Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Mencurigai Rudi


__ADS_3

Dirumah kediaman keluarga bu Dewi, terlihat semua sedang berkumpul disana, mereka baru saja pulang untuk mencari keberadaan Kay, menantu dikeluarkan itu.


'' Bagai mana ini? sudah tiga jam Kay pergi, tapi sampai sekarang dia belum juga kembali.'' ucap Bu Dewi yang terlihat sangat mengkhawatirkan menantunya itu.


'' Mah, mama jangan cemas seperti itu, kami yakin Kay akan segera berkumpul kembali dengan kita, jadi mama jangan terlalu banyak pikiran ya? nanti kesehatan mama drof.'' ucap Sandra


'' Benar yang dikatakan Sandra bude, sebaiknya bude istirahat saja dikamar, biar kami yang mencoba menunggunya, mungkin sebentar lagi dia pulang, atau mungkin saja diluar sana dia malah asik-asikan bersama teman-temannya, sementara kita disini menghawatirkan nya.'' ucap Ningsih, entah apa maksud dari ucapannya itu, yang pasti Juno, dan yang lainnya tidak suka mendengarnya.


'' Mba Ningsih, apa yang mba katakan? Kay bukan wanita seperti itu, dia bukan orang yang akan menghilang tiba-tiba seperti ini.'' ucap Juno yang tak terima istrinya dijelekkan.


'' Bukan begitu maksudnya Jun, dia itu kan sudah dewasa, dan sudah menjadi seorang istri, seharusnya dia tidak seceroboh ini lah, coba kalian pikir, masa iya mau keluar rumah dia gk membawa ponselnya? apa namanya kalau bukan ceroboh? atau mungkin saja dia sengaja tidak membawanya karna takut kita menghubunginya, dan mengganggunya bersama teman-temannya.'' sambung nya lagi


'' Ningsih, apa yang kau katakan? kau tidak boleh menuduh seperti itu.'' ucap Wildan yang akhirnya menyuarakan rasa tidak sukanya atas ucapan Ningsih.


'' Loh, aku bukannya menuduh Wil, itu bisa saja kan terjadi, kita gk tau loh, lagian buat apa dia keluar malam-malam, tanpa pamit pada orang rumah, katakanlah dia mencari udara segar, apa harus mencari sampai diluar rumah? tidak masuk akal, sementara dihalaman rumah ini pun masih bisa dia menghirup udara segar, toh ada taman kan dirumah ini, buat apa dia repot-repot keluar gerbang rumah.'' jelas Ningsih mencoba mengatakan hal yang masuk akal. Ningsih melirik pada semua orang, yang sepertinya terlihat memikirkan ucapannya barusan, melihat itu Ningsih tersenyum dalam hati. Namun ia terlihat sedikit kesal, saat melihat Wildan yang sepertinya sama sekali tak percaya dengan apa yang ia katakan, karna saat ini ia melihat Wildan sama sekali tak terpengaruh dengan ucapannya, berbeda dengan yang lainnya, yang terlihat melamun setelah mendengar ucapan nya. Tentu saja Wildan tidak akan percaya dengan ucapan Ningsih, karna ia tau kenapa Kay sampai pergi dari rumah, itu karna Kay tadi sempat melihat mereka dikamar, katakanlah Wildan terlalu PD akan hal itu, karna ia merasa Kay pergi, sebab karna tadi melihat kedekatan nya dengan Ningsih, namun faktanya memang seperti itu, Kay yang tidak bisa mengendalikan perasaannya yang jelas-jelas, tidak boleh lagi ia rasakan terhadap laki-laki itu.


'' Kay tidak mungkin melakukan itu dia bukan seperti itu.'' jelas Wildan membuat semua orang menatap kearahnya begitu pun Bisma yang memang juga ada disana untuk mencari keberadaan gadis itu.


'' Loe benar Wil, gue juga berpikir seperti itu, Kay gadis yang polos, dan dia tidak akan melakukan hal seperti itu, pergi tanpa pamit untuk bertemu dengan temannya, gue rasa itu tidak mungkin.'' jelas nya sambil melirik kearah Ningsih, entah kenapa Bisma merasa jika gadis itu sama sekali tidak menyukai Kay, Bisma memang pernah beberapa kali bertemu dengan Ningsih, namun ia tak dekat dengan gadis itu karna menurut nya Ningsih tak sepolos yang dilihat orang, dalam arti Bisma melihat jika gadis itu hanya berkata manis pada orang tertentu saja yang ia sukai, dan akan menjadi srigala pada orang yang dianggapnya sebagai ancaman.

__ADS_1


Mendengar ucapan Bisma membuat Ningsih menatap tak suka padanya.


