
Juno masih menunggu jawaban dari gadis itu, rasanya ia sudah tidak sabar menunggu gadis itu membuka mulutnya untuk bicara.'' Kay cepat bicaralah! sentak nya membuat Kay langsung menundukan kembali wajahnya, gadis itu menangis dan Juno dapat mendengar suara isakan tangis gadis itu. Juno memegang dagu gadis itu dan mengangkatnya keatas membuat pandangan mereka bertemu.
'' Katakan padaku, apa saja yang sudah disentuh oleh laki-laki biadap itu!" ucap Juno sambil menatap Kay serius.
'' A-aku malu mengatakannya Jun, aku malu,'' ucap Kay air matanya kembali menetes membasahi wajah gadis itu.
'' Jangan menangis, coba lihat dicermin matamu itu sudah membengkak, aku tidak ingin mama mengira nanti aku yang membuatmu menangis karna melihat matamu yang mengkak itu.'' ucap Juno membuat Kay mencebik
'' Cepat katakan! atau mau aku sendiri yang mencaritahunya?'' Juno kembali pada niat awalnya, untuk membuat Kay berkata jujur pada dirinya
'' Mencaritahu?'' beo Kay bingung, ia sama sekali belum mengerti ucapan pemuda yang ada dihadapan ini.
''Kay?'' panggil Juno sekali lagi, pria itu menatap tajam kearah gadis tersebut.
'' D-dia menciumku,'' jawab Kay pelan, Juno mengepalkan tangannya kuat.
''Lalu apa lagi?'' tanya pria itu dengan nada datar, namun tatapannya seolah menusuk kejantung gadis itu.
Dia mau apa? kenapa bertanya seperti itu apa yang mau dia lakukan sebenarnya? apa dia akan membunuhku, jika aku mengatakan semuanya?
Batin Kay bertanya-tanya, ia takut Juno akan melukai nya juga, karna tatapan pria itu seolah ingin mengulitinya.
'' Kau tidak ingin mengatakannya? baiklah, aku akan melakukannya sendiri, aku akan membersihkan jejak laki-laki itu dari tubuhmu.'' ucap Juno
'' Menghapus jejak? maksudnya ap--,'' belum lagi selesai dengan ucapannya Juno sudah membungkam mulut gadis itu, membuat Kay seketika melotot, dengan sedikit kasar Juno melu*mat habis bibir milik istrinya, lalu pemuda itu dengan lihai memainkan li*dahnya, menerobos masuk kedalam rongga mulut gadis itu, menyapu setiap inci yang bisa ia gapai didalam sana, terakhir ia men*ji*lati bibir gadis itu, setelahnya lalu menarik diri, Juno memandang Kay yang masih membeku, matanya mengerjap. Lalu menyentuh bibirnya sendiri, entah sadar atau tidak Kay meraba bibir yang terasa kebas itu.
__ADS_1
Astaga, apa ini? kenapa aku merasa ciuman nya penuh emosi?
Batin Kay,
'' Dimana lagi yang harus aku bersihkan?'' tanya Juno mengalihkan pandangan gadis itu.
Gadis ini, entah apa yang ada dalam pikirannya.
Batin Juno berdecak kesal, sejak tadi ia menunggu jawaban dari gadis itu, namun seolah Kay enggan mengatakannya, dalam hati Juno berpikir, apa jangan-jangan mantannya itu terlalu dalam menyentuh istrinya, membayangkan itu seketika Juno ingin meledak, rasanya ia benar-benar marah, entah kenapa Juno juga tak tau, apa mungkin dirinya sudah mulai menaruh perasaan pada gadis itu?
Tangan Juno terkepal, jika mengingat kejadian tadi sore, Kay yang melihat itu berpikir jika Juno sedang marah besar kepadanya, Kay jadi takut, apa lagi sampai ia mengatakan jika Rudi sudah menyentuh buah da da nya, Kay tak tau apa yang akan dilakukan suaminya itu pada dirinya.
'' Apa yang mau kamu lakukan Juno?'' Kay tersentak kaget saat pemuda itu tiba-tiba menyingkap kaos yang ia pakai. Sontak Kay langsung mundur, sambil mendekap tubuhnya sendiri, ia menatap waspada pada Juno.
