
'' Seliii....!!!
Kay berteriak saat melihat sahabatnya jatuh bersimbah darah karna menyelamatkan nyawanya
''Bu apa yang kau lakukan? kenapa menusuknya? ayo cepat kita kabur!! ucap penjahat tersebut, namun belum lagi mereka kabur mang Ujang datang dan langsung meringkus sepasang suami istri tersebut, karna sedikit banyaknya mang Ujang memang pandai bela diri dan akhirnya bisa menangkap kedua penjahat tersebut.
Sepulang dari kediaman Apoy, Seli memang berniat kembali datang kerumah sahabatnya Kayla, entah kenapa perasaannya saat itu tidak enak, makanya ia memesan taksi online dan langsung menuju kediaman kayla, sesampainya disana ia langsung mendengar suara orang minta tolong dari dalam rumah, membuat nya dan mang Ujang langsung berlari kedalam, hingga ia melihat seseorang sedang menodongkan sebuah pisau dapur kearah Kayla, tanpa pikir panjang Seli langsung mendorong tubuh Kay, hingga dirinyalah yang terkena tusukan pisau tersebut.
***
Saat ini Kayla sedang berada dirumah sakit, sedangkan baby Al bersama mbok Surti dirumah, yang memang sudah sadarkan diri, sedangkan Ningsih masih belum sadarkan diri dikamarnya, mungkin karna efek obat bius yang terlalu banyak dihirupnya saat itu.
'' Kay! " panggil seorang pria yang tak lain adalah Wildan dan juga Apoy yang ada dibelakangnya. Setelah mengantarkan Seli pulang, Apoy memang sempat menelpon Wildan dan menceritakan semua berita bahagianya itu pada Wildan, dan Wildan juga turut senang mendengarnya, makanya saat ia mendapat telpon dari Kay tentang Seli yang terluka, Wildan langsung menghubungi Apoy.
'' Mas wildan, Seli mas, dia ditusuk oleh penjahat itu hiks-hiks.'' Kay menangis sambil menutup wajahnya. melihat itu Wildan langsung memeluk sang istri, memberi ketengan disana.
' Bagai mana keadaan Seli Kay?'' tanya Apoy yang terlihat sangat merasa khawatir, membuat Kay langsung menatap kearah suaminya, Wildan yang mengerti maksud tatapan tersebut langsung menceritakan semuanya.
Tak lama terlihat Dokter keluar dari ruangan tersebut bersama seorang suster.' Dok bagai mana keadaan calon istri saya dok?'' tanya Apoy
'' Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi kalian bisa menjenguknya, namun setelah suster memindah kan pasien keruangan inap .'' jelas dokter tersebut
' Tuh sayang kamu dengar kan? Seli sudah melewati mas kritisnya, jadi kamu jangan lagi menyalahkan dirimu sendiri ok,'' ucap Wildan
***
Saat ini Kay sudah berada didalam ruangan Seli, ia melihat sahabatnya itu belum sadarkan diri.'' Seli cepatlah bangun Sel, cepatlah sadar.'' ucap Kay, sambil terus menggenggam tangan sahabatnya itu. Tak lama terlihat tangan Seli bergerak, membuat Kay menatap kearahnya
'' Seli loe sudah sadar Sel?'' tanya Kay dengan senyum yang menghiasi bibirnya
'' Kay.'' panggil Seli dengan suara lirih
__ADS_1
'' Iya ini gue Sel, Alhamdulillah loe udah sadar, gue seneng banget liat nya.'' ucap Kay
'' Kay, maafin gue Kay, gue tau gue salah, gue---,,''
'' Suuttt,, udah loe jangan bicara lagi, gue udah maafin loe kok, jadi jangan diungkit lagi ok.
'' Terimakasih Kay,'' ucap Seli dengan suara yang masih lemah, bahkan wajahnya masih terlihat pucat
'' Seharusnya gue yang berterimakasih sama loe Sel, karna loe udah mengorbankan nyawa loe buat gue, kalau gk ada loe mungkin gue yang akan ada diposisi loe saat ini.'' ucap Kay dengan air mata yang berlinang
'' Jangan nangis Kay, gue ikut sedih kalau loe nangis gini
'' Iya, gue gk akan nangis.'' jawab Kay sambil menggenggam tangan sahabatnya itu, tak jauh dari mereka, ada Wildan yang melihat semuanya, dan ia juga ikut bahagia karena istri dan sahabatnya itu sudah saling berbaikan, walaupun sebelumnya ada masalah diantara keduanya, namun Wildan tetap berharap semuanya akan baik-baik saja.
