Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 30


__ADS_3

Saat ini Sandra sedang dalam perjalanan menuju kantornya Wildan, karna perusahaan abangnya nya tersebut memesan jasa dari restorannya untuk sebuah acara yang diadakan dikantor tersebut, tepat pukul sembilan pagi gadis itu dan beberapa pegawainya sudah sampai disana.


'' Rif, kamu langsung aja ya sama anak-anak lainnya keruangan yang tadi saya tunjukan, saya mau keruangan mas Wildan sebentar, ada beberapa yang ingin saya bicarakan dengannya.'' ucap Sandra


'' Baik Bu.'' jawab Arif yang langsung mengajak beberapa pegawai lainnya menuju ruangan yang ditunjuk oleh bos nya tadi.


Sandra melangkah menuju ruangan Wildan yang ada dilantai 20, sedangkan acara perusahaan tersebut akan diadakan dilantai lima.


Ting


Terdengar suara pintu lift terbuka, seketika itu pula Sandra melihat seseorang yang ia kenal sedang tersenyum dengan lawan bicaranya.'' Sedang bicara dengan siapa dia? sepertinya seru banget sampai tersenyum manis seperti itu, apa dia bermaksud ingin tebar pesona pada wanita berkacamata itu?'' gumam Sandra, gadis itu melangkah mendekati keduanya.


'' Maaf apa saya mengganggu?'' tanya Sandra tiba-tiba, membuat kedua nya langsung menoleh kearah sumber suara.


'' Sandra, kamu disini?'' tanya pria itu sedikit terkejut.


'' Kenapa anda merasa terkejut pak? saya disini karna pak Wildan menyewa jasa dari restoran kami untuk acaranya nanti siang.'' jelas Sandra formal


Haaiiss, jika sudah memakai bahasa seperti ini pasti dia sedang ngambek


Batin pria tersebut yang tak lain adalah Bisma tunangan Sandra, saat ini Bisma sedang bicara dengan asisten dari PT. Indah Jaya, karna kerjasama diantara perusahaan mereka, dan mengharuskan nya untuk bersikap sebaik mungkin pada karyawan dari perusahaan tersebut.


'' Pak Bisma, apa kita bisa pergi sekarang??'' tanya wanita berkaca mata tersebut, Bisma tersenyum paksa ia sempat melirik kearah tunangannya itu, yang terlihat menatapnya dengan tatapan tak bersahabat kearahnya, membuat pria itu meringis, kekasihnya itu sangat pencemburu, walaupun ia bilang jika wanita tersebut hanya rekan kerja, tetap saja Sandra tak akan percaya begitu saja.


'' Pak Bisma, nona ini mengajak anda loh, kenapa anda masih diam ditempat?'' ucap Sandra sengaja menyindir


'' Maaf nona Rani, mohon tunggu sebentar ya?!" ucapnya pada wanita berkaca mata tersebut, setelah itu ia langsung menarik tangan Sandra sedikit menjauh dari sana.


'' Apaan sih, pakai acara tarik tangan segala?'' Sandra langsung menghempaskan tangan Bisma.


'' Sandra dia adalah asisten dari perusahaan yang bekerja sama dengan kita, jadi aku mohon kamu jangan salah paham, ini juga atas perintah mas mu sendiri.'' jelas Bisma


'' Kamu ini kalau ngeles cepat banget ya? udah ah aku mu keruangan mas Wildan dulu, ingat ya Bi, kamu jangan macam-macam, kalau sempat kamu ketahuan berani godain cewek lain, maka aku akan batalkan pernikahan kita.'' ancam Sandra


'' Sayang kamu kok ngancem gitu sih? kamu boleh marah, tapi jangan bawa-bawa pernikahan kita dong.'' ucapnya protes

__ADS_1


'' Makanya jangan macam-macam kamu '' ucap Sandra yang langsung meningalkan Bisma, membuat pria itu mengusap wajahnya kasar.


'' Pak Bisma anda baik-baik saja?'' tanya wanita yang bernama Rani tersebut


'' Tidak, saya tidak apa-pa, baiklah kalau begitu kita langsung saja kelokasi sekarang.'' ajak Bisma yang diangguki oleh wanita itu


Sedangkan Sandra terus menggerutu sambil melangkah kan kakinya menuju ruangan Wildan, bahkan tanpa mengetuk gadis itu masuk begitu saja,


'' Biasakan kalau masuk keruangan seseorang ketuk pintu dulu nona.'' ucap Wildan formal


'' Iih, kok mas Wildan juga nyebelin sih kayak Bisma.'' protesnya bertambah kesal


'' Ekhem,, terdengar suara deheman dari seseorang membuat Sandra seketika tersadar jika saat ini bukan hanya ada Wildan dan dirinya saja diruangan tersebut, melainkan ada dua orang laki-laki juga disana.


