
Saat ini Rudi dan Kay sedang berada disebuah gazebo yang berada dipinggir pantai, keduanya sedang menikmati segarnya buah kelapa muda.
'' Kay apa sekarang hatimu sudah mulai bisa mencintaiku?'' tanya Rudi tiba-tiba, membuat Kay langsung menoleh kearahnya, jujur Kay bingung harus menjawab apa, sebenarnya ia sudah bisa menyadari perasaannya kepada Rudi, namun apa ini saat nya ia mengatakannya?
'' Rudi maaf, sepertinya aku--,
'' Belum bisa mencintaiku? begitu kah?'' tebak pemuda itu
'' Maaf,'' ucapnya lirih
Rudi tersenyum masam, bisa Kay lihat raut kecewa diwajah pemuda itu.'' Ini kan baru dua minggu, masih ada dua minggu yang tersisa, dan kuharap dengan sisa waktu itu aku bisa memiliki cintamu.'' ucapnya, yang sebenarnya sedang menyemangati dirinya sendiri, Kay tidak menjawab, gadis itu hanya tersenyum paksa.
Tepat pukul 5 sore Kay diantar pulang kekediaman bu Dewi oleh Rudi, pemuda itu langsung pulang karna ibunya menyuruhnya untuk segera pulang karna ada urusan mendesak, dan Kay tak mempermasalahkannya, ia juga segan jika harus ngobrol lagi dengan Rudi sedangkan dirinya tinggal dirumah orang lain, apa lagi setelah mereka seharian pergi, walau pun sebenarnya tidak masalah jika Kay membawa teman pria nya kerumah itu, namun tetap saja Kay merasa tidak enak.
Kay masuk kedalam rumah, matanya menyapu seluruh ruangan yang terlihat sepi.'' Pada kemana semua orang? kenapa sepi sekali?'' gumam gadis itu.
'' Sudah puas jalan-jalannya?'' tiba-tiba saja Kay dikejutkan dengan suara bariton seseorang, dan Kay sangat mengenali pemilik suara tersebut.
'' Mas Wildan,'' pekiknya, ia melihat laki-laki itu berdiri tak jauh darinya.
'' Tadi Sandra menghubungi saya, dia bilang kalian bertemu saat makan siang disuatu restoran, bukankah kamu bilang ingin mengunjungi ibumu? lalu kenapa bisa bertemu dengan mereka direstoran?'' selidik Wildan, pria itu melangkah mendekati gadis tersebur dengan tatapan mengintimidasi, namun Kay mencoba bersikap tenang.
'' Ibu saya tidak ada dirumah, beliau sedang membawa iringan pengantin anaknya pak lurah didesa sebelah.'' jelas Kay
'' Eem tadi mas Wildan bilang jika mba Sandra dan mas Bisma sedang pergi bersama, apa mas gk cemburu melihat mereka bersama?'' tanya Kay
Wildan menatap gadis itu dengan pandangan aneh.'' Maksudmu apa? kenapa saya harus cemburu dengan kebersamaan mereka? masa iya saya cemburu hanya karna mereka makan siang bersama? lucu sekali kamu ini.'' ucap Wildan
Sebegitu percayanya mas Wildan pada mereka berdua hingga sama sekali tak curiga dengan kedekatan keduanya.
Batin Kay
'' Oya, apa baby Al ada dikamarnya?'' tanya Kay lagi
'' Dia sedang dibawa sama mama jalan-jalan ketaman dekat rumah.'' jawabnya singkat
Kay mengangguk paham, gadis itu merasa canggung, dan tak tau harus berkata apa lagi dengan laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.
'' Baiklah kalau gitu saya permisi dulu.'' ucapnya sambil melangkah menuju kamar tamu, kamar yang beberapa hari ini ia tempati.
'' Kayla!" panggil Wildan saat gadis itu hendak menuju kamarnya, Kay berbalik dan menatap kearah Wildan
'' Ada apa mas?
__ADS_1
'' Ah tidak lupakan saja.'' ucapnya
'' Baiklah,'' walaupun sedikit bingung dengan sikap laki-laki itu, namun Kay lebih memilih tak terlalu memikirkannya ia pun langsung masuk menuju kamarnya.
Wildan menghembuskan nafas kasar, kenapa rasanya sudah sekali mengungkapkan perasaan pikirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti biasa pagi ini Kay memompa asi miliknya dan memasukannya kedalam beberapa botol untuk dikirimkan kepanti asuhan Kasih Bunda, walaupun sekarang Kay tidak lagi tinggal dirumah lamanya, namun ia masih tetap melakukan rutinitasnya dan tetap menyumbangkan asinya kepanti tersebut. Setelah memasukan botol-botol tersebut kedalam paperbag, Kay langsung menuju keteras rumah untuk memberikannya kepada kurir yang akan mengantarkan asi tersebut kepanti asuhan.
'' Pak tolong antar kealamat biasa ya pak!" ucap Kay
'' Baik mba.'' jawab kurir tersebut, setelah kurir berlalu, Kay langsung kemabali masuk kedalam rumah.
