
Saat ini Seli sedang duduk dihalte bis, yang tak jauh dari restoran tempatnya bekerja, gadis itu memang sengaja tak membawa motor miliknya, karna Apoy mengatakan jika pria itu akan menjemput dirinya setelah pulang kerja nanti.'' Mana sih bang Apoy, kok belum nyampe juga, katanya tadi sudah dijalan.'' gumamnya sambil melihat kiri dan kanan jalan raya yang lumayan padat hari ini. Dari kejauhan terlihat ada motor yang menuju kearah halte bis tersebut.
Putri memandang kearah kendaraan tersebut, karna berhenti tepat didepannya.'' Arif?'' ucap nya, setelah mengetahui siapa yang ada dibalik helm full face tersebut.
'' Put, kamu sedang apa disini? nunggu bis ya? memang nya kamu gk bawa motor? tumben?'' ucap pemuda itu
'' Gue disini lagi nungguin calon suami gue Rif.'' jawab nya membuat Arif langsung terkekeh mendengarnya.
'' Kenapa loe ketawa? gk percaya loe sama yang gue omongin hah?'' ucapnya geram, karna ditertawakan oleh teman satu kerjaan nya tersebut.
'' Ya gk lah, setau gue nih ya,, loe itu jomblo sejati, dari mana datangnya, kok tiba-tiba loe udah punya calon suami? kalau ngehalu itu jangan kebangetan dong Put.'' ucap Arif membuat gadis itu semangkin meradang, namun ia mencoba untuk menahannya agar tidak meledak
'' Apaan sih loe Rif? kalau loe gk percaya yasudah, gue juga gk minta loe buat percaya sama gue.'' ucapnya dengan nada kesal
Namun saat Arif ingin menjawab ucapan Seli, tiba-tiba terlihat mobil sedan mewah berhenti didepan halte bus, tak lama terlihat seorang lelaki tampan yang keluar dari mobil tersebut.
'' Sayang maaf aku telat, kamu sudah lama nunggu ya?'' ucap lelaki itu yang tak lain adalah Apoy.
'' Gk kok sayang, yasudah yuk kita berangkat sekarang.'' ucap Seli, yang langsung diangguki oleh Apoy, sebelum melangkah menuju mobil, Apoy sempat melirik kearah pemuda yang masih duduk diatas motor miliknya itu, sedangkan Seli menjulurkan lidahnya mengejek pada Arif, merasa kesal, karna tadi sempat disepelekan oleh pemuda tersebut.
Sedangkan Arif jangan ditanya lagi ekspresi wajahnya, pemuda itu hanya bisa terpelongo dengan apa yang dilihatnya didepan mata kepalanya sendiri
'' Apa aku tidak salah lihat? kok bisa Seli dapat cowok setajir itu? lalu nasibku bagai mana? masa iya aku harus cari gebetan lain.'' gumamnya putus asa.
Saat ini Seli dan Apoy sedang dalam perjalanan menuju kediaman Seli, rencananya Apoy ingin membicarakan tentang lamarannya untuk Seli pada orangtuanya Seli, karna gadis itu hanya tinggal berdua dengan bapaknya saja, sedangkan ibunya sudah lama meninggal sejak ia masih kecil.
Apoy melirik kearah Seli yang terlihat lebih banyak diam, tak seperti biasanya, Apoy yakin jika kekasihnya itu sedang marah karna ia datang terlambat tadi.
'' Seli cowok yang tadi itu siapa?'' tanya Apoy yang akhirnya memutuskan untuk bersuara
'' Teman.'' jawabnya singkat
'' Oh, tapi sepertinya dia menyukaimu.'' sambung Apoy lagi
__ADS_1
'' Iya, itu benar.'' jawab Seli jujur, membuat Apoy langsung mengerem mendadak saat mendengar ucapan kekasihnya itu.
Ciiiitttt
Suara decitan rem mobil, yang diinjak oleh Apoy secara mendadak, membuat Seli terhuyung kedepan. Namun dengan sigap Apoy langsung menaruh telapak tangannya disamping dasboard agar kepala kekasihnya itu tidak terbentur.
