
Kay menatap tajam pemuda yang ada didepannya saat ini, begitupun sebaliknya, pemuda yang menabrak Kay saat ini adalah pemuda yang sama saat menabraknya tempo hari saat keluar dari supermarket, pemuda yang menurutnya sangat angkuh dan sombong.
'' Aku heran ya, kok ketemu sama kamu terus ya?'' ucap Kay sambil menatap sinis wajah pemuda tersebut.
'' Sama, emangnya kamu aja yang heran, saya juga, dunia begitu luas kenapa saya mesti ketemu terus sama cewek ceroboh seperti kamu.'' ucap nya tak mau kalah
' Apa kamu bilang, saya cewek ceroboh? waah, enak aja kamu ngatain orang, jangan sembarangan ya kamu kalau ngomong, sini kamu, jangan pikir kamu itu cowok, aku gk berani apa!" ucapnya sambil mengambil kuda-kuda, bersiap untuk menyerang musuh yang ada didepannya, membuat pemuda itu seketika tersenyum tipis, sangat tipis, hingga tak ada yang menyadarinya.
'' Loh Kay kamu masih disini?'' tanya seseorang, tiba-tiba membuat keduanya langsung menoleh kearah sumber suara.
'' Mba Sandra.'' ucapnya bersamaan, lalu mereka kembali saling pandang, Kay dan pemuda tersebut.
'' Kalian kok bisa bersama?'' tanya Sandra membuat keduanya terbengong
'' Heii, saya tanya kenapa kalian bisa bersama disini, apa kalian sudah saling kenal?'' tanya Sandra lagi, sambil menatap satu persatu wajah yang ada dihadapannya, keduanya pun langsung menggeleng cepat, membuat Sandra terkekeh pelan karna menurutnya keduanya sangat kompak untuk menjawabnya tanpa suara.
Pandangan Sandra jatuh pada pemuda yang ada dihadapannya dan Kay.'' Juno kamu datang? mbak sangat senang melihat kedatanganmu.'' ucap Sandra dengan senyum yang mengembang, ya dialah Juno, pemuda yang kemarin menabrak Kay, didepan supermarket, membuat gadis tersebut mengeluarkan sumpah serapahnya pada pemuda tersebut, karna menurutnya sangat sombong dan juga angkuh.
Kay meringis, tak menyangka jika pemuda tersebut adalah calon adik iparnya sendiri, dunia benar-benar sempit pikirnya, pantas saja Kay merasa pernah melihat ya, hanya saja ia lupa tepatnya dimana, karna saat itu Kay hanya melihat dialbum yang ditunjukan bu Dewi padanya, pada dasarnya sosok Juno sangat berbeda dengan Wildan, dan mereka sama sekali tidak mirip secara pisik, jadi maklum saja banyak yang tak menyangka jika mereka adalah abang dan adik, pemuda yang berusia 21 tahun itu wajahnya oriental dengan kulit putih bermata sedikit sipit, namun terlihat tajam, Juno lebih mirip almarhum ayahnya yang memang memiliki darah campuran tionghoa. Sedangkan Wildan dan juga Sandra lebih mirip ke ibu mereka yang memang memiliki darah keturunan orang indonesia asli, meskipun begitu pesona mereka tak perlu diragukan lagi.
'' Oya kalian belum jawab tadi, kenapa kalian bida bersama?'' ulang Sandra
__ADS_1
Kay dengan cepat menjawab.'' Tidak kok mba, kami baru aja ketemu, tadi dia menabrak saya dan hampir membuat makanan yang ada ditangan saya jatuh.'' ucap Kay yang memang benar ada nya, membuat Juno melotot kan mata kearah gadis itu, namun Kay sama sekali tidak perduli.
'' Benar begitu Jun?'' tanya Sandra
'' Gk sengaja mba, dia aja jalannya gk lihat-lihat.'' jawab pemuda tersebut
'' Yasudah, gk usah dipermasalahkan lagi, Jun kenalkan ini Mikayla, dia adalah colon istri nya mas Wildan, walau pun kamu lebih tua satu tahun darinya mba harap kamu bisa menghormatinya.'' jelas Sandra, ia bisa melihat tatapan tidak suka sang adik pada calon dari abang mereka itu.
