, lalu pemuda itu tersenyum.'' Sepertinya kamu sangat menyukai nya?'' ucap Juno membuat Kay langsung membuka matanya, seketika wajah nya langsung memerah karna ucapan Juno, gadis itu sangat malu, ia juga terlihat kesal karna terus digoda oleh Juno, Kay hendak menarik handuk yang yang melorot untuk menutupi bagian da*da nya, namun dicegah oleh Juno.
'' Jangan dulu, biarkan saya memandangnya lebih lama, rasanya sangat indah, sayang jika dilewatkan begitu saja.'' ucapnya tersenyum menggoda
Oh rasanya malu sekali, wildan saja tak pernah milihat nya sampai selama ini, rasanya Kay ingin menghilang saja dari muka bumi ini.
'' Sepertinya mulai sekarang aku dan Al akan berbagi asi ini.'' ucap Juno sambil tersenyum manis, sementara Kay masih mencerna ucapan pemuda itu, kenapa disaat seperti ini otaknya seakan tidak berfungsi.
'' Maksudmu apa? kamu kan sudah dewasa jadi untuk apa lagi asi? ucapnya polos
'' Aku suka rasa asimu itu, manis nya pas, dan juga sangat gurih, mulai sekarang kamu harus membaginya tidak hanya dengan Al, tapi dengan aku juga, karna tak hanya keponakanku saja yang menginginkannya, tapi aku juga.'' ucap Juno yang sudah mengganti sebutannya kepada Kay, pemuda itu mengerlingkan matanya lalu menaikan handuk Kay yang tadi sempat ia turunkan, Juno tak akan meminta haknya sekarang, namun ia akan menunggu sampai Kay lah yang nantinya akan menyerahkannya sendiri.
__ADS_1
Bersambung