Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 47


__ADS_3

WARNING


ADA ADEGAN DEWASA DIBAB INI, DIHARAPKAN BIJAKLAH DALAM MEMBACA, BAGI YANG MASIH BELUM CUKUP UMUR, SEBAIKNYA DISKIP SAJA YA?!


KALAU MASIH TETAP BANDEL, DOSA DITANGGUNG MASING-MASING 🙈


∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


HAPPY READING


Saat ini Seli dan Apoy sedang berada diatas tempat tidur, terlihat Apoy sedang memegang ponselnya karna tadi sempat berbunyi, Apoy tau teman-temannya itu pasti sengaja melakukannya untuk mengganggu malam pertamanya dengan Seli. Apoy yang tak ingin diganggu langsung mematikan daya ponselnya. Setelah meletakan ponsel diatas nakas tempat tidur, lalu Apoy menghadap kearah istrinya


'' Seli, apa kamu bahagia menikah dengan abang?'' ucap nya, setelah menikah, pria itu memutuskan untuk memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Abang saat bicara dengan istrinya, biar lebih enak didengar.


Seli yang tadinya menunduk kini mengangkat kepalanya, lalu menatap pada suaminya. Seli mengangguk sebagai jawaban, entah kenapa lidah nya terasa kelu hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana suaminya itu. Apoy tersenyum melihat istrinya, dalam hati ia bertanya-tanya.'' Bukankah ini bukan kali pertamanya dia melakukan hubungan suami istri? lalu kenapa dia terlihat sangat gugup, seperti baru pertama kali akan melakukannya?'' begitulah kira-kira apa yang ada dalam pikiran Apoy.

__ADS_1


Pria itu meraih tangan gadis itu, yang terasa sedikit dingin, lalu mengarahkannya didepan wajahnya, hingga akhirnya ..


Cup


Apoy mengecup lembut tangan istrinya itu cukup lama, hingga membuat Seli merasakan desiran aneh dalam hatinya.'' Sayang bolehkah Abang memintanya sekarang?'' tanya Apoy penuh harap


Tanpa ragu, gadis itu langsung menjawabnya, karna ia juga sudah mempersiapkan diri untuk itu.'' Iya bang, Abang boleh melakukannya sekarang.'' jawab Seli membuat Apoy langsung tersenyum mendengarnya. Tanpa membuang waktu pria tampan itu langsung mendekatkan tubuhnya kearah sang istri, mengikis jarak diantara keduanya.


Dengan rasa tidak sabar, pria berusia 26 tahun itu pun langsung menyambar bibir sang istri, menempelkan kedua daging kenyal tersebut, perlahan Apoy mulai menge*cup nya, atas dan bawah secara bergantian, lama-kelamaan pria itu mulai melu*matnya dengan sedikit rakus, karna hawa naf*sunya yang mulai merasuki tubuh lelaki itu, Seli yang juga mulai terbuai, akhirnya ikut dalam permainan sang suami, membalas ciu*man tersebut, tak kalah rakus. Apoy mengeluarkan daging lunak yang ada dalam rongga mulutnya, lalu menerobos masuk begitu saja kedalam mulut pasangannya, mengabsen satu persatu setiap inci yang ada didalam mulut istrinya tersebut.


Apoy mengangkat tubuh Seli diatas pangkuannya, agar lebih memudahkan nya untuk melakukan apapun pada tubuh wanitanya itu. merasa kehabisan oksigen lelaki itu pun langsung melepaskan ciu*man mereka, untuk memberi jeda keduanya untuk bernafas, Apoy mengusap sudut bibir Seli yang basah karena ulahnya, dengan jempol tangan pria itu,'' Abang suka rasanya bibir kamu sayang, manis dan juga gurih.'' ucap Apoy membuat darah Seli langsung berdesir, padahal hanya kata-kata saja, namun mampu membuatnya tak karuan.


Tangan Apoy mulai merayap kedepan, hingga sampai dibagian dua buah pepaya mengkal yang ada didepannya, merasa tak tahan pria itu langsung mere*masnya perlahan, ciu*man Apoy pun kini mulai turun keleher gadis itu, memberi kecupan-kecupan lembut disana. tanya Apoy mulai menelusup kedalam kain yang Seli gunakan, karna memang kain tersebut pada dasarnya hanya diikat dibagian tengah saja dengan tali, jadi jika tali tersebut dibuka, maka otomatis akan terlepas semua nya.


