Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 49


__ADS_3

Seli membuka matanya karna tak kunjung merasakan kenikmatan yang tadi sempat ia rasakan. Seli melihat Apoy sedang memandang inti tubuhnya tanpa berkedip.


Bang Apoy kenapa melihat nya sampai seperti itu? apa dia menyadari jika aku adalah seorang peraw*an? tapi bagai mana dia bisa tau? bukankah waktu itu dia pernah bilang jika selama berpacaran dengan para kekasihnya dulu, Apoy sama sekali belum pernah mem*eraw*ani seorang gadis?


Batin Seli, sebenarnya selama berpacaran dengan beberapa orang kekasihnya dulu, Apoy memang belum pernah mendapatkan gadis yang masih suci, semua nya sudah jebol sebelum berhubungan dengannya. Namun meskipun Apoy belum pernah melihat gadis yang masih pera*wan, tapi sedikit banyaknya, Apoy tau jika istrinya ini memang masih perawan.


Apa kamu ingin mempermainkan ku sayang? baiklah akan ku ikuti permainanmu, dan ku pastikan kamu akan menjerit minta ampun.


Batin nya, sejujurnya Apoy sangat bahagia saat mengetahui jika istrinya masih pera*wan, namun ia juga kesal karna merasa telah dibohongi oleh istrinya itu, dan Apoy berencana akan memberikan sedikit pelajaran untuk istri tercintanya itu.


'' Bang Apoy kenapa?'' tanya Seli sambil menatap kearah suaminya


'' Tidak apa sayang, Abang hanya tidak menyangka jika milikmu ini sangatlah indah, masih merah, bahkan seperti tidak pernah tersentuh oleh tangan laki-laki mana pun.'' ucapnya, Seli bingung harus menjawab apa, karna sebenarnya miliknya memang Sama sekali belum pernah tersentuh oleh pria mana pun, dan pada akhirnya gadis itu lebih memilih diam tak menanggapi ucapan suaminya


'' Kita akan mulai sekarang sayang.'' ucap Apoy sambil bangkit dari tidurnya, pria itu turun dari tempat tidur, untuk melepaskan sisa kain yang masih menempel ditubuhnya. Seli menelan ludahnya susah payah, walaupun masih terbungkus celana namun Seli bis menebak jika ukuran piton milik suaminya itu sangat lah besar. Dan benar saja, piton yang tadi sempat ia khayalkan kini sudah terpampang nyata didepan matanya, bahkan piton itu berdiri dengan gagahnya seolah tengah menantang dirinya.


Setelah melepaskan sisa kain yang menempel ditubuhnya, Apoy langsung mendekati Seli, membuat gadis itu replek mundur.'' Kenapa sayang? kok mundur?'' ucap Apoy sambil menaikan sebelah alisnya


'' P-punya Abang kenapa ukurannya bisa sebesar itu bang? memangnya Abang apain, sampai bisa besar seperti itu?'' tanya Seli gugup, Apoy tertawa dalam hati, melihat reaksi istrinya yang kaget saat melihat pusaka miliknya


'' Memang nya Abang apain? ini alami sayang, ukurannya memang seperti ini, bahkan bisa lebih besar lagi.'' ucapnya sambil mengulum senyum

__ADS_1


'' Apa? bagai mana mungkin? pasti gk akan muat dilubang punya aku bang.'' rengeknya sambil bergidik ngeri kala mendengar ucapan suaminya


Apoy mengurut miliknya yang terlihat masih berdiri dengan gagahnya.'' Sayang, sepertinya milik Abang ini ingin masuk kedalam sangkar barunya deh, apa kamu sudah siap menerimanya? lagi pula bukankah sebelumnya kamu bilang kalau, kamu sudah tidak peraw*an, pasti rasanya tidak akan sakit sayang.'' ucap Apoy sambil menatap Seli dengan senyum devilnya


'' Tapi bang, ak----mmmfffpppp,'' Apoy langsung membungkam mulut Seli dengan cium*annya, sudah terlalu lama ia menahannya, dan Apoy tak bisa menunggu lagi


Apoy mulai memainkan jarinya dibawah sana, membuat Seli mende*sah nikmat, gadis itu mulai terbuai dengan permainan suaminya, rasa takut kini hilang entah kemana, bergantian dengan rasa nikmat, yang diciptakan Apoy untuknya, pria itu meng*his*ap buah pepaya Seli secara bergantian dengan sangat rakus, jari-jari besar miliknya terus bermain dia bawah sana membuat gadis itu blingsatan, Apoy mulai mencoba memasukan satu jarinya kedalam lubang tersebut, membuat Seli tersentak kaget, gadis itu meringis karna merasakan sakit diarea intinya, namun Seli tetap bertahan karna disela-sela rasa sakitnya, Seli juga merasakan kenik*mata*n disana, Apoy menurunkan wajahnya, tepat didepan gundukan apem yang sangat menggoda itu, Apoy menjulurkan lida*hnya pada satu titik daging dibagian tengah, lalu me*njila*tinya perlahan, pria itu terus memainkan nya, membuat Seli mendelikkan matanya keatas karna rasa nikmat yang diberikan Apoy padanya


'' Aah, bang ini enak sekali sayang,, oouuh bang Apoy aku sangat mencintaimu sayang.'' racau Seli, membuat Apoy langsung menghentikan aktivitasnya saat mendengar ucapan sang istri.


