Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Mas Wildan Mabuk?


__ADS_3

Malam harinya tepatnya dijam satu dini hari, terlihat Wildan baru saja masuk kedalam rumah, setelah pulang dari kantor tadi sore, pria ber'anak satu itu memutuskan untuk pergi menemui teman lamanya, yang memang mengajaknya untuk kumpul disebuah club, biasanya Wildan memang sering menolak ajakan teman-temannya itu, karna kalau sudah kumpul apa lagi disebuah klub, pasti mereka akan berakhir dengan acara mabuk-mabukan, dan begitupun Wildan, yang akhirnya juga ikut mencicipi minuman haram tersebut, untuk menghilangkan kegalauan dihati nya dan juga bayangan Kay yang selalu menari dikepalanya, namun bukannya menghilang, justru wajah gadis itu semangkin jelas didalam benaknya.


Wildan berjalan dengan sedikit sempoyongan, saat hendak naik kelantai dua, tiba-tiba saja ia seperti melihat ada seseorang berjalan menuju dapur, dan Wildan merasa jika itu adalah Kay, gadis yang dicintainya.


'' Kay,'' gumamnya, lalu mengurungkan niatnya untuk naik kekamarnya, dan malah melangkah menuju dapur untuk melihat sosok yang ia yakini adalah Kay.


Sedangkan didapur terlihat seorang wanita yang sedang mengambil air minum dari dispenser, yang ternyata wanita itu memang adalah Kay, perempuan yang saat ini masih bertahta dihati Wildan, dan sayangnya perempuan itu kini sudah menjadi milik adik nya sendiri yaitu Juno.


'' Kay,'' terdengar suara bariton seseorang, membuat Kay langsung membalikan tubuhnya.


'' Mas Wildan.'' gumamnya pelan, hampir saja ia menjatuhkan gelas yang ada ditangannya saat itu, kalau tidak dipegangnya kuat. Kay menatap Wildan yang terlihat sedikit berantakan, kemeja putih dengan dua kancing yang terbuka dibagian depan, dengan jas yang terlampirkan dibahunya, namun malah membuatnya terlihat semangkin tampan, dan Kay benci mengakui itu.


'' Sedang apa kamu disini Kay?'' tanya Wildan, pria itu melangkah mendekati Kay, membuat wanita itu gugup


'' A-aku haus, makanya aku kesini untuk ambil minum.'' jawabnya, sejujurnya Kay takut saat dalam posisi ini, entah kenapa, namun hatinya mengatakan jika ia harus secepatnya kembali kekamarnya sekarang.


'' Sebaiknya aku kembali sekarang, aku yakin Juno pasti sedang menungguku.'' ucap Kay yang sengaja menyebut nama Juno agar Wildan ingat jika dirinya adalah istri dari adiknya.


Namun saat ia hendak melangkah, Wildan langsung menghalanginya.'' Maaf mas, aku mau kembali kekamar.'' ucap Kay sedikit geram, namun Wildan terlihat tak menggeser sedikitpun tubuhnya dari hadapan Kay.


'' Mas!"


'' Apa?'' ucap Wildan dengan mata memerah, lalu mengambil begitu saja gelas dari tangan Kay, dan melangkah menuju dispenser, lalu menuang air kegelas yang sama dan meneguknya.


'' Eeh...,''' Kay tak bisa berkata-kata, ia hanya bisa terpaku, melihat pria itu meminum air dari gelas miliknya.

__ADS_1


Glek-glek-glek


Kay memperhatikan jakun Wildan yang naik turun saat meneguk air tersebut, wanita itu menelan ludahnya kasar, dalam hati memaki Wildan yang seenaknya merampas gelas yang ada ditangannya, namun ia tak akan meributkan masalah sepele itu, ia hanya bisa memendam kedongkolan dalam hatinya. Wildan memberikan gelas yang baru saja ia gunakan pada Kay, mau tak mau membuat Kay mengambilnya lalu meletakannya diatas meja dengan kasar hingga menyebabkan bunyi disana.


'' Kay,'' panggil Wildan sambil menatap perempuan itu dengan lekat, ia memindai penampilan Kay yang ternyata sedikit terbuka dari biasanya, saat itu Kay hanya memakai kaos tipis kedodoran yang memperlihatkan bahu mulusnya, bahkan bayangan br*a hitam yang Kay gunakan dapat terlihat dengan jelas oleh lelaki itu, sedangkan bagian bawahnya Kay hanya menggunakan leging diatas lutut, Kay yang baru menyadari hal itu langsung menyilangkan tangannya diatas da*da tersebut.


'' Buat apa ditutupi Kay? bukankah mas juga pernah melihat nya, bahkan merasakannya saja mas sudah pernah.'' ucap Wildan frontal, membuat Kay seketika menatap lelaki itu dengan tajam, lalu menjawab.


'' Dan itu adalah kesalahan terbesarku saat itu.'' sambungnya, sedikit menahan emosi saat melihat wajah lelaki itu.