'' Oya Kay, dia adalah Juno adik bontot dikeluarga kami.'' jelas Sandra, Kay yang mendengar hanya tersenyum tipis
'' Yaudah mba, kalau gitu saya pulang dulu, takutnya bu Dewi lama nunggunya ucap Kay yang diangguki oleh Sandra
Sandra melirik Juno yang masih menatap kepergian Kay.'' Jun, ayo kita ngobrol diruangan nya mba!" ajak nya yang diangguki oleh Juno
'' Loh kenapa bertanya seperti itu? tentu saja kami yakin, dia itu sangat sayang dengan baby Al, dan mba bisa lihat itu.'' jawab Sandra
Juno tak lagi menjawab, menurutnya gadis itu tak begitu penting, ia hanya tak ingin jika keponakannya nanti dapat ibu yang urakan dan tak bertanggung jawab sama seperti Maya kakak iparnya dulu.
'' Jun, mama sering menanyakan keadaanmu, pulanglah kerumah, kami semua ingin kita berkumpul kembali, apa lagi mas Wildan sebentar lagi akan menikah, mama ingin kita berkumpul saat itu, lagi pula belakangan ini kesehatan mama sedikit menurun, mungkin karna merindukanmu.'' ucap gadis itu sendu
Juno menarik nafs dalam dan menghembuskannya perlahan, sebenarnya maksud kedatangan nya kerestoran, tadinya ingin meminta kerjaan pada Sandra, nanun ia urungkan, setelah sampai didepan pintu masuk, tinggal diluar sendirian tentunya butuh biaya yang besar, dan saat ini keuangan Juno mulai menipis, sebenarnya setiap bulan, Wildan selalu mentransfer uang direkeninggnya, namun pemuda itu tak pernah menggunakannya, ia lebih memilih bekerja diluar untuk biaya makan dan juga biaya kuliahnya sendiri, awalnya Juno masih bisa mengatasinya namun belakangan pemuda itu memiliki masalah dengan temannya tersebut, tempat dimana ia bekerja selama ini, dan pada akhirnya Juno memilih keluar dari kerjaannya tersebut.
__ADS_1
'' Aku tidak bisa janji mba, tapi nanti aku akan datang untuk melihat keadaan mama.'' jelasnya lagi
Sandra mengangguk paham.'' Jun apa kegiatanmu selama ini?'' tanya Sandra mengalihkan topik pembicaraan, ia ingin tau selama hidup terpisah dari keluarga nya, Sandra berharap adik bontotnya tersebut bisa hidup dengan baik.
'' Ya apa aja mba, asal bisa makan dan juga bayar kuliah.'' jawab nya santai, namun terdengar miris
Sandra menghela nafas berat, ia tau itu tak kan mudah bagi adiknya, bertahan diluaran seorang diri, Sandra juga tau jika Juno tidak pernah menggunakan uang yang dikirimkan Wildan padanya, dengan alasan tidak mau merepotkan, padahal itu adalah hak nya,yang memang masih jadi tanggung jawab mereka, namun karna sifat Juno yang keras kepala mereka pun tak mau memaksakan lagi.''Jun, gimana kalau kamu bekerja direstoran ini? mba lagi butuh shef satu orang lagi direstoran ini, kamu mau ya? kamu kan pinter banget masak, dan masakanmu juga sangat enak, jadi mau ya??'' bujuknya penuh harap, sebenarnya ini adalah keberuntungan bagi Juno sendiri karna niat awalnya adalah untuk meminta kerjaan dengan kakaknya tersebut, hanya dia gengsi.
'' Akan aku pikirkan dulu mba.''
'' Jangan kebanyakan mikir, mba tau kalau kamu sudah gk kerja lagi kan direstoran temanmu itu, jadi apa salahnya kamu bantuin mba direstoran sendiri, masalah gaji kamu tenang aja deh, kamu kan tau mba gimana, jadi mba berharap kamu mau membantu mba.'' sambungnya lagi
''Hhmm, baiklah kalau mba Sandra memaksa.'' jawabnya pasrah
'' Nah gitu dong, itu baru adiknya mba.'' ucap Sandra senang, paling tidak, Sandra bisa lega jika sang adik bekerja direstoran keluarga mereka, jadi secara tidak langsung ia bisa memantau adiknya tersebut.
Sedangkan Kay setelah berpamitan ia langsung keluar dari restoran tersebut, namun tiba-tiba saja sosok Rudi datang menghampirinya membuat gadis itu sedikit terkejut.
'' Rudi.'' ucap nya pelan
'' Hai Kay, sudah lama gk ketemu, kamu makin cantik aja sekarang.'' ucapnya sambil tersenyum, yang hanya ditanggapi oleh senyum paksa oleh Kay, pasalnya gadis itu masih sedikit takut dengan Rudi, Kay takut kalau kejadian digudang kemarin terulang lagi, namun Kay mencoba tenang dan berpikir positif,ini adalah tempat umum dan sejak tadi orang lalu lalang yang lewat keluar masuk restoran, tidak mungkin Rudi berani macam-macam pikirnya.
__ADS_1
Next