
Kay berdiri diantara keduany, gadis itu melipat kedua tangannya diatas dada, matanya menatap tajam kearah Juno dan juga Amel secara bergantian.'' Maaf mba Amel, tapi saya rasa anda harus pulang, tidak baik bertamu dirumah pasangan pengantin baru, apa lagi selarut ini karna masih banyak yang harus kami lakukan.'' ucap Kay, membuat Amel mengepalkan tangannya, ia merasa kesal mendengar ucapan Kay, yang seolah memasa-manasinya.
'' Maksud mu apa hah?'' ucap nya, tak terima, Amel bangkit, kini keduanya saling berhadapan, menatap tajam satu sama lain.
'' Kay tersenyum, lalu menjawab.'' Tentu mba mengertikan maksud saya, mba kan sudah dewasa masa gk ngeti sih, kalau pengantin baru itu ngapain aja.'' jawab Kay, dalam hati ia merasa geli dengan ucapannya sendiri, namun ia harus melakukan itu, agar calon pelakor dihadapannya itu pergi menjauh.
'' Kau?'' Amel menunjuk wajah Kay dengan telunjuknya, namun bukannya takut Kay malah membusungkan dadanya untuk menantang Amel
'' Apa??'' tantang Kay
Amel mendengus, ia menoleh kearah Juno seolah meminta pembelaan.'' Juno, kamu kok diem aja sih aku diperlakukan seperti ini sama perempuan ini.'' ucap Amel kesal, ia menatap kearah Juno yang terlihat hanya diam, seolah tak perduli dengan yang mereka ributkan, padahal dalam hati pria itu tertawa, Juno tak habis pikir jika istrinya itu akan berkata seperti itu, apa itu artinya Kay mulai memiliki perasaan dengannya, begitulah yang ada dalam pikiran pemuda itu.
Juno bangkit dari duduknya lalu melangkah mendekati keduanya, tepatnya mendekati istrinya itu.'' Sebaiknya kamu pulang Mel, benar yang dikatakan istri ku, masih banyak yang harus kami lakukan sekarang.'' ucap Juno sambil merangkul pinggang Kay posesif.
'' Juno, kamu ngusir aku? benar-benar keterlaluan kamu.'' setelah mengatakan itu, Amel pun langsung pergi meninggalkan kediaman rumah mereka, wanita itu merasa terhina oleh pasangan suami istri tersebut.
'' Ayo masuk, bukannya kita masih banyak yang harus dilakukan?'' ucap Juno, tanpa melepaskan tangannya yang berada dipinggang gadis itu.
'' Jun, lepasin! sekarang aku mau tanya sama kamu, apa kamu sengaja ya menyuruh mantanmu itu datang selarut ini?'' tanya Kay sambil menatap tajam pada Juno
Juno melepaskan tangannya dipinggang gadis itu, lalu membalas tatapan Kay dengan serius.'' Maksud kamu apa? kamu mengira aku yang menyuruh Amel untuk datang kerumah ini? buat apa?
'' Ya buat senang-senang lah, kamu kan gk bisa melakukannya sama aku, dan mungkin kamu berniat untuk melakukannya sama dia, benarkan?'' tuduh Kay
Juno tersenyum sinis, mendengar ucapan gadis itu.'' Jangan menuduh sembarangan kamu Kay, itu sama saja kamu sudah memfitnah aku, dengar kan aku baik-baik! Aku bukan laki-laki murahan yang dengan gampangnya melakukan hal-hal seperti yang ada didalam pikiranmu itu.'' setelah mengatakan itu Juno langsung meninggalkan Kay disana, laki-laki itu merasa kesal dengan pikiran istrinya itu, bagai mana bisa Kay menilainya serendah itu, apa dimatanya dirinya sangat murahan hingga Kay tega punya pikiran picik seperti itu.
Kay menatap nanar punggung Juno,'' Apa aku sudah salah bicara? sepertinya dia sangat marah padaku, haiis bagai mana ini?
__ADS_1
Sementara dikamar, Juno terlihat sangat kesal karna tuduhan istrinya itu, bisa-bisanya Kay menuduh yang bukan-bukan padanya, Juno melangkah menuju tempat tidur dan mengambil bantal dan selimut miliknya, lalu melangkah menuju sofa, tempat dimana ia tidur beberapa hari ini, walaupun Juno marah dengan gadis itu, namun ia tak akan pindah kekamarnya sendiri, mungkin Juno hanya akan mendiami gadis itu sampai ia benar-benar sadar jika tuduhannya itu salah.
Kay masuk kekamarnya, ia mendapati Juno yang sudah berbaring disofa tadinya ia kira suaminya itu akan tidur dikamarnya sendiri, ternyata tidak.
Apa dia gk kuliah? ah sudahlah biarin aja, sebaiknya aku pergi sendiri saja kesupermarket depan.
Batinnya, tadinya Kay berniat untuk minta ditemani oleh Juno untuk membeli pem*ba*lut, karna persediaannya sudah habis, dan tadi hanya tinggal satu isi yang ada didalam bungkusan tersebut, Kay berpikir tamu bulanannya akan datang dua atau tiga hari lagi, jadi ia belum mempersiapkan nya, namun siapa sangka jika akan datang disaat Juno hendak me*mera*waninya, pantas saja sejak tadi sore perutnya sedikit sakit, ternyata karna itu.
Juno membuka selimut yang menutupi tubunya, saat mendengar suara pintu ditutup dari luar.'' Mau kemana lagi dia, pakai jaket segala?'' gumam nya yang sempat melihat sekilas penampilan gadis itu,merasa penasaran Juno pun langsung bangkit dari tidurnya, dan ikut keluar.
