Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Menjadi Tawanan Rudi


__ADS_3

Juno memilih untuk pulang kerumah, pria itu berpikir mungkin saja istrinya itu sudah kembali kerumah, namun tidak dengan Wildan, duda beranak satu itu lebih memilih menghubungi Seli, yang ia tau adalah sahabat Kay, Wildan berpikir mungkin gadis itu bersama Seli sahabatnya, meski pun kemungkinan itu sangat kecil, sebab Kay bukan tipe orang yang menghilang tanpa kabar seperti itu. Tanpa pikir panjang Wildan pun langsung menghubungi Seli, untung ia masih menyimpan kontak gadis itu diponselnya.


Tut-tut-tut


Terdengar suara sambungan telpon disebrang sana, tak lama terdengar suara seorang wanita.


" Hallo ini siapa?''


'' Hallo Seli, ini Wildan, apa Kay sedang bersamamu saat ini?''


'' Hah? Kay? tidak pak, emangnya ada apa dengan Kay?'' terdengar nada sedikit kepanikan disebrang sana.


'' Em, begini Seli...,'' Wildan pun menceritakan pada sahabat gadis yang dicintainya itu jika Kay pergi dari rumah dan belum kembali sampai saat ini, Wildan juga menceritakan kekhawatirannya karna Kay masih belum ia temukan, namun Wildan tak mengatakan jika Kay pergi karna melihatnya bersama Ningsih waktu itu.


'' Kira-kira dimana Kay sekarang ya pak? aku juga bingung, karna memang dalam satu minggu ini aku belum ada bertemu dengannya.'' jawab Seli disebrang telpon


'' Begitu ya? baiklah, Seli jika bertemu dengan Kay, atau dia datang padamu, tolong kamu kabari saya ya? karna saat ini kami semua sangat khawatir dengannya.'' ungkap Wildan


'' Iya pak Wildan, aku akan menghubungi anda jika Kay menemuiku, dan ku harap dimana pun dia berada saat ini, Kay baik-baik saja.


***


Ditempat lain, disebuah ruangan terlihat seorang wanita sedang terkurung disebuah kamar, wanita itu terduduk disalah satu kursi kayu dengan tangan dan kaki nya yang terikat, bahkan terlihat lakban, yang juga merekat dimulutnya. dan dia adalah Kayla, Kay yang baru saja sadar dari pingsannya terkejut, saat menyadari kaki dan tangannya diikat seperti itu, ia terus meronta, mencoba berteriak, dengan lakban yang menempel dimulutnya, dan tentu tak akan ada yang akan mendengar teriakannya itu. Kay menatap sekeliling ruangan tersebut

__ADS_1


Aku di dimana sebenarnya? dan kenapa aku diikat? siapa yang melakukan ini semua padaku?


Ucap batin nya, namun seketika matanya melebar saat mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.


Rudi, dia yang melakukan semua ini padaku, dasar laki-laki tidak waras, untuk apa dia menculikku seperti ini?


Batinnya lagi, Kay sangat marah pada pemuda itu, dalam hati ia terus memaki apa yang dilakukan mantan kekasihnya itu pada dirinya saat ini. Tak lama terdengar suara pintu terbuka, bersamaan itu terlihat seorang laki-laki tersenyum kearah Kay, dan ya.. siapa lagi kalau bukan Rudi, laki-laki yang pernah ia terima perasaannya itu, namun ia putuskan karna memang perasannya tak bisa tumbuh dihati Kay untuknya. Rudi terus menatap dengan senyuman manis dibibirnya, dan itu terlihat sangat menjijikan dimata gadis itu, Kay menatap tidak suka pada Rudi, ia juga memperlihatkan ekspresi, marah, benci dan juga rasa takut yang sesekali menghinggapi perasaannya saat ini


'' Mmmtttpppp..,'' Kay terlihat emosi, ia mencoba bicara pada laki-laki yang ada didepannya saat ini, matanya nyalang dan memerah menatap pria itu, namun semua itu tak berarti untuk lelaki itu.


'' Hallo sayang, apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu dan aku sangat merindukanmu.'' ucapnya dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya, laki-laki itu mencoba menyentuh wajah Kay, namun dengan cepat Kay memalingkan wajahnya, membuat tangan pria itu hanya bisa melayang diudara.


'' Ck Ck ck, kamu itu terlalu sombong Kay, apa karna karna kini kau sudah menikah dengan lelaki kaya, hingga membuatmu sombong seperti ini? iya?'' ucap nya lagi dengan nada yang naik satu oktaf.


'' Apa? kamu mau bilang apa sayang? oh iya aku lupa kalau mulutmu tidak bisa bicara, tunggu, biar aku buka dulu lakban ini


Sreeeeekkkk!!!


Suara lakban dibuka dengan kasar oleh pemuda itu, membuat Kay langsung menjerit karna merasakan sakit dibagian bibirnya, bahkan terlihat warna kemerahan disana.


