Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Pasangan Yang Menjengkelkan


__ADS_3

Saat ini Kay sedang dalam perjalanan pulang, sepanjang perjalanannya gadis itu terus memikirkan ucapan Wildan, pria itu mengatakan jika mantan istrinya itu ingin mereka bertemu hanya bertiga, Maya, Wildan dan tentunya juga putra mereka baby Al, sungguh Kay sangat kesal jika kembali mengingat itu, apa lagi jika tau jika masih ada rahasia yang disembunyikan oleh Wildan padanya, mengenai penyakit mantan istrinya itu, mungkin Kay akan merasa tak dianggap oleh kekasihnya itu, sebenarnya masksud Wildan hanya tak ingin Kay berpikir yang macam-macam nantinya tentang dirinya, makanya Wildan memilih untuk tidak memberitahukannya pada Kay, dan ini kali pertamanya Wildan tidak berkata jujur pada kekasihnya itu. Tapi mungkin jika gadis itu sampai mengetahuinya, mungkin ia akan sakit hati, karna merasa telah dibohongi olehnya.


'' Apa mereka bermaksud ingin kembali bernostalgia?'' gumam Kay, walau pun Wildan sebenarnya juga mengajaknya, namun tetap saja Kay terlihat bette, lagi pula gadis itu sudah bisa membayangkan jika nanti mereka bertemu dalam satu meja yang sama, pasti dirinya akan menjadi obat nyamuk diantara keduanya, dan Kay tak mau itu terjadi.


'' Pak kita ketoko kue sebentar ya, toko langganan yang biasa bu Dewi pesan, soalnya saya mau beli sesuatu disana.''


'' Baik non.'' jawab sang supir


Beberapa saat kemudian mobil ysng mereka tumpangi akhirnya sampai ditempat tujuan, setelah pak supir memarkirkan mobilnya, Kay langsung turun dari mobil tersebut dan melangkah menuju toko kue langganan bu Dewi, calon ibu mertuanya itu.


'' Selamat datang ada yang bisa saya bantu??'' tanya seorang pelayan, begitu Kay masuk kedalam toko tersebut


'' Saya mau pesan red velvet mba, dan beberapa kue kering lainnya.'' jawab Kay


'' Silahkan mba, disebelah sana ada katalognya mba bisa memilih kue apa saja yang akan dipesan.'' ucap pelayan tersebut, yang diangguki oleh Kay


Saat gadis itu terlihat sibuk memilih kue yang akan ia beli, tiba-tiba masuk seorang pemuda bersama dengan seorang gadis yang cukup cantik, sepertinya mereka akan membeli kue.


Mereka berdua melihat-lihat kue yang terpajang diestalase yang memanjang, sangat banyak kue yang terpajang disana.'' Jun, ayo kita kesebelah sana, aku mau pilih yang bertingkat.'' ucap sang gadis


'' Ck, iya iya bentar, dasar cewek, bikin repot aja.'' gerutunya pelan, sambil mengikuti langkah gadis itu, sementara Kay yang mendengar ucapan pemuda tersebut langsung mengalihkan pandangannya, sebab ia merasa sangat mengenali suara pria tersebut, walau terdengar cukup pelan ditelinganya.


'' Juno, dia sama siapa? apa itu pacarnya?'' gumam Kay bertanya-tanya, ia terus memperhatikan keduanya dari jarak beberapa meter.


'' Gimana mba, udah dipilih yang mana mau mba nya pesan?'' tiba-tiba suara seorang pelayan mengagetkannya.


'' Ah, iya mba sudah yang ini dan yang ini mba,'' ucapnya sambil menunjuk beberapa kue kering pesanan bu Dewi

__ADS_1


'' Baiklah kalau gitu mba tunggu sebentar saya akan ambilkan dulu pesanannya, silahkan mba tunggu disana.'' ucap sang pelayan sambil menunjuk pada salah satu sofa panjang tak jauh dari tempatnya berdiri.


'' Juno ih, sini dong bantuin aku pilihnya, yang mana yang bagus?'' tanya gadis yang datang bersama Juno


'' Terserah kamu aja Mel, lagian percuma saran dari aku, toh kamu akan tetap ambil pilihan yang kamu suka kan?'' ucap Juno malas


'' Hehe, jangan ngambek dong sayang, habisnya kamu sih kayaknya gk tulus milihnya, coba kalau tulus, kan pasti aku ambil pilihan kamu.'' elaknya sedangkan pemuda itu hanya menggeleng pelan.


Oh jadi gadis itu pacarnya, tapi dia kok sepertinya gk terlalu perduli ya sama pacarnya itu? dasar, jadi cowok terlalu dingin dan cuek, kalau tuh cowok sikap nya seperti itu terus pasti ceweknya gk akan tahan.