Kay baru saja keluar dari pintu pagar rumah, gadis itu menatap sekitar komplek perumahan tersebut.'' Kenapa sepi sekali ya? padahal masih jam delapan.'' gumam nya, Kay mempercepat langkahnya saat hendak melewati segerombol pemuda didepan gang menuju supermarket tersebut, karna mereka sempat menatap kearah nya, dan Kay merasa risih diperhatikan seperti itu, belum lagi suara siulan dan godaan yang mereka layangkan kearah nya, membuat gadis itu semangkin waspada, apa lagi jalanan disana lumayan sepi, pos satpam juga sudah ia lewati sejak tadi.
'' Eettss,mau kemana neng, mending temani kita-kita nongkrong disini?'' ucap salah satu pemuda yang berpenampilan preman, yang menghadang langkah Kay.
'' Maaf bang, saya ada urusan.'' ucap Kay yang hendak kembali melanjutkan langkahnya, namun lagi-lagi pria itu menghalangi langkahnya, membuat Kay semangkin ketakutan, dari jauh Juno melihat istrinya sedang digoda oleh preman, langsung bergegas mendekati nya, ia tak ingin terjadi sesuatu lagi pada gadis itu, cukup ia kecolongan satu kali.
''Juno.'' ucap Kay sambil menghela nafas lega.
'' Kamu kok gk tungguin aku sih? aku kan ketinggalan dibelakang sayang.'' ucapnya membuat Kay mengerutkan kening tanda tak mengerti, sejak kapan mereka jalan bersama? pikirnya, sementara pemuda yang menggoda Kay saling pandang dengan teman-temannya.
'' Eh loe siapa nya gadis ini?'' tanya pemuda itu
'' Dia istri saya bang, tadinya kami jalan bareng, tapi tiba-tiba dia ngambek dan jalan lebih dulu, maklum bang istri saya masih labil, masih suka ngambek, untung ada abang disini yang menghadangnya coba kalau gk, mungkin saya sudah ketinggalan jauh, makasih ya bang, kalau gitu kami jalan dulu, yuk sayang, kamu ini udah dibilangi jangan tinggalin aku masih juga ditinggalin.'' omel Juno pada Kay, ia merangkul pinggang gadis itu dan melangkah menjauh dari sekelompok pemuda tadi, Juno sengaja tak memberikan ruang pemuda-pemuda itu untuk bertanya lebih lanjut pada mereka, lebih baik ia cepat-cepat membawa Kay pergi dari sana,sebelum para pemuda brandal tersebut kembali menghalangi langkah mereka.Juno bukannya takut, namun ia tak ingin bertindak konyol dan sok pahlawan, apa lagi disana sepi, dan mereka sangat banyak, Juno takut mereka akan mencelakain istrinya, walaupun Juno bisa bela diri namun ia tak ingin gegabah, maka dari itu Juno lebih baik mencari cara aman.
Para memuda itu hanya bisa menatap kepergian Kay dan Juno, tanpa bisa menghalangi mereka.'' Beneran mereka suami istri?'' tanya pemuda itu pada temannya.
'' Ya mungkin saja, buktinya tuh cewek diem aja waktu dipeluk sama cowoknya.'' sahut yang pemuda lainnya
__ADS_1
'' Sayang banget, padahal gue udah suka sama tuh cewek, cakep euy..'' sambung pemuda yang tadi menghalangi Kay
***
Kay masih menatap Juno yang berjalan disampingnya.'' Ngapain kamu ngeliatin seperti itu?'' tanya Juno namun tak berniat untuk menurunkan tangannya dipinggang gadis itu.
'' Makasih ya untung ada kamu.'' ucap Kay tulus.
'' Lain kali jangan pergi keluar sendirian, apa lagi selarut ini.'' ucap Juno, yang hanya diangguki oleh gadis itu, sebenarnya Kay sedikit risi Juno merangkul pinggangnya seperti itu, namun mau bagai mana lagi, ia tak ingin pemuda itu kembali marah padanya.
'' Oya, tadi kamu kok bersikap baik sama mereka?
'' Maksud kamu sama sekelompok preman tadi?'' ucap Juno yang diangguki oleh Kay.
'' Terpaksa, lagian kamu pikir aku sanggup menghadapi mereka yang bersepuluh itu, untung mereka percaya kalau kamu itu istriku, coba kalau tidak, pasti mereka sudah membawamu bersama mereka.
'' Ih enak aja, lagian kan aku ini memang istrimu, gimana sih.'' ucap Kay mencebik, gadis itu seketika menghentikan langkahnya.
'' Masa? sejak kapan emang? tapi kok aku belum merasakan malam pertama ya?'' goda Juno membuat wajah Kay seketika merona karna ucapan suaminya itu.
'' Aku lagi ada tamu bulanan Jun, tadinya kupikir masih dua atau tiga hari lagi baru dapet, eh ternyata...
''Aah sudahlah gk usah dibahas, ngomong-ngmong ini kamu mau kemana malam-malam begini?'' tanya Juno mengalihkan pembicaraan, membicarakan itu membuat kepala nya akan bertambah pusing.
'' Mau beli pembalut, stok dilemariku sudah habis, tadinya mau minta temani kamu, tapi kamunya udah tidur jadi akhirnya aku pergi sendiri deh.'' jawabnya
'' Lain kali jangan seperti ini ya, aku gk mau kejadian tadi sore kembali terulang, kamu pahamkan maksudku?'' tanya Juno, ia menatap serius pada istrinya itu, melihat tatapan penuh perlindungan itu seketika membuat nya merasa bersalah, atas tuduhannya tadi kepada pemuda itu.
__ADS_1
Bersambung