Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 39


__ADS_3

WARNING, ADA ADEGAN DAN JALANAN BERBAHAYA DiSINI, DIHARAPKAN BAGI ANAK-ANAK YANG MASIH DIBAWAH UMUR JALAN SAJA YANG LURUS, DAN JANGAN IKUTI ALUR YANG SEDIKIT BERKELOK INI, KARNA SANGAT BERBAHAYA. JADI SEBAIKNYA DISKIP SAJA, OK.😉


∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


HAPPY READING


Wildan sudah melepas seluruh kain yang melekat ditubuh Kayla, hingga kini wanita itu benar-benar polos. Kay menutupi sangkar burung miliknya yang cukup rimbun, dipenuhi oleh hutan yang cukup rimbun, namun tetap tertata dengan rapi.


'' Kenapa setiap mas memandangnya kamu selalu menutupinya sayang?


'' Aku malu mas, makanya jangan dilihatin terus.'' protes Kay


'' Ya mas kagum, makanya mas lihatin terus, sangat indah, dan mas suka bentuknya, kamu menatanya dengan sangat rapi, walaupun tidak memangkas semuanya, namun itu terlihat semangkin indah sayang.'' ucapnya berdecak kagum


Setelah puas memandang, Wildan langsung mengambil posisi pavoritnya dibawah sana, pria itu menekuk kaki Kayla, dan sedikit melebarkannya, hingga goa terlarang milik sang istri terpampang jelas dimatanya.


Kay merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu dibawah sana, wanita itupun langsung mengambil posisi setengah duduk, dengan bertumpu pada kedua tangannya.


Wildan tersenyum melihat istrinya yang merasa penasaran dengan apa yang akan ia lakukan pada goa terlarang milik nya. Wildan membelai rerumputan tersebut, lalu membelah bibir goa tersebut dengan jari-jari tangan nya, disitu Wildan dapat melihat satu titik daging kecil yang ia tau jika itu adalah tempat dimana berkumpulnya ribuan saraf-saraf sensitif milik seorang wanita, Wildan menyentuhnya sedikit dan itu langsung bereaksi pada tubuh istrinya.


'' Mas ih jangan main-main dong,'' rengek Kay, sejujurnya Kay merasa sudah tidak tahan ingin segera dieksekusi.


Wildan tersenyum mendengar rengekan manja sang istri, ia yang juga sudah tidak sabar langsung bermain disana, membenamkan wajahnya diantara hutan belantara tersebut, menggali lubang yang ada didalamnya, tak ketinggalan benjolan kecil yang terlihat sudah mengacung keras, Wildan pun langsung saja memainkan benjolan daging kecil itu dengan daging lunak yang ada didalam mulutnya. menghi*sap dan sesekali menekan-nekannya dengan daging lunak tersebut, hingga menyapu seluruh permukaan goa dengan daging berwarna merah pucat milik nya, setelah puas, Wildan kembali mendekat wajahnya dengan wajah istrinya, lalu kembali melahap bibir penuh, nan sek*si milik Kayla, saling membelit, saling mencecap satu sama lain, Kay menarik wajahnya dan menatap kearah suaminya

__ADS_1


'' Mas rasanya kok aneh sih?


'' Apanya sayang?


'' Lidah kamu kan habis itu tadi, jadi rasanya gk enak, aromanya juga sedikit aneh, jadi selam ini rasanya memang seperti itu ya mas?.'' ucap Kayla, ia sedikit malu saat mengatakannya, karna bagai mana pun itu adalah miliknya sendiri.


'' Iya, dan mas sangat suka rasnya bikin nagih, apa lagi aromanya hhmmm, memabukkan sayang.'' ucap nya, mengatakan itu membuat Wildan kembali berha*sr*at, dan ia pun kembali menyambar bibir sang istri, dengan tangan yang terus bergerilya kemana-mana. Wildan sudah membuka seluruh pakaiannya, hingga kini keduanya sama-sama polos, pria itu mengurut miliknya yang sudah tegak sempurna. Kemudian Wildan memposisikan miliknya didepan lubang goa milik Kay, namun Wildan tak langsung memasukan pusaka nya itu, pria itu hanya menempelkan milik mereka satu sama lain, membuat tubuh Kay teras panas dingin, diperlakukan seperti itu membuat wanita itu tidak tahan, hingga terlihat mata air yang kembali membasahi lubang goa miliknya itu hingga membuat area tersebut licin.