'' Uuh,,,'' Seli mele*nguh saat tangan besar pria itu mulai meremas buah pepaya miliknya, Apoy semangkin bersemangat untuk memainkan tangannya dikedua buah pepaya milik istrinya tersebut. Kimono yang digunakan Seli juga sudah terjatuh hingga sebatas pinggang, membuat kedua buah pepaya miliknya dapat dilihat oleh suaminya dengan nyata. Dengan rasa tidak sabar Apoy langsung membuka tali kecil dibagian punggung Seli, yang digunakan sebagai penyangga buah pepaya tersebut, setelah terlepas, lalu pria itu melepaskan tali dibagikan lehernya, hingga kini mata pria itu dapat melihat dengan jelas dua buah pepaya tersebut yang menggantung indah didepannya.

__ADS_1


'' Oh sayang, ini indah sekali, pucuknya masih berwarna pink, seperti belum pernah terjamah oleh siapa pun.'' ucapnya menatap penuh kagum pada buah tersebut, lalu pandangannya beralih pada wajah istrinya yang terlihat memerah karna menahan malu, saat tubuhnya dipandangi oleh suaminya itu.


'' Jangan malu, kan hanya Abang yang melihatnya, malam ini Abang akan memberikan kebahagiaan untukmu sayang, dan setelah ini Abang pastikan kamu akan selalu menginginkan nya dari Abang.'' ucap nya, setelah itu Apoy menurunkan tubuh Seli dari pangkuannya, lalu perlahan merebahkan tubuh gadis itu diatas tempat tidur.


Apoy membuka kaos atasnya, hingga terlihatlah tubuh kotak-kotak miliknya, dan itu membuat Seli cukup terpesona. Kemudian pria itu mendekati tubuh Seli dan kembali membenamkan bibirnya diatas bibir gadis itu, dan kembali ********** dengan dalam, ciu*man tersebut mulai turun kebagian leher jenjang gadis itu, harum sabun yang menempel ditubuh gadis itu membuat naf*su Apoy kian membara.


'' Bang Apoy,'' panggil Seli dengan suara lirih, saat merasakan geli bercampur nikmat, karna perbuatan suaminya itu, Apoy menj*ila*ti leher dan cuping gadis itu, membuat Seli meliukkan tubuhnya karna rasa geli yang menyerangnya. Kini ciu*man itu mulai turun diarea buah pepaya miliknya, Seli tersentak kaget saat merasakan sapuan hangat diarea pucuk buah pepaya miliknya, merasa penasaran, Seli pun melihat apa yang dilakukan oleh suaminya dibagian tersebut, ternyata saat itu Apoy terlihat sedang memainkan pucuk tersebut dengan lid*ahnya, membuat Seli merasakan seperti tersengat aliran listrik tegangan cukup tinggi, tubuhnya kembali tersentak saat merasakan hisapan kuat yang dilakukan Apoy pada buah tersebut, Seli merintih nik*mat, saat buah tersebut terus dimainkan oleh Apoy, hingga rasanya ada sesuatu yang ingin meledak dari dalam dirinya, gadis itu merasakan inti tubuhnya berkedut, gadis itu belum pernah merasakan semua ini,


'' Bang Apoy, aku gk tahan bang,'' ucapnya sambil merintih, namun Apoy terlihat tidak memperdulikannya, pria itu malah semangkin menenggelamkan wajahnya diantara buah pepaya tersebut, menikmati secara bergantian buah tersebut, dengan sangat rakus, seolah tak ingin membaginya dengan yang lain.


Seli merasa sebentar lagi ada yang ingin keluar dari dalam dirinya, ia merasa tubuhnya mulai bergetar, bersamaan itu Seli merasa ada sesuatu yang mengalir dingin bawahnya.


Ohh, rasa apa ini? kenapa enak sekali, aku tidak tau rasanya akan seenak ini jika gunung milikku dihis*ap, benar kata Kay, ini sangatlah nikmat, dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi apakah rasanya akan senikmat ini jika bibir bawahku juga diperlakukan seperti tadi


Batin Seli

__ADS_1


Next


Adakah yang mulai merasa gerah disini???🤭


__ADS_2