
Saat ini Kay dan Wildan sedang dalam perjalanan menuju rumah, sepanjang perjalanan mereka Wildan terus menggenggam tangan gadis itu seolah tak ingin terlepas.
'' Mas tanganku pegal, mau sapai kapan mas pegang tanganku terus?'' protes gadis dua puluh tahun tersebut. Namun sepertinya Wildan sama sekali tak memperdulikan protesan gadis nya itu. Wildan sudah mengatakan pada Kay jika minggu depan ia akan melamarnya secara langsung didepan bu Sri orang tua dari kekasihnya itu, dan tentu gadis itu sangat senang mendengarnya, karna sejujurnya awalnya ia sedikit ragu dengan pria itu, secara dia tampan dan juga kaya raya, pastinya banyak gadis yang mengantri untuknya, namun sepertinya diantara banyaknya gadis, justru hanya Kayla seorang yang mampu menggoyahkan hatinya. Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan rumah mewah milik keluarga Wildan.
'' Loh mama kapan pulang? kok gk ngabari? kan bisa aku jemput.'' ucap Wildan saat melihat sang ibu duduk diteras bersama baby Al
'' Kamu kan sibuk, mana sempat jemput mama.'' sindir bu Dewi sambil melirik pada gadis yang ada disamping putranya tersebut, Kay yang menyadari meringis pelan, ia merasa tak enak hati jadinya, seketika keduanya menjadi canggung, karna melihat tatapan bu Dewi terus tertuju pada mereka
'' Mama hanya bercanda, kalian serius amat menanggapinya.'' ucap bu Dewi, membuat keduanya menghela nafas lega.
'' Mamamama...'' tiba-tiba saja baby Al menyebut mama sambil mengarahkan tangannya kepada Kayla,membuat Kay dan Wildan saling pandang.
'' Sayang tadi kamu panggil apa sayang? mama?'' ucap bu Dewi tersenyum haru.
'' Mamama..'' baby Al mengulang ucapannya membuat semua tersenyum.
'' Kay sepertinya ini tanda-tanda buat kamu.'' ucap bu Dewi sambil tersenyum, yang dibalas senyuman oleh gadis itu.
'' Sini bu biar saya gendong.'' ucapnya sambil meraih bayi tersebut dari pangkuan omanya.
'' Oh sayangnya tante.'' ucap Kay sambil mencium dengan gemas pipi gembul baby Al, Wildan yang melihat tersenyum senang, sepertinya ia tak salah memilik ibu pengganti untuk putranya yang jauh lebih baik dari mantan istrinya dulu.
*
*
*
__ADS_1
Ditempat lain saat ini terlihat Sandra sedang kedatangan tamu diruangannya.
'' Kamu serius Rando? jadi kapan rencananya kalian akan menikah? gk nyangka ternyata akhirnya bisa move'on juga kamu dari aku.'' cibir Sandra pada mantan kekasihnya itu, ya Rando adalah manyan kekasih Sandra yang dulunya sangat mencintai Sandra, sangkin bucinnya laki-laki itu selalu menempel kemana pun Sandra pergi hingga membuat wanita itu muak dan juga jenuh pada pemuda tersebut, dan pada akhirnya Sandra memutuskan hubungan mereka dengan alasan ingin kuliah diluar negri, dan mau tak mau Kevin terpaksa merelakannya, dan setelah dua tahun akhirnya mantan kekasihnya itu bisa memiliki kekasih lagi, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, itu pun dengan mati-matian sahabat Sandra yang bernama Rena itu menghapuskan jejak nya dihati Kevin, hingga akhirnya Kevin benar-benar melupakan cintanya untuk Sandra.
'' Rencananya bulan depan, tadinya Rena juga mau ikut kesini, tapi sayangnya dia ada keperluan mendadak, makanya dia hanya menyuruh aku saja yang datang.'' jelas laki-laki tersebut.
'' Dia gk cemburu kalau kamu datang hanya sendiri kesini? memangnya dia gk takut kalau kamu aku rebut kembali dari dia hem?'' goda Sandra membuat laki-laki itu menatap lekat padanya.
'' Memangnya kamu berniat kembali padaku Sa?'' tanya pemuda itu menatap nya dengan serius, membuat Sandra seketika gelabakan.
