
Sebelumnya otor minta maaf ya karna salah dalam penulisan nama pemerannya😁✌
Setelah Rando pamit pulang, kini diruangan tersebut hanya tinggal mereka berdua.
'' Lihat, ruangan ini berantakan sekali jadinya, aku gk nyangka kamu yang orangnya sangat suka kebersihan, ternyata bisa sejorok ini ya.'' ejeknya, Sandra memejamkan matanya sejenak untuk meredam rasa kesal dihatinya, karna ucapan kekasihnya itu, ia tau jika saat ini Bisma sedang dilanda cemburu, jadi ia tak boleh terpancing emosi.
*Sabar Sa, kamu harus sabar, kekasihmu ini sedang cemburu, jadi kamu gk boleh ikutan terpancing olehnya*.
Batin Sandra
'' Aku akan suruh orang buat bersihin ruangan ini.'' ucap Sandra yang hendak beranjak dari tempat duduknya, namun sebelum itu terjadi Bisma lebih dulu menarik tangannya hingga gadis itu terjatuh tepat dipangkuan kekasihnya.
'' Kamu mau kemana? emang aku ada suruh kamu pergi hem?'' ucap Bisma sambil menatap lekat wajah kekasihnya itu.
'' Ya aku mau panggil pegawai aku dulu, buat bersihin ruangan yang berantakan ini.'' jelasnya, yang sebenarnya berniat ingin menghindar dari hukuman Bisma, Sandra sangat yakin bahwa kekasihnya itu akan menghukumnya setelah ini.
'' Gk perlu, nanti saja, sekarang kamu jawab dulu pertanyaan aku tadi, bukankah kamu belum menjawabnya?
'' Apa? pertanyaan yang mana?'' tanya gadis itu gugup, pasalnya tangan kekasihnya itu sudah merayap kemana-mana.
'' Bisma apa yang kamu lakukan?'' ucapnya lirih, saat ia merasa tangan kekasihnya itu sudah mulai menyusup dibalik kemeja yang ia kenakan.
'' Jujur padaku sayang, siapa pria tadi sebenarnya! atau aku akan melakukannya disini.'' bisik Bisma sambil menggenggam buah pavoritnya.
'' Dia mantan kekasihku, sebelum aku pergi ke aussie.'' ucap Sandra yang akhirnya jujur, gadis itu menggigit bibir bawahnya untuk meredam suara yang ingin keluar dari mulutnya.
'' Bagus akhirnya kamu jujur juga, dan karna kamu sudah bohong sama aku maka kamu harus dapat hukuman dari ku.''
__ADS_1
'' Hukuman? hukuman apa??'' tanya Sandra panik.
'' Sebentar lagi kamu akan tau.'' ucapnya sambil mengangkat tubuh Sandra dan membawanya kesuatu ruangan yang private.
'' Bisma kamu mau apa?'' tanya Sandra, saat ini mereka sudah berada didalam kamar dimana sering digunakan Sandra untuk beristirahat.
'' Memberikan apa yang selama ini kamu mau sayang, bukannya selama ini kamu yang sering mengajak aku untuk melakukannya hm?'' ucap pria itu
Sandra menelan ludahnya kasar, memang selama pacaran mereka tidak pernah melakukan berhubungan yang lebih jauh, meskipun terkadang Sandra sering menggoda kekasihnya tersebut untuk melakukannya, namun Bisma masih bisa menahan agar tak memakan gadis yang selalu menantangnya itu, namun kali ini sepertinya Bisma sudah tak bisa lagi menahannya, belum lagi rasa cemburu karna kedatangan mantan dari kekasihnya itu, yang membuat hatinya sedikit memanas.
'' Sayang bersiaplah, karna hari ini aku akan melakukannya padamu.'' bisik Bisma tepat ditelinga kekasihnya itu membuat tubuh Sandra meremang saat hembusan nafas pria itu mengenai telinganya.
*Ada apa dengan Bisma? biasanya setiap aku merayunya untuk melakukan penyatuan itu, dia selalu menolaknya dan lebih memilih melakukan sentuhan-sentuhan saja tanpa ingin membobolku, tapi kenapa sekarang tiba-tiba dia ingin melakulannya? apa karna dia cemburu dengan Rando*?
Ditempat lain, tepatnya dirumah kediaman Wildan, saat ini terlihat bu Dewi sedang memeluk Kayla, wanita paruh baya itu sangat senang dengan kabar yang baru saja diberikan oleh putranya itu.
'' Terimakasih ya nak, karna kamu mau menerima anak ibu, dan juga mau menjadi ibu sambung dari cucu ibu Alsyahrendra.'' ungkap bu Dewi penuh haru.
