
Wildan dan Juno melangkah masuk, sedangkan wanita yang bernama Ningsih itu terus menatap salah satu dari kedua lelaki tampan itu.'' Jangan menatapku, aku sudah menikah.'' ucap Juno membuat wanita yang bernama Ningsih itu langsung tergelak.
'' Mau bagai mana lagi Jun, habisnya kamu makin tampan sih, kan sayang kalau gk dipandang, iya kan bude?'' ucap nya meminta pembelaan pada bu Dewi, sedangkan wanita paruh baya itu hanya tersenyum menanggapi ucapan gadis itu.
'' Hai Wil?'' sapa nya pada Wildan, yang hanya ditanggapi dengan deheman saja.
'' Selalu begitu.'' gerutunya yang masih terdengar oleh Wildan namun lelaki itu seolah tak perduli.
'' Ini barang kamu mba?'' tanya Juno saat melihat tas ransel yang lumayan besar.
'' Iya, karna mulai hari ini aku akan tinggal bersama dengan kalian.'' ucapnya membuat Juno dan Wildan menatapnya dengan dahi berkerut
'' Eeiitt, kalian gk boleh melarang aku ya, karna sebelumnya aku udah ijin sama mama kalian, dan beliau sudah setuju.'' ucapnya membuat Wildan langsung menatap kearah sang ibu sementara Juno hanya mengangkat bahu, yang artinya terserah
'' Tante Rima menitipkan Ningsih sama kita, karna Ningsih mendapat kerjaan dikota ini.'' jelas Bu Dewi yang mengerti arti tatapan Wildan.
'' Memangnya kenapa kalau aku tinggal dirumah kalian mas? apa mas keberatan?'' tanya Ningsih
Juno melirik pada Wildan yang masih enggan menjawab pertanyaan Ningsih.'' Tentu saja boleh, bukankah sebelumnya kamu juga pernah tinggal dirumah kami? ya walaupun hanya tiga hari saja saat itu.'' sambung Juno, membuat Wildan langsung menatapnya tak suka
'' Oya kamu tau dari mana Ning kalau bude dirawat disini?' tanya bu Dewi
'' Tadi aku menghubungi kerumah, tapi mbok Surti bilang kalau bude masuk rumah sakit, jadi yaudah langsung aja aku datang kesini.'' jelasnya.
Keesokan harinya, pagi ini rencananya Bu Dewi akan pulang kerumah, awalnya Wildan tak memperbolehkan, dengan alasan jika keadaan ibunya itu masih lemah namun bu Dewi bersikeras minta pulang, ia juga mengatakan jika keadaannya sudah baik-baik saja, dan akhirnya Wildan menyetujuinya, tentunya atas ijin dari dokter.
Saat ini bu Dewi dan yang lainnya, sedang dalam perjalanan menuju rumah, bersama Ningsih dan tentunya Wildan yang mengendarai mobilnya, sepanjang perjalanan Wildan memilih diam, dan membiarkan saja sang ibu berbicara dengan Ningsih, sejak kemarin gadis berusia 23 tahun itu memang menginap dirumah sakit untuk menemani sang ibu, Wildan melihat sepertinya kesehatan ibunya itu memang sudah lebih baik, terbukti dari lancarnya beliau berbicara, bahkan Wildan dapat melihat sang ibu tertawa.
Wildan melirik pada gadis yang duduk di jok belakang, dari kaca spion, yang sialnya saat itu ternyata gadis itu juga melihat kearahnya, bahkan tersenyum padanya, membuat Wildan langsung mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Setelah mengendarai mobil selama tiga puluh menit akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai juga didepan rumah yang selama ini mereka tempati.
Terlihat Sandra, Kay dan Juno sudah menunggu kedatangan mereka didepan rumah. begitu mobil berhenti, Sandra langsung menghampiri mobil tersebut, sementara Kay dan Juno terlihat juga ikut menghampiri, Kay menatap heran saat melihat seorang gadis yang turun dari mobil tersebut.
Siapa wanita ini?
Batin Kay bertanya-tanya
'' Hati-hati bude.'' ucap Ningsih sambil membantu bu Dewi turun dari dalam mobil
'' Jadi kamu menginap dirumah sakit?'' tanya Sandra pada Ningsih, membuat Kay semangkin penasaran dengan sosok tersebut. Sedangkan Ningsih sendiri pandangannya langsung tertuju pada sosok perempuan cantik yang terlihat sedang menggendong seorang bayi, dan yang Ningsih bisa tebak jika itu adalah baby Al, anak dari Wildan, abang sepupunya.
