Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part11


__ADS_3

Keesokan harinya terlihat Bu Dewi, Wildan dan tentunya juga Kayla sedang berada dirumah kediaman orangtua Kay, Sandra memang tidak ikut dikarenakan ada urusan mendesak direstorannya.


'' Silahkan diminum Bu Dewi, nak Wildan.'' ucap Bu Sri sambil meletakan nampan yang berisikan dua cangkir teh, dan juga cemilan pisang goreng, yang kebetulan Bu Sri baru membuatnya tadi.


'' Terimakasih bu Sri, maaf jadi merepotkan anda.'' ucap Bu Dewi


'' Tidak apa-apa, justru saya yang berterimakasih karna kalian telah menjaga dengan baik Putri saya.'' ucapnya sambil menatap Kay yang saat itu sedang bermain dengan baby Al disudut ruangan, Bu Dewi dan Wildan juga ikut menatap kearah mereka.


'' Kay sangat menyayangi cucu saya,'' ucap Bu Dewi sambil terus memperhatikan keduanya, Bu Sri hanya tersenyum mendengarnya.


'' Kay juga orangnya sangat penyayang, apa lagi pada anak-anak, Kay memiliki sifat keibuan, dia juga sangat sabar, Wildan pasti sangat beruntung jika menjadikannya seorang istri.'' sambung Bu Dewi sambil menatap putranya yang ada disampingnya.


'' Maksud Bu Dewi apa?'' tanya Bu Sri


Terlihat Bu Dewi menyenggol lengan putranya, untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka.'' Mm,, begini Bu Sri, maksud kedatangan kami kesini sebenarnya ingin meminta restu pada ibu untuk melamar Kay kembali, saya bermaksud ingin menikahi Mikayla putri Bu Sri, sejujurnya saya masih sangat mencintainya bu, dan saya ingin membahagiakannya, saya sangat berharap Bu Sri mau merestui kami.'' ucap Wildan


'' Apakah nak Wildan sudah membicarakannya terlebih dahulu pada Kay?'' tanya Bu Sri, ibu dari Kayla itu hanya takut kejadian yang lalu terulang kembali.


'' Sudah bu, dan Kay bersedia menikah dengan saya,, dan saya hanya tinggal mendapatkan restu dari ibu.'' jelas Wildan, Bu Sri mengangguk paham, sebenarnya dulu Wildan sempat berulang kali meminta maaf pada Bu Sri, karna telah meninggalkan Kay, dan Bu Sri juga tidak ada pilihan lain selain memaafkan, karna percuma rasanya jika ia membenci Wildan waktu itu, toh tidak akan ada gunanya.


'' Kay! Kay Kemarilah!'' panggil Bu Sri, tak lama Kay datang bersama dengan baby Al


'' Duduklah nak, ada yang ingin kami bicarakan padamu.'' ucap bu Sri, yang diangguki oleh Kay, lalu wanita cantik itupun memilih duduk disamping Wildan.


'' Kayla, nak Wildan ini bermaksud untuk melamar kamu, untuk menjadi istrinya, apa kamu bersedia menikah dengannya?'' tanya Bu Sri


Kay menatap Wildan dengan malu-malu, kemudian tatapannya beralih pada sang ibu.'' Iya bu, aku bersedia menikah dengan mas Wildan.'' jawab Kay yang langsung membuat mereka semua tersenyum lega


'' Baiklah kapan rencananya kalian akan melangsungkan pernikahannya.'' tanya Bu Sri lagi.


'' Secepatnya bu, tentunya setelah masa Iddah Kay selesai.'' jelas Wildan

__ADS_1


'' Itu artinya dua bulan dari sekarang?'' sambung Bu Sri lagi


'' Iya, sepertinya begitu.'' ucap Wildan sambil melirik kearah Kay yang ada disampingnya


Masih lama, padahal aku sudah tidak sabar ingin menjadi milik mas Wildan seutuhnya.


Batin Kay


Wildan melihat Kay sedikit murung, membuatnya menatap bingung pada wanita itu.'' Kamu kenapa murung? apa kamu tidak senang menikah denganku?'' tanya Wildan membuat dua orang wanita paruh baya tersebut langsung menatap kearah Kay


'' Hah? tidak bukan seperti itu, aku senang kok.'' ucapnya langsung


'' Terus kenapa kamu murung? apa karna waktunya terlalu lama? atau jangan-jangan kamu ingin kita menikah besok?'' goda Wildan membuat Kay langsung salah tingkah, sedangkan Bu Dewi dan Bu Sri hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mereka.


