Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Terancam batal


__ADS_3

Wildan melepaskan pelukannya ditubuh sang kekasih, lalu membalikan tubuh gadis itu menghadap kearahnya, baru saja Wildan hendak bicara, Kay lebih dulu memotong nya dan langsung melayangkan pertanyaan yang membuat Wildan terdiam beberapa saat.'' Apa mas baru saja menemui mba Maya??'' gadis itu menatap dengan serius wajah laki-laki didepannya yang masih diam, melihat reaksi wajah pria itu Kay sudah tau, sepertinya dugaannya memang tidak salah, Kay tersenyum miris, gadis itu pun langsung bangkit dari duduknya, melepaskan genggaman tangan Wildan dari jari jemarinya.


'' Ternyata aku gk lebih berharga dari dia, atau mungkin dari apapun didunia ini,'' ucap Kay sedih, air matanya tiba-tiba saja menetes membasahi wajahnya yang mulus, membuat Wildan yang melihat langsung bangkit dari duduknya.


'' Kayla kamu bicara apa? mas mohon kamu jangan bicara seperti itu, bagi mas kamu sangat berarti, dengerin mas dulu--,


'' Gk mau mas! aku gk mau terus-terusan dengerin omongan kamu! aku capek, harus aku terus yang ngedengerin mas Wildan, apa mas tau betapa khawatirnya aku karna mas menghilang, dan gk pulang sejak kemarin? kami semua khawatir mas, apa susahnya sih kasih kabar pada kami semua, jika mas memang sedang sibuk, bersama mba Maya? jangan selalu menyuruhku untuk selalu mendengarkan kamu mas, karna kali ini aku gk mau, mas selalu menyuruhku mendengarkan omongan kamu mas, sementara mas gk pernah mau dengerin ucapan aku, mas gk pernah nganggap aku,iya kan? buktinya setiap pergi bersama dengan dia mas gk pernah minta ijin sama aku, mas anggap aku apa hah? apa selama ini jangan-jangan mas sama sekali gk cinta sama aku, iya? begitu kan mas??'' sentak gadis itu dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya, Kay terlalu sakit hati, dadanya terlalu sesak sekali, hingga akhirnya tak mampu lagi rasanya untuk ditahan.


'' Sayang, Kay, hei..hei..dengerin mas sayang.'' Wildan menangkup wajah gadis itu dengan kedua tangannya, agar mau menghadap kearahnya, hatinya sakit melihat orang yang ia cintai bersedih, hingga menangis seperti itu, dadanya terasa sesak, Wildan tak menyangka akan melukai hati Kay sampai seperti ini.


'' Mas minta maaf, karna sudah buat kamu sedih dan khawatir seperti ini, mas tau mas salah, mas mohon maafin mas ya sayang? tapi sungguh, mas juga tidak sengaja melakukannya, tiba-tiba saja kondisi Maya drof dan dia meminta mas untuk menemaninya.'' ucap Wildan


Kay yang mendengar ucapan Wildan barusan membuatnya semangkin kesal.'' Oohh benarkah seperti itu? hebat sekali ya wanita itu, dengan alasan sakit dia bisa dengan mudahnya memintamu untuk menemani dia, mas sadar gk sih? dirumah sakit itu masih ada suster yang menjaganya mas, dia gk sendiri, mas selalu memikirkan mba Maya, memikirkan perasaannya, sementara aku? emang nya kapan mas pernah memikirkan aku? perasaan ku mas?'' teriak Kay, meluapkan semua rasa kekecewaannya.


'' Sayang maafkan mas, mas janji ini yang terakhir, jadi mas mohon sama kamu, kamu jangan sedih lagi ya? maafin mas, mas gk akan mengulanginya lagi, mas janji tiga hari ini mas akan selalu bersama kamu menemanimu, jadi jangan marah lagi ya?kamu mau kan maafin mas?'' ucap Wildan tulus, namun Kay tidak menjawab, gadis itu hanya diam, rasanya ia masih sangat kecewa dengan Wildan, ia takut jika calon suaminya itu akan kembali mengulangi kesalahan yang sama, meski sudah berjanji sekali pun.


Wildan memeluk erat tubuh Kay.'' Sayang, mas janji gk akan mengecewakan kamu lagi, percayalah.'' ucap Wildan sambil mengecup dalam kening kekasihnya itu,Kay yang merasa sudah sangat lelah, hanya pasrah saat tubuhnya direngkuh oleh sang kekasih, karna sejujurnya dilubuk hatinya, ia sangat merindukan pelukan itu.


'' Jangan berjanji jika mas Wildan gk bisa untuk menepatinya.'' ucap gadis yang masih berada dalam pelukan pria tersebut, membuat Wildan yang mendengar langsung melerai pelukan mereka.


'' Kamu kenapa bicara seperti itu? Kali ini mas gk akan menyakiti hati orang yang mas sayangi lagi, mas mohon kali ini percayalah dengan mas.

