
Saat ini Kay sedang bersama dengan baby Al dikamarnya dilantai dua, setelah memastikan baby Al sudah tertidur, Kay langsung keluar dan menuju pintu depan karna mendengar suara bel rumah berbunyi, tanpa mengintip terlebih dahulu Kay langsung membukakan pintu tersebut, gadis itu cukup terkejut saat melihat siapa yang datang dikediamannya tersebut.
'' Rudi?'' ucapnya pelan namun masih terdengar oleh pemuda tersebut.
'' Hai Kay, boleh aku masuk?'' tanya pemuda tersebur
'' Maaf Rud, dirumah sedang gk ada orang, sebaiknya kita bicara diluar aja.'' ucap Kay, dan Rudi mengangguk paham
'' Ada apa Rud? apa yang membuatmu datang kesini?'' tanya Kai to the point
'' Santai aja Kay, buru-buru amat sih, aku tu datang kesini karna kangen sama kamu.'' jawabnya tak tau malu
'' Kangen?'' entah kenapa mendengar ucapan Rudi membuat nya sedikit merasa aneh, pasalnya Rudi tak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.
'' Maaf Rud, jika memang kamu memiliki keperluan sebaiknya katakan saja sekarang, aku gk enak kalau dilihat orang, apa lagi suamiku juga tiak berada dirumah.' ucap Kay
Rudi yang mendengar kata suami tertawa sinis.'' Suami kau bilang? suami yang mana Kay? Wilan atau adiknya?
'' Maksud kamu apa berkata seperti itu?'' ucap Kay tak suka, seolah dirinya sedang disindir oleh lelaki itu.
__ADS_1
'' Kay..kay..., jangan berlagak kamu gk mengerti dengan ucapanku sayang, bukankah kemarin kamu bertunangan dengan Wildan? lalu kenapa kamu malah menikah dengan adiknya huh? oh aku tau sekarang, apa karna kamu udah dicampakan oleh Wildan, makanya kamu merayu adiknya untuk menikahi kamu iya??'' ucap Rudi sambil menatap sinis, Kay yang mendengar ucapan Rudi sontak terkejut ia tak terima dengan tuduhan laki-laki itu.
'' Jaga bicara mu Rud! aku bukan perempuan murahan, dan asal kamu tau, aku gk pernah merayu Juno buat nikah sama aku ingat itu, dan tentang mas Wildan, aku rasa kamu gk perlu tau alasannya kenapa aku dan dia tidak jadi menikah, sebaiknya kamu pergi dari sini, dan jangan pernah kembali lagi.'' ucap Kah masih menahan emosi.
Rudi masih tak mau pergi, pemuda itu justru melangkah mendekati gadis itu hingga membuat Kay mau tak mau mundur kebelakang,'' Kamu itu matre Kay, kau meninggalkan aku karna pria kaya ini kan, ku pikir tadinya kamu berbeda dari wanita lainnya, tapi ternyata sama aja.
'' Hentikan omong kosongmu itu Rud, aku bukan wanita matre seperti yang kamu tuduhkan.
''Jika tidak, kenapa saat Wildan meninggalkanmu kamu malah menikah dengan adiknya huh? kenapa kamu tidak meninggalkan rumah ini dan datang padaku Kay? aku yang jelas-jelas mencintaimu Kay.'' ucapnya lirih
'' Kamu tau aku gk cinta sama kamu Rud, bagai mana bisa aku menikah denganmu?
'' Lalu bagai mana dengan Juno? apa kamu mencintainya? tidak kan? bahkan aku tau kalian baru saling mengenal, lalu kenapa kamu mau menikah dengannya? apa alasannya kalau bukan karna harta? kamu gk mau kehilangan tambang emas mu ini kan? Kau murahan Kay, sungguh wanita murahan.'' maki Rudi.
Satu tamparan Kay layangkan kewajah Rudi, rasanya hatinya sakit jika direndahkan seperti itu.
'' Sudah kukatakan aku bukan wanita murahan!" ucap Kay marah, matanya memerah, menahan tangis, dada nya naik turun menahan emosi sejak tadi.
Rudi mengusap pipinya yang terasa panas karna tamparan Kay, namun ia tak marah, pria itu malam tersenyum, senyum yang membuat Kay sedikit takut melihatnya.