Aduuhh malu banget, ternyata ada orang lain disini


Batin nya merutuki kebodohannya


'' Maaf kan saya,, saya tidak tau jika disini ada orang lain.'' ucapnya sambil tersenyum paksa


'' Ekhem, ingat tunangan.'' sindir Wildan membuat Sandra langsung menatap tak suka kearah abangnya itu.


'' Bukankah ini adek loe ya Wil? Sandra kan namanya?'' tanya lelaki tersebut.


'' Maaf anda siapa ya? kok mengenal saya?'' tanya Sandra, merasa penasaran


'' Aku Apoy, teman kuliah Wildan, apa kamu lupa? dulu aku sering main kerumah kalian.'' jelasnya


Terlihat Sandra sedang berpikir keras, hingga akhirnya ia tersenyum kala mengingat sosok Apoy


'' Ah iya, bang Apoy, makin tampan aja bang, udah nikah pasti ya sekarang?


'' Belum, soalnya gk ada yang mau.'' jawabnya


'' Gk ada yang mau apa abangnya yang terlalu pemilih? masa seganteng ini gk ada yang mau.'' ucap nya tak percaya

__ADS_1


Apoy terkekeh mendengarnya, sedangkan Pikri dan Wildan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah teman mereka yang masih belum berubah jika berbicara dengan wanita, selalu mengunakan jurus yang sama


'' Jangan macam-macam loe Poy, adek gue udah ada yang punya.'' sambung Wildan membuat Apoy terkekeh mendengarnya


'' Iya, dia Bisma kan? tapi kalau Bisma berulah, aku mau kok Sa, gantiin dia.'' ucap nya sambil mengerlingkan mata kearah gadis cantik itu.


Sandra hanya tersenyum menanggapi ucapan Apoy yang menurutnya hanya sebuah candaan belaka.


'' Oya Sandra gimana persiapan makanan untuk acara kantor, udah sudah kamu uruskan?'' tanya Wildan, membuat gadis itu menepuk jidatnya


'' Astaga aku lupa, aku kan kesini tadi mau bicarakan itu, kok jadi lupa ya? gara-gara Bisma sih.'' ucapnya pelan diakhir kalimat.


'' Jadi gini mas,, bla..bla...bla...


Skip


***


Ditoko bunga miliknya, terlihat Kay sedang sibuk merangkai bunga pesanan dari customer langganan mereka, yang setiap hari memang memesan bunga dari mereka untuk diletakan disudut-sudut ruangan hotel yang terletak tak jauh dari toko mereka.


'' Mba Kay, itu ponselnya mba berbunyi terus dari tadi, apa gk sebaiknya diangkat dulu ya?'' tanya Wati


'' Biarin saja dulu Wat, saya masih sibuk.'' ucap Kay, yang sebenarnya memang malas untuk mengangkat telpon tersebut, itu adalah panggilan telpon dari sahabatnya Seli, untuk kesekian kalinya, dan semenjak kejadian itu Kay sedikit menjaga jarak dari Seli, bukan karna benci, namun karna rasa kecewanya pada gadis itu.


Mba Kay kenapa ya, gk seperti biasanya gk mu angkat telpon dari sahabatnya.


Batin Wati yang sempat melihat siapa si penelpon tersebut.


Maaf Sel, aku belum bisa bicara dengan mu untuk saat ini, karna aku masih merasa kecewa karna sikap dan perbuatannya itu


Batin Kay


Sementara ditempat lain terlihat Seli tidak fokus dengan pekerjaannya, sejak tadi malam gadis itu juga tidak terlalu nyenyak dalam tidurnya, ia terus terbayang saat-saat mereka bersama dulu, kemana-mana selalu bersama, baik susah mau pun senang, lalu kenapa sekarang persahabatan mereka harus berakhir hanya karna seorang lelaki? sungguh ia sangat menyesali kebodohannya itu, Seli terus dihantui rasa bersalah pada sahabatnya itu, walaupun tidak sampai merebut Wildan, namun ia sempat berniat untuk memiliki suami dari sahabatnya tersebut, apa lagi saat melihat sikap Kay padanya waktu itu, dan itu membuatnya terus kepikiran, dan ia sangat menyesal, secepatnya ia harus segera bicara dengan Kay, agar rasa bersalah tidak terus menghantui hati dan pikirannya, karna Seli tak ingin persahabatan mereka rusak karna masalah ini.


Next

__ADS_1


__ADS_2