Malam harinya semua keluarga bu Dewi berkumpul diruang keluarga, bahkan Rahma juga terlihat ada diantara mereka termasuk juga mbok Surti dan mang Ujang. Bu Dewi ingin mempertanyakan kejadian yang sebenarnya. karna pada saat itu Bu Dewi baru mengetahui kejadian itu pada sore harinya, karna pada saat itu beliau masih berada diluar, itu pun mbok Surti yang mengatakannya saat Bu Dewi menghubunginya lewat panggilan telpon rumah.
'' Coba jelaskan Ningsih! bagai mana kejadiannya? kenapa bisa terjadi pencurian dirumah kita? memangnya kamu mencari jasa tukang pijat dari mana?'' tanya Bu Dewi dengan intonasi yang tegas pada keponakannya tersebut
'' Maaf mah, bude aku juga tidak tau kalau merek itu sindikat pencuri dan juga penculik anak, mas Wildan maaf aku salah.'' ucapnya ambil menunduk.
'' Lain kali jangan ceroboh seperti itu, kamu gk tau karna mu, hampir saja Kay jadi korban penusukan itu, hingga akhirnya Seli yang menjadi korbannya, untung saja mereka sudah berhasil diamankan.'' sambung Wildan.
'' Kamu ini ya Ning, masih saja gk berubah selalu ceroboh, kalau begini terus lebih baik kamu berhenti saja kerja dan kembali meneruskan usaha mama.'' ucap Rahma
'' Tapi mah aku gk mau, aku maunya tinggal dirumah bude Dewi.'' ucapnya
'' Gk, mama gk mau kamu merepotkan mereka lagi, dan mama sudah putuskan, lebih baik kamu ikut mama pulang kekota S besok pagi dan bantu mama mengelola butik mama disana titik gk paket koma.'' ucap Rahma tak ingin dibantah.
Membuat Ningsih hanya bisa pasrah menerima keputusan sang ibu, sementara yang lain juga tak ingin ikut campur.
Sedangkan dirumah sakit terlihat Seli mencoba turun dari tempat tidurnya, karna ingin kekamar mandi, Apoy yang baru masuk langsung sigap melangkah menuju kearahnya untuk membantu.'' Kamu mu kemana?'' tanya pria itu sambil memegangi tubuh Seli yang hampir limbung
__ADS_1
'' Aku mau buang air bang,'' jawab nya
' Yasudah biar aku antar.''
'' Gk usah aku bisa sendiri kok.
'' Bisa apanya? tadi kalau bukan ada aku kamu pasti sudah jatuh, sudah ayo biar ku temani.'' ucapnya lagi membuat Seli hanya bisa pasrah karena memang tubuhnya saat ini masih sangat lemah.
'' Abang tunggu disini saja, jangan ikut masuk.'' ucapnya memperingati
'' Kenapa? lagian sebentar lagi aku juga bakal liat semuanya
' Iya itu setelah kita nikah, tapi bukan sekarang, ucap Seli sedikit kesal, namun itu hanya untuk menutupi rasa malunya.'' setelah itu ia langsung masuk dan menutup pintu didepan wajah Apoy, membuat pria itu hampir saja berciu*man dengan daun pintu.
'' Sepertinya dia sudah sehat.'' gumam Apoy. karna melihat Seli yang sudah mulai bersikap seperti biasa
Seminggu kemudian
Saat ini Seli dan Apoy sedang berada dirumah kediaman Wildan, semua keluarga berkumpul disana, tepatnya dihalaman belakang, terlihat Apoy dan Wildan sedang memanggang daging sapi, sedangkan, Seli dan Sandra sedang membuat saus barbeque.
'' Bu Sandra, kenapa bang Bisma gk ikutan gabung sama bang Apoy dan pak Wildan?'' tanya Seli
'' Abang? sudah seperti tukang bakso aja.'' ucap Sandra
'' Hehe, habisnya bingung mau panggil apa, nanti kalau aku panggil mas, mba Sandra tersinggung lagi.'' ucapnya, yang seketika membuat Kay yang mendengar sedikit merasa gimana...gitu
'' Yaya,, terserah kamu, mau panggil apa asal jangan sayang.'' ucap Sandra, yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Seli dan Kayla
Saat mereka asik dengan acara tersebut tiba-tiba datang seorang wanita cantik
'' Kalian mau senang-senang tanpa gue ya???
__ADS_1
Next