
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, tiba-tiba Kay terbangun saat mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
'' Siapa ya di jam segini ngetuk pintu?' gumamnya yang langsung bangkit dari tempat tidurnya.
Ceklek, terdengar suara pintu dibuka.'' Mba Sandra, ada apa mba malam-malam datang kekamar saya? apa ada yang penting?'' tanya Kay begitu melihat siapa yang berdiri didepan pintu makarnya.
'' Iya Kay, maaf ya karna sudah mengganggu tidurmu.'' ucap Sandra meraaa tak enak
'' Iya gpp mba, ada apa emngnya?
'' Baby Al nangis dikamarnya karna stok asinya habis, jadi apa bisa kamu menyusui dia dikamarnya?'' tanya wanita tersebut
'' Bisa mba, ayo!" jawab nya langsung, setelah menutup pintu keduanya langsung menuju kelantai atas dimana kamar baby Al berada.
Setelah berada didepan kamar baby Al, Sandra langsung membuka pintu kamar tersebut, terlihat bayi tersebut terbangun, namun sudah tak menangis.
'' Yasudah mba, saya masuk dulu ya biar saya kasih asi dulu pada baby Al.'' ucap Kay
'' Iya, tolong ya Kay, maaf karna sudah merepotkanmu.'' ucap Sandra
'' Gk masalah, kan bentar lagi Al juga akan menjadi anak saya.'' jawab Kay membuat Sandra tersenyum mendengar nya.
'' Iya, yasudah saya masuk dulu ya?'' ucap Kay yang diangguki oleh Sandra.
__ADS_1
Setelah masuk Kay langsung menutup pintu kamar tersebut.'' Uh sayang kenapa bangung hem? kamu haus ya mau nyu*su?'' ucap Kay berbicara pada baby Al, baby tersebut tersenyum merespon ucapan gadis itu, ia pun langsung merentangkan tangannya pada gadis itu, membuat Kay tersenyum.
'' Mau minta gendong ya? yuk sini biar tante gendong,'' sambungnya lagi sambil meraih tubuh baby Al dari box miliknya
Gadis itu menggendong baby Al sejenak, lalu setelahnya membawa bayi tersebut keatas tempat tidur berniat untuk menyusui nya, Kay yang saat itu menggunakan baju daster dengan leher yang rendah memudahkan gadis itu untuk mengeluarkan pa*yu*da*ra miliknya. Begitu pa*yu*da*ra itu menempel dibibir mungil baby Al, bayi tersebut langsung membuka mulutnya dan memasukan bulatan kecil berwarna pink tersebut dan menghisapnya dalam, hingga terlihat keluar asi milik gadis itu. Kay terus memperhatikan baby Al meminum asinya dengan sangat lahap hingga terdengar suara cecapan yang cukup nyaring diruangan tersebut.
'' Ternyata kamu sangat haus ya? sayang emang enak banget ya asi nya tante? Sehingga kamu sangat menyukainya hem?'' gumamnya pelan, Kay terus memperhatin bayi tersebut mengenyot pucuk da*danya dengan sangat lahap, tak lupa Kay juga memberikan asi yang sebelahnya lagi agar seimbang.
'' Hooaamm, rasanya ngantuk banget.'' gumam Kay, sambil mulai memejamksn mata karna rasa kantuk yang tak mampu ia tahan, setelah Kay terlelap tak lama baby Al juga ikut terlelap, namun sebelum itu ia melepaskan mulutnya dari pucuk da*da milik gadis itu.
Tepat jam sebelas malam Wildan terbangun dari tidurnya, pria itu merasakan tenggorokannya kering, ia melihat gelas yang biasanya berisi air diatas nakas telah habis, dan mau tak mau Wildan pun akhirnya turun kebawah untuk mengambil air minum, setelah beberapa saat terlihat pria itu membali dari dapur sambil membawa sebotol air minum ditangannya, Wildan sudah menyentuh handle pintu bersiap untuk membukanya, namun tiba-tiba ia teringat putranya yang tidur dikamar sebelah, Wildan belum ada melihat keadaan putranya itu setelah tadi ia sempat tertidur, laki-laki itu pun langsung berbalik badan dan melangkah menuju kamar baby Al.
