Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Penyesalan Yang Selalu Datang Terlambat


__ADS_3

Saat ini terlihat seorang dokter tengah memeriksa keadaan bu Dewi yang belum sadarkan diri.'' Bagai mana keadaan mama saya dok?'' tanya Sandra yang masih terlihat cemas.


'' Kondisi bu Dewi sangat lemah, beliau kekurangan banyak cairan, makanya bu Dewi pingsan, bu Dewi juga sepertinya mengalami stres yang berlebihan, kalau bisa saya sarankan kalian selalu menjaga bu Dewi, dan jangan sampai pikirannya tres, karna bisa saja tiba-tiba tekanan darahnya naik, dan tentunya itu akan membahayakan bagi nyawa beliau.'' jelas dokter wanita tersebut.


'' Baik dok.'' jawab mereka serempak


'' Dan ini resep obat dan juga beberapa vitamin yang harus ditebus.'' sambungnya lagi.


'' Baik dok, terimakasih!" ucap Juno sambil mengambil resep yang diberikan oleh dokter tersebut.


***


Terlihat Kay sedang berada dikamar bu Dewi, gadis itu sedang membantu ibu mertuanya makan, tepatnya makan bubur yang tadi sempat ia buat untuk bu Dewi, sementara Juno dan Sandra sudah berangkat ketempat kerja masing-masing, awalnya mereka ingin tetap berada dirumah, namun Kay meyakinkan keduanya untuk tetap berangkat kerja, karna dia yang akan menjaga bu Dewi, lagi pula sebenarnya memang banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan, dan akhirnya Sandra dan Juno mengiyakan ucapan Kay dengan catatan selalu memberikan kabar pada mereka tentang keadaan sang ibu.


Bu Dewi sedang duduk bersandar menerima suapan bubur dari menantunya Kay.'' Maaf nak, karna mama sudah merepotkanmu.'' ucapnya sedih


'' Mama jangan berkata seperti itu, aku tidak pernah merasa direpotkan oleh mama, karna mama sudah aku anggap sebagai orangtuaku sendiri, sekarang mama makan yang banyak ya? dan jangan mikir yang macam-macam yang bisa membuat mama stres.'' ucap Kay sambil memberikan kembali suapan bubur kemulut bu Dewi.


Sedangkan dikantor terlihat Juno sedang melangkah menuju ruangan CEO


Tok-tok-tok


'' Masuk!!'' setelah mendengar jawaban dari dalam, Juno langsung membuka pintu tersebut.


Wildan menoleh sekilas pada Juno, lalu kembali memperhatikan dokumen yang ada ditangannya.'' Ada apa Juno?'' tanya Wil tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang ada didepannya.


'' Mas kembalilah kerumah, mama sakit.'' ucap Juno membuat Wildan langsumg menatap kearahnya.

__ADS_1


'' Mama sakit?'' ulang Wildan


'' Iya, tadi pagi mama pingsan dikamarnya.''


'' Lalu keadaan mama bagai mana? kenapa kamu berangkat kerja? dan meninggalkan mama dirumah? kenapa tidak menjaga mama ? bagai mana kalau terjadi sesuatu pada mama?'' ucap Wildan dengan pertanyaan beruntun, pria itu bicara dengan sedikit membentak Juno karna telah meninggalkan ibu mereka yang sedang sakit, sedangkan Juno hanya diam, yang dikatakan abangnya itu benar, kenapa ia harus mendengarkan ucapan Kay dan meninggalkan ibunya yang sedang sakit dirumah.


'' Sekarang lebih baik kamu pulang, dan jaga mama!


'' Tapi yang mama butuhkan sekarang adalah mas Wildan, bukan aku, mama merindukan mu mas Wildan, sebaiknya mas Wildan yang pulang, mama itu sekarang hanya butuh mas sebagai putranya.'' ucap Juno


'' Kamu ini bicara apa Juno, kamu juga putra mama, jadi jangan bicara seperti itu, kalau kamu tidak mau pulang biar mas yang pulang sekarang.'' ucap nya, setelah itu Wildan langsung menghubungi sekertarisnya untuk membatalkan meting nya hari ini dengan beberapa klien, karna ia akan pulang melihat keadaan sang ibu. Juno tersenyum saat Wildan melakukan itu demi ibu mereka, ia tau Wildan sangat perduli dengan bu Dewi, maka itu lelaki tersebut akan melakukan apa saja demi ibu mereka.