Batin Kay


Iiihh, kok malah aku yang sewot ya


Kay menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran nya tentang Juno


Juno yang mendengar seorang pelayan menyebut nama Kay, langsung mengalihkan pandangannya, dahinya berkerut saat menyadari ternyata nama tersebut adalah milik gadis yang sebentar lagi akan menjadi calon kakak iparnya.


'' Juno kamu lihatin siapa sih? sejak tadi aku panggilin gk denger juga.'' tanya gadis yang datang bersama Juno, gadis itu mengikuti arah pandang pemuda itu yang tak lain adalah kekasihnya, lebih tepatnya kekasih yang ia inginkan, meskipun sering ditolak oleh Juno, gadis yang bernama Amel itu tetap mengejar cinta nya hingga akhirnya Juno merasa lelah untuk menolaknya dan akhirnya menerimanya secara terpaksa.


'' Bukan siapa-siapa, oya tadi kamu bilang apa?'' tanya Juno, yang sebenarnya untuk mengalihkan pertanyaan Amel.


'' Gk ada, ayo kita kekasir aja, aku susah selesai, dan mba nya juga sudah bawa kuenya disana.'' jelas Amel, pemuda itu tak lagi bicara, ia pun langsung mengikuti langkah Amel yang menuju meja kasir.


Sedangkan Kay, setelah selesai membayar ia langsung beranjak dari tempat tersebut, namun baru saja ia membalikan badan tiba-tiba tubuhnya menabrak seseorang.


'' Aaww,'' pekik seorang gadis lebay dengan suara cemprengnya, dan dia adalah Amel, dan karna memang sebenarnya gadis yang bernama Amel itu orangnya sedikit lebay, dan dia juga sangat manja terhadap Juno, hingga kadang membuat Juno merasa lelah dibuatnya.

__ADS_1


'' Sory sory mba, saya gk sengaja.'' ucap Kay yang sedikit terkejut karna melihat Juno berada dibelakangnya, dan sialnya gadis yang bersama Juno itu yang ia tabrak, padahal niat nya tadi ingin cepat-cepat pergi agar tidak ber tatap muka dengan pria tersebut, rasanya ia bingung harus bersikap bagai mana, secara sejak awal bertemu hubungan keduanya memang sudah tidak baik, dan sekarang tiba-tiba Kay harus menerima kenyataan jika pemuda yang dulu sempat ia maki ternyata adalah calon adik iparnya.


'' Enak aja bilang sory, loe itu ya kalau jalan pakai mata dong loe, emang gk liat apa badan segede ini masih aja ditabrak.'' ucap nya tak terima


'' Ya jadi saya harus bilng apa kalau gk minta maaf mba? lagi pula kan saya gk sengaja.'' ucap Kay, ia melirik Juno yang hanya diam dibelakang gadis itu, Amel yang sadar jika kekasihnya sedang ditatap oleh Kay langsung bereaksi


'' Eh cewek kampung, dijaga ya matanya, liatin cowok orang sampai segitunya, kenapa? naksir ya loe sama cowok gue? tapi sory ya Juno ini milik gue, dan gue gk akan pernah lepasin cowok seperfect Juno.'' ucapnya, membuat Kay yang mendengar menjulurkan lidahnya keluar, seolah mau muntah dengan ucapan Amel yang mengatakan jika Juno sangat lah perfect.


Cih perfect apaan, ngeselin gitu, belagu lagi.


Batin Kay


'' Aaduh maaf ya mba, pacar mba itu bukan tipe saya, udah dingin, kaku lagi.'' ucapnya yang pelan diakhir kalimat.


'' Apa barusan kamu bilang??'' kali ini Juno yang bicara karna merasa Kay sedang mengejeknya.


'' Iya, loe bilang apa barusan?'' sambung sang pacar.


'' Saya bilang kalau saya sudah punya tunangan, jadi gk mungkin suka sama pacar nya mba.'' jawab Kay sambil tersenyum, yang terlihat senyum meremehkan dimata Juno.


Benar-benar pasangan yang serasi, sama-sama menjengkelkan.


Batin Kay


'' Oh sudah punya tunangan? ya bagus lah.'' ucap Amel dengan wajah yang sangat menjengkelkan dimata Kay,'' Sudah tak ada lagi kan masalahnya? Kalau gitu saya peemisi dulu.'' ucap Kay, yang tak ingin lebih lama lagi berada diantara mereka, gadis itu pun langsung meninggalkan tempat tersebut.


next

__ADS_1


Selamat tahun baru buat kita semua, semoga ditahun 2023 ini, akan jauh lebih baik dari tahun2 sebelumnya, otor juga berharap semoga tidak ada lagi musibah dan bencana alam seperti tahun sebelumnya Aamiin🤲


__ADS_2