'' Bang kenapa berhenti? lagi dong.'' rengek nya, Apoy tersenyum lebar, dan langsung mengabulkan permintaan istri tercintanya itu, dengan penuh semangat, Apoy terus men*jil*ati kue apem kesukaannya itu, pria itu tidak menyangka akan mendengarkan pernyataan cinta dari istri tercintanya, Apoy pun semangkin semangat men*jilat*inya dari atas hingga sampai lubang tempat bersemayamnya sang piton nantinya


Apoy meng*his*ap, me*nye*dot hingga bersih, kue apem kesukaan nya itu. Apoy yang merasa sudah tidak tahan langsung memposisikan piton miliknya didepan kue apem Seli, perlahan Apoy mulai mendorong nya, membuat Seli memekik kesakitan


'' Bang sakit, pelan-pelan dong, aku kan masih perawan .'' rengeknya, Seli langsung menutup mulutnya karna merasa keceplosan bicara.


'' Abang tau, dan abang sangat bahagia setelah mengetahuinya, dan malam ini, Abang akan membuat mu menjadi milik Abang seutuhnya, jadi kamu tahan sebentar ya? sakitnya tidak akan lama sayang.'' ucapnya yang kemudian men*ciu*m bibir Seli untuk mengalih kan rasa sakit nya, sudah hampir sepuluh menit Apoy mencoba memasuki tubuh istrinya, namun hingga saat ini masih belum berhasil.


Ternyata mem*eraw*ani seorang gadis tidaklah mudah, buktinya sampai saat ini Apoy masih berusaha untuk menerobos pertahanan gadis itu, hingga akhirnya ujung piton miliknya bisa masuk sedikit, dan itu membuat Seli menjerit.


'' Aw-aw-aw sakit bang, cepetan cabut!" ucapnya sambil merengek

__ADS_1


'' Nanggung sayang, ini sedikit lagi masuk kamu tahan sebentar ya?'' ucapnya sambil terus mendorong pinggulnya hingga akhirnya


Kreeeekk bleess....


Aaaaaa saakiittt.....!!!!


Seli menjerit saat merasakan miliknya sobek dibawah sana, bahkan air matanya terlihat mengalir dari sudut matanya., bersamaan itu ia juga merasakan ada yang mengalir dibawah sana. Apoy yang melihat istrinya kesakitan langsung menc*ium kembali bibirnya untuk mengurangi rasa sakit nya, namun tetap pria itu tidak mencabut miliknya yang sudah terbenam didalam inti tubuh istrinya. Saat dirasa istrinya sudah mulai rileks, perlahan Apoy mulai menggerakkan tubuhnya, membuat Seli meringis menahan rasa sakit yang luar biasa


Astaga kenapa rasanya bisa sesakit ini? Kay bilang enak, ternyata dia bohong, ini sangat sakit


Batinnya menjerit


Apoy terus memaju mundurkan tubuhnya,, rasa sakit yang tadi dirasakan Seli berangsur mulai menghilang, dan berganti dengan rasa nik*mat. Suara des*ah*an pun mulai menggema diseluruh ruang kamar hotel tersebut, untung kamar itu kedap suara, hingga mau sekuat apapun Seli menjerit tidak akan ada yang mendengarnya.


Apoy menggeram tertahan, saat piton miliknya dihis*ap kuat didalam sana oleh milik Seli,


'' Sayang ini sangat nikmat Aaakkhhhh...'' Apoy meracau sambil terus memompa tubuh Seli, begitupun sebaliknya, Seli sangat menikmati setiap goyan*gan Apoy dibawah sana,


'' Bang aku mau setiap hari melakukannya, ini sangat nikmat, piton bang Apoy sangat nikmat Aahh...'' Seli meracau memuji pusaka milik suaminya, tentu saja itu membuat nya merasa bangga.


Selama hampir tiga jam keduanya memadu kasih keringat bercucuran dari tubuh keduanya, namun tak membuat Seli mau pun Apoy menghentikan aktivitas mereka, ini terlalu nikmat untuk dihentikan, begitulah yang ada dalam pikiran mereka

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2