'' Jangan senyum kamu! jaga kantor dan nanti sampaikan juga pada Bisma kalau mas pulang mendadak.'' ucap nya berpesan.


'' Baik mas, tolong jaga mama.'' ucap Juno yang diangguki oleh abangnya tersebut.


Tiga puluh menit kemudian terlihat Wildan sudah sampai dikediaman orangtuanya, walaupun sebenarnya masih banyak kerjaan yang menumpuk dikantornya, Wildan tetap meninggalkan nya demi melihat keadaan sang ibu.


'' Iya mbo, bagai mana keadaan mama?


'' Masih lemah den, sebaiknya den Wil lihat saja sendiri dikamar nyonya, mbok mau ke pasar dulu mau beli sesuatu.'' ucapnya yang diangguki oleh lelaki tersebut


Cekleek, suara pintu terbuka, bersamaan itu Wildan masuk kedalam kamar sang ibu.


'' Wildan.'' ucap bu Dewi sambil tersenyum bahagia karna melihat putra yang ia rindukan datang untuk melihat keadaannya.


Wildan melangkah masuk dan langsung menuju tempat dimana sang ibu berbaring lemah, kebetulan disana juga ada Kay, melihat Wildan melangkah nendekati mereka ia pun langsung bangkit dari duduknya, untuk memberi ruang pada Wildan agar bisa duduk didepan sang ibu .'' Mama kenapa bisa sampai seperti ini? Kenapa bisa sampai jatuh sakit?'' tanya Wildan khawatir, ia menatap sang ibu yang terlihat lebih kurus semenjak terakhir mereka bertemu.

__ADS_1


'' Mama rasa kamu sudah tau jawabannya nak, jadi mama mohon kembalilah kerumah, mama khawatir jika kamu tinggal diluar, kamu juga harus memikirkan tentang putramu Wil, apa kamu sudah tidak sayang lagi sama kami hingga kamu memilih untuk hidup terpisah dari kami?'' ucap bu Dewi dengan pandangan sendu


'' Mah bukan seperti itu, kenapa mama bicara begitu, sampai kapanpun aku akan selalu sayang pada kalian semua, hanya saja--,'' Wildan menggantung ucapannya lalu melirik kearah Kay yang saat itu juga ternyata sedang menatap kearahnya.


'' Hanya saja apa nak?'' desak bu Dewi dengan suara yang masih lemah


'' Dirumah kan sudah ada Juno dan istrinya, Sandra juga ada dirumah, aku rasa mama pasti tidak akan kesepian jika ada mereka.


'' Kamu ini bicara apa? mama gk ngerti, yang mama mau kita selalu bersama nak, mama mau kita hidup dalam rumah yang sama, rumah peninggalan almarhum papa kamu sangat besar jika hanya ditinggalin oleh kami, jadi mama mohon kembalilah.'' ucap bu Dewi


'' Mah jangan memohon seperti itu padaku. Itu tidak pantas.


'' Kalau begitu kembalilah nak! kembalilah keru--, uhuk..uhuk..uhuk, tiba-tiba bu Dewi terbatuk membuat Kay dan Wildan langsung mengambil air dari jelas yang sama, yang berada diatas nakas tempat tidur, bahkan secara tak sengaja tangan mereka bersentuhan, yang seketika membuat keduanya saling pandang.


'' Maaf.'' ucap Wildan yang langsung menarik tangannya dari gelas tersebut, Kay hanya berdehem kecil untuk menanggapi ucapan lelaki.


Bu Dewi sempat melihat interaksi keduanya.


Apakah aku salah karna telah menikahkan Juno dengan Kay? ku perhatikan Kay dan Wildan seperti masih memilik rasa satu sama lain.


Batin Bu Dewi yang terus menatap keduanya secara bergantian.


'' Mah ini minum dulu.'' ucap Kay sambil memberikan segelas air putih.


'' Terimakasih nak.'' jawabnya sambil mengambil air minum dari tangan menantunya itu, namun Kay tak melepaskan gelas tersebut, ia membantu sang ibu mertua yang terlihat masih lemah itu, untuk memegang gelas tersebut hingga bu Dewi meminumnya, dan itu tak luput dari perhatian Wildan, yang menurutnya sangat menyayangi sang ibu.


Aku begitu bodoh karna dulu pernah meninggalkanmu Kayla

__ADS_1


Sesal batin Wildan.


Next


__ADS_2