Ceklek terdengar suara pintu terbuka, Wildan masuk dan kembali menutup pintu tersebut, lampu yang temaran membuat pria itu tak terlalu melihat jika ada seorang gadis yang tengah tertidur diranjang milik anaknya itu. Wildan menyipitkan matanya saat melihat seorang gadis tengah tertidur diatas tempat tidur yang tak terlalu besar itu bersama putranya baby Al yang sepertinya juga sudah tertidur. Wildan mendekat, seketika matanya terbuka lebar dengan jantung yang tiba-tiba berdetak kuat, Wildan berkali-kali menelan ludahnya untuk membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering, padahal ia baru saja meminum minumannya, pria itu menatap botol air minum yang ada ditangannya.
'' Aku ingin menum air yang berbeda.'' ucapnya lirih, Wildan mengangkat baby Al dan meletakannya kembali didalam box tempat tidurnya, setelah itu kembali berjalan menuju dimana Kay tengah tertidur dengan pulasnya. Wildan masih memperhatikan gadis yang ada didepannya, tatapannya tak beralih dari dua buah daging kenyal yang menggantung keluar dari tempatnya, yang membuat tenggorokan Wildan terasa semangkin kering melihatnya. Pria itu mendekat ia melihat ada teresan asi dibawah pa*yu*da*ra Kay yang menggantung bebas.
Kay melenguh, dalam tidurnya ia bermimpi jika saat ini Wildan sedang menikmati asi miliknya, pria itu sangat rakus sama seperti baby Al, hingga terdengar suara cecapannya.
'' Mas,'' ucap Kay pelan, Wildan seketika menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu mendongak menatap wajah gadis yang sedang ia nikmati asinya itu.
Dia masih memejam kan mata, apa tadi dia hanya bermimpi?
Batin Wildan, namun setelahnya ia kembali melanjutkan aksinya menikmati asi yang menurutnya sangat gurih itu.
__ADS_1
Ini benar-benar nikmat, dan aku sangat menyukainya, pantas saja putraku sangat menyukai nya, apa begini ya rasanya asi milik mama dulu?
Gumam batin Wildan
Sementara Kay dialam bawah sadarnya merasa jika Wildan terus menyedot asinya secara bergatian, gadis itu merasa ada perasaan aneh saat pria itu melakukannya, ada kenikmatan tersendiri untuknya, tubuhnya bereaksi, berbeda jika baby Al yang menghisapnya,
Apakah ini hanya mimpi? tapi kenapa rasanya begitu nyata?
Tiba-tiba Kay mengerutkan alis, gadis itu sudah terbangun hanya saja belum membuka matanya, namun ada yang aneh, kenapa ia merasa ada yang masih mengganjal dibagian dada nya?
Ini bukan mimpi, jelas-jelas aku sudah bangun, apa baby Al yang menghisap asiku? tapi kenapa rasa hisapannya berbeda?
Batin gadia tersebut, perlahan Kay membuak matanya, walaupun masih sangat mengantuk namun rasa penasarannya lebih mendominasi, setelah membuka mata, alangkah terkejutnya ia melihat siapa yang sedang menikmati asi nya
Mas Wildan, ternyata dia yang melakukannya, pantas rasanya sangat berbeda.
Batin gadis itu, ia memperhatikan Wildan yang menghisap asinya dengan sangat rakus, tanpa berniat untuk menghentikan aksi dari pria tersebut, tiba-tiba tubuhnya meremang, saat merasakan jilatan dipucuk da*da nya.
'' Aah,'' tiba-tiba saja satu de*sa*han lolos dari bibir tipis gadis itu, membuat Wildan langsung mendongakan wajahnya.
'' Kamu bangun sayang?'' tanya pria tersebut sambil tersenyum manis
'' Mas apa yang kamu lakukan?'' tanya Kay lirih
__ADS_1
'' Mas sedang menikmati asi kamu sayang, sayang airnya terus menetes, sementara baby Al sudah tertidur.'' ucap pria itu dengan posisi yang masih berada disamping gadis itu.
Next