'' Ya habisnya kamu mau apa? barusan pakai acara buka kaos aku segala
'' Aku tu mau bersihin bekas laki-laki sialan itu ditubuh kamu, aku tau pasti kamu masih merasakan sentuhan dari dia, iyakan?'' tebak Juno
Juno benar, dan itu rasanya sangat menjijikan
Batin gadis itu, lalu tanpa sadar Kay mendekati Juno.
'' Berubah pikiran?'' tanya Juno dengan senyum yang sangat menyebalkan dimata Kay.
'' Kamu itu benar-benar nyebelin banget ya Jun, aku heran deh, kenapa mama bisa punya anak kayak kamu.'' ucap Kay kesal
__ADS_1
'' Gk seperti Wildan yang baik dan lembut? kamu mau bilang itu kan?'' ucap Juno
'' Kok jadi bawa-bawa dia sih? lagian kan aku juga gk menyamakan kamu sama dia.
'' Memang sih enggak, tapi aku merasa seperti itu.'' jawabnya
'' Terserah kamu aja, yang pasti aku gk ada membanding-bandingkan kalian berdua, sudah aku mau keluar dulu.'' Kay terlalu malas meladeni Juno, ia pun hendak bangkit dari duduk nya, namun tiba-tiba tangannya ditarik Juno hingga gadis itu terjatuh diatas tempat tidur.
''Aakkhh,'' pekiknya jatuh dengan posisi telentang, saat Kay hendak bangkit, Juno lebih dulu mengukung tubuh gadis itu.
'' Juno.'' ucapnya lirih, kini wajah mereka sangat dekat, membuat Kay begitu gugup. begitupun dengan Juno, pemuda itu sebenarnya merasa sangat nervous berdekatan dengan Kay, namun yang namanya lelaki mampu menyembunyikan kegugupannya, berbeda dengan wanita, mereka pasti akan terlihat salah tingkah jika dalam posisi ini, begitu pun yang dialami Kay, wajah gadis itu merona saat ditatap oleh Juno dalam posisi sedekat itu, apa karna ia sudah jatuh cinta pada Juno? sayangnya tidak, Kay merona karna merasakan sesuatu yang menekan bagian paha dalamnya.
'' Juno, bisakah kamu mundur se,--mmmppttt,'' lagi-lagi Juno tak memberikan Kay kesempatan untuk bicara, ia pun kembali membungkam bibir Kay, dan kali ini cukup lama, setelah dirasa keduanya kehabisan oksigen Juno pun langsung melepaskan ciuman mereka, ditatapnya wajah Kay sejenak, kemudian Juno mulai menaikan kaos milik Kay hingga terlepas dari tubuh gadis itu, Kay hanya pasrah, ia memalingkan wajahnya saat suaminya itu menatap bagian tubuhnya, tepatnya bagian da da nya yang masih terbungkus br*a berwarna merah.
Juno menelan ludahnya kasar, saat menatap kedua aset yang masih terbungkus kain berbentuk kaca mata itu, ia kembali menaikan pandangannya, kewajah sang istri, bertepatan itu ternyata Kay juga menatap kearahnya.
'' Katakan Kay! apa bagian ini juga disentuh oleh nya?'' tanya Juno sambil menatap lekat wajah istrinya, namun tangannya menyentuh aset miliknya, Kay mengangguk, matanya mulai berembun, gadis itu menahan tangisnya, sedangkan Juno terlihat mengeraskan rahangnya, dadanya naik turun menahan emosi
Kurang ajar, awas saja jika aku bertemu lagi dengan pria itu, aku akan buat perhitungan dengannya.
Batin Juno marah, tadinya Juno berniat ingin melaporkan kejadian tersebut, kepihak berwajib, namun Kay melarangnya, Kay hanya takut Rudi menaruh dendam pada keluarganya dan mencelakai mereka, maka itu ia memilih untuk tidak melaporkan nya, Juno sebenarnya tak menyetujuinya, namun karna Kay menjelaskan semuanya akhirnya pemuda itu hanya bisa pasrah, bukan karna takut, namun karna Kay yang memohon padanya.
Next
Dukung terus karya otor ya, jangan lupa like and vote nya 🤗😘
__ADS_1