Wildan mulai menuntun miliknya kembali didepan goa keramat milik sang istri, lalu mulai memasukinya secara perlahan.


Kay menggigit bibir nya saat pusaka sang suami mulai menerobos masuk kedalam dirinya, Kay merasakan sedikit sakit diarea intinya itu, walaupun sering mereka melakukannya, namun karna pusaka milik suaminya itu lumayan besar, membuat Kay harus menahan nafas beberapa saat hingga akhirnya


Bleesss


''Aakkhh, Kay meringis pelan, kini milik suaminya itu sudah tertanam seutuhnya didalam goa miliknya sesak dan penuh, itulah yang Kay rasakan. Wildan mulai memaju mundurkan tubuhnya secara perlahan. Suara-suara merdu kini mulai terdengar didalam ruangan tersebut, keringat dari tubuh keduanya pun mulai bercucuran, dari tubuh Wildan hingga menetes membasahi tubuh Kay yang ada dibawahnya, ritme yang tadinya lambat kini mulai bertambah temponya.


'' Lelah, tapi puas.'' ucap Wildan, pria itu mengecup pipi Kay, lalu menenggelamkan wajahnya diceruk leher wanita nya itu.


'' Mas cabut dong, punya aku perih banget ini rasanya.'' ucap Kay, membuat Wildan menatap wajah Kayla.


'' Perih? kok bisa?


'' Ya bisalah, mas sejak tadi membantai milikku hingga terasa kebas, dan aku yakin pasti juga bengkak, kayak kemarin.'' jelasnya, karna pernah mereka melakukannya hingga beberapa ronde, dan itu membuat milik Kay terasa sakit hingga terlihat membengkak, bahkan membuat Kay susah berjalan, selama dua hari wanita itu tak menggunakan celana da*lam karna kejadian tersebut. Dan sepertinya itu akan kembali terulang

__ADS_1


'' Masa sih sayang? coba biar mas lihat.'' ucap Wildan sambil mencabut miliknya. lalu ia melihat kearah goa keramat istrinya itu yang terlihat memerah, Wildan menyentuh permukaan kulit yang memerah tersebut, dan itu membuat Kay meringis kesakitan


'' Mas perih banget itu.'' ucap Kay, yang seketika membuat Wildan merasa bersalah.


'' Maaf ya sayang, karna mas kamu jadi seperti ini, mungkin mas terlalu bersemangat sampai lupa akibatnya akan seperti ini.'' ucapnya


'' Iya tapi lain kali mas mainnya jangan kasar-kasar dong, sakit tau gk.'' protes nya


'' Tapi bukannya dulu kamu suka yang kasar-kasar sayang?'' goda Wildan


'' Iya, enak sih,, enak banget malah mas, tapi ujung-ujungnya buat punya ku lecet.'' ucapnya membuat Wildan tersenyum


'' Yasudah sebaiknya kamu mandi, nanti biar mas oleskan salep yang kemarin mas beli diapotek.'' ucap Wildan


'' Gendong.'' rengek Kay manja, membuat Wildan gemas melihatnya.


Lima belas menit kemudian


Setelah selesai mandi Kay langsung berbaring diatas tempat tidur, wanita itu masih memakai jubah mandinya tanpa mengenakan sehelai benangpun didalamnya


'' Buka jubah nya sayang, biar mas oleskan salepnya.'' ucap Wildan sambil mengambil posisi duduk didepan kaki sang istri. Kay mengangguk, lalu membuka jubah mandi yang ia gunakan, hingga terlihatlah gundukan kesukaan suaminya itu, melihat itu, membuat adik kecil Wildan dibawah sana kembali bereaksi


Tahan Wildan! tahan! istrimu ini sedang kesakitan karna perbuatanmu tadi, jadi sebaiknya kamu tahan senjata mu itu jangan sampai kembali menyerang istrimu dan melukainya lagi

__ADS_1


Batin nya sambil mengelus miliknya yang terasa sudah mulai mengeras.


Next


__ADS_2