'' Iya bu, aku juga berterimakasih pada mas Wildan, karna sudah memilihku untuk jadi pendampingnya.'' ucap Kay tersenyum, sambil melirik kearah pria itu.
'' Jadi gk sabar rasanya melihat kalian menikah.'' sambung bu Dewi sambil tersenyum.
'' Jangan kan mama, aku lebih gk sabar lagi mah, rasanya ingin besok saja nikahnya.'' ucap Wildan yang langsung mendapat pukulan ditangannya oleh Kay, sedangkan bu Dewi hanya menggeleng sambil tersenyum.
'' Yasudah sebaiknya kalian bersihkan diri dulu, nanti kita makan malam bersama.'' jelas bu Dewi
__ADS_1
'' Gk nunggu Sandra dulu mah?'' tanya Wildan
'' Kamu kayak gk tau adekmu saja, kalau sudah bareng Bisma pasti pulangnya malam dan gk mungkin kan dia belum makan diluar?'' ucap bu Dewi, yang dibenarkan oleh pria tersebut.
Sedangkan disuatu ruangan terlihat dua sejoli sedang memadu kasih saling berbagi peluh dengan nafas yang kian memburu.
'' Bisma itu geli banget, udah dong jangan dimainin terus, aku gk tahan.'' ucap seorang gadis siapa lagi kalau bukan Sandra, namun sepertinya lelaki itu tak perduli, Bisma terus memainkan lidahnya dibagian sensitif milik kekasihnya itu membuat Sandra tak kuasa menahan suaranya.
''Aaahh,'' satu desa\*han lolos dari bibirnya membuat Bisma tersenyum senang.
Bisma mendongakan wajahnya untuk melihat wajah kekasihnya itu.'' Gimana sayang enakkan?'' ucapnya setelah itu ia kembali membenamkan wajahnya disana, kembali mengeluarkan lidahnya, dan menyapu bersih permukaan tersebut hingga disatu titik tempat yang paling sensitif untuk wanita itu.
*Oh rasanya kepalaku mau meledak, aku ingin lebih dari ini, apa aku harus memintanya sekarang*?
Batin Sandra sambil terus merasakan gejolak bira\*hinya yang terus di dipermainkan sang kekasih, namun saat Sandra ingin meraih puncaknya tiba-tiba Bisma langsung menarik diri dari wanita itu membuat Sandra men\*desah kecewa, saat ketika tak jadi merasakan gelombang kenikmatan tersebut.
'' Bisma, kenapa berhenti? aku belum mencapainya.'' protes Sandra dengan tak tau malunya, wanita itu berdecak kesal, rasanya kepalanya mau pecah karna tak bisa menuntaskan has\*rat yang sudah naik ke ubun-ubun.
'' Itu adalah hukuman untuk mu sayang, karna sudah berani membohongiku dan membuat aku cemburu.'' ucap Bisma seolah tak merasa bersalah, karna sudah membuat kekasihnya itu frustasi, awalnya Bisma ingin melakukan penyatuan dengan Sandra, namun ia kembali ingat kata-kata bu Dewi jika dia harus menjaga kehormatan gadis itu sampai mereka sah menjadi suami istri, sebenarnya bisa saja dia melakukannya, toh bu Dewi juga tidak bakalan tau, namun Bisma tak ingin mengecewakan wanita paruh baya tersebut, karna ia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak akan melakukan diluar batas dengan Sandra, dan laki-laki sejati harus menepati janjinya bukan?
Sepanjang perjalanan Sandra hanya diam, gadis itu juga terlihat lebih memilih memejamkan matanya, saat ini ia sedang ngambek dengan kekasihnya itu. Bisma melirik sekilas, lalu menggenggam tangan Sandra membuat wanita itu langsung membuka matanya dan menatap tangannya yang digenggam oleh sang kekasih.
'' Masih marah hem?'' tanya Bisma sambil melirik pada Sandra, kemudian kembali menatap jalan yang ada didepannya.
'' Marah sih gk, tapi kesel aja.'' jawabnya ketus, ia hendak menarik tangannya yang digenggam oleh Bisma, namun lelaki itu tak ingin melepaskannya, membuat Sandra mau tak mau membiarkannya saja tangannya itu dalam genggamam sang kekasih.
'' Makanya kamu jangan maca-macam sama aku, gk enak kan kalau gk tuntas?'' ucapnya sambil tersenyum, namun senyum yang terlihat sangat menyebalkan dimata Sandra.
__ADS_1
Next