'' Kayla!" panggil seseorang yang ternyata adalah bu Dewi.
'' Iya bu ada apa?'' tanya Kay sambil melangkah mendekati wanita paruh baya tersebut
'' Begini, untuk beberapa hari ini saya mau pergi kerumah paman nya Wildan yang ada dikota S, mungkin disana sekitar empat atau lima hari, karna ada keperluan disana, jadi saya minta tolong jaga baby Al ya? karna kamu sendiri kan tau jika Sandra kadang sibuk dengan pekerjaannya, pasti dia tidak akan begitu bisa mengurusnya sendiri.'' ucap bu Dewi
'' Iya bu Dewi, ibu tenang saja, saya akan menjaga dan mengurus baby Al dengan baik, percayakan saja semuanya pada saya.'' ucap Kay
'' Baiklah kalau begitu, saya sangat percaya sama kamu, makasih ya Kay? semenjak ada kamu cucu saya tidak petnah rewel lagi, dia juga semangkin pintar dan ibu sangat senang dengan perkembangannya itu.'' ucap bu Dewi
'' Suara siapa itu? bukannya mba Sandra kerestoran ya tadi pagi?'' gumam Kay
'' Ah mungkin aku salah dengar,'' Kay pun memilih langsung meninggalkan kamar tersebut, namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba pintu kamar terbuka dan memperlihatkan dua orang berbeda jenis kelamamin yang merasa terkejut saat melihat Kay ada dihadapan mereka.
'' Kayla!'' ucap mereka serempak, sedangkan Kay menatap kedua nya tak percaya, sedang apa mereka didalam kamar berduaan pikirnya.
'' Kamu habis dari kamar baby Al?'' tanya Sandra dengan santainya seolah tak melakukan dosa
Astaga nih perempuan kok bisa ya sikapnya biasa aja, seolah gk melakukan apa-apa, emang gk takut ya kalau mulut ku ini ember.
Gerutunya, sebenarnya Kay benar-benar muak dengan mereka berdua, dan sebenarnya ingin sekali gadis itu memaki keduanya, namun ia masih ingin tetap bekerja disini, makanya ia memilih diam.
'' Saya permisi dulu.'' setelah mengatakan itu Kay langsung meninggalkan keduanya.
'' Kamu merasa belakangan ini Kay agak aneh gk sih Sa?'' tanya Bisma sambil menatap kepergian Kay
'' Kamu juga merasakannya? ku kira hanya aku,'' jawab Sandra
'' Iya kalau yang aku lihat ya dia itu sikapnya sinis dan lebih memilih menghindar setiap kali berpapasan dengan kita, benar kan?'' ucap Sandra
__ADS_1
'' Iya kamu benar, kira-kira kenapa ya? aku jadi penasaran.
'' Gimana kalau kita tanya langsung sama orangnya?'' sambung Sandra
'' Ide bagus,'' jawab Bisma
'' Yaudah yuk turun, aku yakin dia pasti ada didapur.'' ucap Sandra yakin. Dan benar saja begitu keduanya turun mereka langsung mendapati gadis itu sedang santai sambil meminum jus jeruk miliknya.
'' Kay!" panggil Bisma, membuat gadis tersebut hampir saja tersedak oleh minumannya.
Astaga, kenapa mereka datang lagi sih. Bikin badmood saja
Gerutunya
Keduanya mendekati Kay yang saat itu sedang duduk di meja makan, setelah sampai mereka pun langsung menarik kursi dan langsung mendudukinya.
'' Kay saya mau dong dibikinin jus jeruk.'' ucap Sandra.
Tanpa banyak bicara Kay langsung berdiri dan melangkah menuju kulkas, lalu mengambil sebotol jus yang memang sudah tersedia disana.
'' Kay aku mau juga ya.'' sambung Bisma, Sandra dan Bisma melihat reaksi gadis itu yang memang sengaja mereka buat repot, namun yang mereka lihat, gadis itu nampak biasa saja.
'' Ini mba, dan ini punya mas Bisma.'' ucap Kay sambil menyodorkan minuman tersebut didepan Sandra dan Bisma.
'' Terimakasih.'' ucap keduanya
'' Sama-sama.'' jawab Kay sambil tersenyum paksa, dan Sandra melihat itu
Sebenarnya gadis ini kenapa ya? apa jangan-jangan dia cemburu dengan karna Bisma , apa Kay menyukainya?
Batin Sandra menebak-nebak
'' Kay, apa kamu menyukai Bisma??'' tanya Sandra tiba-tiba membuat Bisma dan Kay hampir saja menyemburkan minuman yang baru mereka minum, untung saja sudah tertelan.
'' Sa kamu ngomong apa sih?
'' Tau mba Sandra, emangnya saya terlihat naksir mas Bisma?'' ucap Kay sedikit sewot
'' Terus kalau bukan, kenapa wajah kamu seperti gk suka gitu liat keberadaan kami??'' tanya Sandra langsung
Apa ini saat nya ya aku tanya mereka, mumpung keduanya ada disini?
Batin Kay
__ADS_1