'' Oya? mas tidak yakin, mas tau kamu berbicara seperti itu hanya ingin menyembunyikan kenyataan jika kamu memang masih memiliki perasaan pada ku, iya kan?'' ucap Wildan yakin


Apa lelaki ini mabuk? Kenapa dia bisa bicara selepas itu?


Batin Kay


Namun sepertinya Wildan tidak percaya sama sekali dengan ucapan Kay yang mengatakan jika wanita itu sudah melupakannya, tidak mungkin secepat itu, sepertinya Wildan masih ingin membuktikan jika keyakinannya terhadap gadis itu, yang ia yakin sebenarnya Kay masih mencintainya, dengan caranya, yang mungkin saja nantinya akan membuat Kay membencinya.


'' Hahaha, sudahlah Kay, jangan menyangkalnya, aku tau kamu tak kan semudah itu melupakan ku, kamu sengaja bilang seperti itu agar aku pergi kan dari kehidupanmu kan? percuma Kay, percuma, aku mencintaimu dan tak kan mungkin pergi darimu.'' ucap Wildan, ia bicara selayaknya orang mabuk, membuat Kay menatap aneh padanya, ia juga dapat mencium bau yang sangat tajam dari mulut Wildan, yang ia yakini adalah bau alkohol


'' Mas Wildan mabuk?


'' Aku mabuk? tidak sayang, aku masih waras.'' ucap nya sambil mendekati wajah Kay membuat wanita itu sontak mundur beberapa langkah.


'' Kay aku kangen, kenapa kamu menghindar?'' ucapnya

__ADS_1


'' Gk, ini salah mas! aku harus kembali.'' ucap Kay bergegas, namun baru satu langkah Wildan sudah menarik tangannya lalu menghimpit tubuh Kay ketembok


'' Aakkhhh,'' pekiknya saat tubuhnya terdorong ketembok.


'' Mas apa yang kau lakukan? lepaskan aku! atau aku teriak!'' ancam Kay


'' Teriak saja, aku gk takut!" jawab Wildan, tersenyum miring, lalu tiba-tiba Wildan menyerang bibir Kay, membuat nya langsung melotot, sedetik kemudian Kay langsung berontak dan mencoba mendorong dengan kuat tubuh Wildan. Namun percuma, sekeras dan sekuat apapun usahanya untuk mendorong tubuh Wildan tetap sia-sia, Kay tetap saja tidak bisa, bahkan tubuh itu tidak bergeser sedikit pun, sedangkan Wildan terus menciumi bibir dan tubuh gadis itu.


'' Mas kangen kamu Kay,'' bisiknya yang langsung kembali mencum*bui gadis itu, bahkan Wildan dengan berani menyentuh aset paling pribadi gadis itu, membuat Kay menggeleng kuat.


'' Jangan mas Wildan ku mohon, jangan sentuh itu! huhuhu...., Kay menangis namun segera Wildan membungkam bibirnya dengan ciu*man, membuat Kay hanya bisa menangis dalam diam.


Kamu jahat mas aku membencimu! Juno maafkan aku, karna gk bisa menjaga kehormatanku sebagai seorang istri.


Batin Kay, dengan air mata yang terus mengalir, ia pasrah saat Wildan memaksakan kehendaknya pada dirinya, tenaganya sudah tidak ada lagi untuk melawan. Wildan yang merasa tak ada perlawanan lagi, langsung menyudahi aksinya, ia menurunkan kedua tangan Kay dari atas kepala gadis itu.


'' Rasa nya masih sama seperti dulu Kay, dan aku juga yakin kalau perasaanmu juga masih sama padaku.'' ucap Wildan sambil menatap dalam mata gadis itu.


Plaakkk!!!


Kay tiba-tiba menampar dengan kuat wajah pria itu, hingga tangannya terasa panas, lelaki yang sudah berani kurang ajar menyentuh tubuhnya.'' Kau salah mas! Perasaanku sama kamu sudah tidak ada lagi yang ada hanya kebencian untukmu, kau tau? aku sangat membencimu Wildan Alsyahrendra!!!'' ucap Kay, dengan nada penuh penekanan, gadis itu sebenarnya ingin berteriak, namun ia takut jika semua orang akan bangun dan mendengar semuanya. Kay hanya tak ingin terjadi perkelahian dan perpecahan nantinya antara Juno dan juga Wildan, karna Kay tak ingin membuat bu Dewi bersedih. Sungguh menantu yang sangat baik, karna masih mau memikirkan kebaikan keluarga suaminya walaupun harus menyakiti dirinya sendiri.


Setelah mengatakan itu Kay langsung meninggalkan ruangan tersebut, sementara Wildan hanya bisa menatap sendu punggung gadis itu, menatap dengan raut wajah penyesalan.


'' Maaf kan aku Kay.'' gumamnya pelan bahkan terlihat air mata yang mengalir dari sudut mata lelaki itu

__ADS_1


Next


__ADS_2