Apa ini perempuan yang dimaksud mama tempo hari?
Batinnya,
Ningsih adalah keponakan dari Bu Dewi, anak dari Rima, kakak kandung Bu Dewi, hubungan mereka sangat dekat, bahkan Ningsih sangat dekat dengan semua anggota keluarga bu Dewi termasuk anak-anaknya. Namun saat pernikahan Juno kemarin, Ningsih sengaja tidak hadir karna sedang sakit, tepatnya sakit hati karna yang ia pikir Wildan lah yang menikah saat itu, karna memang gadis itu sudah sejak lama menaruh hati pada abang sepupunya tersebut, makanya saat mengetahui jika Wildan mau menikah saat itu, Ningsih merasa sangat patah hati, namun sepertinya masih ada harapan untuk gadis itu, saat ibunya Rima mengatakan jika Juno lah yang kala itu menikahi tunangan Wildan, untuk menggantikan nya, saat Wildan tiba-tiba menghilang dari pernikahan mereka.
'' Istrimu ini sangat cantik Jun, mungkin jika aku adalah seorang pria mungkin juga akan tertarik padanya,'' jawab Ningsih, sambil melirik kearah Wildan yang kebetulan saat itu juga melirik kearah mereka, dan itu tak luput dari penglihatan Kay.
Apa maksud wanita ini berkata seperti ini?
Batin Kay
Saat ini mereka sudah berada diruang keluarga, tadinya Wildan ingin sang ibu beristirahat dikamar, namun bu Dewi lebih memilih duduk diruang keluarga.
'' Mah, sebaiknya istirahat saja dikamar,'' ucap Wildan lagi
'' Mama itu capek tiduran terus Wil, lebih baik mama disini dulu bersama kalian.'' jawab bu Dewi, ia merasa sudah lebih baikan, dan lebih memilih bergabung bersama dengan anak-anaknya. Setidaknya disaat weekend seperti ini.
__ADS_1
'' Oya Kay, kenalin ini adalah Ningsih, anaknya tante Rima, dan untuk sementara ini dia akan tinggal dirumah kita, kamu gk keberatan kan?'' tanya bu Dewi
'' Kenapa harus keberatan mah, ini kan rumah mama.'' jawab Kay
'' Mama hanya bertanya saja Kay, kalau kamu merasa keberatan kan mama gk nyaman.'' ucap bu Dewi
'' Seharusnya mama tanyakan itu saja aku, bukan sama Kay.'' ucap Wildan tiba-tiba, membuat Kay menatapnya dengan heran
'' Kok mas Wildan berkata seperti itu sih, Ningsih ini baik loh, ucap Sandra membela
'' Sudah gpp kok Sa, kamu kan tau mas mau ini bagai mana orangnya, tapi aku tetap suka kok, dia yang seperti ini.'' ucap Ningsih terus terang, membuat Wildan langsung melotot padanya.
'' Sudah-sudah jangan berdebat, Ning maaf ya Wildan memang seperti itu orangnya, kamu jangan ambil hati ya?'' ucap bu Dewi
'' Iya bude gk masalah.'' jawabnya
Kay melirik sekilas pada Wildan, yang saat itu terlihat sibuk dengan ponselnya
Sebenarnya ada apa? kenapa mas Wildan sepertinya tak menyukai jika mba Ningsih tinggal disini?
Batin Kay
***
Dikamar, terlihat Kay baru saja mengambil pompa asi, ia bermaksud ingin memompa asi miliknya, karna Kay merasa asi nya mulai keluar dengan sendirinya.'' Kay kamu ngapain?'' ucap Juno yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.
'' Eh Juno, aku mau itu..,,ini..'' Kay bingung mau berkata apa, ia hanya menunjukan pompa asi kepada Juno
Pria itu tersenyum, lalu melangkah menuju istrinya.'' Kan aku sudah bilang, jangan gunakan ini kalau aku ada dirumah.'' ucapnya sambil mengambil pompa asi tersebut ditangan Kay
__ADS_1
'' Biar aku yang lalukan!'' ucap Juno sambil tersenyum penuh arti
Beraambung