__ADS_1
'' Kay, kau tau bukan, aku sangat mencintaimu? berbagai cara selalu aku lakukan agar wanita yang kucintai bisa membalas cintaku, tadi nya aku sudah sangat senang saat kamu menerima cintaku, tapi setelah kamu putuskan aku karna pria yang lebih kaya, aku gk terima Kay, apa lagi setelah ku tau kalau kau malah menikah dengan pria yang baru kau kenal, hatiku semangkin sakit, apa pernah kau memikirkan perasaanku?'' ucapnya sedih, Rudi sangat mencintai Kayla, tapi perasaannya tak pernah dianggap oleh gadis itu, begitulah yang ada dipikirannya.
'' Rudi, sudah berapa kali aku katakan padamu, agar kamu lupakan aku, carilah wanita yang mencintaimu dengan tulus, aku yakin masih banyak wanita yang jauh lebih baik dariku.'' ucap Kay
'' Banyak Kay, tapi aku gk bisa mencintai salah satu dari mereka, apa aku salah karna terlalu mencintai kamu Kay, coba katakan padaku bagai mana cara untuk melupakanmu?'' ucapnya dengan mata memerah, pria itu rasanya hendak menangis, kenapa nasip percintaannya setragis ini, cinta yang tak terbalaskan rasanya itu sangat menyedihkan.
Belum lagi Kay menjawab tiba-tiba terdengar tawa miris dari mulut laki-laki itu,
'' Hahaha, nasip ku sangat malang bukan? kau tau Kay? baru kali ini aku mencintai wanita sampai seperti ini, tapi balasannya apa? aku hanya mendapatkan rasa sakit, aku tau kau tidak mencintai suamimu, tapi kau bisa menikah dengan nya karna dia memiliki harta bukan? tidak ada alasan lain selain itu Kay, kau tidak bisa membuktikan apapun padaku.'' ucapnya penuh rasa kecewa.
Sedangkan Kay hanya diam, yang dikatakan Rudi memang ada benarnya, dia menikah dengan Juno bukan karna cinta, tapi karna ingin melindungi kehormatan orangtuanya, namun Kay memilih tidak menjelaskan apapun pada Rudi, biarlah ia mau berpikir seperti apa pada dirinya, toh kenyataannya memang seperti itu.
'' Kenapa diam Kay? apa kamu baru menyadari jika semua yang ku katakan itu benar? atau kamu merasa malu bahwa kebenaranmu sudah aku ketahui?'' ucap Rudi, Kay memejamkan matanya, mencoba meredam amarah dalam hatinya, ia tak ingin bertindak bar-bar, tepatnya ia tak ingin meladeni laki-laki yang ada dihadapannya ini karna percuma saja, bagai mana pun ia menjelaskan Rudi tak akan percaya.
'' Rudi sebaiknya kamu pulang, karna aku masih banyak kegiatan.'' setelah mengatakan itu Kay langsung berbalik dan melangkah masuk, namun baru dua langkah tiba-tiba kata-kata Rudi menghentikan langkahnya, apa lagi saat mendengar ucapan nya membuat darah nya mendidih.
'' Apa kah Wildan mencampakanmu setelah dia mengambil kesucianmu Kay? oh aku rasa memamg seperti itu, benarkan?'' ucap Rudi yang seolah memancing kemarahan gadis itu.
'' Cukup Rudi! cukup! aku sudah muak dengan kata-katamu, aku diam bukan berarti semua yang kamu tuduhkan itu benar, aku hanya tidak ingin membuktikan apapun padamu Rud, aku lelah, kamu gk tau bagai mana penderitaanku selama ini, jadi jangan pernah menuduhku sesuatu hal yang tak pernah kulakukan, sebaiknya kamu pergi sekarang!'' teriak Kay, akhirnya air mata yang sejak tadi ia tahan atas penghinaan Rudi akhirnya tumpah, apakah sebegitu hinanya dirinya dimata mantan kekasihnya itu, hingga dengan teganya ia menghina Kay seperti itu.
__ADS_1
Rudi terhenyak melihat Kay menangis, sebenarnya ia tak tega melihat Kay seperti itu, ia tau kata-kata yang ia ucapakan sudah sangat keterlaluan, tapi karna rasa sakit hatinya kepada Kay, sudah menutupi mata hatinya.
Next