***


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang, Bu Dewi memilih duduk dijok bagian belakang sambil memangku cucunya yang sedang tertidur, sedangkan Kay duduk didepan bersama Wildan. Pria itu melirik wanita yang berada disampingnya, lalu ia menggenggam tangan Kay yang saat itu berada diatas pahanya, wanita itu menoleh kearah Wildan, sambil memberikan senyuman manis untuk pria itu, yang membuat Wildan tidak tahan untuk melihatnya


'' hehe, iya mah.'' jawabnya sambil mengusap lehernya karna merasa malu pada sang ibu.


Tiga puluh menit kemudian mereka pun sampai didepan rumah, setelah memarkirkan mobil, satu persatu mereka pun turun dari sana.'' Mama akan membawa baby Al kekamarnya.'' jelas Bu Dewi sambil melangkah masuk bersama sang cucu yang berada dalam gendongannya.


Wildan meraih tangan Kay, lalu menggenggamnya dengan erat.'' Rasanya mas tidak sabar menunggu masa iddahmu selesai Kay.'' ucap Wildan, lelaki itu mengarahkan tangan Kay kebibirnya lalu mengecupnya dalam.


'' Aku juga mas, aku sudah menantikan ini sejak lama, menjadi istrimu adalah impianku, namun itu juga bukan berarti aku menyesal menjadi istri Juno.'' jelasnya, dan Wildan mengangguk paham.


'' Iya, mas mengerti dan semua itu adalah takdir.'' jelas Wildan


Malam harinya Wildan membawa Kay untuk makan malam diluar, saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju sebuah restoran yang ada di kota nya.'' Mas kenapa gk makan direstoran mba Sandra saja? kan sekarang restorannya buka sampai jam sepuluh malam.'' ucap Kay


'' Mas mau cari suasana baru sayang, bosan disana mulu.'' jawab Wildan, membuat Kay hanya bisa menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Tak lama mobil yang mereka tumpangi pun sampai disalah satu restoran. Setelah turun keduanya langsung masuk kedalam restoran tersebut, Wildan menggandeng tangan Kay untuk masuk kedalam.


'' Mas kita mau kemana?'' tanya Kay saat mereka melewati meja-meja yang ada disana padahal masih banyak yang kosong namun Wildan terus melangkah menuju kearah lain


'' Atas nama bapak wildan?'' ucap salah satu pegawai restoran


'' Iya saya sendiri.'' jawabnya


'' Ok, disebelah sini pak, kami sudah menyiapkannya.'' jelas pelayan tersebut sambil membawa keduanya menuju suatu ruangan yang ada direstoran tersebut. Hingga smpailah mereka didepan salah satu ruangan, pelayan tersebut membuka pintu yang ada didepan mereka, lalu menyuruh keduanya masuk. Seketika mata Kay menatap takjub saat melihat satu ruangan yang sudah disulap, terlihat sangat indah, penuh dengan bunga dan terlihat sangat romantis.


'' Mas kamu yang menyiapkan semua ini?'' tanya Kay sambil masuk kedalam ruangan tersebut.


''Tentu saja bukan, mana mungkin mas bisa menyiapkan semua ini sendirian.'' jawab Wildan membuat pelayan yang masih berdiri disana tersenyum mendengarnya.


'' Ck, ya aku juga tau bukan mas yang bikin semua ini, bagai mana mungkin, mas mana bisa menyulap ruangan menjadi seindah ini.'' ucap Kay membuat Wildan hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tidak akan berdebat disaat seperti ini.


'' Baiklah pak, kalau begitu saya permisi dulu, kalau butu sesuatu anda bisa panggil saya melalui sambungan telpon yang ada disebelah sana.'' ucap pelayan tersebut


'' Baiklah terimakasih.'' jawabnya


Kay masih menatap kagum pada ruangan tersebut.'' Gimana kamu menyukainya?'' tanya Wildan


'' Sangat mas, kapan kamu siapkan semua ini?''


Kemarin, mas booking tempat ini dan mempersiapkan nya hanya untuk kamu, kemari dan duduklah!" ucap Wildan sambil menarik salah satu kursi dimeja tersebut, disana hanya ada satu meja dan dua kursi yang saling berhadapan, dimeja juga sudah tersedia berbagai menu makanan yang memang sudah dipesan oleh Wildan sebelumnya.


Dari kejauhan, terdengar suara musik yang tenyata berasal dari sudut ruangan, tak lama munculah satu orang pria sambil memainkan biola, dan itu membuat Kay seketika menatap Wildan sambil tersenyum, senyum yang sangat lebar.


''Ayo makan, sambil nikmati musiknya.'' ucap Wildan sambil membalas senyum wanitanya itu


Next

__ADS_1


__ADS_2