__ADS_1


'' Gimana jika mba Maya meminta mas untuk datang lagi kesana dengan alasan yang sama?'' tanya Kay


'' Seperti yang kamu bilang tadi, banyak suster disana, dan mas akan menyuruh suster untuk menjaga nya dirumah sakit.'' ucap Wildan, mendengar itu Kay hanya bisa mengangguk pasrah, walau pun sangat kecewa, namun karna besarnya rasa cinta gadis itu kepada Wildan, membuatnya akan memberikan kesempatan sekali lagi kepada laki-laki itu. Dan ternyata tanpa mereka sadari ada seseorang yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka, karna memang saat Wildan masuk tadi, ia tak menutup pintu kamar dengan rapat, membuat orang tersebut bisa dengan jelas mendengar semua yang mereka bicarakan, dan orang itu ternyata adalah bu Dewi, tadinya bu Dewi berniat untuk mengajak Wildan dan juga Kay untuk makan siang, sekaligus ingin membicarakan tentang pernikahan keduanya,, dengan sangat gembira bu Dewi langsung laik kelantai dua, namun begitu sampai didepan pintu kamar Kayla, wanita paruh baya itu mendengar gadis itu menangis, tadinya bu Dewi ingin langsung masuk kekamar tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi, namun ia mengurungkan niatnya, dan memilih untuk mendengarkan dari balik pintu, seketika ia pun terlihat mengelus dadanya, mencoba menahan emosi dihatinya, saat mendengar kata demi kata dari mulut keduanya, namun bu Dewi tetap menahan emosinya,karna ia juga tak ingin dihari yang bahagia ini ada pertengkaran dikeluarga mereka, namun bu Dewi berjanji akan segera bicara pada putra sulungnya tersebut


Jadi selama ini Widan sering menemui Maya, karna wanita ular itu sedang sakit, Wildan..Wildan, harusnya kamu bersyukur mendapatkan gadis yang baik seperti Kay, bukannya malah menyakitinya seperti ini dengan kembali berhubungan dengan mantan mu itu, yang jelas-jelas sudah membuat kehidupanmu hancur karna perbuatannya, walau dia mau mati sekalipun mama tidak akan membiarkanmu untuk kembali menemui wanita itu.


Batin bu Dewi geram.


*


*


*


'' Wiih loe cakep banget Kay, kayak bidadari, mas Wildan loe itu, sangat beruntung bisa dapatin perawan kayak loe, udah cantik, baik lagi.'' ucap Seli memuji, bukan bermaksud menjilat, namun memang benar adanya, saat ini Kay terlihat sangat cantik dengan kebaya putih, beserta hiasan dikepalanya, saat ini jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi dan satu jam lagi ia akan resmi menjadi istri dari Wildan Alsyahrendra, seorang pengusaha sukses dikotanya.


Saat Kay sedang asik berbicara dengan Seli, dikamarnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar gadis itu.


Tok-tok-tok


'' Iya masuk saja,'' ucap Kay dari dalam, tak lama terlihat Sandra masuk dengan wajah tegang, membuat Kay dan Seli saling pandang.

__ADS_1


'' Ada apa mba Sandra? kok wajahnya kelihatan tegang gitu?'' tanya Kay penasaran


'' Ibu pingsan Kay.


'' Hah? pingsan? kenapa bisa pingsan mba?'' tanya Kay sambil berdiri dari duduknya karna merasa kaget, begitupun Seli


'' Sebaiknya kita kekamar ibu sekarang.'' ajak Sandra yang langsung diangguki oleh keduanya.


Saat masuk kedalam kamar bu Dewi terlihat wanita paruh baya itu sudah sadar dari pingsannya walaupun wajahnya terlihat masih lemas dan juga pucat.


'' Mah, mama kenapa bisa pingsan?'' tanya Kay setelah duduk disisi tempat tidur bu Dewi.


Bu Dewi mencoba tersenyum menanggapi ucapan calon menantunya itu. '' Kayla, kamu cantik sekali nak,'' ucapnya sambil terus memandang wajah gadis itu, tiba-tiba saja air matanya mengalir.


'' Mah, kenapa mama menangis? apa yang sebenarnya terjadi?'' tanya Kay bingung, ia menatap sekitar kamar, ingin bertanya kepada siapa saja yang bisa menjawabnya, Kay baru menyadari jika ada Juno yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk, sekilas tatapan mereka bertemu, pemuda itu menatap Kay lekat, membuat jantung gadis itu seketika berdebar, ia pun segera memutuskan pandangannya dan kembali menatap wajah pucat sang calon mertua.


'' Kay, kamu mau kan jadi menantu mama?'' tanya bu Dewi membuat Kay merasa semangkin bingung dengan pertanyaan calon mertuanya itu.


'' Tentu saja mah, lagi pula sebentar lagi kan aku dan mas Wildan akan menikah.'' jawabnya sambil tersenyum bahagia


'' Tapi bukan dengan Wildan.'' sambung nya lagi

__ADS_1


Mendengar itu seketika membuat hatinya bergemuruh, pikiran-pikiran buruk mulai melintas dikepalanya, namun Kay mencoba tetap tenang,'' Mama jangan bicara seperti itu dong mah, mama ini ternyata suka becanda ya, lagian ya mah, kan calon suamiku itu mas Wildan, lalu jika bukan dengan dia dengan siapa lagi aku harus menikah?'' ucapnya sambil mencoba tertawa, namun tak dipungkiri ada perasaan tak tenang dihatinya, dan entah kenapa Kay merasa bahwa pernikahannya dengan Wildan terancam gagal.


Next


__ADS_2