'' Bang Apoy apa-apaan sih? kok mengerem secara mendadak, bahaya tau.'' ucap Seli marah, namun bukannya minta maaf, Apoy justru menatap kekasihnya itu dengan pandangan tajam
'' Ada apa sih? kok liatin akunya gitu?'' tanya Seli
'' Apa kamu bilang tadi? kamu bilang pria itu suka sama kamu?'' tanya ulang Apoy
'' Iya, itu memang benar,, namanya Arif, dia memang suka sama aku udah lama, namun aku gk suka sama dia.'' jelas Seli membuat Apoy menghembuskan nafas lega.
Beneran kan kamu gk suka sama dia?'' tanya Apoy memastikan lagi
' Gk lah, aku sama sekali gk ada perasaan sama dia,'' jawab Seli
***
Ditempat lain terlihat Sandra dan Bisma sedang makan disebuah cafe, setelah pulang dari kantor, Bisma langsung menuju restoran milik kekasihnya untuk menjemput Sandra.
'' Kamu sepertinya lelah banget?' ucap Sandra sambil menatap kearah Bisma yang terlihat sedikit lesu.
'' Aku hanya sedikit lelah, badanku rasanya pegal semua.'' ucapnya sambil memukul pelan bahunya yang teras pegal.
'' Yaudah biar nanti aku yang pijat kamu.'' ucap Sandra sambil memasukan potongan daging kedalam mulutnya
'' Serius kamu sayang? mau pijat aku?'' tanya Bisma tak percaya
'' kenapa wajahnya seperti itu? kamu gk percaya aku bisa jadi tukang pijat kamu?'' tanya Sandra lagi
'' Percaya, tentu saja aku percaya, kamu kan tunangan aku. mana mungkin aku gk percaya dengan tunangan sendiri.'' jawab Bisma
__ADS_1
'' Yasudah, kalau gitu nanti kita langsung aja pulang ke apartemen kamu.'' sambung nya lagi
Setelah selesai mengisi perut mereka, Sandra dan Bisma pun langsung pulang ke apartemen Bisma, yang hanya membutuhkan waktu dua puluh menit dari cafe tersebut.
Setelah memarkirkan mobil dibasement, kedua nya langsung menuju lantai dimana Bisma tinggal.'' Rasanya aku sudah lama gk datang keapartemen kamu, kira-kira sudah hampir tiga minggu deh, benarkan?
'' Iya, kamu benar,'' jawab Bisma, tak lama pintu lift terbuka dilantai 20 dimana Bisma tinggal selama ini.
Sandra dan Bisma melangkah menuju lorong apartemen, hingga sampai didepan pintu apartemen milik Bisma tiba-tiba terlihat seorang wanita yang keluar dari kamar apartemen yang ada disebelah kamar pria itu.
'' Loh bang Bisma sudah pulang?'' sapa wanita tersebut, membuat Sandra melirik kearah Bisma, begitupun sebaliknya
'' Iya, Oya Lila kenalin ini Sandra tunangan saya.'' ucap Bisma memperkenalkan calon istrinya
'' Calon istri? wah kayaknya aku telat ya? kirain bang Bisma masih jomblo.'' ucapnya membuat Bisma hanya bisa tersenyum canggung, pria itu melirik kearah tunangannya yang terlihat raut wajahnya sudah mulai tak bersahabat.
Aduuh kalau begini bisa gagal acara pijat memijatnya.
Batin nya yang seketika membuat kepalanya bertambah pening
'' Maaf Lila, kalau begitu kami masuk dulu ya? ayo sayang!" ajak Bisma sambil mengandeng tangan kekasihnya itu.
Bisma pun langsung mengajak Sandra masuk kedalam apatemen miliknya.'' Sejak kapan kamu punya tetangga seorang cewek?'' tanya Sandra langsung yang sudah tidak tahan, untuk bertanya sejak tadi
'' Baru satu minggu,'' jawabnya
'' Benarkah? tapi kok sepertinya sudah sangat akrab ya?'' ucap Sandra menyindir.
'' Sayang udah deh, gk usah mulai, nama nya juga bertetangga, yang pasti aku masih ingat ucapan kamu, dan aku tidak akan macam-macam sayang, percaya deh.''
'' Awas saja ya, kalau sempat aku tau kamu ada main sama dia, habis kamu aku buat Bi.'' ancam nya
Bersambung
__ADS_1