'' Sudah-sudah jangan berdebat lagi, kita tidak bisa diam saja seperti ini, Juno sebaiknya kamu lapor pada polisi atas menghilangnya Kay, karna mama gk mau sampai terjadi sesuatu pada mantu mama itu,'' jelas Bu Dewi


'' Sudah mah, aku sudah melapor pada polisi tapi mereka bilang kasus menghilangnya Kay tidak akan bisa diproses sebelum dua puluh empat jam.'' jawabnya dengan nada putus asa.


'' Apa mungkin Kay Diculik?'' ucap Sandra? membuat semuanya menatap kearah gadis itu.


'' Maksud kamu Sa?'' tanya Bisma


'' Ya mungkin saja kan, dia diculik orang jahat, Kay kan cantik, aku takutnya dia diculik dan...,'' Sandra menggantung kalimatnya membuat Bu Dewi semangkin penasaran.


'' Mungkin maksud Sandra bisa saja Kay diperkosa oleh orang jahat, begitu kan maksud kamu Sa?'' sambung Ningsih, membuat Juno langsung menggebrak meja.


'' Sudah hentikan omong kosong itu, dan kamu mba Ningsih, kenapa harus bicara seperti itu tentang istri ku?, apa mba tidak menyukainya karna dia mantan dari mas Wildan begitu?'' ucap Juno menyindir.


'' Loh Jun, kok kamu begitu sih ngomongnya, aku kan hanya meneruskan kalimat Sandra yang terputus itu, emang apanya yang salah?'' ucapnya tanpa dosa


'' Jelas salah Ning, Kay itu istrinya Juno, dan tidak sepantasnya kamu bicara seperti itu disaat kita mencemaskan keberadaan Kay, kamu itu harus menempatkan ucapan kamu jika berbicara, mana yang pantas kamu ucapakan, dan mana yang tidak.'' ucap bu Dewi, menegur keponakannya tersebut, sedangkan Ningsih hanya bisa mengumpat dalam hati, karna tak mungkin baginya untuk melawan adik dari mamanya itu.

__ADS_1


'' Iya, aku minta maaf karna bicara sembarangan. Juno maaf, lain kali aku tidak akan bicara sembarangan lagi.'' ucap Ningsih ia tak mau semua orang yang ada dirumah itu membencinya.


Juno tidak menjawab, karna tiba-tiba ia teringat pada mantan Kay yang bernama Rudi, entah kenapa perasannya mengatakan jika hilangnya Kay, ada hubungannya dengan lelaki itu.


'' Mba Sandra, apa karyawan nya mba, ada yang bernama Rudi?'' tanya Juno tiba-tiba, membuat Wildan menatap kearahnya.


'' Maksudmu apa Jun? kau mencurigai Rudi?'' tanya Wildan langsung


'' Waktu itu Kay pernah hampir diperkosa oleh laki-laki sialan itu mas, dan kurang ajarnya dia berani melakukan dirumah kita ini.'' ungkap nya sambil mengepalkan tangan saat kembali teringat kejadian waktu itu


'' Apa katamu? laki-laki itu berani mencoba melecehkan Kay dirumah kita? lalu kenapa waktu itu kamu gk bilang sama kami Juno?'' ucap Wildan terbawa emosi tanpa sadar ia mengepalkan tangannya.


Ayo sebaiknya kita cari laki-laki brengsek itu sekarang.'' ucapnya yang langsung diangguki oleh Juno, tadinya ia hendak protes saat melihat reaksi Wildan yang terlalu berlebihan saat mencemaskan istrinya Kayla, namun ia merasa jika ini bukan saatnya untuk berdebat, Juno hanya bisa berdoa dan terus berharap agar saat ini Kay baik-baik saja, walau dalam hatinya sangat mencemaskan keadaan istrinya itu, apa lagi jika dugaannya itu memang benar, kalau sampai Rudi lah dalang dari hilangnya Kayla, ia takut jika pria gila itu akan kembali menyakiti sang istri


Bersambung


Haais readers apa kabar semuanya? semoga sehat selalu ya? otor juga berterimakasih karna kalian masih setia mengikuti alur cerita yang otor buat, maaf kalau terkadang jalan ceritanya tak sesuai dengan yang kalian mau, karna terkadang otak otornya buntu kekurangan ide 😁 tapi semoga saja cerita ini bisa menghibur kalian.


Jangan bosan-bosan ya buat baca karyaku, karna hanya kalianlah penyemangatku disini😊 dan jangan lupa selalu tingalkan jejak kalian ya dengan cara like and koment.

__ADS_1


__ADS_2