'' I-itu hanya bercanda .'' ucap Sandra langsung, ia sangat gugup, dan juga merutuki kebodohannya, bagai mana jika Rando salah paham dengan ucapannya tadi pikirnya, dan ia tak ingin laki-laki didepannya itu salah paham
Tiba-tiba saja Rando tertawa saat melihat wajah sandra yang panik, namun terlihat sangat menggemaskan dimata pria itu, Sandra yang melihatnya mengerutkan alis
'' Kamu kenapa tertawa? memang apa nya yang lucu?'' dengus gadis itu, ia merasa diejek oleh pemuda yang ada didepannya saat ini.
'' Iya lah, emangnya aku zombi yang bisa berubah.
'' Nah betul tuh kamu ibarat zombi, kalau udah marah nyeremi tau gk.
'' Iih, Rando kamu apaan sih, kamu ini lama-lama nyebelin ya, sini kamu biar aku hajar.'' ucapnya yang kemudian langsung beranjak mendekati Rando bermaksud untuk memberinya pelajaran.
'' Rasakan ini, bug-bug-bug, Sandra memukul tubuh Rando dengan tangannya membuat pria itu kewalahan menangkisnya.
'' Wow-wow santai Sa, aku hanya main-main kamu kok serius banget sih.'' ucapnya yang masih menangkis serangan gadis itu
'' Bodo, siapa suruh kamu nyebelin.'' ucap Sandra yang masih memukul pria tersebut kali ini dengan bantal sofa yang ada diruangan tersebut, Rando yang merasa Sandra tak ingin menyudahi pukulannya, pria itu pun membalas wanita itu dengan kembali memukul nya dengan bantal, alhasil keduanya pun saling serang hingga membuat isi dari bantal tersebut terburai keluar membuat seketika ruangan tersebut berantakan, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi terus memperhatikan tingkah keduanya, bahkan orang tersebut terlihat menyandarkan punggungnya didaun pintu yang terbuka dengan lebar, namun kedua orang yang masih asik lempar bantal tersebut tak menyadarinya, hingga suara deheman keras seketika menghentikan aksi keduanya
__ADS_1
'' Mau sampai kapan bermain disana? apa tidak malu dilihat banyak pegawai restoran?'' ucap seseorang yang tak lain adalah Bisma, niat hati ingin melepas rindu pada sang kekasih, kenyataannya ia dikejutkan dengan pemandangan yang membuat hatinya berdenyut nyeri, namun sebisa mungkin ia bersikap biasa, walaupun sebenarnya Bisma sangat cemburu, namun ia tak ingin memperlihatkannya, apa lagi didepan pria itu.
'' Bisma, kamu disini?'' ucap Sandra yang langsung menghentikan aksi nya dan menaruh bantal yang ia pegang diatas sofa.
'' Kenapa? kamu merasa terganggu dengan kedatanganku?'' tanya pria itu, sambil melangkah mendekati kekasihnya, namun sebelumnya ia sudah menutup pintu rungan tersebut agar tak jadi perhatian karyawan restoran.
Bisma melirik pada laki-laki yang beberapa saat yang lalu bermain lempar-lemparan dengan kekasihnya.
'' Siapa dia Sa?'' tanya Bisma langsung,
'' Dia Rando, bukankah aku pernah mengenalkannya sama kamu waktu itu? Sebenarnya kedatangannya kesini mau memberikan undangan pernikahannya dengan Rena, sahabatku dulu semasa kuliah.'' jelas Sandra, memang sejak awal ia sengaja tak memberitahu jika Rando adalah mantan kekasihnya, bisa gawat nanti pikir Sandra, karna sebenarnya Bisma adalah pria tipe pecemburu sama sepertinya, lagi pula Sandra berpikir jika itu hanya masa lalu jadi rasanya tidak perlu untuk dibahas lagi.
'' Benarkah? tapi sepertinya kalian cukup dekat,'' sambung nya
'' Tentu, bahkan dulu kami pernah sangat dekat.'' kali ini Rando yang menjawabnya
'' Maksud mu apa??'' tanya Bisma yang mulai penasaran.
Astaga gawat nih kalau sampai Rando bilang bisa marah besar Bisma sama aku, karna pernah bohong dengannya kemarin
Batin Sandra cemas
'' Maksud saya, kami pernah kuliah bareng, tentu saja kami dekat.'' jawab nya, yang mengerti arti tatapan Sandra padanya, membuat wanita itu bernafas lega.
'' Oh, kirain kalian adalah mantan kekasih.'' ucap Bisma membuat jantung Sandra seketika berdebar karna cemas.
Bersambung
__ADS_1