'' Brengsek kamu Rudi, apa mau mu hah? kenapa kamu lakukan ini padaku??'' ucap Kay penuh emosi.


'' Hahaha, Kay..kay, sepertinya kamu sudah tau jawabannya, jika kau lupa, aku akan kembali mengingatkannya. Dengar! aku melakukan ini karna aku sangat mencintaimu kay, aku sayang denganmu,'' ucapnya dengan nada sedih, namun setelahnya ia menyeringai menatap Kay dengan senyum yang mengerikan dimata gadis itu, lalu pria itu kembali melanjutkan ucapannya.'' kamu tau? semua perasaanku, cintaku, kuberikan dengan tulus padamu kay, tapi apa yang kudapat? dengan mudahnya kau memutuskan hubungan kita, dengan alasan tidak bisa mencintaiku dan malah memilih bertunangan dengan orang lain, dan yang paling membuat diriku sakit dan tak bisa menerimanya sampai saat ini, kau menikah dengan laki-laki yang berbeda, kenapa Kay? kenapa? bukankah tunanganmu itu adalah Wildan? bukankah kau bilang kau sangat mencintainya? lalu kenapa kau malah menikah dengan adiknya hhuuuhh??'' teriaknya diwajah gadis itu, berbagai ekspresi ia perlihatkan, mulai, marah, kecewa bahkan tatapan benci ia tunjukan pada gadis itu. Rudi mengapit dengan kuat wajah Kay dengan jari tangannya, membuat gadis itu meringis karna merasa sakit dibagian pipinya itu.

__ADS_1


'' Apa maumu sebenarnya?'' ucap Kay yang nampak kesusahan bicara karna wajahnya masih diapit oleh jari tangan pria itu. Rudi mensejajarkan wajahnya, dan sedikit memajukannya membuat Kay reflek memundurkan kepalanya.


'' Aku mau kau tinggalkan suamimu itu! apa kau bisa melakukannya??


'' Gila! apa kau sudah tidak waras? bagai mana mungkin aku bisa melakukan itu?'' ucap Kay sambil memperlihat kan raut wajah Kay yang tidak senang dengan ucapan Rudi barusan. Mendengar ucapan Kay pemuda itu tersenyum sinis.


'' Kenapa kau tidak bisa melakukan itu? bukankah dulu kau juga dengan mudahnya meninggalkanku? tanpa memberikanku waktu agar bisa meluluhkan hatimu itu? oh, jangan bilang sekarang kau sudah mencintainya? karna aku tidak akan percaya semudah itu Kay, dasar wanita munafik, aku tau jika selama ini kau menikahi laki-laki itu hanya karna harta saja, iya kan? dasar perempuan murahan!' maki Rudi, ia melepaskan tangannya dari wajah gadis itu dengan kasar, dan berganti menarik rambut gadis itu, hingga wajahnya mendongak keatas, membuat Kay meringis menahan sakit karna tarikan tangan Rudi dirambut nya.


'' Aakkhhh, sakit, lepasin tanganmu itu dariku!'' teriak Kay sambil terus meringis, melihat gadis itu kesakitan Rudi bukanya melepaskan, bahkan pria itu semangkin menarik rambut gadis itu dengan kuat, membuat Kay menjerit.


'' Aakkhh, lepaskan aku!! tolong...tolong!!! teriak Kay, berharap ada yang akan datang untuk menolong nya. Namun membuat Rudi emosi dan langsung menampar wajahnya.


Plaaakk- plaakkkk!!!


'' Aakkhhh,, Kay meringis saat merasakan tamparan tangan Rudi di kedua bagian wajah nya, rasa panas dan perih terasa diwajah perempuan itu, bahkan cap lima jari terlihat jelas diwajah mulus Kay yang putih itu, yang kini terlihat memerah, bahkan sudut bibirnya terlihat sedikit mengeluarkan darah, karna sangkin kuatnya tamparan yang dilayangkan oleh pria itu.


'' Heh perempuan murahan! kau pikir dengan berteriak seperti itu akan ada orang yang mendengarnya hah? tidak! kau sangat aman disini, sangkin amannya, mau sekuat apapun kau berteriak, tidak akan ada yang menolongmu!" ucapnya sambil menyeringai, membuat Kay semangkin merasa takut, takut kalau pria itu kembli melakukan hal yang tidak-tidak seperti waktu itu.


'' Kenapa kay? kamu takut padaku? haha, tenang sayang, aku tidak akan menyakitimu, karna sebentar lagi kau akan menikah denganku, dan kau akan menjadi istriku.'' ucapnya, membuat Kay terkejut.


'' Apa maksudmu? aku sudah menikah dan aku sudah memiliki suami, bagai mana bisa aku menikah lagi denganmu, dasar laki-laki sinting, psikopat!!'' maki Kay, namun malah ditanggapi dengan tawa oleh Rudi, tawa yang terdengar mengerikan ditelinga Kay


Next

__ADS_1


__ADS_2